MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 23 November 2018 10:12
Kontribusi Dai Luar Biasa

Silatnas Dai 2018 dan Milad Ke-45 Hidayatullah

SILATNAS DAI: Wapres Jusuf Kalla (kiri) didampingi Gubernur Isran Noor dan para Pimpinan Pusat Hidayatullah, tiba di Ponpes Hidayatullah, Gunung Tembak, untuk membuka Silatnas Dai 2018.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Pujian dilontarkan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla kepada para dai, kala membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Dai Tahun 2018 di Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, Kamis (22/11).

Menurut wapres, para dai telah memberikan sumbangan luar biasa dalam upaya membantu pemerintah membina akhlak dan memakmurkan umat, di mana pun dan dalam kondisi tersulit sekalipun.

“Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada para dai dan daiyah yang telah mengabdikan dirinya di gunung-gunung, di puncak-puncak-puncak bukit, di sungai-sungai yang jauh, atau di kampung-kampung yang belum maju dan mungkin belum memiliki listrik, tetapi para dai mau mengabdi untuk kejayaan agama kita, agama Islam. Pengabdian yang luar biasa,” kata Jusuf Kalla disambut riuh sekitar 10 ribu dai yang datang dari seluruh penjuru Indonesia.

Wapres Jusuf Kalla sangat mengapresiasi kiprah para dai yang digembleng di seluruh Ponpes Hidayatullah, baik di Balikpapan maupun daerah lainnya di Indonesia. Mereka telah memberikan sumbangan sangat luar biasa terhadap pembinaan umat Islam, baik dalam peningkatan akhlak dan keimanan, maupun dalam hal-hal muamalah, bekerja dan berusaha.

Disebutkan, Indonesia adalah bangsa yang besar dengan 17 ribu pulau, 600 lebih bahasa daerah, dan 260 juta penduduk. Untuk mencapai seluruh bagian wilayah tersebut, dibutuhkan sebuah upaya yang luar biasa dan Hidayatullah bersama para dai dan daiyahnya telah melakukan dakwah dan pengabdiannya dengan baik.

Jasa besar yang akan terus dialirkan ini, lanjut Wapres Jusuf Kalla, tentu tidak lepas dari niat awal sang pendiri Hidayatullah, Ustaz Abdullah Said dan empat ustaz yang lain untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.

Pujian lain diberikan Wapres Jusuf Kalla karena Ponpes Hidayatullah selalu mampu menempatkan ketulusan dalam pengabdian dakwah dan pendidikan pada riil yang benar, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Walaupun kampus ini agak keras namanya, Gunung Tembak, tapialhamdulillah, tidak satu pun peluru yang ditembakkan dari kampus ini,” canda Wapres.

“Banyak tempat belajar yang namanya bagus, tidak ada tembak-tembaknya, tapi mereka menembak. Justru ada yang namanya Gunung Tembak, tapi tidak menembak. Ini harus jadi contoh kepada seluruh umat Islam, janganlah bergantung kepada nama. Namanya boleh menakutkan, tapi tingkah lakunya sangat syahdu, lembut dan penuh dakwah,” tambah Wapres.

Tidak lupa Wapres Jusuf Kalla juga berpesan agar para dai selalu menjaga niat dalam pengabdian. Termasuk juga dalam urusan berbangsa dan bernegara. Para dai harus terus berpikir bagaimana dapat berkontribusi memajukan bangsa dan memakmurkan rakyat dengan keadilan.

Dia menyebut, keteladanan diberikan Rasulullah Muhammad SAW. Pengabdian bukan hanya untuk urusan ketakwaan pribadi, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat. Membimbing masyarakat agar menyeimbangkan antara kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.

Dia berharap para dai Hidayatullah tidak hanya mengajarkan kewajiban beribadah dan ketauhidan kepada masyarakat, tetapi juga harus mengajarkan muamalah yang baik. Misalnya tentang bagaimana menjadi petani yang baik, pedagang yang baik, pekerja yang baik dan sebagainya. Intinya bagaimana mengajarkan tuntunan ibadah secara benar juga mengajarkan cara berusaha dan bekerja dengan baik, agar tercapai masyarakat yang beriman dengan kemakmuran dan kesejahteraan.

“Bimbingan dai itu tentu bukan hanya bagaimana memperbanyak mualaf, tapi bagaimana membantu memakmurkan bangsa ini,” pesan Kalla.

Di sisi lain, Wapres juga mengajak umat Islam di Indonesia bersyukur, karena meski Indonesia merupakan negara Islam terbesar di dunia, penduduknya bisa hidup rukun dan damai, baik dengan sesama umat Islam maupun dengan penduduk beragama lain. Sementara banyak negara Islam konflik terus berkecamuk, bahkan dalam kurun waktu berpuluh-puluh tahun.

“Kita bersyukur karena Indonesia berada dalam kondisi yang aman dan damai. Sambil mendoakan agar mereka juga segera berdamai. Peran para dai tentu sangat besar untuk ini,” kata Kalla.

Sebelumnya, Gubernur Isran Noor menyampaikan harapan agar lembaga pendidikan dan dakwah Hidayatullah ini bisa terus eksis dan berkembang, bukan hanya di Kalimantan Timur, tapi di seluruh Indonesia.

“Bahkan saya mendapat informasi dari pimpinan, Hidayatullah sudah membentuk cabangnya di Afrika Selatan,” ucap Isran Noor.

Isran juga menyampaikan ucapan terima kasih atas jasa dan pengabdian para dai di Bumi Etam, Kalimantan Timur, sejak kelahiran awalnya di Kota Balikpapan dan hingga usia 45 tahun saat ini. Hingga kini Hidayatullah sudah berdiri di 243 kabupaten dan kota di 34 provinsi di Indonesia. Tema silatnas tahun ini adalah “45 Tahun Pengabdian Hidayatullah Berkhidmat untuk NKRI Bermartabat”.

Dalam kunjungan kali ini, Wapres Jusuf Kalla didampingi Menkominfo Rudiantara dan Menteri Agraria dan Penataan Ruang Sofyan Djalil. Hadir jajaran Forkopimda Kaltim, wali kota Balikpapan dan para pimpinan pusat Hidayatullah di Kaltim dan seluruh Indonesia. (sul/adv/san/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 12:40

26 Siswa Ikuti Seleksi PPDB SMA Pradita Dirgantara Tingkat Daerah

BALIKPAPAN – Lanud Dhomber Balikpapan melaksanakan tes tingkat  daerah kepada…

Jumat, 15 Februari 2019 10:52

KONI Ancam Tak Beri Rekomendasi

BALIKPAPAN – Polemik pemilihan ketua Pengurus Cabang Persatuan Renang Seluruh…

Jumat, 15 Februari 2019 10:51

Protes Hasil Muskot PRSI Balikpapan, Lima Klub Ancam Boikot

BALIKPAPAN - Untuk kali kedua, Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Renang…

Rabu, 13 Februari 2019 13:30

Gara-Gara Ini, Komisioner Bawaslu Balikpapan Terancam Dipecat..!!

BALIKPAPAN – Para komisioner Bawaslu Balikpapan satu suara memilih tidak…

Minggu, 10 Februari 2019 10:08

Jurnalis Dituntut Jadi "Watchdog", Kritik Perusahaan Demi Keselamatan Planet Bumi

BALIKPAPAN- Seorang jurnalis dituntut menjadi "watchdog" atau penjaga planet bumi…

Kamis, 31 Januari 2019 07:50

Sidang Perdana Kasus Pembuangan Bayi di Toilet Bandara, Panik si Bayi Tak Bernapas

BALIKPAPAN – Kasus pembuangan bayi di dalam kloset Bandara Sultan…

Kamis, 31 Januari 2019 07:50

Disporapar akan Resmikan Objek Wisata Baru

BALIKPAPAN – Memeriahkan hari jadi Kota Minyak ke-122, berbagai agenda…

Kamis, 31 Januari 2019 07:47

Buru Tiketnya sebelum Kehabisan

BALIKPAPAN - Persiapkan diri akhir pekan ini. Minggu (3/2) merupakan…

Kamis, 31 Januari 2019 07:44

Balikpapan Tertinggi Dalam Catatan ORI

BALIKPAPAN – Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Kaltim menetapkan Balikpapan menjadi…

Rabu, 30 Januari 2019 07:50

Buru Tukang Pijat dan Peracik Obat

BALIKPAPAN – Setelah pengungkapan kasus percobaan aborsi di salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*