MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 02 Desember 2018 10:01
Empat Menit Singkat dengan Tabata
SIDE TO SIDE JUMPING LUNGE: Berdiri tegak dengan membuka kaki selebar bahu dan posisikan lengan di samping badan. Sentuh kaki kiri dengan tangan kanan, dan pastikan tangan kiri lurus di atas kepala. Ulangi gerakan bergantian.

PROKAL.CO, OLAHRAGA berintensitas tinggi tak hanya pliometrik. Ada pula olahraga yang bernama tabata. Olahraga ini mungkin masih terdengar asing di kalangan awam. Awalnya, olahraga tabata ditemukan oleh salah seorang ilmuwan Jepang yang bernama Izumi Tabata.

Dia menemukan fakta bahwa olahraga dengan durasi empat menit selama empat hari, dalam waktu seminggu ditambah aktivitas yang dijalani berintensitas tinggi, mampu memberi dampak yang lebih efektif dibanding olahraga yang dilakukan dalam lima hari dengan durasi satu jam namun intensitasnya sedang. Kalori yang berhasil dibakar dalam jumlah banyak karena aktivitas dengan intensitas tinggi, maka tabata dipercaya ampuh untuk menurunkan berat badan.

Durasi olahraga yang cukup singkat hanya empat menit, menjadikan olahraga tabata populer di kalangan orang-orang sibuk yang memang tidak sempat olahraga. Namun, tetap harus diperhatikan karena ini termasuk olahraga berintensitas tinggi dan tidak semua orang mampu menjalaninya. Biasanya, tabata lebih dianjurkan untuk orang-orang yang memang sudah terbiasa berolahraga.

Ahmad Jamaludin, trainer di Benk Gym mengungkapkan, sebelum melakukan tabata harus diawali dengan pemanasan dan peregangan kurang lebih sepuluh menit. Tak jauh berbeda dengan pliometrik, tujuannya agar terhindar dari cedera.

“Ada kecenderungan cedera karena kebanyakan bergerak cepat. Napas juga harus diatur, beri jeda setiap mau bergerak ke gerakan berikutnya. Saat turun harus pelan, begitu pula saat naik juga harus pelan. Kenapa? Durasi massa ototnya panjang. Kalau turunnya cepat, naiknya cepat ya malah enggak ada durasi ototnya,” ungkapnya saat ditemui di Benk Gym, Jalan Cendana, Samarinda.

Biasanya aturan dasar olahraga tabata diawali dengan melakukan olahraga intensitas tinggi selama 20 detik. Setelah selesai, lanjut dengan istirahat selama sepuluh detik. Satu kali olahraga dan satu kali istirahat itu dihitung satu set. Ulangi hingga 8 kali set dengan gerakan sama. Setelah selesai, gunakan waktu selama satu menit untuk beristirahat dan bisa melanjutkan sesi tabata selanjutnya dengan gerakan berbeda.

Pada tahap satu, meliputi gerakan burpees dan mountain climbers. Tahap kedua ada squat jump dan high knee jog. Terakhir, ada jump kicks dan side-to-side jumping lunges. Pada intinya, dari berbagai gerakan ini manfaatnya hampir sama yakni untuk menguatkan jantung, menguatkan otot kaki, paha, dan sendi serta membakar lemak dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.

“Tabata meningkatkan kerja jantung dan paru-paru. Jika keduanya kuat, pembuluh darah bisa mengalirkan darah lebih banyak dan cepat. Jadinya ya bisa mengalirkan oksigen yang lebih ke dalam sel-sel otot,” papar pria 26 tahun tersebut.

Walaupun olahraga ini terbilang singkat, jangan memandang remeh bahwa untuk melakukannya sangat mudah. Rangkaian gerakan yang berbeda dalam hitungan detik, mau tak mau memaksa tubuh untuk bergerak cepat karena sesuai namanya, olahraga tabata termasuk dalam HIIT. Menurut Jamal, olahraga ini berlaku untuk rentang usia tertentu.

Contohnya, jika ada seseorang usia 40 tahun dan 26 tahun. Keduanya tak begitu sering melakukan olahraga. Seperti yang diketahui, usia 40 itu rentan osteoporosis. Jika kedua orang itu melakukan tabata, sudah pasti yang berusia 26 lebih mudah melakukannya.

“Kecuali, jika seseorang yang berusia 40 tahun ke atas itu rutin berolahraga, pola hidupnya sehat, dan memang terbiasa mungkin bisa juga melakukan ini. Balik lagi, apakah dia kuat atau tidak. Kalau dia yang jarang berolahraga itu yang bahaya,” beber Jamal. Tabata termasuk olahraga fleksibel. Anda bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja. (*/ysm*/rdm/k16)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 10:38

Sukses Butuh Proses

TANGANNYA terampil menari dengan kuas. Peralatan rias wajah sudah dia…

Minggu, 09 Desember 2018 10:37

Rangkul Murid Layaknya Keluarga

SAMBIL sesekali memainkan kacamata yang tengah dipegangnya, Denny Saputra begitu…

Minggu, 09 Desember 2018 10:35

Lincah Bergerak dengan Parkour

KEGIATAN olahraga yang membuat seluruh anggota tubuh bergerak, bahasa trennya…

Minggu, 09 Desember 2018 10:34

Melawan Rasa Takut dan Siap Cedera

PARKOUR bukan olahraga minim cedera.Namun, bukan berarti akan selalu cedera.…

Minggu, 09 Desember 2018 06:22

Balas Hinaan dengan Prestasi

PADA umumnya, setiap orang akan menyiapkan biaya sebelum merintis usaha.…

Rabu, 05 Desember 2018 09:46

Ini 5 Kiat Jaga Ginjal Anda Tetap Sehat

 Saat memasuki usia lanjut, salah satu pengobatan yang paling menjadi…

Selasa, 04 Desember 2018 10:56

Asyiknya PDKT Sambil Jalan Kaki

Calon pasangan yang sedang dalam masa pendekatan atau penjajakan (PDKT)…

Minggu, 02 Desember 2018 10:01

Empat Menit Singkat dengan Tabata

OLAHRAGA berintensitas tinggi tak hanya pliometrik. Ada pula olahraga yang…

Minggu, 18 November 2018 08:42

Memori 90-an dalam Mainan

Masih ingatkah dengan permainan hits pada era 90-an? Kami ingin…

Selasa, 13 November 2018 10:51
Ini Penjelasan Tentang Stroke

Stroke Kini Menyerang Remaja

Stroke termasuk jenis penyakit paling mematikan, yang tidak hanya menyasar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .