MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 02 Desember 2018 06:26
Terinspirasi Pernikahan Sendiri

Widyasari

TANGAN AJAIB: Perlahan tapi pasti, Widyasari mengubah setiap goresan menjadi motif bunga indah. Detail motif yang kecil-kecil menjadi ciri khas dari hasil lukis hennanya. (RORO MIRA/KP)

PROKAL.CO, Tangan kanan Widy berhati-hati tatkala melukis di punggung tangan kliennya. Awalnya terlihat seperti goresan biasa. Tak lama kemudian, goresan demi goresan membentuk bunga yang terukir cantik. Itulah seni yang disebut henna atau mehndi asal India.

PEREMPUAN bernama lengkap Widyasari itu cukup lama bergelut dalam bisnis jasa lukis henna. Menurut pengakuan perempuan berhijab itu, awalnya dia tak tahu sama sekali tentang henna. Cerita bermula ketika dia melangsungkan pernikahan pada 2013 dan mendapat paket henna dari salon tempatnya dirias.

“Sehari sebelum akad, ada yang datang ke rumah. Dia orang salon yang mau melukis henna. Waktu itu saya enggak tahu henna itu apa, saya pasang muka kebingungan. Mungkin perempuan itu peka kalau saya enggak tahu, akhirnya dia bilang mehndi. Waduh, bukannya makin paham, saya malah makin bingung. Kebingungan itu berakhir saat dia bilang pacar air,” sebut perempuan yang kerap disapa Widy itu.

Tanpa disadari, pernikahannya merupakan jalan menjadi henna artist. Seakan baru terjadi kemarin, Widy menatap tangannya. Dia kagum dengan hasil henna saat itu. Dari situ, tebersit niat untuk mencari tahu lebih banyak tentang seni lukis henna.

Dua bulan setelah menikah, Widy meminta izin kepada suami untuk mencari tempat kursus belajar melukis henna. Ketika sudah mengantongi izin, dia mengaku kecewa karena cukup sulit menemukan tempat kursus henna di Samarinda kala itu.

“Waktu itu dapat, tapi pembimbingnya ada di Bandung dan menawarkan kelas kursus online. Jadi, saya mikir ulang. Ini kan melukis, kita harus belajar melalui praktik, bukan teori. Jadi, saya rasa kalau kursus online itu kurang efektif meski lewat video,” ujar perempuan 29 tahun itu.

Tak kehabisan akal dan memiliki keinginan kuat, Widy belajar melalui YouTube. Memutuskan untuk menekuni dengan serius sejak Desember 2013. Meski belum mendapat klien, dia tetap rutin belajar melalui YouTube dan menggunakan sanak saudara menjadi kelinci percobaannya.

Merasa sudah cukup mengantongi ilmu, pada Maret 2014 dia memutuskan memberi kado kepada pernikahan kepada sahabatnya. “Itu kali pertamanya saya melukis tangan calon pengantin. Meski dia sahabat saya, masih ada juga rasa gugupnya. Jantung dag dig dug enggak karuan, karena takut hasilnya malah mengecewakan. Tapi, syukur alhamdulillah, sahabat saya suka,” ujarnya sambil mengelus dada pertanda lega.

Sejak melewati momen itu dengan lancar, Widy ketagihan melukis tangan calon pengantin lebih banyak lagi. Meski sering mendapat pujian, tak membuatnya tinggi hati. Malah dari pujian yang membuatnya semangat belajar untuk memperdalam ilmunya.

Tak terasa, usahanya berjalan setahun kala itu. Selama itu juga dia belajar henna secara autodidak melalui internet. Merasa masih haus ilmu,pada awal 2015 dia memutuskan bergabung dengan Kaltim Henna Artist Community (Kahacy).

“Ketika menjadi bagian dalam komunitas Kahacy, bukan hanya mendapatkan ilmu baru. Tapi, mengajarkan tentang cara berbagi. Meski kita memiliki bisnis sama. Kita enggak pernah memiliki rasa ingin menyaingi apalagi menjatuhkan. Kita enggak pelit berbagi ilmu tentang teknik dan bertukar informasi mengenai bahan henna terbaik. Bahkan, saling mempromosikan bisnis sesama Kahacy. Kita adalah keluarga,” papar Widy.

Disinggung omzet, Widy hanya tersenyum. Perempuan berkacamata itu tak ingin terlalu pamer dengan penghasilannya. “Bisa dibilang menjanjikan,” ujarnya. Dalam seminggu, tak pernah sepi klien, apalagi menjelang weekend. “Ada pasang surut. Tapi saya melihat, ke depan usaha henna artist ini semakin banyak peminat,” tutupnya. (*/nul*/rdm2/k16)


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 09:28

Pahami Empat Pilar Bisnis, Fokus dan Ubah Strategi

LATAR belakang pendidikan Windie Karina Farmawati adalah sarjana psikologi, bertolak…

Senin, 20 Mei 2019 09:20

Tampil Elegan Bikin Ramadan Berkesan

RAMADAN tak hanya diisi dengan ngabuburit atau buka bareng. Ada…

Minggu, 19 Mei 2019 13:48

Istimewa, Pekerjakan Anak Putus Sekolah

WINDIE  Karina Farmawati belajar dari sang ibu, Trisnawati Tjandra. Untuk memperkerjakan…

Minggu, 19 Mei 2019 12:19
Soto dan Salad

Hidangan Hangat hingga Kudapan Sehat

SOTO merupakan hidangan berkuah nan populer di Indonesia. Selaku juru…

Minggu, 19 Mei 2019 12:10

Kudapan Manis Nusantara dan Gurih dari India

SIAPA tidak kenal amparan tatak? Merupakan kudapan yang sering diburu…

Minggu, 12 Mei 2019 13:51
Bagus Satria dan Mira Dewi Yustina

Dari Pernikahan jadi Bisnis Menjanjikan

Tiga tahun lalu, Bagus Satria dan Mira Dewi Yustina membuat…

Minggu, 12 Mei 2019 13:50

Terima Pesanan dari Sumatra hingga Papua

PERTAMA kali merintis Galeri Cantik, Bagus Satria dan Mira Dewi…

Minggu, 12 Mei 2019 13:42

Stay Beautiful for Ramadan Iftar

MOMEN Ramadan dijadikan ajang berkumpul bersama sanak saudara dan teman.…

Minggu, 12 Mei 2019 13:39

Terapkan Konsep Bisnis Syariah

MENJALANI usaha memang harus dibarengi dengan konsep yang jelas untuk…

Minggu, 12 Mei 2019 13:37

Setiap Senin Masakan Khas Jawa

JANGAN mengaku gemar berburu kuliner jika tidak bertandang dan mencicipi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*