MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 13 November 2018 12:24
Sibuk Saling Sindir, Paling Rugi Petahana
Ray Rangkuti menilai baik kubu Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi dinilai masih kurang memperontonkan adu gagasan atau visi. Keduanya sibuk saling sindir menyindir (Issak Ramadan/JawaPos.com)

PROKAL.CO, Ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait politik genderuwo terus menuai kritik. Sebab diksi seperti itu seharusnya tidak dilontarkan oleh seorang kepala negara. Terutama jelang Pilpres 2019.

Dari laman JawaPos.com, pengamat Politik Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menilai diksi Jokowi ini hanya menyebabkan naiknya tensi politik tanah air. Mengingat setiap ucapan yang keluar dari para pelaku politik selalu menjadi sorotan publik.

"Dalam situasi di mana hampir semua tindakan dan ucapan para capres dimasalahkan, ungkapan ini (politik genderuwo, Red) akan kembali menghangatkan suasana politik kita," ujar Ray du Jakarta, Selasa (13/11). Lebih lanjut, Ray beranggapan bahwa pertarungan Pilpres 2019 saat ini terlalu banyak diisi oleh sesuatu yang bersifat sindir-menyindir. Adu program dan gagasan disebutnya masih sangat minim dipertontokan oleh kedua belah pihak.

"Publik kita hanya ribut soal ungkapan yang sebenarnya tidak perlu. Dan wajah kampanye kita hanya seperti bertarung mengungkapkan ungkapan yang saling menyindir, belum masuk ke soal-soal substantif," imbuhnya.

Diksi-diksi seperti tampang Boyolali, politik genderuwo sebetulnya merugikan kedua kubu itu sendiri. Kerugian paling terasa justru menimpa petahana, Jokowi-Ma'ruf.

Ray menjelaskan, sikap diam Jokowi selama ini terhadap fitnah maupun kritik, justru menjadi trigger pemicu kenaikan elektabilitasnya. Pasalnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu lebih banyak menjawab kritik tersebut dengan kerja nyata. 

"Khususnya kepada Jokowi, sikap diamnya selama ini atas berbagai sindiran atau bahkan fitnah yang menghujamnya justru yang membuat simpati atasnya menguat," jelas Ray.

"Cara beliau menjawab seluruh sindiran, nyinyiran dan bahkan fitnah dengan fokus melaksanakan tugasnya justru jauh lebih efektif membuat elektabilitasnya naik," pungkasnya.(sat/JPC)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 12:03

Pemudik Jarak Jauh Mulai Padati Terminal

JAKARTA – Sejak Jumat (24/5) pemudik jarak jauh seperti Sumatra…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:44

Proses Visa Haji Mulai Syawal

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) sampai sekarang masih menerima pengumpulan…

Sabtu, 25 Mei 2019 14:40

Amien Rais: People Power Eggi Enteng-Entengan

KEBAYORAN BARU - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN),…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:23

PWI Peduli dari Anggota Untuk Masyarakat

JAKARTA- Menyatukan potensi yang dimiliki seluruh anggota, Persatuan Wartawan Indonesia…

Kamis, 23 Mei 2019 12:51

Ke Istana Lagi, tapi Tak Bahas Koalisi

BOGOR – Kans Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN)…

Kamis, 23 Mei 2019 10:39

Ini Wasiat Ustadz Arifin Ilhan

Jenazah almarhum Ustadz KH Muhammad Arifin Ilham, diperkirakan tiba di…

Kamis, 23 Mei 2019 10:00

Ustad Arifin Ilham Berpulang

PENANG -- Ustad Arifin Ilham berpulang semalam. Setelah sempat kritis…

Rabu, 22 Mei 2019 22:19
Rusuh di Jakarta, Sudah 6 Orang Meninggal

Kapolri Bilang, Tidak Ada Peluru Tajam, Petugas Cuma Bawa Perisai dan Pentungan

JAKARTA- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, kerusuhan yang terjadi di…

Rabu, 22 Mei 2019 11:27
M. Nuh Pimpin Dewan Pers

Ingin Perkuat Media Massa untuk Fungsi Edukasi

JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh terpilih…

Rabu, 22 Mei 2019 11:25

Partisipasi Pemilih Melonjak, Tertinggi sejak Pemilu 2004

JAKARTA – Pemilu 2019 menghasilkan sejumlah kejutan. Salah satunya adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*