MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 05 Desember 2018 08:36
Tak Menular, Arif Terkena Psoriasis

Bocah yang Menderita Ruam di Kulit Usai Vaksin MR

BAGI ILMU: DR Benny (kiri) dan Dr Hendra (tengah) menjadi narasumber dalam Koordinasi Keamanan Vaksin MR di Kota Balikpapan, Selasa (4/12). (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Muhammad Arif, namanya viral beberapa bulan belakangan karena penyakit yang dideritanya. Ruam merah disertai nanah di sekujur tubuh. Bocah yang duduk di bangku SD itu sakit usai menjalani vaksinasi measles dan rubella (MR) pada 4 Agustus.

Banyak yang bertanya-tanya, penyakit apa yang dialami bocah warga Kelurahan Damai itu. Terlebih kedua orangtuanya. Hingga muncul opini bahwa penyakit yang dialami Arif ialah penyakit menular.

Hal itu lantas dibantah Prof DR dr Benny Effendi SpKk (K), FINSDV FAADV saat menjadi narasumber dalam Pertemuan Koordinasi Keamanan Vaksin MR di Kota Balikpapan, Selasa (4/12) di Aula Kantor Wali Kota.

"Penyakit ini secara klinis tidak mengancam jiwa dan tidak menular, tapi dapat timbul pada bagian tubuh manapun sehingga menurunkan kualitas hidup seseorang jika tidak dirawat dengan baik," ujarnya.

Dan diketahuilah, nama penyakit yang dialami Arif, yakni psoriasis. Dikatakan, psoriasis ialah penyakit autoimun atau inflamasi sistemik. Bersifat kronis dan residivistis, psoriasis dapat mengenai semua usia. Umumnya lebih tampak pada permukaan kulit. Serupa dengan yang dialami Arif, secara klinis terdapat plak merah yang ditutupi sisik tebal putih pada permukaan kulit dan nanah pada tubuh menjadi indikasi umum dari psoriasis.

Benny menyebut, tak hanya ditemukan pada kepala, ujung kaki sampai alat vital, psoriasis dapat meluas hingga organ lain seperti kuku, lidah, dan sendi. Pada sendi, tentu psoriasis lebih bahaya. Dalam beberapa kejadian bisa memburuk jika pasien juga memiliki komplikasi atau penyakit lainnya. Terlebih bila telah mengenai pembuluh darah utama jantung bisa berakibat pada kematian.

Hingga sekarang, belum diketahui pasti penyebab psoriasis. Namun, bisa jadi faktor genetik dan kelainan imunologi. Pemicu lainnya juga bisa infeksi bakteri, trauma fisik, gangguan metabolisme dan obat-obatan tertentu.

Ketika ditanya apakah komponen dalam obat vaksin MR tersebut dapat jadi pemicunya, Benny pun tampak ragu. "Itu belum tahu, apakah ada dalam komponen vaksin MR. Tapi dalam beberapa kasus penyuntikan antibiotik penisilin bisa memicu psoriasis dan itu terbukti," ucap guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Arif yang masih dalam pengobatan dinyatakan kian membaik. Dirinya menyarankan agar rutin melakukan kontrol seminggu sekali, selain itu pemberian body lotion atau pelembap agar kulit tidak kering. Dibutuhkan pengawasan ekstra pada si penderita terutama sisi kebersihan agar tidak ada infeksi bakteri. Hanya saja, bisa jadi Arif akan ketergantungan pada obat semasa hidupnya.

"Memang saat ini belum ada obat yang menyembuhkan psoriasis, tapi suatu saat pasti ada," ucap Benny.

Dokter yang biasa merawat Arif, dr Roby S Firmansyah menuturkan, kondisi Arif terus membaik. Obat yang diberikan pada Arif juga bertujuan menekan penyebaran infeksi akibat psoriasis. "Saya tidak bisa bilang dia sudah sembuh berapa persen. Tapi anak sudah bisa beraktivitas seperti normal. Kalau untuk hasil biopsi sendiri dari Makassar memang terjadi keterlambatan. Tapi, orangtua bisa mengecek riwayat penyakit anak di rekam medik rumah sakit, " ujarnya.

Dr dr Hindra Irawan Satari SpA (K) MTropPaed menambahkan, psoriasis pada anak lebih jarang didapati. Kejadiannya pun tidak bisa diduga. "Apakah saat kehamilan terjadi kelainan gen sehingga ada bibit psoriasis ini kan juga belum tahu. Karena mungkin saja dulu tidak terdeteksi. Kalau di daerah lain tidak ada anak yang mengalami KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi)," ujar pria yang merupakan ketua Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Dari hasil tersebut, Asisten II Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Balikpapan, Dyah Muryani menyatakan, kasus Arif bukanlah diakibatkan vaksin MR. Melainkan penyakit autoimun. Pembiayaan perawatan Arif ditanggung BPJS Kesehatan. "Kan ada BPJS, obatnya juga tidak terlalu mahal," tutupnya. (lil/rsh/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 10:00

Tiga Hari Tak Terlihat, Saat Diketemukan Sudah Begini...

BALIKPAPAN-Sekira tiga hari Fredrik Olewianus Makahinda tak terlihat keluar rumah.…

Kamis, 21 Maret 2019 09:29

10 Minggu, Peredaran 18 Kg Narkoba Dicekal

BALIKPAPAN–Sebanyak 18 kg narkoba yang hendak diselundupkan ke Kaltim, berhasil…

Kamis, 21 Maret 2019 09:28

Ribuan Personel Gabungan Disiagakan

BALIKPAPAN–Kedatangan bakal calon wakil presiden (cawapres) KH Ma’ruf Amin ke…

Kamis, 21 Maret 2019 09:27

Promosikan Balikpapan Jadi Tempat Pertemuan

BALIKPAPAN–Meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Pemkot Balikpapan berencana menggenjot serapan…

Kamis, 21 Maret 2019 09:21

Tengok Pesawat Tempur Lebih Dekat

BALIKPAPAN–Lima pesawat super tucano buatan Brazil dari Pangkalan TNI AU…

Rabu, 20 Maret 2019 09:50

Warga Diteror Pria Pamer Alat Vital

BALIKPAPAN–Warga di RT 56, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, dirundung…

Rabu, 20 Maret 2019 09:49

INSYA ALLAH LANCAR..!! 5.000 Personel Amankan Pemilu

BALIKPAPAN–Memaksimalkan pengamanan pemilu, kepolisian telah memetakan wilayah. Pasukan pun digelar…

Rabu, 20 Maret 2019 09:49

Info Hoaks untuk Kewaspadaan

BALIKPAPAN–Selasa (19/3) siang, beredar kabar di media sosial. Seseorang bernama…

Rabu, 20 Maret 2019 09:48

Teknik Tepat, Perkuat Hubungan Ibu-Anak

Menggendong bayi tidak bisa sembarangan. Setiap gerakan dalam menggendong bisa…

Rabu, 20 Maret 2019 09:47

TMMD Ke-104 Jelang Penutupan

BALIKPAPAN–Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berlanjut. Memasuki tahun kedua,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*