MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 09 November 2018 09:51
Mantan Gubernur Kalimantan Jadi Pahlawan Nasional
PM Noor

PROKAL.CO, class="Default">JAKARTA – Indonesia memiliki enam pahlawan nasional baru. Presiden Jokowi memimpin langsung proses penganugerahan di Istana Kepresidenan Jakarta kemarin (8/11). Dengan demikian, sejak merdeka, Indonesia telah menetapkan 179 pahlawan.

Enam pahlawan baru itu adalah Depati Amir dari Bangka Belitung, Abdurrahman (AR) Baswedan dari Jogjakarta yang juga kakek Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Pangeran Muhammad (PM) Noor dari Kalsel. Lalu, ada Kasman Singodimedjo dari Jateng, Brigjen KH Syam’un dari Banten, serta Agung Hj Andi Depu dari Sulbar.

Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Laksma Imam Suprayitno mengatakan, enam nama itu dipilih berdasar hasil kajian dan diskusi dengan dewan gelar. Sesuai syarat yang diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Di antaranya pernah memimpin perjuangan dalam merebut atau mempertahankan kemerdekaan, tidak pernah menyerah pada musuh, dan mengabdi hampir sepanjang hidup. Selain itu, melahirkan gagasan ataupun karya besar yang bermanfaat. “Memiliki konsistensi jiwa kebangsaan dan melakukan perjuangan yang punya jangkauan luas,” ujarnya.

Sementara itu, tiap-tiap tokoh memiliki jasa yang beragam. AR Baswedan, misalnya. Dia dianggap berkontribusi dalam memperjuangkan integrasi keturunan Arab dengan bangsa Indonesia. Dia menyampaikan gagasan agar keturunan Arab juga memiliki tanggung jawab dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Dalam menyampaikan gagasannya, AR Baswedan menggunakan surat kabar tempatnya bekerja. Yakni, surat kabar Sin Tit Po dan Suara Umum. Selain itu, tokoh kelahiran 9 September 1908 tersebut mendirikan Partai Arab Indonesia (PAI) sebagai saluran politik. PAI aktif membantu kemerdekaan. Ketokohan dia diakui dengan diangkat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mewakili golongan Arab.

Lalu, ada Andi Depu, srikandi Indonesia yang mendeklarasikan Kris Muda Mandar yang menjadi wadah perjuangan. Kemudian, dia mendirikan Fujinkai, wadah gerakan melatih dan menggodok peran perempuan dalam perjuangan. Depu juga memimpin gerilya. Dia menyadarkan masyarakat Mandar untuk merebut kemerdekaan sekaligus menumpas bekas kekuasaan penjajah pasca-perang kemerdekaan.

Sementara itu, Depati Amir memiliki pengaruh besar dalam perjuangan rakyat Bangka. Salah satunya melawan monopoli perdagangan timah oleh Belanda yang menyengsarakan rakyat Bangka. Kemampuan Amir melancarkan serangan membuat Belanda resah. Meski tidak terlalu masif, serangan itu berhasil menimbulkan konflik di internal Belanda.

Takut akan pengaruh besarnya, Amir ditangkap dan diasingkan ke Kupang, NTT, pada 1851. Meski demikian, pejuang yang wafat pada 1869 itu aktif sebagai penasihat perang bagi raja Timor yang berjuang melawan kolonial.

Selanjutnya Kasman Singodimedjo. Tokoh asal Purworejo itu dinilai berjasa sebagai pemersatu bangsa. Salah satu jasanya yang menonjol adalah mempersatukan golongan nasionalis dan agamis terkait penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Dia dipercaya melobi Ki Bagus Hadikusumo yang saat itu paling keras menentang.

Selain itu, Kasman salah seorang inisiator lahirnya TNI. Saat menjadi KNIP (DPR/MPR), dia membubarkan TKR dan membantu lahirnya TNI. Pria kelahiran Jawa Tengah, 25 Februari 1904, itu adalah seorang perwira sukarela Pembela Tanah Air (Peta). Kasman menduduki posisi sebagai Daindancho.

Kemudian, ada PM Noor yang dianggap berjasa dalam mempertahankan Kalimantan untuk menjadi wilayah NKRI. Noor berperan membentuk pasukan MN 001 pada 20 Oktober 1945. Selama di Jogja, PM Noor yang menjabat gubernur Kalimantan mengirim pasukan bersenjata ke wilayah yang dipimpinnya. Dia juga mencetuskan pasukan payung ke Kalimantan untuk membuka blokade laut Belanda.

Terakhir Syam’un. Ulama asal Banten itu terlibat dalam berbagai perang bersenjata. Bahkan, saat Jepang menyerah pada sekutu, dia menjadi komandan Badan Keamanan Rakyat kala mengusir Jepang di Banten. Selain itu, tokoh kelahiran 1894 tersebut sangat berperan dalam mempertahankan negara dari ancaman Gerakan Dewan Rakyat (GDR). GDR melakukan banyak teror yang bertujuan membentuk Banten sebagai wilayah sendiri. (far/dee/c17/agm/jpnn/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 18:32

Tak Terima Mantan Istri Kawin Lagi, Kata Syahrul Pisau Ini untuk Dina, Parang Ini untuk Suaminya

Syahrul Ahmad alias Alul (47) tega membacok tiga anggota keluarga…

Minggu, 24 Maret 2019 18:31

NGERINYA..!! Tak Terima Mantan Istri Nikah Lagi, Syahrul Bacok Mertua dan Dua Adik Iparnya

Pembantaian satu keluarga terjadi Jalan Pancing IAIN Gang Hawa, Kecamatan…

Minggu, 24 Maret 2019 18:17

Surga Belanja Ngga Cuma Ada di Malaysia dan Thailand, di Indonesia Juga Ada, Cek Ini...

 Saat berwisata, ada banyak sekali hal yang dapat dilakukan, mulai…

Minggu, 24 Maret 2019 18:15

Politikus Golkar Ingatkan Menkeu Agar Tak Lawan Keinginan Jokowi

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu)…

Minggu, 24 Maret 2019 18:09

Libatkan Tuhan dalam Perjalanan Hidupmu

Di usia 70 tahun yang tengah dijalaninya, bepergian jauh tentu…

Minggu, 24 Maret 2019 18:07

Ada Pak Harto dan Ibu Tien di CFD, Warga Antusias Berfoto

Ada yang tak biasa di areal car free day (CFD)…

Minggu, 24 Maret 2019 12:50

KASIHAN, Guru Honorer Dukung 02 Dipecat, Pilih 01 Malah Bebas

 Koordinator Hononer K2 Indonesia Bhimma kembali mengkritisi kebijakan pemerintah. Ini…

Minggu, 24 Maret 2019 10:08

Berjuang untuk Memperbaiki Kehidupan Anak Cucu

Artis Sultan Pasha Djorghi terjun ke dunia politik dengan visi…

Sabtu, 23 Maret 2019 21:11

Mahasiswi Cantik yang Terang-Terangan Naksir Sandiaga Itu Ternyata...

Vincentia Tiffani mendadak jadi perbincangan di media sosial. Ia jadi…

Sabtu, 23 Maret 2019 21:04

Sandi "Dilamar" Mahasiswi Cantik, Jelas Aja Emak-Emak Ngga Terima..!!

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno meminta persetujuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*