MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 13 November 2018 12:24
Sibuk Saling Sindir, Paling Rugi Petahana
Ray Rangkuti menilai baik kubu Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi dinilai masih kurang memperontonkan adu gagasan atau visi. Keduanya sibuk saling sindir menyindir (Issak Ramadan/JawaPos.com)

PROKAL.CO, Ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait politik genderuwo terus menuai kritik. Sebab diksi seperti itu seharusnya tidak dilontarkan oleh seorang kepala negara. Terutama jelang Pilpres 2019.

Dari laman JawaPos.com, pengamat Politik Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menilai diksi Jokowi ini hanya menyebabkan naiknya tensi politik tanah air. Mengingat setiap ucapan yang keluar dari para pelaku politik selalu menjadi sorotan publik.

"Dalam situasi di mana hampir semua tindakan dan ucapan para capres dimasalahkan, ungkapan ini (politik genderuwo, Red) akan kembali menghangatkan suasana politik kita," ujar Ray du Jakarta, Selasa (13/11). Lebih lanjut, Ray beranggapan bahwa pertarungan Pilpres 2019 saat ini terlalu banyak diisi oleh sesuatu yang bersifat sindir-menyindir. Adu program dan gagasan disebutnya masih sangat minim dipertontokan oleh kedua belah pihak.

"Publik kita hanya ribut soal ungkapan yang sebenarnya tidak perlu. Dan wajah kampanye kita hanya seperti bertarung mengungkapkan ungkapan yang saling menyindir, belum masuk ke soal-soal substantif," imbuhnya.

Diksi-diksi seperti tampang Boyolali, politik genderuwo sebetulnya merugikan kedua kubu itu sendiri. Kerugian paling terasa justru menimpa petahana, Jokowi-Ma'ruf.

Ray menjelaskan, sikap diam Jokowi selama ini terhadap fitnah maupun kritik, justru menjadi trigger pemicu kenaikan elektabilitasnya. Pasalnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu lebih banyak menjawab kritik tersebut dengan kerja nyata. 

"Khususnya kepada Jokowi, sikap diamnya selama ini atas berbagai sindiran atau bahkan fitnah yang menghujamnya justru yang membuat simpati atasnya menguat," jelas Ray.

"Cara beliau menjawab seluruh sindiran, nyinyiran dan bahkan fitnah dengan fokus melaksanakan tugasnya justru jauh lebih efektif membuat elektabilitasnya naik," pungkasnya.(sat/JPC)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:33

Istri Bos "Kuda-Kudaan" di Gudang dengan Karyawan

Usia Karin memang tak muda lagi. Sudah 47 tahun. Tapi…

Selasa, 11 Desember 2018 12:47

Soal HAM, Prabowo dan Jokowi 11-12

JAKARTA - Partai Demokrat menyatakan Prabowo Subianto belum tentu lebih…

Selasa, 11 Desember 2018 12:22

Awas Kasus e-KTP DANGER!

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai kasus-kasus yang terkait dengan KTP…

Minggu, 09 Desember 2018 11:09

Banyuwangi Dinilai Paling Inovatif

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan sebagai…

Minggu, 09 Desember 2018 11:08

Rencana Menikah Tinggal Kenangan

Tak pernah terbersit di benak keluarga, Muhammad Agus alias Aso…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Bantuan Parpol Bisa Tembus Rp 9 Triliun

JAKARTA – Wacana agar negara berkontribusi lebih besar dalam pendanaan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Hujan dan Angin Kencang sampai Besok

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Jawa…

Minggu, 09 Desember 2018 10:59

Video Call sebelum Tidur

Kesibukan menjadi kepala negara, ditambah anak-anaknya yang tengah fokus membangun…

Minggu, 09 Desember 2018 10:57

Setahun Lebih Tersangka, Eks Kabid Ditahan KPK

JAKARTA – Setelah setahun lebih berstatus tersangka, mantan Kepala Bidang…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Elektabilitas Jokowi Stagnan, Ma'ruf Amin yang Disalahkan

JAKARTA- Diberitakan JawaPos.com, menjelang hari pemilihan pada Pilpres 2019, dua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .