MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 15 November 2018 06:30
Investor Masih Khawatir Pasar Negara Berkembang

PROKAL.CO, JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada dalam tren pelemahan. Sebab, dolar AS yang kembali berkibar dan membawa risiko penurunan berbagai mata uang lainnya di seluruh dunia.

Analis pasar uang Forex Time Jameel Ahmad mengatakan, selain perang dagang, pemicu kembalinya dolar berkuasa adalah Bank Sentral AS Federal Reserve dan divergensi bank sentral terkait kebijakan suku bunga ambisius Amerika Serikat.

“Jawaban mudah namun mungkin tidak akurat, jika kita mengingat bahwa Fed selalu konsisten menyampaikan akan menaikkan suku bunga AS sejak beberapa saat lamanya. Kebijakan suku bunga AS sudah terefleksikan dalam harga USD sejak dulu, artinya ada alasan lain di balik kenaikan kurs dolar,” ujarnya Rabu (14/11).

Menurutnya, kenaikan dolar disebabkan semakin besarnya keraguan bahwa Presiden Donald Trump bakal menemui kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Walaupun kita belum melihat perubahan berarti terhadap isu ini, kata dia, para investor juga tidak melihat bahwa optimisme terhadap sentimen tersebut semakin kuat.

“Ini menyiratkan bahwa mungkin ini hanyalah taktik strategis sebelum rapat G-20 yang akan digelar di Argentina bulan ini,” tandasnya.

Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, kemarin uang garuda berada di level Rp 14.755 per dolar. “Indeks dolar melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2017 di awal pekan perdagangan ini, mencapai level tertinggi 17 bulan untuk dolar dan rekor terendah untuk euro yang merosot ke level terendah sejak Juni 2017 karena apresiasi dolar ini,” tuturnya.

Menurutnya, reli dolar ini akan sangat menguji ketahanan mata uang lainnya. Namun, risiko terbesar yang mungkin akan diperhatikan investor adalah dampaknya pada pasar berkembang.

“Dolar yang menguat adalah salah satu faktor terbesar di balik melemahnya pasar berkembang di sepanjang musim panas, dan berita bahwa dolar mengalami reli ke level tertinggi baru akan membuat pasar mempertanyakan apakah pasar berkembang akan kembali melemah sebelum kita menutup tahun 2018,” jelasnya.

Jameel menyatakan, salah satu topik paling menarik untuk dipantau adalah apresiasi dolar ini cukup untuk membuat yuan Tiongkok terjungkal dan hampir menyentuh level tujuh psikologis terhadap dolar AS.

“Pergerakan dolar adalah tantangan berkelanjutan bagi pasar berkembang di sepanjang tahun ini, namun kekuatan yuan untuk menghindari level 7 terhadap USD dianggap sebagai salah satu lini pertahanan terakhir bagi pasar berkembang sebelum mengalami aksi jual yang luar biasa lagi,” tandasnya. (mys/jpg/ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 10:18

Peminat dari Luar Negeri Banyak, Buah Naga Butuh Hilirisasi

SAMARINDA- Bumi Etam memiliki banyak potensi dari bisnis pertanian. Salah…

Rabu, 20 Februari 2019 12:51

Okupansi Hotel Kaltim Belum Terpengaruh Tiket Mahal

SAMARINDA- Tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar…

Minggu, 17 Februari 2019 11:34

Harga Avtur Turun, Angin Segar bagi Maskapai

JAKARTA – Desakan pemerintah agar Pertamina menurunkan harga avtur akhirnya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*