MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 17 November 2018 01:45
Dimakamkan di Samping Putri Pertama sang Kakek

Dari Pemakaman Cucu Menko Polhukam Wiranto di Delingan, Karanganyar-

BERDUKA: Wiranto saat prosesi pemakaman sang cucu di Delingan, Karanganyar, kemarin.

PROKAL.CO, Kabar duka menyelimuti keluarga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Salah satu cucu kesayangan, Ahmad Daniyal Alfatih, meninggal Kamis (15/11) pukul 12.51. Kemarin, jenazah anak berusia 1 tahun 4 bulan itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Delingan, Karanganyar.

RUDI HARTONO, Karanganyar  

TEMPAT Pemakaman Umum (TPU) Delingan, Kecamatan Karanganyar Kota, Kabupaten Karanganyar sejak pukul 07.00 Jumat (16/11) sudah tampak ramai dipadati sejumlah pejabat. Baik dari pejabat pemerintahan pusat, provinsi, dan kabupaten, termasuk Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono serta instansi terkait. 

Puluhan karangan bunga berisi ucapan dukacita juga memenuhi sekitar area lokasi pemakaman yang dipilih keluarga Wiranto ini. Sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah Ahmad Daniyah Alfatih yang merupakan anak ketujuh dari pasangan Amalia Sianti dan Abdi Setiawan, tiba dibawa mobil ambulans dengan pengawalan khusus dan lengkap bersama rombongan.

Setibanya di pemakaman yang menjadi salah satu TPU terbesar di wilayah eks-Karesidenan Surakarta tersebut, almarhum yang sebelumnya disemayamkan di rumah duka di Jakarta, langsung dibopong keluar dari ambulans oleh ayahanda Abdi Setiawan tanpa menggunakan peti jenazah, diikuti sang ibunda, bersama dengan kakak almarhum.

Isak tangis lirih dari kerabat dan keluarga ikut melepas jenazah. Almarhum dimakamkan bersebelahan dengan anak pertama Wiranto, yakni Natarina Sofianti, yang meninggal dunia pada 1978 dalam usia lima hari. Saat itu, ketika Wiranto masih bertugas di Timor Leste.

Wiranto mengungkapkan, pihak keluarga telah ikhlas atas kematian Ahmad Daniyal Alfatih. Almarhum sendiri meninggal karena tercebur kolam ikan di sekitar rumahnya.

“Terima kasih kepada semuanya. Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum, dan kami mohon bapak dan ibu yang hadir dalam prosesi pemakaman ini, ikut mendoakan almarhum agar almarhum diterima di sisi-Nya,” kata Wiranto saat memberi sambutan pelepasan jenazah.

Wiranto mengungkapkan, Kamis (15/11) siang memang menjadi cerita duka sendiri bagi keluarga besarnya. Padahal, paginya sebelum kejadian sang cucu masih berkumpul dan bermain dengan keluarga. Wiranto mengatakan, bahwa kematian cucunya tersebut sudah menjadi takdir Tuhan.

“Pagi itu masih bermain bersama, dan siangnya harus berpisah. Tentu ini sangat menyedihkan bagi keluarga besar kami. Tetapi keluarga paham, rencana Tuhan itu lebih baik dari rencana manusia. Dalam umur 1 tahun 4 bulan, tentunya almarhum terbilang masih putih kalau ibarat kertas. Kami berharap, almarhum nanti segera menuju kepada titik yang telah ditentukan Tuhan,” ujar Wiranto.

Kabar duka tersebut sampai telinga Wiranto ketika dirinya tengah mendampingi Presiden Joko Widodo dalam lawatan ke Singapura Kamis (15/11). ”Sebelum pertemuan selesai hari terakhir, saya mendapatkan kabar bahwa cucu saya meninggal dunia karena kecelakaan,” ujarnya. Berita itu jelas membuat Wiranto kaget sekaligus terpukul.

Bagaimana tidak, Daniyal masih sangat kecil. Sejak awal mendapat kabar cucunya meninggal dunia, mantan menteri pertahanan dan panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu sudah mengetahui bahwa Daniyal meninggal saat bermain. ”Sedang main-main di kolam ikan. Ternyata terpeleset dan dia nggak tertolong,” ungkap Wiranto.

Selain informasi langsung dari keluarga, Wiranto mengaku sempat memantau perkembangan informasi lewat media. Untuk itu, meski tengah berada dalam pertemuan penting bersama presiden, dia cepat meminta izin untuk kembali ke Tanah Air lebih dulu. Hari itu juga dia langsung bertolak mendatangi rumah duka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

”Syukur alhamdulillah mendapat pesawat. Garuda juga nolong. Saya diberikan seat,” imbuhnya.

Sesuai rencana awal, Daniyal dibawa ke Karanganyar, Jawa Tengah dan dimakamkan di sana. Walau merasa sangat terpukul, Wiranto menyebut kesedihan atas meninggalnya Daniyal tidak boleh berlebihan. Yang penting, kata dia, semua mendoakan almarhum. Dia yakin betul, dengan usia yang masih sangat belia, cucunya bakal mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. ”Bisa istirahat, bisa menghadap Allah,” ucap dia.

Di sisi lain, dari keterangan sang menantu Abdi Setiawan, saat kejadian ia sedang berada di luar kota. Setelah mendengar kabar duka tersebut, Abdi sempat kesulitan mencari tiket pulang ke Jakarta.

“Posisi saya saat itu sedang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara. Tiba-tiba saya dapat kabar dari keluarga, kalau anak saya yang kecil meninggal dunia karena terpeleset di kolam dan tenggelam. Saya sempat kesulitan dapat tiket pesawat ke Jakarta,” kata Abdi.

Abdi mengaku, kepergian anak bungsunya itu meninggalkan cerita sendiri bagai anak-anaknya. Tetapi sejak kecil, Abdi memang telah menanamkan pelajaran agama kepada anak-anaknya bahwa setiap yang bernyawa itu akan mengalami maut. Dan dunia hanyalah sementara.

“Kalau anak yang sudah besar itu mungkin sudah bisa menerima dan ikhlas. Mereka sudah paham kalau kematian itu merupakan takdir,” kata Abdi.  

Mengapa dimakamkan di Karanganyar, Abdi menyebutkan, lokasi pemakaman di Delingan sudah turun-temurun.

“Kenapa di Delingan, karena banyak keluarga itu dari Solo, kemudian eyang dulunya juga sudah memilih lokasi ini sebagai lokasi makam keluarga, dari bapaknya Pak Wiranto. Kalau dilihat itu sudah ada titik-titik sesuai silsilahnya,” jelas Abdi. (***/jpg/dwi/k15)

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 07:12

Penularan “Santun”, Pasien Tak Perlu Dijauhi

Stigma HIV/AIDS di kalangan masyarakat masih buruk. Penderitanya kerap dikucilkan:…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:05

Urunan Sayur Saat Hajatan, Ngopi Bareng Kaburkan Zona Merah

“Proactif Policing” yang kerap digaungkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:06

Beri Bekal Kerja, Dorong Lulusan SMK Miliki Usaha

Pada era sekarang, persaingan dunia kerja semakin ketat. Untuk membuat…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:04
Mengintip Pernikahan Putra Kedua dari Wali Kota Balikpapan

Bibit Buah sebagai Tanda Cinta kepada Pasangan dan Lingkungan

Kegigihan Muhammad Rizky mengejar cinta Shindy Bidury Octavia tak bertepuk…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:56

Patroli TNI AL Diperlukan, Pariwisata Bisa Ikut Menyelamatkan

Di balik kesibukan Pasar Manggar, Balikpapan Timur, ada kawasan ekowisata…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:16
Pratu Agung Pujianto Raih Dua Emas Porprov

Persembahkan Medali untuk Calon Istri

Raut bahagia tak bisa disembunyikan Pratu Agung Pujianto. Dua emas…

Kamis, 06 Desember 2018 21:51

Tempat Makan Enak yang Cuma Ada di Bali

  Untuk anda yang ingin mencoba Makanan enak di Bali…

Sabtu, 01 Desember 2018 07:07

Mudahkan Pemerintah Bebaskan Lahan, Mempercepat Pembangunan

Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 01 Desember 2018 06:05

Pintar Tangkap Peluang, Berani Berekspansi

Bukan hal mudah bagi Imam Muslikin dalam mengukir kesuksesan sebagai…

Sabtu, 24 November 2018 13:28
Penulis Muda Ini Tak Ingin Asal-asalan Berkarya

Rajin Mencatat Setiap Ide yang Tersirat

Seperti pepatah jatuhnya buah tak jauh dari pohonnya. Seperti itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .