MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 10 November 2018 06:43
Enam Generasi Terisolasi, Kini Berkah Bertubi

Pelukan Viral sang Jenderal Dinanti di Kampung Tertinggal

PAHLAWAN SEBENARNYA: Tampak prajurit TNI berjuang mendirikan tongkat-tongkat jembatan di atas Danau Melintang, mengentaskan masalah isolasi hampir seabad.

PROKAL.CO, Menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, warga Desa Melintang, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara menemukan sosok pahlawan sebenarnya.

MUHAMAD RIFQI HIDAYATULLAH, Tenggarong

NADIA, bocah berusia enam tahun berleyeh-leyeh di punggung seorang prajurit TNI yang beristirahat di teras masjid di Desa Melintang, Kecamatan Muara Wis, Jumat (9/11). Lima prajurit TNI baru saja menunaikan salat Asar. Pelukan erat Nadia tampak tak begitu ditanggapi oleh prajurit tadi. Bukan lantaran tak suka, melainkan hal tersebut sudah menjadi pemandangan biasa bagi prajurit yang selama sebulan terakhir melaksanakan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Saking akrabnya, Nadia beserta teman sebayanya, Abdul, tampak berebut meletakkan tubuhnya di punggung prajurit yang duduk di teras masjid itu. Sukacita Nadia berkumpul dengan ratusan prajurit TNI Angkatan Darat sebentar lagi berakhir. Rasa haru begitu terpancar di wajah polosnya. Rampungnya pembangunan jembatan ulin sepanjang 1.100 meter yang menghubungkan Desa Melintang menuju Desa Sebemban seolah menjadi alarm; kebersamaan warga dengan TNI tak lama lagi akan berakhir.

Menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, Nadia seolah menemukan sosok pahlawan sebenarnya. “Jangan nakal nanti yah, harus nurut dengan orangtua,” ujar prajurit TNI tadi. Lalu dijawab dengan anggukan kepala oleh Nadia. Pada Selasa (13/11) nanti, Nadia dan penduduk Desa Melintang bakal kedatangan tamu istimewa. Yakni Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono. Perwira tinggi yang dikenal humanis, dengan empat bintang di pundak. Sang jenderal yang beberapa waktu viral di media sosial karena memeluk prajurit lalu membuang pangkat di pundaknya.

“Namanya sekarang sudah ada akses internet Mas. Katanya beliau mau datang ke kampung kami (Desa Melintang). Makanya kami juga ikut senang. Prajurit TNI di sini ramah, sama juga seperti beliau (KSAD),” ucap salah seorang warga yang baru keluar dari masjid.

***

Kedatangan ratusan prajurit TNI sejak dua bulan terakhir, membuat senyum warga merekah. Semula mereka merasa tabu. Lantaran kampung mereka tak pernah didatangi prajurit TNI sebanyak ini. Setelah dilakukan sosialisasi, mereka pun memahami bahwa personel TNI datang membuka isolasi akses jalur darat. Lantaran selama hampir satu abad, kampung di tengah danau Melintang itu masih terisolasi. Melalui program TMMD ke-103, pada tahun ini, personel TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0906/Tenggarong menancapkan satu per satu kayu ulin yang menjadi penopang jembatan selebar 4 meter.

 Jumlah kayu yang dibutuhkan sekitar 400 kubik banyaknya. Tentu saja bukan perkara mudah. Hanya untuk mengantar sembako ke desa tersebut, memerlukan biaya, waktu serta tenaga yang tidak sedikit. Lantaran harus melalui rute panjang dengan menggunakan perahu ces atau ketinting sebagai transportasi utama. Dipilihnya kayu ulin sebagai bahan utama penopang jembatan bukan tanpa sebab. Tanaman khas Kalimantan itu memiliki kekuatan melebihi kayu lainnya.

Memiliki karakteristik yang kokoh. Kayu ini juga cocok membelah Danau Melintang yang kerap pasang surut. Selain itu, kayu ini kebal dari serangan rayap. Maka tak heran, warga di Desa Melintang juga menopang rumah-rumahnya dengan kayu-kayu tersebut. Di sela-sela kesibukannya memantau pembangunan jembatan, Komadan Kodim 0906/Tenggarong Letnan Kolonel Czi Bayu Kurniawan mengatakan, kayu ulin tersebut diperoleh dari Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Barat. Jaraknya hingga ratusan kilometer menuju Desa Melintang. Diangkut dengan berbagai alat transportasi.

Mulai dari menggunakan truk, feri tradisional hingga perahu ces. Pasalnya, jalur sungai menuju Desa Danau Melintang saat ini sedang surut. Begitu juga dengan danau yang biasanya mengisolasi kampung, kini kondisinya sedang kering kerontang lantaran musim kemarau. Untuk menuju Muara Wis, dari Tenggarong, ibu kota Kutai Kartanegara, terlebih dahulu melalui Kecamatan Kota Bangun dengan jarak tempuh hampir 100 kilometer. Lalu menumpang feri tradisional menuju Kota Bangun Seberang. Kemudian kembali melintasi jalan tak mulus dan berdebu sepanjang belasan kilometer menuju Desa Muara Wis yang menjadi pusat kecamatan. 

Dari Desa Muara Wis, ada dua jalur alternatif menuju Desa Melintang. Yaitu, menyisir Desa Sebemban melalui jalur darat. Atau jalur sungai, yang jaraknya lebih jauh. Untuk jalur darat hanya bisa dilalui jika kondisi danau sedang mengering saat musim kemarau. Keberadaan Desa Melintang memang bukan hanya jauh dan berada di tengah-tengah danau seluas 11 ribu hektare, melainkan juga akses jalan yang sulit dan nyaris jarang didatangi warga lainnya. Jika kondisi air danau pasang, akses menuju Desa Melintang dengan perahu ces, melintasi Desa Muara Wis, harus melewati jalur sungai di Desa Sebemban, Muara Muntai Ulu, dan Muara Muntai Ilir (Kecamatan Muara Muntai). Kemudian menyusuri Sungai Rebak Rinding hingga akhirnya sampai ke Danau Melintang.

Jika sedang musim pasang, ombak danau bisa mencapai ketinggian 2 meter dan sering kali membahayakan. Maka tak salah jika Desa Melintang juga disebut sebagai “water world” Kukar. Lantaran jika tak musim kemarau, sejauh mata memandang hanya terlihat air dari permukiman ini. Sedangkan saat musim kemarau seperti saat ini, akses terdekat bisa dilalui dengan menyisir jalan di Desa Muara Wis, Sebemban, lalu Melintang. Jalur ini dipastikan tak bisa dilintasi kendaraan jika kondisi air danau sedang pasang. Dasar Danau Melintang pun baru bisa dilalui kendaraan jika benar-benar kering. Selain itu, mobil tak bisa memasuki jalur-jalur sempit yang ada.

Maka masalah pun sering terjadi jika kondisi air sedang surut dengan kondisi dasar danau belum kering. Tak bisa dilintasi perahu maupun kendaraan bermotor. Yang artinya saat itu warga Desa Melintang terisolasi dari jalur darat maupun sungai. “Bisa dibayangkan, satu perahu hanya muat maksimal 3 kubik kayu. Bahkan untuk ke titik dibangunnya jembatan, harus dipikul sendiri oleh prajurit TNI yang dibantu masyarakat. Gotong royong ini yang akhirnya membuat pekerjaan terasa lebih ringan,” ujar Dandim.

Jumlah tiang pancang jembatan yang dibangun sebanyak 2.640 tiang ulin. Semua ditancapkan secara manual dengan tenaga manusia. Lantaran alat berat pun tak bisa tembus hingga kampung tersebut. Kondisi danau yang mongering cukup memudahkan pelaksanaan TMMD tersebut. Kepala Desa Melintang Muhdi mengatakan, jembatan ini sudah lama dinanti-nanti oleh warga. Upaya menghubungkan Desa Melintang menuju desa lainnya sebenarnya sudah sering kali dilakukan. Hanya saja, pekerjaan tersebut tak mudah. Timbunan tanah dengan tanggul yang dikerjakan oleh Pemkab Kukar sempat gagal. Lantaran diterjang gelombang danau saat air sedang pasang.

Dengan adanya jembatan ini, warga tak hanya menghemat pengeluaran lantaran lebih irit bahan bakar, melainkan juga aliran listrik negara di Desa Melintang akan segera terealisasi. “Jarak tempuh lebih hemat satu jam untuk menuju pusat kecamatan. PLN juga sudah mulai melakukan survei untuk membangun jaringan listrik. Tadinya masalah utama listrik negara belum masuk, karena akses jalan yang belum tersambung. Jadi listrik di Desa Melintang hanya mengandalkan genset desa yang hanya menyala enam jam saja,” tutupnya.

Darmansyah, mantan kepala Desa Melintang mengaku hampir tak percaya jika Desa Melintang telah memiliki akses jalan ke luar permukiman. Ia merupakan kepala desa ketujuh di Desa Melintang. Pria kelahiran 1949 itu, menuturkan, merupakan generasi ketiga sejak Desa Melintang terbentuk sekitar pada tahun 1918 silam. Generasi kakeknya menjadi yang pertama ikut membentuk Desa Melintang. Mulanya para pendahulu hanya bermaksud mencari ikan. Namun belakangan, satu per satu para pendatang yang mayoritas bersuku Banjar itu menetap dan membangun rumah rakit di atas Danau melintang.

Kini ia telah memiliki cucu. Berarti, sudah enam generasi merasakan terisolasi di tengah Danau Melintang. “Zaman saya kecil dulu, bahkan harus mengayuh perahu dengan dayung hingga berkilo-kilometer. Selanjutnya berkembang dengan adanya perahu ces. Hingga akhirnya kini bisa dilalui dengan jalur darat. Saya tentunya sangat bangga dan senang bisa menyaksikan langsung perkembangan Desa Melintang ini,” ujar pria yang akrab disapa Haji Amang itu. Warga pun akhirnya lebih mudah melakukan pengangkutan hasil tangkapan ikan. Jika ditotal, biaya pengangkutan ikan bisa lebih diirit hingga ratusan ribu rupiah untuk sekali angkut.

 Lantaran bahan bakar nonsubsidi untuk perahu ces, kini bisa dialihkan untuk sepeda motor yang menggunakan BBM bersubsidi. “Jembatan ini benar-benar membuat perekonomian menjadi tumbuh,” imbuhnya lagi. Plt Bupati Kukar Edi Damansyah pun menyampaikan apresiasinya. Keberadaan TNI tak hanya untuk membangun jembatan sepanjang 1.100 meter tersebut. Melainkan dengan berbagai kegiatan TMMD dengan program nonfisik. Seperti penyuluhan narkoba, pelatihan bagi siswa yang ingin masuk TNI, pemahaman wawasan kebangsaan dan antiradikalisme serta pengecatan dan rehabilitasi rumah warga yang rusak di Desa Melintang.

“Ini juga sejalan dengan program Nawa Cita Presiden Jokowi untuk membangun daerah-daerah tertinggal,” kata Edi Damansyah. (riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 07:05

Urunan Sayur Saat Hajatan, Ngopi Bareng Kaburkan Zona Merah

“Proactif Policing” yang kerap digaungkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:06

Beri Bekal Kerja, Dorong Lulusan SMK Miliki Usaha

Pada era sekarang, persaingan dunia kerja semakin ketat. Untuk membuat…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:04
Mengintip Pernikahan Putra Kedua dari Wali Kota Balikpapan

Bibit Buah sebagai Tanda Cinta kepada Pasangan dan Lingkungan

Kegigihan Muhammad Rizky mengejar cinta Shindy Bidury Octavia tak bertepuk…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:56

Patroli TNI AL Diperlukan, Pariwisata Bisa Ikut Menyelamatkan

Di balik kesibukan Pasar Manggar, Balikpapan Timur, ada kawasan ekowisata…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:16
Pratu Agung Pujianto Raih Dua Emas Porprov

Persembahkan Medali untuk Calon Istri

Raut bahagia tak bisa disembunyikan Pratu Agung Pujianto. Dua emas…

Kamis, 06 Desember 2018 21:51

Tempat Makan Enak yang Cuma Ada di Bali

  Untuk anda yang ingin mencoba Makanan enak di Bali…

Sabtu, 01 Desember 2018 07:07

Mudahkan Pemerintah Bebaskan Lahan, Mempercepat Pembangunan

Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 01 Desember 2018 06:05

Pintar Tangkap Peluang, Berani Berekspansi

Bukan hal mudah bagi Imam Muslikin dalam mengukir kesuksesan sebagai…

Sabtu, 24 November 2018 13:28
Penulis Muda Ini Tak Ingin Asal-asalan Berkarya

Rajin Mencatat Setiap Ide yang Tersirat

Seperti pepatah jatuhnya buah tak jauh dari pohonnya. Seperti itu…

Sabtu, 17 November 2018 01:45

Dimakamkan di Samping Putri Pertama sang Kakek

Kabar duka menyelimuti keluarga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .