MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 15 November 2018 06:30
Investor Masih Khawatir Pasar Negara Berkembang

PROKAL.CO, JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada dalam tren pelemahan. Sebab, dolar AS yang kembali berkibar dan membawa risiko penurunan berbagai mata uang lainnya di seluruh dunia.

Analis pasar uang Forex Time Jameel Ahmad mengatakan, selain perang dagang, pemicu kembalinya dolar berkuasa adalah Bank Sentral AS Federal Reserve dan divergensi bank sentral terkait kebijakan suku bunga ambisius Amerika Serikat.

“Jawaban mudah namun mungkin tidak akurat, jika kita mengingat bahwa Fed selalu konsisten menyampaikan akan menaikkan suku bunga AS sejak beberapa saat lamanya. Kebijakan suku bunga AS sudah terefleksikan dalam harga USD sejak dulu, artinya ada alasan lain di balik kenaikan kurs dolar,” ujarnya Rabu (14/11).

Menurutnya, kenaikan dolar disebabkan semakin besarnya keraguan bahwa Presiden Donald Trump bakal menemui kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Walaupun kita belum melihat perubahan berarti terhadap isu ini, kata dia, para investor juga tidak melihat bahwa optimisme terhadap sentimen tersebut semakin kuat.

“Ini menyiratkan bahwa mungkin ini hanyalah taktik strategis sebelum rapat G-20 yang akan digelar di Argentina bulan ini,” tandasnya.

Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, kemarin uang garuda berada di level Rp 14.755 per dolar. “Indeks dolar melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2017 di awal pekan perdagangan ini, mencapai level tertinggi 17 bulan untuk dolar dan rekor terendah untuk euro yang merosot ke level terendah sejak Juni 2017 karena apresiasi dolar ini,” tuturnya.

Menurutnya, reli dolar ini akan sangat menguji ketahanan mata uang lainnya. Namun, risiko terbesar yang mungkin akan diperhatikan investor adalah dampaknya pada pasar berkembang.

“Dolar yang menguat adalah salah satu faktor terbesar di balik melemahnya pasar berkembang di sepanjang musim panas, dan berita bahwa dolar mengalami reli ke level tertinggi baru akan membuat pasar mempertanyakan apakah pasar berkembang akan kembali melemah sebelum kita menutup tahun 2018,” jelasnya.

Jameel menyatakan, salah satu topik paling menarik untuk dipantau adalah apresiasi dolar ini cukup untuk membuat yuan Tiongkok terjungkal dan hampir menyentuh level tujuh psikologis terhadap dolar AS.

“Pergerakan dolar adalah tantangan berkelanjutan bagi pasar berkembang di sepanjang tahun ini, namun kekuatan yuan untuk menghindari level 7 terhadap USD dianggap sebagai salah satu lini pertahanan terakhir bagi pasar berkembang sebelum mengalami aksi jual yang luar biasa lagi,” tandasnya. (mys/jpg/ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 19 Mei 2019 10:38

Penerapan Tarif Baru, Maskapai Diapresiasi

JAKARTA – Kemarin (18/5) merupakan hari pertama penerapan Keputusan Menteri…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:13

Begini Inovasinya agar Produk UMKM Makin Jaya

INOVASI yang dilakukan Toko Purnama di Pasar Inpres Kebun Sayur,…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:12

Alokasi Belanja Pemerintah Turun

SAMARINDA- Alokasi belanja dan transfer seluruh pemerintah daerah di Kaltim…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:11

Jasa Pengiriman Kembali Melejit

BALIKPAPAN- PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Sultan Aji Muhammad…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:10

Berencana Tambah Dua Extra Flight ke Jakarta

BALIKPAPAN – Kementerian Perhubungan telah menerbitkan aturan tarif batas atas…

Jumat, 17 Mei 2019 21:42

Pertamina Bantu Branding Usaha Mikro yang Tak Gunakan Elpiji Subsidi

SAMARINDA - Pertamina berjanji akan lebih banyak membantu pelaku usaha…

Jumat, 17 Mei 2019 14:09

Indosat Tambah Kapasitas Traffic

BALIKPAPAN - Indosat Ooredoo menambah kapasitas traffic hingga 20 persen…

Jumat, 17 Mei 2019 14:07

Pajak Daerah Dominasi PAD Kaltim

SAMARINDA- Pada triwulan I 2019, realisasi pendapatan asli daerah (PAD)…

Jumat, 17 Mei 2019 00:00

Kembali Hadir di Samarinda dan Balikpapan, Smartfren Luncurkan Produk Double Berkah Silaturahmi

SAMARINDA - Tepat di bulan Ramadan dan menyambut hari raya…

Kamis, 16 Mei 2019 13:43

KPPU Pantau Tarif Baru, Awasi Potensi Kartel

JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyambut baik keputusan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*