MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 01 Desember 2018 06:05
Pintar Tangkap Peluang, Berani Berekspansi

Pengusaha Sukses karena Taat Bayar Pajak; Imam Muslikin

TAAT BAYAR PAJAK: Imam Muslikin bercerita kepada jurnalis Kaltim Post mengenai liku-liku menjadi pengusaha logistik di Bumi Etam.

PROKAL.CO, Bukan hal mudah bagi Imam Muslikin dalam mengukir kesuksesan sebagai pengusaha di Kaltim. Berstatus sebagai perantau, asam garam sudah ia lahap. Kepatuhan membayar pajak yang ia lakukan sejak mulai merintis usaha diklaim menjadi salah satu faktor kesuksesan.

AJI CHANDRA, Balikpapan

SEBELUM menjadi pengusaha logistik di Bumi Etam, pada tahun 70-an pria kelahiran Wonosobo, 29 November 1949 itu mencari nafkah dengan menjadi seorang tenaga kerja bantuan instansi pemerintah di Jakarta. Jalan itu ia tempuh karena melihat latar belakang orangtuanya yang merupakan aparatur sipil negara (ASN).

“Dulu ASN tidak seperti sekarang. Gaji kecil dan sulit. Banyak utangnya malah. Dari situ membuat saya tidak ingin menjadi pegawai negeri. Dan akhirnya, tahun 1972 saya pergi ke Balikpapan untuk merantau,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/11).

Kala itu, ia memilih Balikpapan karena cukup banyak orang Jawa pergi ke Kota Beriman. Tidak lantas langsung usaha, ia sempat menjadi karyawan perusahaan lokal. Tidak lama, masuk tahun 80-an ia banting setir menjadi pengusaha.

“Saya waktu itu membeli truk. Harganya masih Rp 5 juta. Saya sendiri yang menyupir. Ke sana kemari mencari yang mau memakai jasa saya. Biasa saya stand by di Jalan Dondang,” kenangnya.

Tidak seperti lainnya, kala teman-teman satu profesinya istirahat, ia terus mencari orderan. Sampai akhirnya, ia bisa membeli truk yang kedua. Usaha logistiknya ini pun berkembang, bahkan ia juga menyediakan spare part. Pengadaan untuk beberapa perusahaan ia akomodasi.

Jalan sukses sudah mulai terlihat. Usahanya terus berkembang. Bahkan, ia juga membuat usaha konstruksi untuk migas. “Peluang usaha konstruksi saingannya kala itu belum terlalu banyak. Saya lihat peluangnya cukup bagus. Modalnya ya dari logistik dan penjualan spare part. Tapi, usaha spare part saya terpaksa berhenti karena krisis moneter tahun 1998,” terangnya.

Kala itu ia berhasil mendapat kontrak dengan Total Indonesie. Kerja sama terhitung cukup lama hingga 2016 lalu. Kontrak yang ia dapat itu, tentu berkat pengembangan bisnis dilakukan di bidang migas. Pertama, ia membuat jeti di kawasan Handil tahun 90-an.

Namun, banyak kalah tender akibat tidak memiliki kapal. Ini membuatnya mempunyai rencana untuk membuat kapal. Belum dibuat, ternyata ada rezeki lain. Ada kapal dari Tiongkok, dititipkan kepadanya karena pembeli tidak jadi beli. Ia diperbolehkan memakainya. Tapi setelah dua bulan, harus membayar sewa.

“Tidak sampai dua bulan, Bank Mandiri membantu saya membeli kapal itu. Dan akhirnya, saya punya kapal pertama, tender Total Indonesie selanjutnya berhasil saya dapatkan lagi,” ungkap pria ramah ini.

Di era milenium, ia juga berhasil membuat kapal. Sampai sekarang, sudah mempunyai lima kapal. “Sampai sekarang, usaha yang saya jalani konstruksi, shipping, dan logistik. Semua usaha saya turut terbantu karena ketaatan saya membayar pajak,” serunya.

Menurut pria yang memiliki empat orang anak ini, pajak seperti sedekah penghasilan. Yang penting jujur, jalannya usaha mudah. Pengurusan apa-apa tidak menemui kesulitan. “Apalagi saya urusannya dengan perusahaan asing. Persyaratannya kan ketat,” tuturnya. Ia berharap, kesuksesan yang ia dapatkan ini bisa tertular dengan pengusaha lainnya. Gotong royong pajak terbangun, pembangunan wujud nyata. (ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 11:24
Bilkis Bano, Tunggu Keadilan Selama 17 Tahun

Dapat Rumah, Pekerjaan, Kompensasi Miliaran

Kerusuhan di Gujarat, India, 2002 lalu telah merenggut kehormatan dan…

Kamis, 16 Mei 2019 14:55
Berbincang dengan dr Joseph, Bule Brazil Penjaga Pohon Kurma di Islamic Center

Bule Rawat 165 Pohon Kurma tanpa Digaji, Yakin Kurmanya Berbuah Tiga Tahun Lagi

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center ditanami 165 pohon kurma. Uniknya,…

Senin, 06 Mei 2019 13:16
Ketika Dua Bule Aktivis Lingkungan Prihatin dengan Sampah di Indonesia

Ajak Mencintai Bumi, Ingatkan Dampak Negatif Plastik

Mereka bukan asal Indonesia. Yang satu, Adriana María Olarte dari…

Senin, 06 Mei 2019 13:13
Padusan, “Ritual” Sambut Ramadan yang Jadi Tradisi

Umat Islam Padati Tempat-Tempat Pemandian Alami

SLEMAN – Sudah menjadi tradisi tahunan tiap H-1 Ramadan masyarakat…

Minggu, 05 Mei 2019 09:16
Refleksi Hari Pendidikan di Kukar

Dela Tak Lagi Mengayuh dengan Sepatu Bolong

Bukan ponsel canggih apalagi motor beken untuk berkeliling kampung. Hanya…

Rabu, 24 April 2019 10:27
Caleg Pasutri yang Diprediksi Lolos, Suastika Hindari Simakrama Bareng Istri

Bukan Haus Jabatan, Tapi Karena Penugasan Partai

Calon legislatif (caleg) DPRD pasangan suami-istri (pasutri) yang kemungkinan besar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*