MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 25 November 2018 06:16
Ciptakan Keunikan
BERHASIL: Sempat tak disetujui pihak keluarga untuk merintis usaha, nyatanya Yully berhasil membuktikan bahwa apa yang dia pilih memang benar. Berawal hanya berjualan via online, sekarang Yully sudah memiliki toko.

PROKAL.CO, KEINGINAN menjadi pengusaha memang sudah tumbuh pada diri Yuliana Hendra Soeng sejak dulu. Waktu kecil, keinginan itu belum terlalu kuat. Seiring waktu, dia merasa sudah menemukan hasratnya pada bisnis. Latar belakang pendidikannya yang merupakan lulusan Teknologi Informasi (TI) tidak menghalangi untuk melirik bisnis.

“Saya waktu kuliah itu mencari ilmu saja. Kalau disuruh kerja sebagai tenaga IT sih saya tidak kepikiran. Kalau untuk mengambil ilmunya, saya suka karena IT ini sangat membantu di bagian pemasaran. Jadi, pas masuk kuliah enggak ada keterpaksaan. Memang suka dunia komputer, IT ini sangat menarik,” ungkap alumnus Universitas Surabaya tersebut.

Setelah lulus kuliah, perempuan yang kerap disapa Yully itu berangkat ke Negeri Tirai Bambu pada 2013 untuk sekolah lagi. Secara khusus pula mempelajari bahasa Mandarin selama setahun. Bicara pengalaman kerja, dia pernah magang di pabrik aksesori sebagai buruh saat masih bersekolah di Tiongkok.

Hal itu dia lakukan saat liburan musim dingin. Mengalah dengan tidak pulang ke Tanah Air, dia justru mencoba mengisi waktu singkat dengan bekerja. Hal itu membuktikan bahwa Yully sangat mengutamakan pendidikan meski jurusannya saat kuliah tidak berkaitan secara langsung dengan bisnisnya. Sepulangnya dari sana, baru dia berkonsentrasi membangun usaha.

Yully sempat menerima komentar kurang mengenakkan terkait usaha bunga yang dia rintis. Ada yang berkata bahwa toko bunga yang dia buka biasa saja.

“Soalnya kalau dengarin omongan orang, kita bakal tambah down. Jadi kita tetap fokus sama bisnis untuk terus mengembangkan. Tetap berpikir positif saja. Mereka ngomong begitu ya tidak usah didengarkan, lewatin saja. Ngomongnya sihenggak langsung ke saya, tapi lewat teman. Nah, nanti teman itu menyampaikan saya,” lanjut Yully sambil tertawa kecil.

Saat mendirikan The Petal Florist, pihak keluarga sempat tak menyetujui. Namun, sang adik senantiasa mendukungnya karena Yully sering berkonsultasi.

“Sering dibilang nanti rugi. Tapi saya pikir, enggak ah. Enggak ada yang rugi. Saya coba terus saja. Dulu itu saya juga sempat disuruh kerja di bank supaya cari pengalaman, tapi saya pikir, aduh enggak deh. Jadi memang enggak ada pengalaman kerja di kantoran,” ucap perempuan kelahiran 1990 itu.

Orangtua yang awalnya tak mendukung, nyatanya cukup terkejut juga saat melihat bisnis anaknya ramai dan termasuk yang dicari oleh pelanggan.

Menurutnya, semua orang bisa menjadi florist asal memiliki keunikan dan kreativitas. Kedua hal itu sangat penting. “Kalau seperti saya termasuk yang cepat untuk belajar merangkai bunga. Tapi di orang lain belum tentu, karena kan beda-beda ya. Bukan karena enggak bisa jadi florist, tapi durasi belajarnya saja. Bergantung kecepatannya memahami,” tuturnya.

Kreativitas baru selalu menjadi hal utama dalam menjalani usaha. Yully mengaku selalu mencari ide setiap hari. Biasanya, dia mencari inspirasi melalui media sosial seperti Pinterest atau Instagram. Biasanya dia melihat contoh dari rangkaian bunga yang dibuat oleh florist luar negeri seperti Korea dan Rusia.

Setelah mendapat ide baru, dia pasti akan mulai mencoba untuk merangkai bunga. Mencoba itu sebenarnya hanya butuh sekali saja namun kendalanya ada pada waktu. Misalkan, ada rangkaian yang agak rumit, Yully baru bisa menyelesaikannya dalam waktu dua atau tiga jam.

“Kalau sekarang, misalkan membuat bunga saya bisa selesaikan dalam waktu 15 menit. Tapi tetap melihat tingkat kesulitan. Kalau semakin rumit ya akan semakin lama. Semakin besar juga semakin lama karena butuh banyak bunga yang dirangkai,” ucap Yully.

“Rencana ingin membuka cabang di berbagai kota dan harapan saya ya ingin menjadi florist nomor satu di Kaltim. Sudah pasti tidak hanya cabang, tapi juga lebih bisa mengembangkan ide serta selalu tekun dan displin,” tutup Yully sembari tersenyum. (*/ysm*/rdm/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 09:28

Pahami Empat Pilar Bisnis, Fokus dan Ubah Strategi

LATAR belakang pendidikan Windie Karina Farmawati adalah sarjana psikologi, bertolak…

Senin, 20 Mei 2019 09:20

Tampil Elegan Bikin Ramadan Berkesan

RAMADAN tak hanya diisi dengan ngabuburit atau buka bareng. Ada…

Minggu, 19 Mei 2019 13:48

Istimewa, Pekerjakan Anak Putus Sekolah

WINDIE  Karina Farmawati belajar dari sang ibu, Trisnawati Tjandra. Untuk memperkerjakan…

Minggu, 19 Mei 2019 12:19
Soto dan Salad

Hidangan Hangat hingga Kudapan Sehat

SOTO merupakan hidangan berkuah nan populer di Indonesia. Selaku juru…

Minggu, 19 Mei 2019 12:10

Kudapan Manis Nusantara dan Gurih dari India

SIAPA tidak kenal amparan tatak? Merupakan kudapan yang sering diburu…

Minggu, 12 Mei 2019 13:51
Bagus Satria dan Mira Dewi Yustina

Dari Pernikahan jadi Bisnis Menjanjikan

Tiga tahun lalu, Bagus Satria dan Mira Dewi Yustina membuat…

Minggu, 12 Mei 2019 13:50

Terima Pesanan dari Sumatra hingga Papua

PERTAMA kali merintis Galeri Cantik, Bagus Satria dan Mira Dewi…

Minggu, 12 Mei 2019 13:42

Stay Beautiful for Ramadan Iftar

MOMEN Ramadan dijadikan ajang berkumpul bersama sanak saudara dan teman.…

Minggu, 12 Mei 2019 13:39

Terapkan Konsep Bisnis Syariah

MENJALANI usaha memang harus dibarengi dengan konsep yang jelas untuk…

Minggu, 12 Mei 2019 13:37

Setiap Senin Masakan Khas Jawa

JANGAN mengaku gemar berburu kuliner jika tidak bertandang dan mencicipi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*