MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 14 November 2018 11:00
Walet Rumahan Belum Sumbang PAD

Yadianto: Baru Tiga Usaha yang Lengkap Izinnya

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Usaha sarang walet rumahan kian tumbuh di Bumi Batiwakkal. Melihat potensi perekonomian yang besar, Pemkab Berau akhirnya membuat regulasi untuk mengatur usaha yang identik dengan bangunan tinggi tersebut.

Ya, usaha sarang burung walet rumahan telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38/2017 tentang Izin Pengelolaan dan Pengusahaan Sarang Burung Walet di luar Habitat Alami.

Sayangnya, semenjak diterbitkan jelang akhir tahun lalu, hingga saat ini baru tiga usaha sarang burung walet rumahan yang dianggap legal setelah mengantongi izin lengkap. Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Penetapan dan Administrasi, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Yadianto.

“Baru ada tiga usaha yang selesai izinnya hingga saat ini, baik IMB (izin mendirikan bangunan) usaha, maupun izin pengelolaannya,” katanya saat diwawancara Berau Post (Kaltim Post Group), Senin (12/11).

Saat ini pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai perizinan pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet rumahan yang dia sebut jumlahnya mencapai 500-an. Khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Talisayan, hingga Bidukbiduk.

Pihaknya juga telah memberikan edaran kepada pemilik usaha walet yang belum memiliki izin, agar segera mengurus perizinan. Dari data yang dimiliki pihaknya saat ini, jumlah usaha sarang burung walet rumahan di Berau sudah mencapai 300–400 usaha.

“Kebanyakan masih mengurus SPPL (surat pernyataan pengelolaan lingkungan) di DLHK supaya dapat IMB,” ucapnya.

Pasalnya, dalam Perbup Nomor 38 Tahun 2017 tersebut, aturan-aturan mesti dijalankan pemilik usaha sarang burung walet rumahan. Di antaranya, jam pembunyian rekaman suara walet hingga frekuensi pengeras suara.

Karena banyak usaha sarang burung walet rumahan yang tak mengantongi izin, secara tidak langsung turut mengurangi potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau.

“Pihak Bapenda yang menarik pajaknya tentu tidak berani melakukan penarikan. Sebab usaha sarang waletnya belum memiliki dasar hukum,” terang Yadianto.

Hal tersebut diakui Kepala Bapenda Berau Maulidiyah melalui Sub Bidang Pemeriksaan dan Keberatan, Iriansyah. Terang dia, pihaknya belum berani melakukan penarikan terhadap usaha sarang burung walet rumahan karena rata-rata belum mengantongi izin.

“Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari DPMPTSP mengenai usaha yang sudah berizin. Kalau sudah ada tentunya bisa kami tarik pajak saat usaha itu panen,” tuturnya.

Ungkap dia, dari aturan yang ada, setiap usaha sarang burung walet yang tengah panen wajib dilaporkan oleh pihak pengusaha. Pasalnya, dari hasil panen tersebut akan ditarik pajak panen sarang burung walet rumahan.

“Hitungannya itu 7 persen dari hasil panen, dikali dengan harga ketetapan dari pemerintah. Biasanya harga ketetapan ini dari Disperindagkop (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi),” singkatnya. (arp/udi/kpg/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 13:45

Kejari Deteksi Potensi Korupsi, Soroti Dugaan di Dua Proyek

SENDAWAR–Setelah kasus dugaan korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mahakam…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:28

Sekretariat DPRD Minta Hak Pengelolaan Rumjab

  SANGATTA-Rumah jabatan (rumjab) pimpinan DPRD Kutim di kawasan Kompleks…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:27
PPDB Jenjang Sekolah Dasar

INGAT..!! Calistung Bukan Syarat Penerimaan

TENGGARONG-Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SD segera dibuka. Sebelum…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:26

Fogging Tak Efektif Cegah DBD

SANGATTA– Angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kutim terus…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:16

Cegah Wabah Dari Luar, KKP Tanah Grogot Perketat Jalur Masuk

TANA PASER — Seiring maraknya penyebaran Monkeypox atau virus cacar…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:15

Pantau Jalur Transportasi dan Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

PENAJAM- Operasi Ketupat Mahakam 2019 akan dimulai pekan depan. Selama…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:13

MASIH BANYAK LOWONG..!! SD Kurang 823 Siswa, SMP Defisit 652 Siswa

PENAJAM- Batas tertinggi jumlah rombongan belajar (rombel) pada Penerimaan Peserta…

Jumat, 24 Mei 2019 11:05

Di Kabupaten Ini, DBD Makin Meresahkan

SANGATTA - Deman berdarah dengue (DBD) semakin meresahkan masyarakat Kutai…

Jumat, 24 Mei 2019 11:03

Warga Keluhkan Illegal Fishing dan Logging

SENDAWAR - Penindakan illegal fishing dan illegal logging disambut positif…

Jumat, 24 Mei 2019 11:01

Akui Tak Mudah Awasi Tahura Bukit Soeharto

TENGGARONG - Upaya UPTD Tahura melakukan upaya pencegahan atas perusakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*