MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 18 November 2018 08:16
Bugar dengan Prenatal Yoga
BUGAR: Delima Loving Care merangkul para ibu-ibu berbadan dua untuk mempersiapkan persalinan yang nyaman dan minim trauma.

PROKAL.CO, AKTIVITAS olahraga umumnya dianjurkan untuk mereka yang tengah melalui program diet atau sebaliknya. Manfaat olahraga tidak sesempit itu. Olahraga bisa dilakukan oleh Anda yang tengah berbadan dua, yaitu dengan aktivitas yoga.

Banyak manfaat dirasakan. Hal itu membuat pusat-pusat kebugaran menggabungkan metode yang satu ini dengan bimbingan latihan pada umumnya. Ketenaran yoga semakin meningkat tatkala olahraga yang memfokuskan pada latihan konsentrasi itu melebarkan sayap. Memberikan fasilitas untuk ibu hamil yang sering disebut prenatal yoga.

Olahraga itu tengah hangat diperbincangkan terutama bagi para ibu hamil yang ingin tetap sehat dan bugar dengan berolahraga. Saat disambangi di tempat latihan awal pekan lalu, Ririn Ariyanti selaku pelatih prenatal yoga Delima Loving Care dengan ramah menjelaskan tentang prenatal yoga kepada Kaltim Post.

“Sesuai namanya, prenatal yoga merupakan aktivitas yang dilakukan khusus ibu hamil. Tujuannya agar sang ibu bisa menikmati proses kehamilan dan mempersiapkan proses persalinan agar nyaman serta minim trauma. Dalam setiap sesi umumnya dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu pernapasan (breathing), pemanasan (gentle stretching), postur (gerakan inti yoga) dan pendinginan (cooling down and relaxation),” ucap Ririn.

Sama halnya dengan aktivitas persiapan melahirkan lainnya. Prenatal yoga  merupakan pendekatan multifaset untuk melatih peregangan otot yang berpusat pada area pinggang dan panggul serta pernapasan.  Dalam penjelasannya, Ririn membeberkan bahwa tiap minggu Delima Loving Care memiliki dua sesi yang terbagi menjadi dua hari. Sabtu untuk ibu dengan usia kandungan 20–31 minggu atau trimester dua, dan Minggu untuk usia kandungan 32–40 minggu atau trimester tiga.

Bukan tanpa alasan, prenatal yoga dipisah sesuai usia karena menyesuaikan keluhan setiap ibu-ibu. Perempuan berkacamata itu menjelaskan bahwa pada kelas trimester dua akan terfokus pada ketidaknyamanan yang dialami. Sebab, ibu yang baru mengandung anak pertama, atau bagi mereka yang sudah lama tidak hamil, pasti menemukan perubahan fisiologis yang dirasakan oleh tubuh. Hal itu berdampak pada tubuh yang pasti merasakan tidak nyaman dalam keseharian.

“Contohnya saja dalam sikap berdiri. Sebelum hamil, si ibu ini bisa berdiri dengan tegak, tapi ketika perutnya mulai membesar si ibu berdiri dengan posisi pundak yang terlalu ke belakang seperti orang mau terlentang. Padahal, itu bisa berdampak pada tulang belakang dan nyeri di leher. Sebab itu, akan kami bantu melalui gerakan yoga dan melatih para ibu mengurangi bahkan mengatasi rasa ketidaknyamanannya. Usia kandungan 32–35 minggu atau memasuki trimester ketiga, kita fokus pada jalannya si bayi ini keluar atau proses persalinan,” jelas perempuan berhijab itu. 

Dalam kelas Delima Loving Care, para fasilitator dari ilmu kebidanan dan tersertifikat prenatal yoga akan mengawasi masing-masing setiap klien. Menurut pengakuan Ririn, sebelum mengikutsertakan dalam kegiatan yoga, klien terlebih dulu berkonsultasi kepada fasilitator, tidak semua kasus ibu hamil itu sama.

“Sebelum mengikuti kelas, pasti kita akan bertanya terlebih dahulu. Contohnya, si ibu ini telah melakukan pemeriksaan USG sama dokter dan terlihat bayinya dalam posisi sungsang. Untuk kasus ini pasti butuh pengawasan lebih, dan dalam kegiatan yoga kita akan memberi gerakan-gerakan khusus yang akan memperbaiki posisi bayinya,” bebernya.

 Meski terlihat sederhana, ada beberapa gerakan yoga yang tidak dianjurkan untuk dilakukan sendiri tanpa pengawasan dari fasilitator agar meminimalkan risiko cedera. Sembari tersenyum, Ririn membagi trik sederhana agar tidak cedera. Dengan melakukan gerakan pemanasan tepat. Lalu, lakukan gerakan bertahap dari mudah dan meningkat ke gerakan sulit. Atur pernapasan dengan baik agar tidak terengah-engah saat yoga. (*/nul*/rdm/k16)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:16
Ira Yuliana

Pernah Gagal di Salon, Lancar di Kuliner

Pekarangan kediaman Ira Yuliana jadi saksi bisu kegigihannya. Dia pernah…

Minggu, 26 Mei 2019 14:12

Mandiri, Tak Ingin Bergantung Pada Suami

MENURUT Ira Yuliana, dalam sehari sangat gampang menghadirkan ratusan orang…

Minggu, 26 Mei 2019 14:08
Diet Enak Bahagia Menyenangkan (DEBM)

Tiga Bulan Pangkas 14 Kilogram

GORENGAN jadi makanan favorit Supinah saat muda dulu. Kebiasaan itu…

Minggu, 26 Mei 2019 14:07

Ingin Tetap Bugar Sambut Hari Tua

BAGI Supinah yang sukses turunkan berat badan 14 kilogram (kg)…

Minggu, 26 Mei 2019 14:05

Konsumsi Minim Karbo, Tinggi Protein dan Lemak

PEREMPUAN dengan usia 30–40, cenderung berhadapan dengan berbagai permasalahan penuaan (aging) dan…

Minggu, 26 Mei 2019 13:56

7-9 Jam Perhari, Jaga Kualitas Tidur Saat Ramadan

SETIAP orang memiliki kesibukan beragam. Apalagi semakin bertambahnya usia, berbanding…

Minggu, 26 Mei 2019 13:55

Kurang Tidur Berujung Emosional

KURANG tidur pasti akan mengakibatkan kelelahan namun akan merembet pada…

Minggu, 26 Mei 2019 13:47

Aneka Kuliner Penjuru Dunia

EDISI Sedap Kaltim Post kali ini tidak mengulas mi nusantara,…

Minggu, 26 Mei 2019 13:44

Pizza Margherita Sehat, Sup Jagung Nikmat

SIAPA tidak kenal pizza? Makanan asal Italia dengan adonan tepung…

Minggu, 26 Mei 2019 13:43

Kudapan Manis Kekinian

KUDAPAN manis masih jadi juara, apalagi saat untuk hidangan berbuka.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*