MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 14 November 2018 11:00
Walet Rumahan Belum Sumbang PAD

Yadianto: Baru Tiga Usaha yang Lengkap Izinnya

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Usaha sarang walet rumahan kian tumbuh di Bumi Batiwakkal. Melihat potensi perekonomian yang besar, Pemkab Berau akhirnya membuat regulasi untuk mengatur usaha yang identik dengan bangunan tinggi tersebut.

Ya, usaha sarang burung walet rumahan telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38/2017 tentang Izin Pengelolaan dan Pengusahaan Sarang Burung Walet di luar Habitat Alami.

Sayangnya, semenjak diterbitkan jelang akhir tahun lalu, hingga saat ini baru tiga usaha sarang burung walet rumahan yang dianggap legal setelah mengantongi izin lengkap. Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Penetapan dan Administrasi, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Yadianto.

“Baru ada tiga usaha yang selesai izinnya hingga saat ini, baik IMB (izin mendirikan bangunan) usaha, maupun izin pengelolaannya,” katanya saat diwawancara Berau Post (Kaltim Post Group), Senin (12/11).

Saat ini pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai perizinan pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet rumahan yang dia sebut jumlahnya mencapai 500-an. Khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Talisayan, hingga Bidukbiduk.

Pihaknya juga telah memberikan edaran kepada pemilik usaha walet yang belum memiliki izin, agar segera mengurus perizinan. Dari data yang dimiliki pihaknya saat ini, jumlah usaha sarang burung walet rumahan di Berau sudah mencapai 300–400 usaha.

“Kebanyakan masih mengurus SPPL (surat pernyataan pengelolaan lingkungan) di DLHK supaya dapat IMB,” ucapnya.

Pasalnya, dalam Perbup Nomor 38 Tahun 2017 tersebut, aturan-aturan mesti dijalankan pemilik usaha sarang burung walet rumahan. Di antaranya, jam pembunyian rekaman suara walet hingga frekuensi pengeras suara.

Karena banyak usaha sarang burung walet rumahan yang tak mengantongi izin, secara tidak langsung turut mengurangi potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau.

“Pihak Bapenda yang menarik pajaknya tentu tidak berani melakukan penarikan. Sebab usaha sarang waletnya belum memiliki dasar hukum,” terang Yadianto.

Hal tersebut diakui Kepala Bapenda Berau Maulidiyah melalui Sub Bidang Pemeriksaan dan Keberatan, Iriansyah. Terang dia, pihaknya belum berani melakukan penarikan terhadap usaha sarang burung walet rumahan karena rata-rata belum mengantongi izin.

“Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari DPMPTSP mengenai usaha yang sudah berizin. Kalau sudah ada tentunya bisa kami tarik pajak saat usaha itu panen,” tuturnya.

Ungkap dia, dari aturan yang ada, setiap usaha sarang burung walet yang tengah panen wajib dilaporkan oleh pihak pengusaha. Pasalnya, dari hasil panen tersebut akan ditarik pajak panen sarang burung walet rumahan.

“Hitungannya itu 7 persen dari hasil panen, dikali dengan harga ketetapan dari pemerintah. Biasanya harga ketetapan ini dari Disperindagkop (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi),” singkatnya. (arp/udi/kpg/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:55

Besok, TimAppraisalSosialisasi di BPN

PENAJAM–Tuntutanpembayaran lahan untuk pembangunan jalan menuju Jembatan Pulau Balang di…

Kamis, 13 Desember 2018 10:54

Warga Muara Komam Tuntut Janji Perusahaan

TANA PASER–Warga Kecamatan Muara Komam, Arpan, menyampaikan keluhan masyarakat di…

Kamis, 13 Desember 2018 10:54

Satpol PP Segel Tower Tak Berizin

PENAJAM–Tower telekomunikasi yang berdiri di RT 03, Desa Sesulu, Kecamatan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:52

10 Calon Komisioner KPU Diumumkan Besok

TANA PASER–Peserta seleksi calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten…

Kamis, 13 Desember 2018 10:47

Belum Dapat Diterapkan

SANGATTA–Rencana pergantian status tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) menjadi pegawai…

Kamis, 13 Desember 2018 10:45

Lagi, Pupuk Kaltim Raih Penerapan Industri Hijau

BONTANG–Pupuk Kaltim kembali meraih penghargaan Industri Hijau Level 5, sebagai…

Kamis, 13 Desember 2018 10:43

Pantai Harapan Kini Terancam Abrasi

BIDUKBIDUK–Kawasan pantai di Kampung Pantai Harapan, Kecamatan Bidukbiduk, kini mulai…

Kamis, 13 Desember 2018 07:31

Wujudkan KLA Jadi Prioritas

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memiliki target untuk…

Kamis, 13 Desember 2018 07:30

Hiperbarik Sudah Bisa Dimanfaatkan 2019

TANJUNG REDEB – Fasilitas terapi oksigen atau hyperbaric chamber (hiperbarik)…

Kamis, 13 Desember 2018 07:29

Gelar Rapat Konsultasi dan Jambore Kader

TANJUNG REDEB – Tim Penggerak PKK menggelar rapat konsultasi dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .