MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 05 Desember 2018 08:36
Tak Menular, Arif Terkena Psoriasis

Bocah yang Menderita Ruam di Kulit Usai Vaksin MR

BAGI ILMU: DR Benny (kiri) dan Dr Hendra (tengah) menjadi narasumber dalam Koordinasi Keamanan Vaksin MR di Kota Balikpapan, Selasa (4/12). (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Muhammad Arif, namanya viral beberapa bulan belakangan karena penyakit yang dideritanya. Ruam merah disertai nanah di sekujur tubuh. Bocah yang duduk di bangku SD itu sakit usai menjalani vaksinasi measles dan rubella (MR) pada 4 Agustus.

Banyak yang bertanya-tanya, penyakit apa yang dialami bocah warga Kelurahan Damai itu. Terlebih kedua orangtuanya. Hingga muncul opini bahwa penyakit yang dialami Arif ialah penyakit menular.

Hal itu lantas dibantah Prof DR dr Benny Effendi SpKk (K), FINSDV FAADV saat menjadi narasumber dalam Pertemuan Koordinasi Keamanan Vaksin MR di Kota Balikpapan, Selasa (4/12) di Aula Kantor Wali Kota.

"Penyakit ini secara klinis tidak mengancam jiwa dan tidak menular, tapi dapat timbul pada bagian tubuh manapun sehingga menurunkan kualitas hidup seseorang jika tidak dirawat dengan baik," ujarnya.

Dan diketahuilah, nama penyakit yang dialami Arif, yakni psoriasis. Dikatakan, psoriasis ialah penyakit autoimun atau inflamasi sistemik. Bersifat kronis dan residivistis, psoriasis dapat mengenai semua usia. Umumnya lebih tampak pada permukaan kulit. Serupa dengan yang dialami Arif, secara klinis terdapat plak merah yang ditutupi sisik tebal putih pada permukaan kulit dan nanah pada tubuh menjadi indikasi umum dari psoriasis.

Benny menyebut, tak hanya ditemukan pada kepala, ujung kaki sampai alat vital, psoriasis dapat meluas hingga organ lain seperti kuku, lidah, dan sendi. Pada sendi, tentu psoriasis lebih bahaya. Dalam beberapa kejadian bisa memburuk jika pasien juga memiliki komplikasi atau penyakit lainnya. Terlebih bila telah mengenai pembuluh darah utama jantung bisa berakibat pada kematian.

Hingga sekarang, belum diketahui pasti penyebab psoriasis. Namun, bisa jadi faktor genetik dan kelainan imunologi. Pemicu lainnya juga bisa infeksi bakteri, trauma fisik, gangguan metabolisme dan obat-obatan tertentu.

Ketika ditanya apakah komponen dalam obat vaksin MR tersebut dapat jadi pemicunya, Benny pun tampak ragu. "Itu belum tahu, apakah ada dalam komponen vaksin MR. Tapi dalam beberapa kasus penyuntikan antibiotik penisilin bisa memicu psoriasis dan itu terbukti," ucap guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Arif yang masih dalam pengobatan dinyatakan kian membaik. Dirinya menyarankan agar rutin melakukan kontrol seminggu sekali, selain itu pemberian body lotion atau pelembap agar kulit tidak kering. Dibutuhkan pengawasan ekstra pada si penderita terutama sisi kebersihan agar tidak ada infeksi bakteri. Hanya saja, bisa jadi Arif akan ketergantungan pada obat semasa hidupnya.

"Memang saat ini belum ada obat yang menyembuhkan psoriasis, tapi suatu saat pasti ada," ucap Benny.

Dokter yang biasa merawat Arif, dr Roby S Firmansyah menuturkan, kondisi Arif terus membaik. Obat yang diberikan pada Arif juga bertujuan menekan penyebaran infeksi akibat psoriasis. "Saya tidak bisa bilang dia sudah sembuh berapa persen. Tapi anak sudah bisa beraktivitas seperti normal. Kalau untuk hasil biopsi sendiri dari Makassar memang terjadi keterlambatan. Tapi, orangtua bisa mengecek riwayat penyakit anak di rekam medik rumah sakit, " ujarnya.

Dr dr Hindra Irawan Satari SpA (K) MTropPaed menambahkan, psoriasis pada anak lebih jarang didapati. Kejadiannya pun tidak bisa diduga. "Apakah saat kehamilan terjadi kelainan gen sehingga ada bibit psoriasis ini kan juga belum tahu. Karena mungkin saja dulu tidak terdeteksi. Kalau di daerah lain tidak ada anak yang mengalami KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi)," ujar pria yang merupakan ketua Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Dari hasil tersebut, Asisten II Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Balikpapan, Dyah Muryani menyatakan, kasus Arif bukanlah diakibatkan vaksin MR. Melainkan penyakit autoimun. Pembiayaan perawatan Arif ditanggung BPJS Kesehatan. "Kan ada BPJS, obatnya juga tidak terlalu mahal," tutupnya. (lil/rsh/k15)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 08:23

Dishub Kaltim Siap Dukung Pendanaan

BALIKPAPAN - Rencana pengoperasian kembali Pelabuhan Somber, Batu Ampar, Balikpapan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:18

Sepekan, Sudah Empat Tangkapan Narkoba

BALIKPAPAN – Memasuki pekan kedua 2019, kasus penyalahgunaan narkoba di…

Senin, 14 Januari 2019 07:35

Pelabuhan Somber Belum Masuk RIPN

BALIKPAPAN – Jalan bagi Pemkot Balikpapan untuk mengoperasikan kembali Pelabuhan…

Senin, 14 Januari 2019 07:32

Sepekan Hilang, Polisi Masih Cari Rika

BALIKPAPAN – Setelah menerima informasi seorang remaja 15 tahun bernama…

Minggu, 13 Januari 2019 06:53

Tahanan Perempuan Dipindah ke Kukar

BALIKPAPAN – Over kapasitas masih terjadi di Rutan Klas II…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:05

Tak Direstui, Gadis Kabur Bersama Teman Perempuannya

BALIKPAPAN – Hadijah tak pernah menyangka. Anak gadisnya, Rika Kristina…

Jumat, 11 Januari 2019 10:00

Sabu Disimpan Dalam Bungkus Makanan Ringan

BALIKPAPAN - Peredaran narkoba di Balikpapan masih merajalela. Polsek Balikpapan…

Senin, 07 Januari 2019 08:43

Gara-Gara Ini, Kunjungan ke KRB Meningkat

BALIKPAPAN - Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019 telah…

Senin, 07 Januari 2019 08:42

Tarik Minat Menikah di KUA

BALIKPAPAN - Tahun ini, Kementerian Agama Balikpapan melakukan beberapa renovasi…

Senin, 07 Januari 2019 08:39

Padam karena Gangguan Transmisi SUTT 150 kV

BALIKPAPAN - Sejumlah kota di Benua Etam harus mengalami pemadaman…