MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 26 November 2018 08:20
Gaji Ratusan Ribu bagi Penentu Wajah Pendidikan

PROKAL.CO, NASIB guru honorer di Kaltim memerlukan perhatian pemerintah. Terutama, masalah penghasilan. Selama ini guru honorer di Kaltim mendapatkan gaji di bawah upah minimum provinsi (UMP) Kaltim. Terutama bagi guru tak tetap yang bertugas di pelosok dan pinggiran. Alasan inilah yang bikin sebagian sarjana pendidikan ogah mengajar di pedalaman. Terbatas listrik, air bersih, dan upah tak laik. “Padahal, guru menjadi penentu wajah pendidikan bangsa,” terang Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub, Rabu pekan lalu.

Hingga saat ini, wajah pendidikan Indonesia masih jauh ketinggalan dibanding negara lain (lihat infografis, hal 2).

Dia mengatakan sedari dulu pihaknya terus memperjuangkan kesejahteraan guru bukan PNS. Yang jelas politikus PPP itu paham benar dengan nasib para tenaga pendidik tersebut sebab dirinya pernah merasakan hal senada. “Dulu saya juga guru dari tahun 1992–2002,” akunya. Lantaran ingin memperjuangkan nasib rekan-rekannya itulah dia memilih terjun ke dunia politik.

Menurut dia, nasib para guru honorer hingga sekarang masih menderita sebab selalu ada kesenjangan antara guru PNS dan non-PNS. Belum lagi pendidik di kawasan pinggir kota atau perbatasan dan swasta. “Padahal, tak ada bedanya, mereka semua sama-sama mendidik murid. Mengapa harus ada dikotomi?” tegasnya.

Dia berkata, pahlawan tanpa tanda jasa sebaiknya tagline itu tak dipakai lagi sebab akan membuat guru semakin termarginalkan. “Setiap orang (guru) tentu ingin hidup laik. Gaji ratusan ribu itu memang jauh sekali, bandingkan saja dengan pengabdiannya,” tambah dia.

Nah, demi membantu kawan-kawan guru honorer, Komisi IV bersama Dinas Pendidikan Kaltim sepakat memberikan kabar gembira kepada 4.993 guru honorer SMA dan SMK di Kaltim, yakni peningkatan upah dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2,2 juta. Naik Rp 700 ribu dari sebelumnya. Sayangnya, kebijakan tersebut hanya berlaku bagi SMA dan SMK, untuk SMP dan SD beda lagi. Sebab, semenjak UU No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah bagian kewenangan SMA/SMK menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Dengan demikian, SD dan SMP menjadi urusan kabupaten/kota.

“Memang pembagian tersebut membawa masalah tersendiri bagi guru tidak tetap,” tuturnya. Meski demikian, Rusman berkomitmen akan tetap memperjuangkan nasib guru honorer dalam anggaran tahun 2019.

“Makanya kami hendak memeriksa ulang wacana kenaikan gaji guru honorer oleh Pak Gubernur. Itu mengikuti keputusan sebelumnya atau mengikuti yang sudah ada,” terangnya.

Kata Rusman, persoalan guru tak melulu soal upah tapi juga sertifikasi. Tak hanya itu persoalan lainnya ialah pemerataan. Pasalnya, hingga saat ini, sebagian besar guru berada di kota. “Jarang yang ada yang mau ke perbatasan apalagi pedalaman. Padahal, itu sangat penting, pendidikan harus merata seiring dengan persebaran guru,” ucapnya.

Ketua DPW PPP Kaltim itu sadar benar, jika urusan pendidikan sangat kompleks. Tak hanya dari upah guru, tapi juga peningkatan infrastruktur sekolah, sarana mengajar serta distribusi guru. Sebab itu, diperlukan akurasi data dari Dinas Pendidikan Kaltim tentang neraca pendidikan. “Dari data tersebut rencana bisa disusun matang, namun jangan sampai ada manipulasi lantaran ingin dapatkan citra baik,” tegasnya.

Nah, anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi UU 20/2003 tentang Pendidikan Nasional maka pemerintah/pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20 persen minimal dari APBD/APBN. 

Dengan demikian, besaran angka APBD Perubahan 2018 Kaltim sebesar Rp 10,132 triliun, maka tercatat anggaran Rp 108 miliar. Namun persoalannya, kata Rusman, duit tersebut bukan murni untuk mengelola pendidikan, urusan diklat PNS juga masuk anggaran itu, yang seharusnya tidak. “Seharusnya murni membangun pendidikan guru, murid dan sekolah,” imbuhnya.

Diwawancarai terpisah, Guru Besar Bidang Pendidikan, Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Amir Masrukhim, mengatakan saat ini jumlah sarjana tenaga kependidikan di Kaltim sudah cukup banyak. Tinggal, pemerintah nantinya menjadikan hal tersebut sebagai aset yang bisa dimanfaatkan. Perlakuan pemerintah terhadap guru pun menurutnya patut lebih besar. Terutama untuk tujuan mencerdaskan anak-anak bangsa yang nantinya membangun negeri.

“Yang harus disadari adalah, tugas guru ini sangat penting dan berat. Lebih berat lagi jika yang mengajar di pelosok namun digaji kecil. Saya mendukung sekali Pak Gubernur dan wakilnya yang ingin memprioritaskan kesejahteraan guru tersebut,” imbuhnya.

Menurut dia, saat ini komitmen serta wacana menaikkan insentif guru oleh Gubernur Kaltim Isran Noor sudah sangat tepat. Hal tersebut juga mengacu pada kenyamanan pendidik saat mengajar. Terlebih, bagi mereka yang selama ini harus berjuang secara materi dan nonmateri saat menjalankan profesi sebagai guru.

Tinggal, kata dia, tahapan serta regulasi formulasi kenaikan insentif guru honorer tersebut segera dirancang. Selain agar sesuai kebutuhan, juga agar tidak melanggar ketentuan. “Kabarnya Pak Isran sendiri akan menaikkan insentif guru honorer di Kaltim. Saya pikir ini bagus sekali. Karena bahkan ada guru taman kanak-kanan dan sekolah dasar yang honornya menurut saya tidak manusiawi sekali,” kata Amir.

Untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah sarjana keguruan, dekan FKIP Unmul ini juga telah menambahkan mata kuliah kewirausahaan yang menyesuaikan bidang konsentrasi jurusan yang dijalankan mahasiswa. “Sehingga setelah lulus keilmuan tambahan selain menjadi guru sudah disiapkan di FKIP Unmul,” jelasnya. (timkp)

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 08:41

Ada Mafia Tanah di IMTN

Sindikat mafia tanah menyasar Balikpapan bagian utara. Mufakat jahat melibatkan…

Senin, 10 Desember 2018 08:34

Bisa Dibatalkan di Pengadilan

TAKTIK berbekal IMTN, Sudarman lolos mengantongi sertifikat dari BPN Balikpapan.…

Senin, 10 Desember 2018 08:19

“Pemainnya Itu-Itu Saja”

SEGEL yang merupakan dokumen dasar dalam penerbitan IMTN menjadi muara…

Senin, 10 Desember 2018 08:15

Tanah Kosong Paling Banyak Diincar

BALIKPAPAN menjadi kota dengan kasus sengketa tanah tertinggi di Kaltim. Kemajuan Kota…

Jumat, 07 Desember 2018 08:25

Sektor Swasta Lebih Akomodatif

KELUHAN penyandang difabel di Kaltim ternyata sudah lama menjadi sorotan…

Senin, 26 November 2018 08:26

Ngos-ngosan Oemar Bakri Mengejar Sejahtera

Dua puluh lima November, kemarin, diperingati sebagai Hari Guru. Jadi…

Senin, 26 November 2018 08:20

Gaji Ratusan Ribu bagi Penentu Wajah Pendidikan

NASIB guru honorer di Kaltim memerlukan perhatian pemerintah. Terutama, masalah…

Senin, 26 November 2018 08:19

Wajah Pendidikan Indonesia

INDONESIA harus kerja keras demi meningkatkan taraf pendidikan. Hingga saat…

Jumat, 16 November 2018 08:25

Ada Data di Balik Duka

Dari ribuan jenis pekerjaan di muka bumi, apa yang dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .