MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 11 November 2018 10:23
BPBD Waspadai Risiko Tiga Bencana Alam
IMBAS CUACA BURUK: Personel BPBD Kabupaten Madiun mengangkat puing bangunan rumah warga yang rubuh karena hujan deras diikuti angin kencang.

PROKAL.CO, MEJAYAN–Hujan sepekan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menyalakan tanda bahaya. Indeks risiko bencana Indonesia (IRBI) menyebut kabupaten ini termasuk daerah berisiko tinggi. ‘’Sejak 2013, risiko kabupaten ini tercatat pada tiga kategori kejadian,’’ urai Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun Supriyanto, kemarin (10/11).

Pertama, untuk multi-ancaman menempati urutan ke-253 dari 496 kota/kabupaten se-Indonesia. Gabungan ancaman dari berbagai jenis bencana itu juga menempatkan kabupaten ini berada di urutan ke-24 dari seluruh kota/kabupaten Jawa Timur. ‘’Ketiga setelah Pacitan dan Ponorogo dari eks-Karesidenan Madiun.’’

Bila diperinci, jenis bencana banjir menempati posisi 36 dan 106 untuk bencana longsor. Keduanya termasuk jenis bencana alam berisiko tinggi dalam skala nasional. Sedangkan hujan dan angin kencang masuk kategori sedang.

Klasifikasi risiko itu mendasar kajian dan pemetaan tingkat kerentanan wilayah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bagaimana kesiapan pemkab? ''Kami sudah membahas persiapan menghadapi datangnya musim hujan ini dengan Pak Seda (Tontro Pahlawanto),'' kata Supriyanto. Dia menyatakan, awal bulan ini memasuki pancaroba. Kecenderungan dari peralihan musim kemarau ke musim hujan dibarengi terjadinya serentetan potensi bencana. Di antaranya,  hujan deras diikuti angin kencang yang bisa merobohkan pepohonan dan bangunan. Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi puting beliung.

‘’Kami pun segera berkoordinasi dengan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait dan camat di wilayah rawan bencana,'' tegasnya kepada Radar Mejayan. Jiwan dan Dagangan, sebut Supriyanto, menjadi daerah rawan angin kencang, puting beliung hingga longsor. Hampir setiap tahun dua kecamatan itu selalu terdampak. ‘’Yang tinggal di lereng pegunungan wajib waspada,’’ tuturnya.  BPBD mencatat 25 desa  di antara enam kecamatan berpotensi longsor. Gemarang, Kare, dan Dagangan termasuk zona merah. Jika itu terjadi, warga terdampak diminta cepat mengungsi terlebih dahulu ke tempat aman. “ sebanyak 60 relawan kami siagakan untuk menjangkau daerah-daerah pelosok,'' ujarnya. (cor/fin/riz/k16)

Musibah di Kota di Hujan Keempat

SEMENTARA itu, hujan sore kemarin (10/11) membawa petaka bagi Puguh Istiono. Rumah yang dia tinggali di gang Margopeni, Jalan Gajah Mada, roboh akibat kencangnya angin yang berembus sesaat sebelum hujan turun. Kendati tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 30 juta. ’’Ketika sebelum hujan, angin cukup kencang. Posisi pemilik rumah masih berada di dalam saat kejadian,’’ ungkap Lurah Manguharjo Hartanto, kemarin.

Hartanto mengatakan, musibah yang menimpa warganya itu terjadi sekitar pukul l4.45. Langit mendung sejak 14.30. Ketika awan mulai menghitam, angin mendadak berembus cukup kencang di lingkungan tersebut. Hujan belum sempat berangsur lebat, rumah Puguh bagian depan mendadak roboh. Suara saat dinding dan atap rumah Puguh roboh terdengar hebat. Mengubur sepeda motor dan mebeler. Saat itu, kata Hartanto, Puguh berada di ruang tengah rumahnya.

‘’Yang roboh ruang tamu dan kamar di bagian depan rumah. Disana ada sepeda motor tapi masih dalam kondisi baik. Tapi mebelernya seperti meja dan kursi rusak semua,’’ terangnya. Menurut Hartanto, kondisi bangunan rumah Puguh relatif tua. Kendati demikian, dia tidak menyangka jika dinding rumah Puguh ternyata sudah cukup lapuk. Hingga, dengan mudahnya roboh begitu dihajar angin kencang. Usai kejadian, Hartanto dan tiga anggota keluarganya untuk sementara diungsikan di rumah kerabat yang juga di lingkungan Margopeni.

’’Rumahnya memang sudah tua. Yang biasa ditinggali bangunan rumah belakangnya, bukan yang roboh ini,’’ beber Hartanto.

Personel BPBD bergerak cepat. Kepala BPBD Agus Hariono ikut turun meninjau lokasi kejadian. Proses evakuasi menyelamatkan barang berharga Puguh langsung dilakukan. Berikut material rumah yang masih bisa diselamatkan. Menurut Agus, kecepatan angin kala merobohkan rumah Puguh kemarin sore sebenarnya tidak begitu kencang. Informasi yang dia terima dari BMKG, berkisar 30 kilometer per jam. ’’Salah satu penyebab roboh karena faktor dindingnya yang juga lapuk. Sudah tidak mampu menahan terpaan angin,’’ kata dia.

Pun demikian halnya dengan intensitas hujan kemarin. Menurut Agus, hanya relatif sedang. Namun demikian, musibah tetaplah musibah. BPBD mengevakuasi barang berharga Puguh juga merobohkan dinding yang tersisa dari depan rumah yang sudah lapuk itu. ‘’Tidak ada korban jiwa. Untuk sementara, tinggal di rumah saudara yang lebih aman,’’ ujarnya, sembari menyebut puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada bulan Desember. (naz/ota/riz)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 12:22

Awas Kasus e-KTP DANGER!

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai kasus-kasus yang terkait dengan KTP…

Minggu, 09 Desember 2018 11:09

Banyuwangi Dinilai Paling Inovatif

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan sebagai…

Minggu, 09 Desember 2018 11:08

Rencana Menikah Tinggal Kenangan

Tak pernah terbersit di benak keluarga, Muhammad Agus alias Aso…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Bantuan Parpol Bisa Tembus Rp 9 Triliun

JAKARTA – Wacana agar negara berkontribusi lebih besar dalam pendanaan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Hujan dan Angin Kencang sampai Besok

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Jawa…

Minggu, 09 Desember 2018 10:59

Video Call sebelum Tidur

Kesibukan menjadi kepala negara, ditambah anak-anaknya yang tengah fokus membangun…

Minggu, 09 Desember 2018 10:57

Setahun Lebih Tersangka, Eks Kabid Ditahan KPK

JAKARTA – Setelah setahun lebih berstatus tersangka, mantan Kepala Bidang…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Elektabilitas Jokowi Stagnan, Ma'ruf Amin yang Disalahkan

JAKARTA- Diberitakan JawaPos.com, menjelang hari pemilihan pada Pilpres 2019, dua…

Jumat, 07 Desember 2018 08:36

NGERI..!! Kelompok Begal "Ero-Ero" Rekrut Pelajar

MAKASSAR- Kecanduan narkoba dan tergabung dalam kelompok begal sadis. Rieynandi…

Jumat, 07 Desember 2018 08:25

Ma’ruf Bantah Sakit, Hanya Terkilir

JAKARTA – Akhir-akhir ini, cawapres Ma’ruf Amin lebih sering berada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .