MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 15 November 2018 06:30
Investor Masih Khawatir Pasar Negara Berkembang

PROKAL.CO, JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada dalam tren pelemahan. Sebab, dolar AS yang kembali berkibar dan membawa risiko penurunan berbagai mata uang lainnya di seluruh dunia.

Analis pasar uang Forex Time Jameel Ahmad mengatakan, selain perang dagang, pemicu kembalinya dolar berkuasa adalah Bank Sentral AS Federal Reserve dan divergensi bank sentral terkait kebijakan suku bunga ambisius Amerika Serikat.

“Jawaban mudah namun mungkin tidak akurat, jika kita mengingat bahwa Fed selalu konsisten menyampaikan akan menaikkan suku bunga AS sejak beberapa saat lamanya. Kebijakan suku bunga AS sudah terefleksikan dalam harga USD sejak dulu, artinya ada alasan lain di balik kenaikan kurs dolar,” ujarnya Rabu (14/11).

Menurutnya, kenaikan dolar disebabkan semakin besarnya keraguan bahwa Presiden Donald Trump bakal menemui kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Walaupun kita belum melihat perubahan berarti terhadap isu ini, kata dia, para investor juga tidak melihat bahwa optimisme terhadap sentimen tersebut semakin kuat.

“Ini menyiratkan bahwa mungkin ini hanyalah taktik strategis sebelum rapat G-20 yang akan digelar di Argentina bulan ini,” tandasnya.

Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, kemarin uang garuda berada di level Rp 14.755 per dolar. “Indeks dolar melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2017 di awal pekan perdagangan ini, mencapai level tertinggi 17 bulan untuk dolar dan rekor terendah untuk euro yang merosot ke level terendah sejak Juni 2017 karena apresiasi dolar ini,” tuturnya.

Menurutnya, reli dolar ini akan sangat menguji ketahanan mata uang lainnya. Namun, risiko terbesar yang mungkin akan diperhatikan investor adalah dampaknya pada pasar berkembang.

“Dolar yang menguat adalah salah satu faktor terbesar di balik melemahnya pasar berkembang di sepanjang musim panas, dan berita bahwa dolar mengalami reli ke level tertinggi baru akan membuat pasar mempertanyakan apakah pasar berkembang akan kembali melemah sebelum kita menutup tahun 2018,” jelasnya.

Jameel menyatakan, salah satu topik paling menarik untuk dipantau adalah apresiasi dolar ini cukup untuk membuat yuan Tiongkok terjungkal dan hampir menyentuh level tujuh psikologis terhadap dolar AS.

“Pergerakan dolar adalah tantangan berkelanjutan bagi pasar berkembang di sepanjang tahun ini, namun kekuatan yuan untuk menghindari level 7 terhadap USD dianggap sebagai salah satu lini pertahanan terakhir bagi pasar berkembang sebelum mengalami aksi jual yang luar biasa lagi,” tandasnya. (mys/jpg/ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 06:39

Sampai Kapan...?? Daya Beli Petani Kaltim Belum Baik

SAMARINDA - Kemampuan daya beli petani di Kaltim kembali menurun.…

Selasa, 11 Desember 2018 06:35

2019, Properti Lebih Menggeliat

JAKARTA – Pasar properti pada 2019 diprediksi tumbuh lebih baik…

Selasa, 11 Desember 2018 06:34

KEK GB Diharapkan Dongkrak Perekonomian

JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang (GB), Bintan,…

Senin, 10 Desember 2018 06:43

SANGAT POTENSIAL..!! Ekonomi Syariah Jadi Alternatif Sumber Perekonomian Kaltim

SAMARINDA – Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kaltim diyakini…

Senin, 10 Desember 2018 06:43

Pengusaha Antusias Sambut Aturan Baru

SAMARINDA – Langkah pemerintah menghilangkan pungutan ekspor minyak kelapa sawit…

Senin, 10 Desember 2018 06:40

Bagasi Lebih Besar dari Nmax

BALIKPAPAN - Yamaha kembali memanaskan persaingan kendaraan roda dua di…

Senin, 10 Desember 2018 06:38

Banyak Tangani Urusan Nonteknis, Pastikan Program Berjalan

Syaifudin adalah sosok yang peduli. Tak hanya soal pekerjaannya sebagai…

Senin, 10 Desember 2018 06:35

Bapenda Gelar Gebyar Pajak Daerah 2018

SAMARINDA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda menggelar Gebyar…

Senin, 10 Desember 2018 06:34

Proyeksi Penerimaan Pajak Capai 95 Persen

JAKARTA – Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan memproyeksi penerimaan pajak…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:00

Bernostalia dengan Era 1970-an

BALIKPAPAN  –  Maskapai Garuda Indonesia (GA) memberikan pelayanan baru dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .