MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 09 November 2018 09:51
Mantan Gubernur Kalimantan Jadi Pahlawan Nasional
PM Noor

PROKAL.CO, class="Default">JAKARTA – Indonesia memiliki enam pahlawan nasional baru. Presiden Jokowi memimpin langsung proses penganugerahan di Istana Kepresidenan Jakarta kemarin (8/11). Dengan demikian, sejak merdeka, Indonesia telah menetapkan 179 pahlawan.

Enam pahlawan baru itu adalah Depati Amir dari Bangka Belitung, Abdurrahman (AR) Baswedan dari Jogjakarta yang juga kakek Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Pangeran Muhammad (PM) Noor dari Kalsel. Lalu, ada Kasman Singodimedjo dari Jateng, Brigjen KH Syam’un dari Banten, serta Agung Hj Andi Depu dari Sulbar.

Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Laksma Imam Suprayitno mengatakan, enam nama itu dipilih berdasar hasil kajian dan diskusi dengan dewan gelar. Sesuai syarat yang diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Di antaranya pernah memimpin perjuangan dalam merebut atau mempertahankan kemerdekaan, tidak pernah menyerah pada musuh, dan mengabdi hampir sepanjang hidup. Selain itu, melahirkan gagasan ataupun karya besar yang bermanfaat. “Memiliki konsistensi jiwa kebangsaan dan melakukan perjuangan yang punya jangkauan luas,” ujarnya.

Sementara itu, tiap-tiap tokoh memiliki jasa yang beragam. AR Baswedan, misalnya. Dia dianggap berkontribusi dalam memperjuangkan integrasi keturunan Arab dengan bangsa Indonesia. Dia menyampaikan gagasan agar keturunan Arab juga memiliki tanggung jawab dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Dalam menyampaikan gagasannya, AR Baswedan menggunakan surat kabar tempatnya bekerja. Yakni, surat kabar Sin Tit Po dan Suara Umum. Selain itu, tokoh kelahiran 9 September 1908 tersebut mendirikan Partai Arab Indonesia (PAI) sebagai saluran politik. PAI aktif membantu kemerdekaan. Ketokohan dia diakui dengan diangkat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mewakili golongan Arab.

Lalu, ada Andi Depu, srikandi Indonesia yang mendeklarasikan Kris Muda Mandar yang menjadi wadah perjuangan. Kemudian, dia mendirikan Fujinkai, wadah gerakan melatih dan menggodok peran perempuan dalam perjuangan. Depu juga memimpin gerilya. Dia menyadarkan masyarakat Mandar untuk merebut kemerdekaan sekaligus menumpas bekas kekuasaan penjajah pasca-perang kemerdekaan.

Sementara itu, Depati Amir memiliki pengaruh besar dalam perjuangan rakyat Bangka. Salah satunya melawan monopoli perdagangan timah oleh Belanda yang menyengsarakan rakyat Bangka. Kemampuan Amir melancarkan serangan membuat Belanda resah. Meski tidak terlalu masif, serangan itu berhasil menimbulkan konflik di internal Belanda.

Takut akan pengaruh besarnya, Amir ditangkap dan diasingkan ke Kupang, NTT, pada 1851. Meski demikian, pejuang yang wafat pada 1869 itu aktif sebagai penasihat perang bagi raja Timor yang berjuang melawan kolonial.

Selanjutnya Kasman Singodimedjo. Tokoh asal Purworejo itu dinilai berjasa sebagai pemersatu bangsa. Salah satu jasanya yang menonjol adalah mempersatukan golongan nasionalis dan agamis terkait penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Dia dipercaya melobi Ki Bagus Hadikusumo yang saat itu paling keras menentang.

Selain itu, Kasman salah seorang inisiator lahirnya TNI. Saat menjadi KNIP (DPR/MPR), dia membubarkan TKR dan membantu lahirnya TNI. Pria kelahiran Jawa Tengah, 25 Februari 1904, itu adalah seorang perwira sukarela Pembela Tanah Air (Peta). Kasman menduduki posisi sebagai Daindancho.

Kemudian, ada PM Noor yang dianggap berjasa dalam mempertahankan Kalimantan untuk menjadi wilayah NKRI. Noor berperan membentuk pasukan MN 001 pada 20 Oktober 1945. Selama di Jogja, PM Noor yang menjabat gubernur Kalimantan mengirim pasukan bersenjata ke wilayah yang dipimpinnya. Dia juga mencetuskan pasukan payung ke Kalimantan untuk membuka blokade laut Belanda.

Terakhir Syam’un. Ulama asal Banten itu terlibat dalam berbagai perang bersenjata. Bahkan, saat Jepang menyerah pada sekutu, dia menjadi komandan Badan Keamanan Rakyat kala mengusir Jepang di Banten. Selain itu, tokoh kelahiran 1894 tersebut sangat berperan dalam mempertahankan negara dari ancaman Gerakan Dewan Rakyat (GDR). GDR melakukan banyak teror yang bertujuan membentuk Banten sebagai wilayah sendiri. (far/dee/c17/agm/jpnn/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 22 Maret 2019 22:05

Pengumuman SNMPTN 2019 di Sini, 92.331 Lulus Seleksi

 Pengumuman SNMPTN 2019 disampaikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan…

Jumat, 22 Maret 2019 22:00

DURHAKA..!! Dimarahi karena Merokok, Anak Tega Bunuh Ayah Kandung

Warga Desa Medaeng, Waru, Sidoarjo mendadak jadi gaduh pada Rabu malam…

Jumat, 22 Maret 2019 21:53

Loh Kenapa? Ali Mochtar Ngabalin Diusir Mahasiswa UIN Sumut

Dialog Publik yang menghadirkan Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Ali…

Jumat, 22 Maret 2019 21:50

Soal Aliran Dana Hibah KONI, Cak Imin: No Comment

 Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi belakangan ni disebut-sebut…

Jumat, 22 Maret 2019 21:47

Kalangan Menengah Atas Banyak Alihkan Dukungan, Ini Sebabnya

Elektabilitas capres kubu 02 Prabowo-Sandi masih di bawah pasangan Jokowi…

Jumat, 22 Maret 2019 21:44

Tommy : Kami Hadir Memberi Bukti, Bukan Janji

BANYUMAS -- Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto mengatakan partainya…

Jumat, 22 Maret 2019 21:43

Ajak Difabel Berwirausaha dan Mandiri

Sejak berdiri dua tahun lalu, Partai Berkarya membuka kesempatan kepada…

Jumat, 22 Maret 2019 11:28

Enam Orang Guru Dipecat Gara-Gara Pose Dua Jari

Sebanyak 6 guru di Kabupaten Tangerang, Banten dipecat setelah foto…

Jumat, 22 Maret 2019 10:41

NYINDIR SIAPA NIH..!! Jokowi: Jangan Berikan Posisi Presiden Pada Orang yang Coba-coba

Calon Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan negara sebesar Indonesia…

Kamis, 21 Maret 2019 22:02

Ini Alasan Kalangan Menengah Atas Pilih Prabowo

Berdasarkan survei Litbang Kompas, elektabilitas Prabowo - Sandi di kalangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*