MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 11 November 2018 10:19
Kajati Sulsel Minta Bantuan KPK

Tangkap Buron Kasus Penyewaan Lahan Negara

-

PROKAL.CO, MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mulai angkat tangan mengejar Soedirjo Aliman alias Jen Tang. Tersangka kasus penyewahan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kota Makassar, itu sudah hampir setahun berstatus buron.

Pelbagai upaya telah dilakukan pihak Kejati Sulsel untuk menangkap Jen Tang. Bahkan penyidik juga telah melakukan upaya pencekalan agar Jen Tang tidak bisa keluar negeri. Namun, penyidik masih terus menemui jalan buntu.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel Tarmizi mengaku telah meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap Jen Tang. Pihak KPK, kata Tarmizi, sejauh ini memberikan respons positif untuk ikut terlibat dalam penanganan kasus Jen Tang. “KPK meminta laporan penanganan untuk mem-back up,” katanya.

Alhamdulillah, kata Tarmizi, KPK bersedia membantu dalam penanganan kasus ini. Bahkan kasus ini juga menjadi perhatian pihak KPK. Terutama dalam hal membantu untuk melacak keberadaan Jen Tang.

Bahkan pihaknya juga telah meminta bantuan pihak Polri dan Interpol, untuk melakukan pelacakan dan penangkapan terhadap buron tersebut. Dia meminta Jen Tang mau menyerahkan diri secara baik-baik, agar perkara itu bisa diselesaikan dengan cepat.

Untuk diketahui, Jen Tang dinilai berperan sebagai aktor utama di balik terjadinya kerugian negara dalam pelaksanaan kegiatan penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Penetapan Jen Tang sebagai tersangka dikuatkan oleh beberapa bukti. Di antaranya, bukti yang didapatkan dari hasil pengembangan fakta persidangan atas tiga terdakwa dalam kasus korupsi penyewaan lahan negara Buloa yang hingga saat ini perkaranya bergulir di tingkat kasasi. Ketiga terdakwa masing-masing yakni M Sabri, Rusdin, dan Jayanti.

Bukti lainnya yakni hasil penelusuran tim penyidik dengan Pusat Pelatihan dan Aliran Transaksi Keuangan (PPATK). Di mana dana sewa lahan diambil oleh Jen Tang melalui keterlibatan pihak lain terlebih dahulu.

Jen Tang dinilai secara tanpa hak menguasai tanah negara seolah-olah miliknya, sehingga PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero selaku pelaksana proyek Makassar New Port terpaksa mengeluarkan uang Rp 500 juta untuk biaya penyewaan tanah.

Penetapan Jen Tang sebagai tersangka juga merupakan tindak lanjut dari langkah Kejati Sulsel dalam mengungkap secara tuntas dugaan penyimpangan lain di seputar lokasi proyek pembangunan Makassar New Port untuk mendukung percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional di Sulsel.

Tersangka terbilang licin. Dia selalu berhasil menyembunyikan diri, walau berbagai cara telah dilakukan kejaksaan untuk menangkapnya.

Sebelumnya, puluhan orang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Koordinator Komisariat Universitas Bosowa Makassar menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejati. Aksi ini sempat ricuh. Penyebabnya, massa memaksa hendak masuk ke halaman kantor Kejati.

Akibat kericuhan tersebut, pagar kantor Kejati Sulsel rusak setelah digoyang berkali-kali. Massa juga terlibat pembakaran ban serta boneka berbentuk mayat. Demo juga memicu kemacetan parah di Jalan Urip Sumoharjo.

Dalam orasinya, mereka menuntut agar Kejati Sulsel segera menangkap Jen Tang yang hingga saat ini masih bebas berkeliaran. “Ini bukti kalau kejati tidak mampu menangkap dan menuntaskan kasus yang melibatkan Jen Tang. Kami tidak melihat ada upaya kejati untuk serius menyikapi persoalan ini,” tegas Wirawan Kusuma Umar, juru bicara demonstran. (mat/bkm/JPC/kri/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 10:32

Pendaftar SNMPTN Masih Minim, Tidak Ada Perpanjangan Waktu

JAKARTA-Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tidak akan memperpanjang…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

Polisi Lambat Tangani Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

JAKARTA-Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka kasus penganiayaan pegawai Komisi…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

TNI-AL Tangkap Delapan Kapal Asing

JAKARTA – Pelanggaran undang-undang pelayaran oleh kapal-kapal asing masih sering…

Minggu, 17 Februari 2019 22:45

Prabowo : Belum Semua Petani Bisa Kita Bela

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berbicara mengenai perkembangan…

Minggu, 17 Februari 2019 22:33

Sempat Terdengar Ledakan, Pendukung Capres Berhamburan

Bunyi ledakan terdengar jelas di luar lokasi debat kedua berlangsung.…

Minggu, 17 Februari 2019 22:25
Debat Kedua Pilpres

Jokowi Terus Menyindir, Bilang Prabowo Kurang Optimis

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyindir calon…

Minggu, 17 Februari 2019 12:16

Energi Terbarukan di Debat Kedua

Sehari jelang perhelatan debat malam nanti, Cawapres nomor urut 02…

Minggu, 17 Februari 2019 11:41
Kemenlu Terima Penundaan Mendadak

Belum Ada Jadwal Baru Kunjungan MBS

JAKARTA – Pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan penyambutan kunjungan kerja Pangeran…

Minggu, 17 Februari 2019 11:36

Pembagian Kuota Haji Tidak Berubah

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:48

PSSI Bantah Joko Driyono Jadi Tersangka Kasus Pengaturan Skor, Jadi Apa Dong?

PSSI membantah Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Menurut mereka,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*