MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 02 Desember 2018 10:01
Empat Menit Singkat dengan Tabata
SIDE TO SIDE JUMPING LUNGE: Berdiri tegak dengan membuka kaki selebar bahu dan posisikan lengan di samping badan. Sentuh kaki kiri dengan tangan kanan, dan pastikan tangan kiri lurus di atas kepala. Ulangi gerakan bergantian.

PROKAL.CO, OLAHRAGA berintensitas tinggi tak hanya pliometrik. Ada pula olahraga yang bernama tabata. Olahraga ini mungkin masih terdengar asing di kalangan awam. Awalnya, olahraga tabata ditemukan oleh salah seorang ilmuwan Jepang yang bernama Izumi Tabata.

Dia menemukan fakta bahwa olahraga dengan durasi empat menit selama empat hari, dalam waktu seminggu ditambah aktivitas yang dijalani berintensitas tinggi, mampu memberi dampak yang lebih efektif dibanding olahraga yang dilakukan dalam lima hari dengan durasi satu jam namun intensitasnya sedang. Kalori yang berhasil dibakar dalam jumlah banyak karena aktivitas dengan intensitas tinggi, maka tabata dipercaya ampuh untuk menurunkan berat badan.

Durasi olahraga yang cukup singkat hanya empat menit, menjadikan olahraga tabata populer di kalangan orang-orang sibuk yang memang tidak sempat olahraga. Namun, tetap harus diperhatikan karena ini termasuk olahraga berintensitas tinggi dan tidak semua orang mampu menjalaninya. Biasanya, tabata lebih dianjurkan untuk orang-orang yang memang sudah terbiasa berolahraga.

Ahmad Jamaludin, trainer di Benk Gym mengungkapkan, sebelum melakukan tabata harus diawali dengan pemanasan dan peregangan kurang lebih sepuluh menit. Tak jauh berbeda dengan pliometrik, tujuannya agar terhindar dari cedera.

“Ada kecenderungan cedera karena kebanyakan bergerak cepat. Napas juga harus diatur, beri jeda setiap mau bergerak ke gerakan berikutnya. Saat turun harus pelan, begitu pula saat naik juga harus pelan. Kenapa? Durasi massa ototnya panjang. Kalau turunnya cepat, naiknya cepat ya malah enggak ada durasi ototnya,” ungkapnya saat ditemui di Benk Gym, Jalan Cendana, Samarinda.

Biasanya aturan dasar olahraga tabata diawali dengan melakukan olahraga intensitas tinggi selama 20 detik. Setelah selesai, lanjut dengan istirahat selama sepuluh detik. Satu kali olahraga dan satu kali istirahat itu dihitung satu set. Ulangi hingga 8 kali set dengan gerakan sama. Setelah selesai, gunakan waktu selama satu menit untuk beristirahat dan bisa melanjutkan sesi tabata selanjutnya dengan gerakan berbeda.

Pada tahap satu, meliputi gerakan burpees dan mountain climbers. Tahap kedua ada squat jump dan high knee jog. Terakhir, ada jump kicks dan side-to-side jumping lunges. Pada intinya, dari berbagai gerakan ini manfaatnya hampir sama yakni untuk menguatkan jantung, menguatkan otot kaki, paha, dan sendi serta membakar lemak dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.

“Tabata meningkatkan kerja jantung dan paru-paru. Jika keduanya kuat, pembuluh darah bisa mengalirkan darah lebih banyak dan cepat. Jadinya ya bisa mengalirkan oksigen yang lebih ke dalam sel-sel otot,” papar pria 26 tahun tersebut.

Walaupun olahraga ini terbilang singkat, jangan memandang remeh bahwa untuk melakukannya sangat mudah. Rangkaian gerakan yang berbeda dalam hitungan detik, mau tak mau memaksa tubuh untuk bergerak cepat karena sesuai namanya, olahraga tabata termasuk dalam HIIT. Menurut Jamal, olahraga ini berlaku untuk rentang usia tertentu.

Contohnya, jika ada seseorang usia 40 tahun dan 26 tahun. Keduanya tak begitu sering melakukan olahraga. Seperti yang diketahui, usia 40 itu rentan osteoporosis. Jika kedua orang itu melakukan tabata, sudah pasti yang berusia 26 lebih mudah melakukannya.

“Kecuali, jika seseorang yang berusia 40 tahun ke atas itu rutin berolahraga, pola hidupnya sehat, dan memang terbiasa mungkin bisa juga melakukan ini. Balik lagi, apakah dia kuat atau tidak. Kalau dia yang jarang berolahraga itu yang bahaya,” beber Jamal. Tabata termasuk olahraga fleksibel. Anda bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja. (*/ysm*/rdm/k16)


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 09:12

Inline Skating, Sejak Dini Cegah Risiko Penyakit Jantung

PERUBAHAN pola makan saat menjalani ibadah puasa membuat sebagian orang…

Senin, 20 Mei 2019 09:08

Belajar Bangkit dari Jatuh Berkali-kali

JANGAN sia-siakan kesempatan emas untuk mengajarkan dan memperkenalkan anak pada…

Minggu, 12 Mei 2019 13:47

Petanque, Kontrol Emosi dan Latih Sikap Cermat

SEKILAS permainannya tampak seperti tolak peluru. Namun, ukuran bolanya lebih…

Minggu, 12 Mei 2019 13:46

Kenalkan Petanque untuk Generasi Muda

PETANQUE masih cukup asing di telinga masyarakat. Khususnya, warga Kalimantan.…

Minggu, 05 Mei 2019 13:58

Naikkan Bobot Badan, Jaga Porsi Makan, Jangan Asal-asalan

ENAM tahun terakhir, dia berusaha mempertahankan bobot tubuhnya. Bukan diet,…

Minggu, 05 Mei 2019 13:31

Merekam Ekspresi Penari Jaranan

Oleh: Rama Sihotang (Pewarta Foto Kaltim Post)   JARANAN dilakukan…

Minggu, 28 April 2019 10:35

Melatih Napas dan Kelenturan Otot Kaki

OLAHRAGA bela diri selalu populer. Dari sekian banyak bela diri,…

Minggu, 28 April 2019 10:34

Turunkan Berat Badan, Jadi Lebih Lincah

MENYIMPAN segudang manfaat, taekwondo juga berpengaruh terhadap psikis seseorang. Meningkatnya…

Minggu, 28 April 2019 10:32

Gerakan Dasar Wajib di Taekwondo

SEBELUM mulai, hal yang umumnya dilakukan adalah kuda-kuda atau dalam…

Minggu, 21 April 2019 09:46

Serius Belajar dan Asah Kemampuan

Bisnis bukan hal mudah. Butuh tekad dan serius. Begitu pula…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*