MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 18 November 2018 08:16
Bugar dengan Prenatal Yoga
BUGAR: Delima Loving Care merangkul para ibu-ibu berbadan dua untuk mempersiapkan persalinan yang nyaman dan minim trauma.

PROKAL.CO, AKTIVITAS olahraga umumnya dianjurkan untuk mereka yang tengah melalui program diet atau sebaliknya. Manfaat olahraga tidak sesempit itu. Olahraga bisa dilakukan oleh Anda yang tengah berbadan dua, yaitu dengan aktivitas yoga.

Banyak manfaat dirasakan. Hal itu membuat pusat-pusat kebugaran menggabungkan metode yang satu ini dengan bimbingan latihan pada umumnya. Ketenaran yoga semakin meningkat tatkala olahraga yang memfokuskan pada latihan konsentrasi itu melebarkan sayap. Memberikan fasilitas untuk ibu hamil yang sering disebut prenatal yoga.

Olahraga itu tengah hangat diperbincangkan terutama bagi para ibu hamil yang ingin tetap sehat dan bugar dengan berolahraga. Saat disambangi di tempat latihan awal pekan lalu, Ririn Ariyanti selaku pelatih prenatal yoga Delima Loving Care dengan ramah menjelaskan tentang prenatal yoga kepada Kaltim Post.

“Sesuai namanya, prenatal yoga merupakan aktivitas yang dilakukan khusus ibu hamil. Tujuannya agar sang ibu bisa menikmati proses kehamilan dan mempersiapkan proses persalinan agar nyaman serta minim trauma. Dalam setiap sesi umumnya dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu pernapasan (breathing), pemanasan (gentle stretching), postur (gerakan inti yoga) dan pendinginan (cooling down and relaxation),” ucap Ririn.

Sama halnya dengan aktivitas persiapan melahirkan lainnya. Prenatal yoga  merupakan pendekatan multifaset untuk melatih peregangan otot yang berpusat pada area pinggang dan panggul serta pernapasan.  Dalam penjelasannya, Ririn membeberkan bahwa tiap minggu Delima Loving Care memiliki dua sesi yang terbagi menjadi dua hari. Sabtu untuk ibu dengan usia kandungan 20–31 minggu atau trimester dua, dan Minggu untuk usia kandungan 32–40 minggu atau trimester tiga.

Bukan tanpa alasan, prenatal yoga dipisah sesuai usia karena menyesuaikan keluhan setiap ibu-ibu. Perempuan berkacamata itu menjelaskan bahwa pada kelas trimester dua akan terfokus pada ketidaknyamanan yang dialami. Sebab, ibu yang baru mengandung anak pertama, atau bagi mereka yang sudah lama tidak hamil, pasti menemukan perubahan fisiologis yang dirasakan oleh tubuh. Hal itu berdampak pada tubuh yang pasti merasakan tidak nyaman dalam keseharian.

“Contohnya saja dalam sikap berdiri. Sebelum hamil, si ibu ini bisa berdiri dengan tegak, tapi ketika perutnya mulai membesar si ibu berdiri dengan posisi pundak yang terlalu ke belakang seperti orang mau terlentang. Padahal, itu bisa berdampak pada tulang belakang dan nyeri di leher. Sebab itu, akan kami bantu melalui gerakan yoga dan melatih para ibu mengurangi bahkan mengatasi rasa ketidaknyamanannya. Usia kandungan 32–35 minggu atau memasuki trimester ketiga, kita fokus pada jalannya si bayi ini keluar atau proses persalinan,” jelas perempuan berhijab itu. 

Dalam kelas Delima Loving Care, para fasilitator dari ilmu kebidanan dan tersertifikat prenatal yoga akan mengawasi masing-masing setiap klien. Menurut pengakuan Ririn, sebelum mengikutsertakan dalam kegiatan yoga, klien terlebih dulu berkonsultasi kepada fasilitator, tidak semua kasus ibu hamil itu sama.

“Sebelum mengikuti kelas, pasti kita akan bertanya terlebih dahulu. Contohnya, si ibu ini telah melakukan pemeriksaan USG sama dokter dan terlihat bayinya dalam posisi sungsang. Untuk kasus ini pasti butuh pengawasan lebih, dan dalam kegiatan yoga kita akan memberi gerakan-gerakan khusus yang akan memperbaiki posisi bayinya,” bebernya.

 Meski terlihat sederhana, ada beberapa gerakan yoga yang tidak dianjurkan untuk dilakukan sendiri tanpa pengawasan dari fasilitator agar meminimalkan risiko cedera. Sembari tersenyum, Ririn membagi trik sederhana agar tidak cedera. Dengan melakukan gerakan pemanasan tepat. Lalu, lakukan gerakan bertahap dari mudah dan meningkat ke gerakan sulit. Atur pernapasan dengan baik agar tidak terengah-engah saat yoga. (*/nul*/rdm/k16)


BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Menjaga Kepercayaan Klien

Usaha yang dirintis semakin berkembang. Klien berdatangan. Menjadi bisnis yang…

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Biasa dengan Karakter Klien Beda, Tangani 10 Ribu Tamu

KARAKTER klien yang berbeda sudah biasa dihadapi. Diungkapkan Kritaya Zenaida…

Senin, 15 Juli 2019 11:11

Waspada Tiga Jenis Kutu di Kepala

Ketikalagi asyik mengobrol, tiba-tiba kulit kepala rasanya gatal sekali? Kondisi…

Senin, 15 Juli 2019 11:09

Mitos Membasmi Kutu, Dari Santan Basi hingga Kapur Barus

SELAIN mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, rasa gatal berlebih akibat kutu…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Menabung sejak Dini, Bisa Dimulai dari Usia Dua Tahun

Kebiasaanmenabung sebaiknya ditanamkan sejak dini. Orangtua penting agar anak lebih…

Senin, 15 Juli 2019 11:06

Ajarkan Anak Menghargai Usaha

SEBAGIAN orangtua menganggap belum waktunya anak memahami uang. Namun, berbeda…

Senin, 15 Juli 2019 11:05

Belajar Bahasa Inggris Usia Dewasa, Benahi Mental agar Lancar

Kemampuan berbahasa penting untuk menunjang karier dan pendidikan. Mampu berbahasa…

Senin, 15 Juli 2019 11:03

Persiapan Matang demi Karier Gemilang

DIA adalah Jeannet Novelia Sarwono. Mahasiswi program studi Manajemen Fakultas…

Senin, 15 Juli 2019 10:59

Masakan Tatar Sunda Manjakan Lidah

Menghabiskan liburan dengan sekadar berjalan-jalan namun tak berwisata kuliner agaknya…

Senin, 15 Juli 2019 10:58

Soto Mi Bogor dengan Aneka Isian

SETELAH mi kocok bandung, menu selanjutnya yakni soto mi bogor.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*