MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 15 November 2018 08:00
MUI Kaltim Turut Mengecam

Ulah Oknum Guru Mengaji yang Cabuli Muridnya

PROKAL.CO, SAMARINDA – Perbuatan tak senonoh Teguh Effendi (58), oknum guru mengaji di lingkungan rumahnya, Jalan Rejo Mulyo, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, tentu sangat mencoreng. Perbuatannya sudah diketahui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim. Dua bocah perempuan yang merupakan korban bejat pelaku, dan sudah membuat laporan polisi, cukup membuatnya mendekam lama di terali besi.

Senin (12/11), dia diringkus anggota Reskrim Polsek Sungai Pinang. Teguh mengakui semua perbuatan keji itu di depan penyidik. Tapi saat ditanya awak media, pria yang rambutnya sebagian memutih itu memilih diam. Bibirnya tak bergerak sedikit pun. “Itu hak seseorang. Tapi saat diperiksa, semua diakui,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Wawan Gunawan.

Namun, perwira balok dua itu belum bisa memastikan apakah pihak orangtua yang sempat berkonsultasi dengannya sudah mengetahui hasil pemeriksaan dari dokter. “Kalau terbukti, artinya pengakuan dia (Teguh) perlu diklarifikasi lagi,” sambungnya.

Dijelaskan Wawan, sejauh ini, yang masih menjadi dasar bukti kepolisian adalah hasil visum dari salah satu korban. “Satunya masih menunggu,” jelasnya. Ditegaskannya pula, Teguh dijerat dengan Pasal 81 Ayat 2 juncto Pasal 82 Ayat 1 UU RI No 35/2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Pria lanjut usia itu bersikeras, dua bocah perempuan berusia 8 tahun saja yang jadi korbannya.

“Benar, Pak. Enggak ada yang lain,” ujarnya saat ditanya petugas. Seperti diwartakan sebelumnya, setelah “mengerjai” muridnya, oknum guru yang kesehariannya sebagai petani itu kerap memberikan uang. Mulai Rp 2–5 ribu. “Supaya tidak ngomong ke orangtuanya,” tambahnya saat ditanya petugas.

Dari perbuatan Teguh, Hamri Haz selaku ketua MUI Kaltim turut mengecam perbuatan pelaku. “Sudah jelas menyalahi pidana dan agama,” ungkapnya. Dia juga menuturkan, sebagai seorang tenaga pengajar (guru mengaji), seharusnya memberikan contoh baik, bukan malah sebaliknya. Ustaz yang malang melintang itu terkejut saat mengetahui perbuatan Teguh sampai 10 kali. “Sudah 10 kali? Tentu sangat keterlaluan. Seharusnya jadi peringatan keras,” tambahnya.

Hamri menilai, kasus serupa bukan pertama kali terjadi. “Sudah cukup banyak,” jelasnya. Namun, seolah tak ada jeranya ulah oknum guru yang tega mencoreng profesinya. Dia menyarankan, orangtua harus berhati-hati, dan jangan hanya menitipkan begitu saja ke guru. Lebih disarankan, taman pendidikan Alquran sebaiknya dilaksanakan di masjid atau musala. (*/dra/rsh/k18)

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 13:40

HANTU KACAK BERAKSI..!! Korban Lapor Polisi, Pelaku Pura-Pura Gila?

SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Polsek Samarinda Ilir mengamankan seorang…

Senin, 10 Desember 2018 07:59

Smart City Dimulai 2019

SAMARINDA – Konsep Smart Cityterus digaungkan Pemkot Samarinda dua tahun…

Senin, 10 Desember 2018 07:36

DPRD Minta Transparan

SAMARINDA - Sejumlah instansi pemerintah pusat maupun daerah sudah mengumumkan…

Senin, 10 Desember 2018 07:36

Harga TBS Anjlok, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

SAMARINDA - Lemahnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit…

Minggu, 09 Desember 2018 23:16

Dua Pasar di Samarinda Dapat Penghargaan

Pasar Baqa dan Pasar Lok Bahu Raih Penghargaan dari Kemendag Samarinda-…

Minggu, 09 Desember 2018 23:14

Asisten Bagasi Berikan Layanan Khusus

SAMARINDA - Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, telah…

Minggu, 09 Desember 2018 23:09

Tingkatkan Kapasitas Anggota, IPDP Kaltim Kota Samarinda Gelar Seminar Hipnoterapi dan Jurnalistik

SAMARINDA - IPDP Kaltim kota Samarinda menggelar seminar hipnoterapi dan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:50

Rem Blong, Truk Remuk

SAMARINDA – Jalan Sultan Sulaiman yang merupakan jalur poros menuju…

Minggu, 09 Desember 2018 07:48

Dewan Tak Setuju Pertamini Ditertibkan

SAMARINDA – Kebenaran adanya payung hukum yang mengatur keberadaan penjual…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:33

Kaltim Green Masih Ada Hambatan, APA SAJA?

SAMARINDA - Pembangunan berwawasan ramah lingkungan tidak mudah diimplementasikan. Seperti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .