MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 13 November 2018 12:24
Sibuk Saling Sindir, Paling Rugi Petahana
Ray Rangkuti menilai baik kubu Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi dinilai masih kurang memperontonkan adu gagasan atau visi. Keduanya sibuk saling sindir menyindir (Issak Ramadan/JawaPos.com)

PROKAL.CO, Ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait politik genderuwo terus menuai kritik. Sebab diksi seperti itu seharusnya tidak dilontarkan oleh seorang kepala negara. Terutama jelang Pilpres 2019.

Dari laman JawaPos.com, pengamat Politik Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menilai diksi Jokowi ini hanya menyebabkan naiknya tensi politik tanah air. Mengingat setiap ucapan yang keluar dari para pelaku politik selalu menjadi sorotan publik.

"Dalam situasi di mana hampir semua tindakan dan ucapan para capres dimasalahkan, ungkapan ini (politik genderuwo, Red) akan kembali menghangatkan suasana politik kita," ujar Ray du Jakarta, Selasa (13/11). Lebih lanjut, Ray beranggapan bahwa pertarungan Pilpres 2019 saat ini terlalu banyak diisi oleh sesuatu yang bersifat sindir-menyindir. Adu program dan gagasan disebutnya masih sangat minim dipertontokan oleh kedua belah pihak.

"Publik kita hanya ribut soal ungkapan yang sebenarnya tidak perlu. Dan wajah kampanye kita hanya seperti bertarung mengungkapkan ungkapan yang saling menyindir, belum masuk ke soal-soal substantif," imbuhnya.

Diksi-diksi seperti tampang Boyolali, politik genderuwo sebetulnya merugikan kedua kubu itu sendiri. Kerugian paling terasa justru menimpa petahana, Jokowi-Ma'ruf.

Ray menjelaskan, sikap diam Jokowi selama ini terhadap fitnah maupun kritik, justru menjadi trigger pemicu kenaikan elektabilitasnya. Pasalnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu lebih banyak menjawab kritik tersebut dengan kerja nyata. 

"Khususnya kepada Jokowi, sikap diamnya selama ini atas berbagai sindiran atau bahkan fitnah yang menghujamnya justru yang membuat simpati atasnya menguat," jelas Ray.

"Cara beliau menjawab seluruh sindiran, nyinyiran dan bahkan fitnah dengan fokus melaksanakan tugasnya justru jauh lebih efektif membuat elektabilitasnya naik," pungkasnya.(sat/JPC)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 10:32

Pendaftar SNMPTN Masih Minim, Tidak Ada Perpanjangan Waktu

JAKARTA-Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tidak akan memperpanjang…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

Polisi Lambat Tangani Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

JAKARTA-Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka kasus penganiayaan pegawai Komisi…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

TNI-AL Tangkap Delapan Kapal Asing

JAKARTA – Pelanggaran undang-undang pelayaran oleh kapal-kapal asing masih sering…

Minggu, 17 Februari 2019 22:45

Prabowo : Belum Semua Petani Bisa Kita Bela

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berbicara mengenai perkembangan…

Minggu, 17 Februari 2019 22:33

Sempat Terdengar Ledakan, Pendukung Capres Berhamburan

Bunyi ledakan terdengar jelas di luar lokasi debat kedua berlangsung.…

Minggu, 17 Februari 2019 22:25
Debat Kedua Pilpres

Jokowi Terus Menyindir, Bilang Prabowo Kurang Optimis

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyindir calon…

Minggu, 17 Februari 2019 12:16

Energi Terbarukan di Debat Kedua

Sehari jelang perhelatan debat malam nanti, Cawapres nomor urut 02…

Minggu, 17 Februari 2019 11:41
Kemenlu Terima Penundaan Mendadak

Belum Ada Jadwal Baru Kunjungan MBS

JAKARTA – Pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan penyambutan kunjungan kerja Pangeran…

Minggu, 17 Februari 2019 11:36

Pembagian Kuota Haji Tidak Berubah

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:48

PSSI Bantah Joko Driyono Jadi Tersangka Kasus Pengaturan Skor, Jadi Apa Dong?

PSSI membantah Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Menurut mereka,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*