MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 24 November 2018 10:22
Masih Banyak Guru Rangkap Mata Pelajaran
MASIH KURANG: Sejumlah sekolah di pedalaman Kutim masih kekurangan tenaga pengajar dan Dinas Pendidikan belum menemukan formula untuk menanganinya secara konkret.

PROKAL.CO, SANGATTA–Dunia pendidikan di Kutai Timur (Kutim) masih memiliki masalah kekurangan guru. Terutama, sejumlah sekolah di kawasan pelosok. Kenyataan itu diakui oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kutim Roma Malau.

“Kutim masih kekurangan guru untuk dari jumlah ideal yang diperlukan. Baik tingkat SD maupun SMP. Saat ini sejumlah guru di sekolah yang kekurangan tenaga pengajar harus bekerja ganda, merangkap berbagai mata pelajaran,” katanya.

Krisis guru di daerah ini disebabkan oleh banyaknya guru yang pindah ke daerah lain. Selain itu, masih minim guru yang berminat ditempatkan ke daerah pedalaman Kutim. “Ada yang pindah ikut suami dan belum ada penggantinya,” kata Roma Malau.

Dengan kenyataan itu, banyak membutuhkan guru, mulai guru mata pelajaran agama, pendidikan jasmani, hingga guru kelas. Mengingat, mata pelajaran tersebut sangat menopang di sekolah. “Mengenai jumlahnya secara pasti saya kurang ingat, tapi memang banyak yang kurang, apalagi di pedalaman,” terangnya.

Sulitnya mendapatkan guru di sejumlah daerah tersebut, lantaran banyak yang menolak ditugaskan di daerah pedalaman, mengingat kawasan itu terletak jauh dari keramaian kota itu membuat minim peminat.

“Kalimat yang menyatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, rupanya kini mulai kurang diminati. Bukan hanya karena gajinya, namun juga karena tempat yang jauh untuk mengajarnya. Saya berharap, kekurangan guru di Kutim segera terpenuhi. Namun, tampaknya masih banyak guru yang hanya ingin bekerja di perkotaan,” paparnya.

Roma belum mau menjanjikan program apa yang tepat untuk menangani permasalahan ini secara konkret.

“Memang yang melamar ada terus, hanya saja saat akan ditugaskan di pedalaman, banyak yang menolak karena jaraknya jauh dari kota,” ungkapnya. (mon/san/k8)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 12:54
Perebutan Kursi Pimpinan DPRD PPU

Gerindra Optimistis, Golkar-PDIP Realistis

PENAJAM–Rekapitulasi perolehan suara pemilihan anggota legislatif periode 2019-2024, di Penajam…

Rabu, 24 April 2019 12:53

MANTAP..!! 100 Persen SMP di Paser Sudah UNBK

TANA PASER – Selama 2 hari berlangsung Ujian Nasional Berbasis…

Rabu, 24 April 2019 09:36

Satgas Pangan Sidak Pasar, Begini Hasilnya...

TENGGARONG–Mengantisipasi kenaikan harga sembako menjelang Ramadan, tim gabungan dari Satreskrim…

Selasa, 23 April 2019 14:01

Di SMP 1 Sebanyak 20 Peserta Ikuti UNBK Susulan

TENGGARONG - Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di…

Selasa, 23 April 2019 13:57

Siswa Kesulitan Log In, Sulit Satu Sesi

PENAJAM-Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP di…

Selasa, 23 April 2019 13:56

SABAR AJA..!! Tak Ada Proyek Jalan Baru Tahun Ini

PENAJAM–Bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltim jadi penopang utama belanja infrastruktur…

Selasa, 23 April 2019 13:55
Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan

Narkotika Masih Mendominasi

TANA PASER – Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser menggelar pemusnahan barang…

Selasa, 23 April 2019 09:25

Muara Pahu Tiga Kali Kebakaran

SENDAWAR–Dalam beberapa pekan belakangan, Kutai Barat (Kubar) khususnya di wilayah…

Selasa, 23 April 2019 09:24

Delapan TPS Adakan Pemilu Susulan

TENGGARONG–Sebanyak 1.675 warga yang berdomisili di Kecamatan Tabang dan Marangkayu,…

Senin, 22 April 2019 09:11
Hari Ini, 62 SMP/MTS Gelar UNBK

Dari 184 SMP Se-Kukar, Tahun Lalu hanya 27 Sekolah

TENGGARONG - Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*