MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 11 November 2018 10:23
BPBD Waspadai Risiko Tiga Bencana Alam
IMBAS CUACA BURUK: Personel BPBD Kabupaten Madiun mengangkat puing bangunan rumah warga yang rubuh karena hujan deras diikuti angin kencang.

PROKAL.CO, MEJAYAN–Hujan sepekan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menyalakan tanda bahaya. Indeks risiko bencana Indonesia (IRBI) menyebut kabupaten ini termasuk daerah berisiko tinggi. ‘’Sejak 2013, risiko kabupaten ini tercatat pada tiga kategori kejadian,’’ urai Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun Supriyanto, kemarin (10/11).

Pertama, untuk multi-ancaman menempati urutan ke-253 dari 496 kota/kabupaten se-Indonesia. Gabungan ancaman dari berbagai jenis bencana itu juga menempatkan kabupaten ini berada di urutan ke-24 dari seluruh kota/kabupaten Jawa Timur. ‘’Ketiga setelah Pacitan dan Ponorogo dari eks-Karesidenan Madiun.’’

Bila diperinci, jenis bencana banjir menempati posisi 36 dan 106 untuk bencana longsor. Keduanya termasuk jenis bencana alam berisiko tinggi dalam skala nasional. Sedangkan hujan dan angin kencang masuk kategori sedang.

Klasifikasi risiko itu mendasar kajian dan pemetaan tingkat kerentanan wilayah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bagaimana kesiapan pemkab? ''Kami sudah membahas persiapan menghadapi datangnya musim hujan ini dengan Pak Seda (Tontro Pahlawanto),'' kata Supriyanto. Dia menyatakan, awal bulan ini memasuki pancaroba. Kecenderungan dari peralihan musim kemarau ke musim hujan dibarengi terjadinya serentetan potensi bencana. Di antaranya,  hujan deras diikuti angin kencang yang bisa merobohkan pepohonan dan bangunan. Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi puting beliung.

‘’Kami pun segera berkoordinasi dengan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait dan camat di wilayah rawan bencana,'' tegasnya kepada Radar Mejayan. Jiwan dan Dagangan, sebut Supriyanto, menjadi daerah rawan angin kencang, puting beliung hingga longsor. Hampir setiap tahun dua kecamatan itu selalu terdampak. ‘’Yang tinggal di lereng pegunungan wajib waspada,’’ tuturnya.  BPBD mencatat 25 desa  di antara enam kecamatan berpotensi longsor. Gemarang, Kare, dan Dagangan termasuk zona merah. Jika itu terjadi, warga terdampak diminta cepat mengungsi terlebih dahulu ke tempat aman. “ sebanyak 60 relawan kami siagakan untuk menjangkau daerah-daerah pelosok,'' ujarnya. (cor/fin/riz/k16)

Musibah di Kota di Hujan Keempat

SEMENTARA itu, hujan sore kemarin (10/11) membawa petaka bagi Puguh Istiono. Rumah yang dia tinggali di gang Margopeni, Jalan Gajah Mada, roboh akibat kencangnya angin yang berembus sesaat sebelum hujan turun. Kendati tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 30 juta. ’’Ketika sebelum hujan, angin cukup kencang. Posisi pemilik rumah masih berada di dalam saat kejadian,’’ ungkap Lurah Manguharjo Hartanto, kemarin.

Hartanto mengatakan, musibah yang menimpa warganya itu terjadi sekitar pukul l4.45. Langit mendung sejak 14.30. Ketika awan mulai menghitam, angin mendadak berembus cukup kencang di lingkungan tersebut. Hujan belum sempat berangsur lebat, rumah Puguh bagian depan mendadak roboh. Suara saat dinding dan atap rumah Puguh roboh terdengar hebat. Mengubur sepeda motor dan mebeler. Saat itu, kata Hartanto, Puguh berada di ruang tengah rumahnya.

‘’Yang roboh ruang tamu dan kamar di bagian depan rumah. Disana ada sepeda motor tapi masih dalam kondisi baik. Tapi mebelernya seperti meja dan kursi rusak semua,’’ terangnya. Menurut Hartanto, kondisi bangunan rumah Puguh relatif tua. Kendati demikian, dia tidak menyangka jika dinding rumah Puguh ternyata sudah cukup lapuk. Hingga, dengan mudahnya roboh begitu dihajar angin kencang. Usai kejadian, Hartanto dan tiga anggota keluarganya untuk sementara diungsikan di rumah kerabat yang juga di lingkungan Margopeni.

’’Rumahnya memang sudah tua. Yang biasa ditinggali bangunan rumah belakangnya, bukan yang roboh ini,’’ beber Hartanto.

Personel BPBD bergerak cepat. Kepala BPBD Agus Hariono ikut turun meninjau lokasi kejadian. Proses evakuasi menyelamatkan barang berharga Puguh langsung dilakukan. Berikut material rumah yang masih bisa diselamatkan. Menurut Agus, kecepatan angin kala merobohkan rumah Puguh kemarin sore sebenarnya tidak begitu kencang. Informasi yang dia terima dari BMKG, berkisar 30 kilometer per jam. ’’Salah satu penyebab roboh karena faktor dindingnya yang juga lapuk. Sudah tidak mampu menahan terpaan angin,’’ kata dia.

Pun demikian halnya dengan intensitas hujan kemarin. Menurut Agus, hanya relatif sedang. Namun demikian, musibah tetaplah musibah. BPBD mengevakuasi barang berharga Puguh juga merobohkan dinding yang tersisa dari depan rumah yang sudah lapuk itu. ‘’Tidak ada korban jiwa. Untuk sementara, tinggal di rumah saudara yang lebih aman,’’ ujarnya, sembari menyebut puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada bulan Desember. (naz/ota/riz)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 12:10

Belasan Camat yang Dukung Pasangan 01 Itu Bisa Dicopot

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ikut bereaksi atas netralitas camat di…

Sabtu, 23 Februari 2019 12:06

Satelit Nusantara Satu Telah Mengorbit

 CAPE CANAVERAL – Perusahaan tranportasi luar angkasa SpaceX kembali meluncurkan…

Sabtu, 23 Februari 2019 11:49

PARAH..!! Dalam Video, 15 Camat Dukung Paslon, Diperiksa Bawaslu

 MAKASSAR-  Bawaslu Sulsel bergerak cepat mengusut video dukungan capres. Setelah…

Jumat, 22 Februari 2019 12:40

11 Bahasa Dinyatakan Punah

JAKARTA – Badan Bahasa telah mencatat 668 bahasa daerah. Dari…

Jumat, 22 Februari 2019 12:29

BEJAT..!! Pria Ini “Garap” Anak Seminggu 3 Kali

 JAMBI - Pria bejat diringkus polisi. Dia berinisial SMJ (42).…

Jumat, 22 Februari 2019 12:27

BEGH...HEBAT BETUL..!! Napi Ngaku Kapolsek

JAMBI - Anggota Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Jatanras) Polda…

Jumat, 22 Februari 2019 12:12

Dana Desa Jangan Jadi Bahan Kampanye

 JAKARTA – Dana desa sudah dijadikan para pejabat dan caleg…

Jumat, 22 Februari 2019 09:35

Prabowo Kaget Didatangi Mbak Tutut

JAKARTA- Capres Prabowo Subianto hari Rabu (20/2) dibuat sedikit kelabakan.…

Jumat, 22 Februari 2019 09:29

SMSI Persoalkan Hilangnya Iklan Kampanye Melalui Media dalam Jaringan pada Pemilu 2019

JAKARTA- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mempersoalkan hilangnya ketentuan penayangan…

Kamis, 21 Februari 2019 09:20

Jokowi-Ma’ruf Siapkan Dua Juta Saksi

JAKARTA – Kubu capres-cawapres 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengerahkan sumber…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*