MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 24 November 2018 10:22
Masih Banyak Guru Rangkap Mata Pelajaran
MASIH KURANG: Sejumlah sekolah di pedalaman Kutim masih kekurangan tenaga pengajar dan Dinas Pendidikan belum menemukan formula untuk menanganinya secara konkret.

PROKAL.CO, SANGATTA–Dunia pendidikan di Kutai Timur (Kutim) masih memiliki masalah kekurangan guru. Terutama, sejumlah sekolah di kawasan pelosok. Kenyataan itu diakui oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kutim Roma Malau.

“Kutim masih kekurangan guru untuk dari jumlah ideal yang diperlukan. Baik tingkat SD maupun SMP. Saat ini sejumlah guru di sekolah yang kekurangan tenaga pengajar harus bekerja ganda, merangkap berbagai mata pelajaran,” katanya.

Krisis guru di daerah ini disebabkan oleh banyaknya guru yang pindah ke daerah lain. Selain itu, masih minim guru yang berminat ditempatkan ke daerah pedalaman Kutim. “Ada yang pindah ikut suami dan belum ada penggantinya,” kata Roma Malau.

Dengan kenyataan itu, banyak membutuhkan guru, mulai guru mata pelajaran agama, pendidikan jasmani, hingga guru kelas. Mengingat, mata pelajaran tersebut sangat menopang di sekolah. “Mengenai jumlahnya secara pasti saya kurang ingat, tapi memang banyak yang kurang, apalagi di pedalaman,” terangnya.

Sulitnya mendapatkan guru di sejumlah daerah tersebut, lantaran banyak yang menolak ditugaskan di daerah pedalaman, mengingat kawasan itu terletak jauh dari keramaian kota itu membuat minim peminat.

“Kalimat yang menyatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, rupanya kini mulai kurang diminati. Bukan hanya karena gajinya, namun juga karena tempat yang jauh untuk mengajarnya. Saya berharap, kekurangan guru di Kutim segera terpenuhi. Namun, tampaknya masih banyak guru yang hanya ingin bekerja di perkotaan,” paparnya.

Roma belum mau menjanjikan program apa yang tepat untuk menangani permasalahan ini secara konkret.

“Memang yang melamar ada terus, hanya saja saat akan ditugaskan di pedalaman, banyak yang menolak karena jaraknya jauh dari kota,” ungkapnya. (mon/san/k8)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:00

Dua Pelamar CPNS Tak Hadir Pemberkasan

PENAJAM- Ratusan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dinyatakan…

Jumat, 15 Februari 2019 09:51

Mutasi Massal Didukung Legislator

SANGATTA–Mutasi pejabat teras di lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab…

Jumat, 15 Februari 2019 09:41

Belanja Media Kembali Dikorupsi?

TANJUNG REDEB–Setelah terjadi persoalan terkait dugaan penyalahgunaan anggaran 2017, kini…

Jumat, 15 Februari 2019 09:33

Sabu Senilai Rp 650 Juta Dimusnahkan

SANGATTA–Sebanyak 289,66 gram narkoba jenis sabu dimusnahkan Polres Kutai Timur…

Jumat, 15 Februari 2019 09:30

Materi Tuntutan Belum Siap, Jaksa Pertimbangkan Pengembalian Rp 300 Juta

SAMARINDA – Pembacaan tuntutan untuk dua terdakwa kasus korupsi di…

Jumat, 15 Februari 2019 09:30

Kasus Ganja Bergulir ke Pengadilan Tinggi

SENDAWAR - Tiga warga Mahakam Ulu (Mahulu) yang didakwa terlibat…

Jumat, 15 Februari 2019 09:29

Golkar Target 110 Kursi di Senayan

TENGGARONG – Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar…

Jumat, 15 Februari 2019 09:05

Edi Jadi Bupati Kukar, Hal Ini yang Jadi Fokus Pekerjaannya...

TENGGARONG - Setelah resmi dilantik sebagai bupati Kutai Kartanegara, Edi…

Kamis, 14 Februari 2019 10:50

Pejabat Teras Pemkab Rotasi Massal

SANGATTA–Sesuai rekomendasi Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), Bupati Kutai…

Kamis, 14 Februari 2019 10:49

Kurir 1 Kg Sabu Dituntut 19 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB–Terdakwa kurir narkoba 1 kilogram (kg), Syahril, dituntut 19…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*