MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 25 November 2018 10:03
Inspirasi dari Luar Negeri

Yuliana Hendra Soeng

PESANAN: Banyak pelanggan yang memercayakan bunga dari toko milik Yully sebagai hadiah untuk orang terspesial mereka. Momen seperti ulang tahun, wisuda, bahkan pernikahan sering dia tangani.

PROKAL.CO, BUNGA memang selalu identik dengan keindahan. Umumnya, objek yang satu ini selalu didominasi dengan warna-warna cantik. Pada masa sekarang, tak jarang bunga menjadi pemberian istimewa untuk orang spesial pada berbagai momen. Di antaranya, wisuda, pernikahan, atau ulang tahun. Tak lagi sekadar tanaman, bunga bisa menjadi ranah bisnis menguntungkan.

 

SUDAH ada beberapa orang yang menjalani bisnis bunga di Samarinda. Meski belum terlalu banyak seperti usaha lain, ternyata antusiasme pelanggan cukup bagus. Hal ini dibuktikan oleh Yuliana Hendra Soeng. Seorang florist asal Samarinda yang melihat bisnis bunga sebagai peluang. Usaha yang dia beri nama The Petal Florist tersebut berdiri pada 2015. Kala itu, alasannya mendirikan usaha tersebut cukup sederhana karena di Samarinda belum terlalu banyak toko bunga dengan kualitas terbaik atau premium.

Saat ditemui di tokonya Jalan Biola Samarinda, perempuan yang akrab disapa Yully itu tengah berdiskusi dengan karyawannya sembari memotret beberapa bunga yang sudah dirangkai. Ada pula beberapa bunga yang dipajang dan sudah siap dibeli langsung. Meski tak begitu luas, kesan nyaman dengan nuansa putih klasik di tokonya begitu kentara. Yully menyambut ramah, dengan senang hati membagi kisah terkait bisnis.

“Awalnya saya lihat kok belum ada ya bunga yang bagus di Samarinda. Sementara saya suka plesirandan di luar negeri itu banyak yang bagus. Jadi akhirnya saya tertarik dan muncul ide untuk buat usaha bunga. Orang Samarinda harus dapat juga dong yang bagus. Masa cuma orang luar?” ucap Yully sembari tersenyum kecil.

Ya, pemikiran sederhana itu muncul dari dirinya saat melakukan perjalanan ke berbagai negara seperti Inggris, Korea, Australia, Tiongkok, Jepang, dan Belanda. Muncul keinginan menjadi floristsaat melihat bunga berbagai negara. Sebelum benar-benar terjun dalam usaha ini, Yully sempat mengikuti kursus terkait bunga di Surabaya pertengahan 2014.

Di sana dia diajarkan bagaimana cara merangkai bunga yang tepat, merawat bunga yang baik, bahkan memotong bunga yang benar. Tak butuh waktu lama, dalam tiga hari Yully sudah lumayan mahir. Setelah dari situ, dia lebih sering latihan sendiri.

Menurut dia, belajar merangkai bunga kelihatannya memang mudah. Tapi, sebenarnya ada susah dan sulitnya juga. Saat latihan, dia beberapa kali mengalami kegagalan seperti tangkai patah saat merangkai.

“Dulu itu saya masih menerima sistem pre-order(PO) lewat Instagram. Makanya dari pesanan PO itulah jadi sekalian latihan merangkai bunga. Awalnya belum ada toko fisik seperti sekarang, karena pesanan sudah semakin banyak dan keinginan pelanggan yang pengin melihat langsung jadinya saya pikir perlu juga buat toko,” ucap perempuan berambut panjang itu.

Yully memberanikan diri untuk membuka toko fisik pada 2017 karena mulai banyak pelanggan yang mencari. Pernah suatu hari, dalam seminggu hanya ada satu pesanan saat pertama buka. Hal itu sempat membuat Yully pesimis.

“Karena waktu itu ada bunga yang ready, tapi belum ada yang beli. Akhirnya ya sudah berpikir positif lagi. Mungkin ada pasang surutnya,” jelas perempuan 28 tahun itu.

“Yang buat berkesan kalau untuk usaha itu, misalkan kita bisa memberi bunga dan diterima sama pelanggan, ekspresi wajahnya senang banget dan dia memberikan review yang baik. Bawaannya senang,” ungkap Yully.

Menurut Yully, usaha seperti ini bisa menjanjikan jika ditekuni, wajib konsisten, disiplin, dan rajin dalam merawat bunga. Yully sedikit membagi informasi tentang perawatan bunga yang baik dan selalu rutin dia lakukan.

“Merawat bunga itu harus rajin diganti airnya, enggak boleh berlumut, dan taruh dalam vas. Kalau misalkan airnya sudah mulai keruh, ganti. Kalau semakin kotor, bunga akan semakin cepat layu. Itu berarti sudah banyak bakteri di dalamnya. Biasanya satu sampai tiga hari sudah keruh. Tapi enggak semua bunga, bergantung jenisnya,” ucap perempuan kelahiran Samarinda itu.

Yully memilih bunga lokal dan impor. Jika lokal, biasanya dia mengambil dari Bandung, Semarang, dan Malang seperti bunga mawar, aster, atau krisan. Jika impor, dia mengambilnya dari Belanda. Beberapa pelanggannya juga lebih menyukai bunga impor seperti peony, tulip, atau mawar.

Dengan modal Rp 500 ribu yang dikeluarkan Yully untuk usahanya, kini dia bisa meraup keuntungan hingga berpuluh kali lipat. Namun, yang paling penting, usahanya berhasil karena kesukaannya terhadap bunga dan dia sepenuh hati menjalani.

“Terus kayak mood itu berubah. Jadi kayak secapek-capeknya kamu, lihat bunga tuh rasanya ngejreng lagi mata. Jadi kayak kurang tidur, mau bagaimana pun kalau lihat bunga sama merangkainya itu sudah kayak bahagia banget bawaannya,” pungkasnya saat ditemui awal pekan lalu. (*/ysm*/rdm/k16)

 

 

 


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 09:28

Pahami Empat Pilar Bisnis, Fokus dan Ubah Strategi

LATAR belakang pendidikan Windie Karina Farmawati adalah sarjana psikologi, bertolak…

Senin, 20 Mei 2019 09:20

Tampil Elegan Bikin Ramadan Berkesan

RAMADAN tak hanya diisi dengan ngabuburit atau buka bareng. Ada…

Minggu, 19 Mei 2019 13:48

Istimewa, Pekerjakan Anak Putus Sekolah

WINDIE  Karina Farmawati belajar dari sang ibu, Trisnawati Tjandra. Untuk memperkerjakan…

Minggu, 19 Mei 2019 12:19
Soto dan Salad

Hidangan Hangat hingga Kudapan Sehat

SOTO merupakan hidangan berkuah nan populer di Indonesia. Selaku juru…

Minggu, 19 Mei 2019 12:10

Kudapan Manis Nusantara dan Gurih dari India

SIAPA tidak kenal amparan tatak? Merupakan kudapan yang sering diburu…

Minggu, 12 Mei 2019 13:51
Bagus Satria dan Mira Dewi Yustina

Dari Pernikahan jadi Bisnis Menjanjikan

Tiga tahun lalu, Bagus Satria dan Mira Dewi Yustina membuat…

Minggu, 12 Mei 2019 13:50

Terima Pesanan dari Sumatra hingga Papua

PERTAMA kali merintis Galeri Cantik, Bagus Satria dan Mira Dewi…

Minggu, 12 Mei 2019 13:42

Stay Beautiful for Ramadan Iftar

MOMEN Ramadan dijadikan ajang berkumpul bersama sanak saudara dan teman.…

Minggu, 12 Mei 2019 13:39

Terapkan Konsep Bisnis Syariah

MENJALANI usaha memang harus dibarengi dengan konsep yang jelas untuk…

Minggu, 12 Mei 2019 13:37

Setiap Senin Masakan Khas Jawa

JANGAN mengaku gemar berburu kuliner jika tidak bertandang dan mencicipi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*