MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 10 November 2018 06:11
Ingin Kenalkan Paser lewat Batik

Melihat UMKM Binaan KPw-BI Balikpapan (2)

PEKERJAAN TAMBAHAN: Suliono menunjukkan salah satu motif batik yang diciptakan untuk mengenalkan Paser ke luar daerah hingga mancanegara.

PROKAL.CO, Bermodal kegigihan, pembatik Paser Suliono berhasil menjadikan batik Paser sebagai suvenir khas daerah ini. Dia pun bercita-cita memperkenalkan produk Paser ke seluruh Indonesia bahkan tingkat internasional.

AJI CHANDRA, Balikpapan

BERSTATUS sebagai aparatur sipil negara (ASN) tak membatasi Suliono untuk terjun ke dunia batik. Ia menceritakan, awalnya tidak tahu apa-apa tentang pembuatan batik. Bagaimana cara membatik dan jenis teknik membatik. “Pada 2008, ada program pelatihan membatik dari Pemerintah Paser. Di situ saya tertarik. Dan akhirnya mendaftar,” ujarnya saat dihubungi Jumat (9/11).

Program ini dilakukan pemerintah karena kala itu tidak ada produk khas dari Paser. Ini membuat mereka kesulitan mencari cendera mata ketika ada kunjungan. Dari situlah rencana membuat batik Paser dijalankan pemda setempat.

“Saya juga memiliki semangat untuk mengembangkan Paser menjadi daerah yang dipandang. Dari produk yang dihasilkan, bisa memperkenalkan Paser ini ke masyarakat Indonesia. Dari lukisan batik di atas kain, saya mempunyai cita-cita Paser bisa dikenal,” serunya.

Pelatihan yang ia dapat bisa dibilang sebentar. Pertama, pada 2008 hanya workshop atau pelatihan di Kabupaten Paser. Pembatik dari Jawa dipanggil untuk mengajari masyarakat yang mau belajar. Itu hanya lima hari. “Ya waktunya sedikit ilmu yang kami dapat tidak banyak,” bebernya.

Untungnya, satu tahun kemudian, beberapa orang terpilih dari Paser dilatih atau dimagangkan di Sukoharjo. Di sana ada tempat belajar membatik, selama 10 hari ia ditempa. Kala itu ia belajar batik tulis dan cap.

Usai dari situ, tidak langsung ia bisa mengembangkan dan memasarkan. Bisa membatik, tapi hasil kainnya bingung diapakan. Sampai pada saat Bupati Paser kala itu Ridwan Suwini membelinya. Memang ia jual tidak mahal, tapi hal itu menjadi gong bagi Batik Paser hingga sekarang.

Terlebih didorong 2010, Indonesia tengah menyuarakan batik di tingkat internasional dan diakui dunia. Saat itu juga banyak bermunculan batik dari seluruh Indonesia. Termasuk Paser, 2010 batik mulai dikembangkan serius.

“Batik khas Paser ini ide polanya dari legenda dan warisan lokal. Contohnya Putri Sahela. Pola ini didesain lalu ditulis di atas kain menjadi pola batik. Jenis batik dari teknik batik cap dan tulis,” tutur pria yang bertugas di Satpol PP Paser.

Tak hanya pemerintah, ia mengaku terbantu setelah ditunjuk jadi binaan Kantor Perwakilan BI Balikpapan. Meski mengalami kendala, untuk pemasaran cukup terbantu. Pasalnya, beberapa kali berkat BI, ia bisa ikut event nasional bahkan event terkait ekspor.

"Meski belum mendapat buyers untuk ekspor, saat event September lalu di Palembang, yakni kurasi produk ekspor, saya bisa mendapat pengetahuan bagaimana langkah ekspor. Tidak menutup kemungkinan pasar ekspor bisa saya ambil," tutupnya.

Kendati sudah cukup lama dikembangkan, masih banyak kendala yang ia hadapi. Paling utama pemasaran. Saat ini ia baru bisa mengakomodasi pasar lokal. Dalam satu bulan, sebenarnya ia bisa memproduksi sekitar 300 kain batik. Namun, permintaannya belum sampai angka itu.

Pria kelahiran Surabaya, 29 Juni 1963 ini mengatakan, produk batik saat ini masih berupa kain batik dan seragam kantor serta suvenir tas atau tisu. Saat ini, pengrajin batik di Paser masih terbatas hanya enam orang untuk batik cap dan tulis. Kendala lainnya ruang kerja masih minim, alatnya kurang.

Memang tidak mudah. Tapi, pihaknya tak putus asa. Saat ini pun, ia tengah belajar membatik menggunakan teknik ecoprint. Ia berharap, cita-citanya ingin mengenalkan Paser dengan batiknya bisa terwujud. (ndu/k15)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 11:24
Bilkis Bano, Tunggu Keadilan Selama 17 Tahun

Dapat Rumah, Pekerjaan, Kompensasi Miliaran

Kerusuhan di Gujarat, India, 2002 lalu telah merenggut kehormatan dan…

Kamis, 16 Mei 2019 14:55
Berbincang dengan dr Joseph, Bule Brazil Penjaga Pohon Kurma di Islamic Center

Bule Rawat 165 Pohon Kurma tanpa Digaji, Yakin Kurmanya Berbuah Tiga Tahun Lagi

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center ditanami 165 pohon kurma. Uniknya,…

Senin, 06 Mei 2019 13:16
Ketika Dua Bule Aktivis Lingkungan Prihatin dengan Sampah di Indonesia

Ajak Mencintai Bumi, Ingatkan Dampak Negatif Plastik

Mereka bukan asal Indonesia. Yang satu, Adriana María Olarte dari…

Senin, 06 Mei 2019 13:13
Padusan, “Ritual” Sambut Ramadan yang Jadi Tradisi

Umat Islam Padati Tempat-Tempat Pemandian Alami

SLEMAN – Sudah menjadi tradisi tahunan tiap H-1 Ramadan masyarakat…

Minggu, 05 Mei 2019 09:16
Refleksi Hari Pendidikan di Kukar

Dela Tak Lagi Mengayuh dengan Sepatu Bolong

Bukan ponsel canggih apalagi motor beken untuk berkeliling kampung. Hanya…

Rabu, 24 April 2019 10:27
Caleg Pasutri yang Diprediksi Lolos, Suastika Hindari Simakrama Bareng Istri

Bukan Haus Jabatan, Tapi Karena Penugasan Partai

Calon legislatif (caleg) DPRD pasangan suami-istri (pasutri) yang kemungkinan besar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*