MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 30 November 2018 11:14
Tiongkok Makin Gila-Gilaan, Proyek Kereta Bawah Laut Pertama Siap Dimulai
Pelabuhan Ningbo. Kelak jika kereta api baawah laut sudah terhubung, Ningbo-Zhoushan hanya memakan waktu 80 menit.

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemerintah Tiongkok makin gila-gilaan mengembangkan jaringan transportasinya. Untuk kali pertama, mereka akan membangun rel kereta api cepat di bawah laut. Proyek itu dipastikan segera dimulai setelah kemarin (29/11) pemerintah menyetujui jalur yang akan dilalui bullet train tersebut.

Mengutip CNN, rute kereta bawah laut itu meliputi kota pelabuhan di selatan Shanghai, Ningbo, hingga Zhoushan, gugusan pulau di pesisir timur Tiongkok. Rute bawah laut tersebut merupakan bagian dari trek komuter Yong-Zhou sepanjang 77 km.

Dengan inovasi tersebut, perjalanan Ningbo–Zhoushan bisa jauh lebih cepat. Saat ini jalur itu hanya bisa dilalui bus dengan lama perjalanan 4,5 jam. Saat kereta bawah laut beroperasi, waktu tempuhnya bisa lebih cepat menjadi hanya 80 menit.

Di sepanjang rute akan dibangun tujuh pemberhentian. Tiga di antaranya merupakan stasiun baru. Selain rute yang lebih bebas hambatan, kereta cepat tersebut bakal beroperasi dengan kecepatan 250 km/jam.

Proyek ’’wah’’ itu menelan biaya hingga CNY 25,2 miliar (Rp 5,175 triliun). Targetnya, seluruh trek lengkap dan siap beroperasi pada 2025. Pemerintah Tiongkok menaruh harapan tinggi pada pembangunan fasilitas kereta cepat tersebut. Sebab, kepulauan Zhoushan memiliki potensi wisata tinggi. Mulai Desember tahun ini, Boeing –perusahaan penerbangan berbasis di Amerika Serikat– membuka pabrik luar negeri pertamanya di sana.

Di samping itu, beberapa area di kepulauan Zhoushan berpotensi menjadi objek wisata. Sayang, akses transportasinya sulit. Di antara pulau-pulaunya, Shengsi menjadi yang paling tenar. Pulau tersebut dikenal setelah foto-fotonya tersebar di situs traveling. Pulau Shengsi terkenal dengan kampung nelayannya yang masih tradisional. (CNN/Business Insider/c7/fam)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 11:26

Terancam Izinnya Dicabut, 50 Perusahaan di Kariangau Dievaluasi

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim berencana evaluasi sekitar 50 izin…

Minggu, 16 Desember 2018 08:26

Daftar Pemilih Tetap Naik 5,7 Juta

BUTUH 101 hari bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bolak-balik…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:05

Bisakah Tol Balikpapan-Samarinda Dipakai Fungsional Saat Natal?

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Tol…

Sabtu, 15 Desember 2018 17:20

DPK Kaltim dan Kaltara di Bank Terkumpul Rp 98,82 Triliun

SAMARINDA - Hasil penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:41

ALHAMDULILLAH..!! Proyek Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Boleh Dilanjutkan

SETELAH mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan, Panitia Pengadaan Lahan Pulau…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:30

Tiket Pesawat via APT Pranoto Lebih Mahal

SAMARINDA  –  Harga tiket pesawat lewat Bandara APT Pranoto Samarinda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Kinerja Industri Non-migas Membaik

SAMARINDA  -   Kinerja industri pengolahan non-migas mulai menunjukkan perbaikan.…

Jumat, 14 Desember 2018 22:17

Pendirian Pabrik Semen di Kutai Timur Berlanjut

SAMARINDA - Tidak lama lagi, pabrik semen yang pertama di…

Jumat, 14 Desember 2018 22:14

Gubernur Tanya Isu Sawit ke Dubes Belgia, Begini Jawabannya...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan pertemuan dengan Dubes…

Jumat, 14 Desember 2018 09:57

Bos Bank Indonesia Bilang, Harga Tiket Pesawat 2,1 Juta Masih Wajar

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor rapat bersama dengan Tim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .