MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 01 Desember 2018 06:05
Pintar Tangkap Peluang, Berani Berekspansi

Pengusaha Sukses karena Taat Bayar Pajak; Imam Muslikin

TAAT BAYAR PAJAK: Imam Muslikin bercerita kepada jurnalis Kaltim Post mengenai liku-liku menjadi pengusaha logistik di Bumi Etam.

PROKAL.CO, Bukan hal mudah bagi Imam Muslikin dalam mengukir kesuksesan sebagai pengusaha di Kaltim. Berstatus sebagai perantau, asam garam sudah ia lahap. Kepatuhan membayar pajak yang ia lakukan sejak mulai merintis usaha diklaim menjadi salah satu faktor kesuksesan.

AJI CHANDRA, Balikpapan

SEBELUM menjadi pengusaha logistik di Bumi Etam, pada tahun 70-an pria kelahiran Wonosobo, 29 November 1949 itu mencari nafkah dengan menjadi seorang tenaga kerja bantuan instansi pemerintah di Jakarta. Jalan itu ia tempuh karena melihat latar belakang orangtuanya yang merupakan aparatur sipil negara (ASN).

“Dulu ASN tidak seperti sekarang. Gaji kecil dan sulit. Banyak utangnya malah. Dari situ membuat saya tidak ingin menjadi pegawai negeri. Dan akhirnya, tahun 1972 saya pergi ke Balikpapan untuk merantau,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/11).

Kala itu, ia memilih Balikpapan karena cukup banyak orang Jawa pergi ke Kota Beriman. Tidak lantas langsung usaha, ia sempat menjadi karyawan perusahaan lokal. Tidak lama, masuk tahun 80-an ia banting setir menjadi pengusaha.

“Saya waktu itu membeli truk. Harganya masih Rp 5 juta. Saya sendiri yang menyupir. Ke sana kemari mencari yang mau memakai jasa saya. Biasa saya stand by di Jalan Dondang,” kenangnya.

Tidak seperti lainnya, kala teman-teman satu profesinya istirahat, ia terus mencari orderan. Sampai akhirnya, ia bisa membeli truk yang kedua. Usaha logistiknya ini pun berkembang, bahkan ia juga menyediakan spare part. Pengadaan untuk beberapa perusahaan ia akomodasi.

Jalan sukses sudah mulai terlihat. Usahanya terus berkembang. Bahkan, ia juga membuat usaha konstruksi untuk migas. “Peluang usaha konstruksi saingannya kala itu belum terlalu banyak. Saya lihat peluangnya cukup bagus. Modalnya ya dari logistik dan penjualan spare part. Tapi, usaha spare part saya terpaksa berhenti karena krisis moneter tahun 1998,” terangnya.

Kala itu ia berhasil mendapat kontrak dengan Total Indonesie. Kerja sama terhitung cukup lama hingga 2016 lalu. Kontrak yang ia dapat itu, tentu berkat pengembangan bisnis dilakukan di bidang migas. Pertama, ia membuat jeti di kawasan Handil tahun 90-an.

Namun, banyak kalah tender akibat tidak memiliki kapal. Ini membuatnya mempunyai rencana untuk membuat kapal. Belum dibuat, ternyata ada rezeki lain. Ada kapal dari Tiongkok, dititipkan kepadanya karena pembeli tidak jadi beli. Ia diperbolehkan memakainya. Tapi setelah dua bulan, harus membayar sewa.

“Tidak sampai dua bulan, Bank Mandiri membantu saya membeli kapal itu. Dan akhirnya, saya punya kapal pertama, tender Total Indonesie selanjutnya berhasil saya dapatkan lagi,” ungkap pria ramah ini.

Di era milenium, ia juga berhasil membuat kapal. Sampai sekarang, sudah mempunyai lima kapal. “Sampai sekarang, usaha yang saya jalani konstruksi, shipping, dan logistik. Semua usaha saya turut terbantu karena ketaatan saya membayar pajak,” serunya.

Menurut pria yang memiliki empat orang anak ini, pajak seperti sedekah penghasilan. Yang penting jujur, jalannya usaha mudah. Pengurusan apa-apa tidak menemui kesulitan. “Apalagi saya urusannya dengan perusahaan asing. Persyaratannya kan ketat,” tuturnya. Ia berharap, kesuksesan yang ia dapatkan ini bisa tertular dengan pengusaha lainnya. Gotong royong pajak terbangun, pembangunan wujud nyata. (ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 07:12

Penularan “Santun”, Pasien Tak Perlu Dijauhi

Stigma HIV/AIDS di kalangan masyarakat masih buruk. Penderitanya kerap dikucilkan:…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:05

Urunan Sayur Saat Hajatan, Ngopi Bareng Kaburkan Zona Merah

“Proactif Policing” yang kerap digaungkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:06

Beri Bekal Kerja, Dorong Lulusan SMK Miliki Usaha

Pada era sekarang, persaingan dunia kerja semakin ketat. Untuk membuat…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:04
Mengintip Pernikahan Putra Kedua dari Wali Kota Balikpapan

Bibit Buah sebagai Tanda Cinta kepada Pasangan dan Lingkungan

Kegigihan Muhammad Rizky mengejar cinta Shindy Bidury Octavia tak bertepuk…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:56

Patroli TNI AL Diperlukan, Pariwisata Bisa Ikut Menyelamatkan

Di balik kesibukan Pasar Manggar, Balikpapan Timur, ada kawasan ekowisata…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:16
Pratu Agung Pujianto Raih Dua Emas Porprov

Persembahkan Medali untuk Calon Istri

Raut bahagia tak bisa disembunyikan Pratu Agung Pujianto. Dua emas…

Kamis, 06 Desember 2018 21:51

Tempat Makan Enak yang Cuma Ada di Bali

  Untuk anda yang ingin mencoba Makanan enak di Bali…

Sabtu, 01 Desember 2018 07:07

Mudahkan Pemerintah Bebaskan Lahan, Mempercepat Pembangunan

Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 01 Desember 2018 06:05

Pintar Tangkap Peluang, Berani Berekspansi

Bukan hal mudah bagi Imam Muslikin dalam mengukir kesuksesan sebagai…

Sabtu, 24 November 2018 13:28
Penulis Muda Ini Tak Ingin Asal-asalan Berkarya

Rajin Mencatat Setiap Ide yang Tersirat

Seperti pepatah jatuhnya buah tak jauh dari pohonnya. Seperti itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .