MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 05 Desember 2018 08:36
Tak Menular, Arif Terkena Psoriasis

Bocah yang Menderita Ruam di Kulit Usai Vaksin MR

BAGI ILMU: DR Benny (kiri) dan Dr Hendra (tengah) menjadi narasumber dalam Koordinasi Keamanan Vaksin MR di Kota Balikpapan, Selasa (4/12). (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Muhammad Arif, namanya viral beberapa bulan belakangan karena penyakit yang dideritanya. Ruam merah disertai nanah di sekujur tubuh. Bocah yang duduk di bangku SD itu sakit usai menjalani vaksinasi measles dan rubella (MR) pada 4 Agustus.

Banyak yang bertanya-tanya, penyakit apa yang dialami bocah warga Kelurahan Damai itu. Terlebih kedua orangtuanya. Hingga muncul opini bahwa penyakit yang dialami Arif ialah penyakit menular.

Hal itu lantas dibantah Prof DR dr Benny Effendi SpKk (K), FINSDV FAADV saat menjadi narasumber dalam Pertemuan Koordinasi Keamanan Vaksin MR di Kota Balikpapan, Selasa (4/12) di Aula Kantor Wali Kota.

"Penyakit ini secara klinis tidak mengancam jiwa dan tidak menular, tapi dapat timbul pada bagian tubuh manapun sehingga menurunkan kualitas hidup seseorang jika tidak dirawat dengan baik," ujarnya.

Dan diketahuilah, nama penyakit yang dialami Arif, yakni psoriasis. Dikatakan, psoriasis ialah penyakit autoimun atau inflamasi sistemik. Bersifat kronis dan residivistis, psoriasis dapat mengenai semua usia. Umumnya lebih tampak pada permukaan kulit. Serupa dengan yang dialami Arif, secara klinis terdapat plak merah yang ditutupi sisik tebal putih pada permukaan kulit dan nanah pada tubuh menjadi indikasi umum dari psoriasis.

Benny menyebut, tak hanya ditemukan pada kepala, ujung kaki sampai alat vital, psoriasis dapat meluas hingga organ lain seperti kuku, lidah, dan sendi. Pada sendi, tentu psoriasis lebih bahaya. Dalam beberapa kejadian bisa memburuk jika pasien juga memiliki komplikasi atau penyakit lainnya. Terlebih bila telah mengenai pembuluh darah utama jantung bisa berakibat pada kematian.

Hingga sekarang, belum diketahui pasti penyebab psoriasis. Namun, bisa jadi faktor genetik dan kelainan imunologi. Pemicu lainnya juga bisa infeksi bakteri, trauma fisik, gangguan metabolisme dan obat-obatan tertentu.

Ketika ditanya apakah komponen dalam obat vaksin MR tersebut dapat jadi pemicunya, Benny pun tampak ragu. "Itu belum tahu, apakah ada dalam komponen vaksin MR. Tapi dalam beberapa kasus penyuntikan antibiotik penisilin bisa memicu psoriasis dan itu terbukti," ucap guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Arif yang masih dalam pengobatan dinyatakan kian membaik. Dirinya menyarankan agar rutin melakukan kontrol seminggu sekali, selain itu pemberian body lotion atau pelembap agar kulit tidak kering. Dibutuhkan pengawasan ekstra pada si penderita terutama sisi kebersihan agar tidak ada infeksi bakteri. Hanya saja, bisa jadi Arif akan ketergantungan pada obat semasa hidupnya.

"Memang saat ini belum ada obat yang menyembuhkan psoriasis, tapi suatu saat pasti ada," ucap Benny.

Dokter yang biasa merawat Arif, dr Roby S Firmansyah menuturkan, kondisi Arif terus membaik. Obat yang diberikan pada Arif juga bertujuan menekan penyebaran infeksi akibat psoriasis. "Saya tidak bisa bilang dia sudah sembuh berapa persen. Tapi anak sudah bisa beraktivitas seperti normal. Kalau untuk hasil biopsi sendiri dari Makassar memang terjadi keterlambatan. Tapi, orangtua bisa mengecek riwayat penyakit anak di rekam medik rumah sakit, " ujarnya.

Dr dr Hindra Irawan Satari SpA (K) MTropPaed menambahkan, psoriasis pada anak lebih jarang didapati. Kejadiannya pun tidak bisa diduga. "Apakah saat kehamilan terjadi kelainan gen sehingga ada bibit psoriasis ini kan juga belum tahu. Karena mungkin saja dulu tidak terdeteksi. Kalau di daerah lain tidak ada anak yang mengalami KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi)," ujar pria yang merupakan ketua Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Dari hasil tersebut, Asisten II Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Balikpapan, Dyah Muryani menyatakan, kasus Arif bukanlah diakibatkan vaksin MR. Melainkan penyakit autoimun. Pembiayaan perawatan Arif ditanggung BPJS Kesehatan. "Kan ada BPJS, obatnya juga tidak terlalu mahal," tutupnya. (lil/rsh/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:30

Personel TNI AU Harus Bisa Bahasa Inggris

PANGKALAN Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengadakan tes bahasa Inggris bagi…

Rabu, 17 Juli 2019 11:02

Kasihan...!! Rumah Veteran Hangus Terbakar

BALIKPAPAN–Warga RT 10, Gang Sampurna, Baru Ilir Balikpapan Barat dikejutkan…

Selasa, 16 Juli 2019 12:01

Balikpapan Tetap Larang Kantong Plastik

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan memilih untuk menunggu arahan terkait kelanjutan harmonisasi…

Senin, 15 Juli 2019 13:04

Dianggap Tak Menguntungkan, Lelang SAUM Sepi

Banyak persoalan yang mesti diselesaikan pemkot agar SAUM maksimal. Di…

Senin, 15 Juli 2019 12:22

GREGET..!! Pacar Bermesraan dengan Ladies, Perempuan Ini Ngamuk, Tusuk Pacarnya

SEORANG pria berinisial HR (24), warga Jalan Gunung Balikpapan, Prapatan,…

Senin, 15 Juli 2019 12:20

DERITANYA..!! Air Hanya Mengalir Maksimal 12 Jam

Bocornya pipa akibat pergerakan tanah ditambah kondisi hujan yang sudah…

Senin, 15 Juli 2019 11:45
Klaim BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja untuk Pasien Kecelakaan

Sistem Informasi Sudah Terintegrasi

Sejak BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Jasa Raharja, korban kecelakaan…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Longsor, Rumah Warga Jebol

BALIKPAPAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Beriman, Jumat (12/7)…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Rumah di Pesisir Banyak Tak Berizin

TERNYATA banyak rumah di sepanjang pesisir di Kecamatan Balikpapan Kota…

Senin, 15 Juli 2019 11:43

Bagaimana Memahami Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual..??

Tumbuhnya UMKM di Tanah Air menunjukkan kehadiran pelaku ekonomi kreatif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*