MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 30 November 2018 11:14
Tiongkok Makin Gila-Gilaan, Proyek Kereta Bawah Laut Pertama Siap Dimulai
Pelabuhan Ningbo. Kelak jika kereta api baawah laut sudah terhubung, Ningbo-Zhoushan hanya memakan waktu 80 menit.

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemerintah Tiongkok makin gila-gilaan mengembangkan jaringan transportasinya. Untuk kali pertama, mereka akan membangun rel kereta api cepat di bawah laut. Proyek itu dipastikan segera dimulai setelah kemarin (29/11) pemerintah menyetujui jalur yang akan dilalui bullet train tersebut.

Mengutip CNN, rute kereta bawah laut itu meliputi kota pelabuhan di selatan Shanghai, Ningbo, hingga Zhoushan, gugusan pulau di pesisir timur Tiongkok. Rute bawah laut tersebut merupakan bagian dari trek komuter Yong-Zhou sepanjang 77 km.

Dengan inovasi tersebut, perjalanan Ningbo–Zhoushan bisa jauh lebih cepat. Saat ini jalur itu hanya bisa dilalui bus dengan lama perjalanan 4,5 jam. Saat kereta bawah laut beroperasi, waktu tempuhnya bisa lebih cepat menjadi hanya 80 menit.

Di sepanjang rute akan dibangun tujuh pemberhentian. Tiga di antaranya merupakan stasiun baru. Selain rute yang lebih bebas hambatan, kereta cepat tersebut bakal beroperasi dengan kecepatan 250 km/jam.

Proyek ’’wah’’ itu menelan biaya hingga CNY 25,2 miliar (Rp 5,175 triliun). Targetnya, seluruh trek lengkap dan siap beroperasi pada 2025. Pemerintah Tiongkok menaruh harapan tinggi pada pembangunan fasilitas kereta cepat tersebut. Sebab, kepulauan Zhoushan memiliki potensi wisata tinggi. Mulai Desember tahun ini, Boeing –perusahaan penerbangan berbasis di Amerika Serikat– membuka pabrik luar negeri pertamanya di sana.

Di samping itu, beberapa area di kepulauan Zhoushan berpotensi menjadi objek wisata. Sayang, akses transportasinya sulit. Di antara pulau-pulaunya, Shengsi menjadi yang paling tenar. Pulau tersebut dikenal setelah foto-fotonya tersebar di situs traveling. Pulau Shengsi terkenal dengan kampung nelayannya yang masih tradisional. (CNN/Business Insider/c7/fam)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 11:00

Diguyur Bankeu Rp 23 Miliar, Tenggarong Seberang-Muara Badak Bakal Tersambung

TENGGARONG–Interkoneksi jalan antarkecamatan di Kukar tahun ini kembali berlanjut. Setelah…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:23

LELET ...!! Bandara Sangkima Diminta Tunda

SANGATTA – Proyek tahun jamak alias multiyears contract (MYC) di…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:21

Kepala BNN : Kaltim Jalur Masuk Pasokan Narkoba dari Luar

SAMARINDA - Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Pol Heru…

Jumat, 22 Februari 2019 11:49

SYUKURLAH..!! Pemprov dan Yayasan Melati Akhiri Sengketa

SAMARINDA – Sengketa berkepanjangan kepemilikan lahan dan aset SMA 10…

Jumat, 22 Februari 2019 09:16

Terseret Mafia Sepak Bola, Ini Kata Yunus Nusi...

SAMARINDA – Kasus Mafia Pengaturan Skor kembali menyeruak di sepak…

Kamis, 21 Februari 2019 14:43

PARAHNYA..!! Banyak Tambang Cacat Administrasi, 876 IUP Proses Pencabutan, 81 Dihentikan Sementara

SAMARINDA – Proses pembenahan aktivitas pertambangan di Kaltim terus dilakukan.…

Kamis, 21 Februari 2019 10:15

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Naik Kapal

SAMARINDA- Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui mulai akhir…

Kamis, 21 Februari 2019 08:40

Kenapa Lubang Tambang di Samarinda Tak Direklamasi? Ini Jawaban Distamben Kaltim

SAMARINDA - Lubang bekas tambang di kota Samarinda masih banyak…

Kamis, 21 Februari 2019 08:36

Mantan Rektor : Selisih Kas BLU Rp 35 Miliar Tanggung Jawab PR II Unmul

SAMARINDA - Mantan Rektor Unmul Zamruddin Hasid mengaku temuan selisih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:50

Lahan Perumahan Masuk Zona Hijau, Kapan Revisi RTRW Samarinda?

SAMARINDA – Para pengembang hunian di Kaltim saat ini masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*