MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 10 November 2018 06:11
Bankaltimtara Yakin Capai Target Kredit Rp 14,7 T
-

PROKAL.CO, SAMARINDA   - Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Kaltim diprediksi tidak setinggi tahun lalu. Pada 2017, ekonomi Bumi Etam tumbuh 3,13 persen, sedangkan tahun ini diprediksi tidak menyentuh 3 persen, atau berada pada kisaran 2,17-2,57 persen. Meski demikian, hingga Oktober 2018, PT Bankaltimtara berhasil mencatatkan jumlah kredit yang cukup baik, mencapai Rp 13,72 triliun.

Pimpinan Sekretariat PT Bankaltimtara Abdul Haris Sahilin mengatakan, pencapaian kredit tersebut turun 2,48 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu di mana Bankaltimtara mencatatkan kredit sebesar Rp 14,07 triliun. Atau terjadi penurunan sebesar Rp 349 miliar.

“Tapi capaian saat ini cukup baik dan kami yakin target pada 2018 tercapai di angka Rp 14,7 triliun. Masih kurang sekitar Rp 983 miliar, atau minus 6,69 persen,” katanya, Jumat (9/11).

Dia menuturkan, tahun lalu capaian kredit Bankaltimtara selama satu tahun menyentuh Rp 14,8 triliun. Sehingga kalau dihitung per tahun juga mengalami penurunan 2,02 persen. Penurunan itu bukan karena tidak menyalurkan kredit. “Penurunan kredit secara normal sepanjang 10 bulan, itu pasti ada. Dari sisi angsuran normal, karena orang kalau sudah pinjam kredit itu punya kewajiban mengangsur,” ungkapnya.

Menurutnya, mengangsur itu berdasarkan hitungan dalam sebulan bisa mencapai angka Rp 100-120 miliar, khusus untuk angsuran kredit. Sehingga kalau dihitung selama 10 bulan saja, berarti ada orang membayar kreditnya secara normal bisa terkumpul Rp 1 triliun. Jadi, kalau akhir tahun lalu Rp 14,008 triliun, lalu semua nasabah rutin membayar hingga saat ini berarti tinggal Rp 13 triliun.

“Nah, angka pada kita saat ini tidak segitu, belum lagi beberapa program penyehatan kredit memang ada banyak kredit yang dilunasi lebih cepat,” tuturnya.

Sehingga, tambahnya, dengan gambaran pencapaian Rp 13,72 triliun ini sebenarnya kredit masih tetap tumbuh. Karena, tidak mungkin ada pencatatan laba kalau tidak ada kredit baru. Rinciannya, dari penyaluran kredit itu, penyaluran kredit korporasi mencapai Rp 4,05 triliun. Kredit konsumtif mencapai Rp 8,05 triliun, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Rp 1,58 triliun.

“Untuk UMKM sebagai sektor yang harus didukung itu mengalami pertumbuhan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pada akhir tahun lalu kredit UMKM penyaluran kredit baru mencapai Rp 1,43 triliun. Sehingga terjadi pertumbuhan dalam 10 bulan ini. Target kredit saat ini sebagian besar memang berasal dari UMKM. “Jadi tidak tercapainya penyaluran kredit juga berasal dari UMKM. Banyak hal yang memengaruhi tidak tercapainya kredit UMKM,” kata Haris.

Dia menjelaskan, belum tercapainya kredit juga terkait kondisi ekonomi yang belum pulih. Tahun lalu, ekonomi Kaltim tumbuh 3,13 persen. Sedangkan tahun ini diprediksi hanya akan mencapai 2,17-2,57 persen. Kondisinya seperti itu, belum pulih sehingga para pedagang yang harusnya meminjam juga masih wait and see.

“Mereka malah menahan tidak mengajukan kredit, karena melihat bahwa perekonomian kita belum tumbuh stabil,” katanya.

Apalagi, tambah Haris, berbagai isu yang muncul di Kaltim. Isu global maupun nasional itu datang ke Kaltim. Seperti isu pertumbuhan ekonomi yang tidak akan sebaik tahun lalu. Atau ketakutan lain yang membuat pelaku usaha beranggapan daya beli belum terlalu baik. “Sehingga terjadi kehati-hatian dalam mengajukan kredit, yang membuat tahun ini penyaluran kredit tertahan,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15) 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…

Minggu, 10 Februari 2019 09:18

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turun

PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM atau bahan…

Sabtu, 09 Februari 2019 09:00

Peringati Hari Pers Nasional, Astra Motor Samarinda Hadirkan Mobil Service Kunjung

SAMARINDA - Menyambut Hari Pers Nasional 2019, Main Dealer Astra…

Kamis, 07 Februari 2019 11:09

LUPUT..!! Janji Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, yang Bisa Diraih Hanya 5,17 Persen

JAKARTA- Akhirnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*