MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 11 November 2018 10:19
Kajati Sulsel Minta Bantuan KPK

Tangkap Buron Kasus Penyewaan Lahan Negara

-

PROKAL.CO, MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mulai angkat tangan mengejar Soedirjo Aliman alias Jen Tang. Tersangka kasus penyewahan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kota Makassar, itu sudah hampir setahun berstatus buron.

Pelbagai upaya telah dilakukan pihak Kejati Sulsel untuk menangkap Jen Tang. Bahkan penyidik juga telah melakukan upaya pencekalan agar Jen Tang tidak bisa keluar negeri. Namun, penyidik masih terus menemui jalan buntu.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel Tarmizi mengaku telah meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap Jen Tang. Pihak KPK, kata Tarmizi, sejauh ini memberikan respons positif untuk ikut terlibat dalam penanganan kasus Jen Tang. “KPK meminta laporan penanganan untuk mem-back up,” katanya.

Alhamdulillah, kata Tarmizi, KPK bersedia membantu dalam penanganan kasus ini. Bahkan kasus ini juga menjadi perhatian pihak KPK. Terutama dalam hal membantu untuk melacak keberadaan Jen Tang.

Bahkan pihaknya juga telah meminta bantuan pihak Polri dan Interpol, untuk melakukan pelacakan dan penangkapan terhadap buron tersebut. Dia meminta Jen Tang mau menyerahkan diri secara baik-baik, agar perkara itu bisa diselesaikan dengan cepat.

Untuk diketahui, Jen Tang dinilai berperan sebagai aktor utama di balik terjadinya kerugian negara dalam pelaksanaan kegiatan penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Penetapan Jen Tang sebagai tersangka dikuatkan oleh beberapa bukti. Di antaranya, bukti yang didapatkan dari hasil pengembangan fakta persidangan atas tiga terdakwa dalam kasus korupsi penyewaan lahan negara Buloa yang hingga saat ini perkaranya bergulir di tingkat kasasi. Ketiga terdakwa masing-masing yakni M Sabri, Rusdin, dan Jayanti.

Bukti lainnya yakni hasil penelusuran tim penyidik dengan Pusat Pelatihan dan Aliran Transaksi Keuangan (PPATK). Di mana dana sewa lahan diambil oleh Jen Tang melalui keterlibatan pihak lain terlebih dahulu.

Jen Tang dinilai secara tanpa hak menguasai tanah negara seolah-olah miliknya, sehingga PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero selaku pelaksana proyek Makassar New Port terpaksa mengeluarkan uang Rp 500 juta untuk biaya penyewaan tanah.

Penetapan Jen Tang sebagai tersangka juga merupakan tindak lanjut dari langkah Kejati Sulsel dalam mengungkap secara tuntas dugaan penyimpangan lain di seputar lokasi proyek pembangunan Makassar New Port untuk mendukung percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional di Sulsel.

Tersangka terbilang licin. Dia selalu berhasil menyembunyikan diri, walau berbagai cara telah dilakukan kejaksaan untuk menangkapnya.

Sebelumnya, puluhan orang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Koordinator Komisariat Universitas Bosowa Makassar menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejati. Aksi ini sempat ricuh. Penyebabnya, massa memaksa hendak masuk ke halaman kantor Kejati.

Akibat kericuhan tersebut, pagar kantor Kejati Sulsel rusak setelah digoyang berkali-kali. Massa juga terlibat pembakaran ban serta boneka berbentuk mayat. Demo juga memicu kemacetan parah di Jalan Urip Sumoharjo.

Dalam orasinya, mereka menuntut agar Kejati Sulsel segera menangkap Jen Tang yang hingga saat ini masih bebas berkeliaran. “Ini bukti kalau kejati tidak mampu menangkap dan menuntaskan kasus yang melibatkan Jen Tang. Kami tidak melihat ada upaya kejati untuk serius menyikapi persoalan ini,” tegas Wirawan Kusuma Umar, juru bicara demonstran. (mat/bkm/JPC/kri/k16)

 


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 12:22

Awas Kasus e-KTP DANGER!

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai kasus-kasus yang terkait dengan KTP…

Minggu, 09 Desember 2018 11:09

Banyuwangi Dinilai Paling Inovatif

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan sebagai…

Minggu, 09 Desember 2018 11:08

Rencana Menikah Tinggal Kenangan

Tak pernah terbersit di benak keluarga, Muhammad Agus alias Aso…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Bantuan Parpol Bisa Tembus Rp 9 Triliun

JAKARTA – Wacana agar negara berkontribusi lebih besar dalam pendanaan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Hujan dan Angin Kencang sampai Besok

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Jawa…

Minggu, 09 Desember 2018 10:59

Video Call sebelum Tidur

Kesibukan menjadi kepala negara, ditambah anak-anaknya yang tengah fokus membangun…

Minggu, 09 Desember 2018 10:57

Setahun Lebih Tersangka, Eks Kabid Ditahan KPK

JAKARTA – Setelah setahun lebih berstatus tersangka, mantan Kepala Bidang…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Elektabilitas Jokowi Stagnan, Ma'ruf Amin yang Disalahkan

JAKARTA- Diberitakan JawaPos.com, menjelang hari pemilihan pada Pilpres 2019, dua…

Jumat, 07 Desember 2018 08:36

NGERI..!! Kelompok Begal "Ero-Ero" Rekrut Pelajar

MAKASSAR- Kecanduan narkoba dan tergabung dalam kelompok begal sadis. Rieynandi…

Jumat, 07 Desember 2018 08:25

Ma’ruf Bantah Sakit, Hanya Terkilir

JAKARTA – Akhir-akhir ini, cawapres Ma’ruf Amin lebih sering berada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .