MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 09 November 2018 09:51
Mantan Gubernur Kalimantan Jadi Pahlawan Nasional
PM Noor

PROKAL.CO, class="Default">JAKARTA – Indonesia memiliki enam pahlawan nasional baru. Presiden Jokowi memimpin langsung proses penganugerahan di Istana Kepresidenan Jakarta kemarin (8/11). Dengan demikian, sejak merdeka, Indonesia telah menetapkan 179 pahlawan.

Enam pahlawan baru itu adalah Depati Amir dari Bangka Belitung, Abdurrahman (AR) Baswedan dari Jogjakarta yang juga kakek Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Pangeran Muhammad (PM) Noor dari Kalsel. Lalu, ada Kasman Singodimedjo dari Jateng, Brigjen KH Syam’un dari Banten, serta Agung Hj Andi Depu dari Sulbar.

Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Laksma Imam Suprayitno mengatakan, enam nama itu dipilih berdasar hasil kajian dan diskusi dengan dewan gelar. Sesuai syarat yang diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Di antaranya pernah memimpin perjuangan dalam merebut atau mempertahankan kemerdekaan, tidak pernah menyerah pada musuh, dan mengabdi hampir sepanjang hidup. Selain itu, melahirkan gagasan ataupun karya besar yang bermanfaat. “Memiliki konsistensi jiwa kebangsaan dan melakukan perjuangan yang punya jangkauan luas,” ujarnya.

Sementara itu, tiap-tiap tokoh memiliki jasa yang beragam. AR Baswedan, misalnya. Dia dianggap berkontribusi dalam memperjuangkan integrasi keturunan Arab dengan bangsa Indonesia. Dia menyampaikan gagasan agar keturunan Arab juga memiliki tanggung jawab dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Dalam menyampaikan gagasannya, AR Baswedan menggunakan surat kabar tempatnya bekerja. Yakni, surat kabar Sin Tit Po dan Suara Umum. Selain itu, tokoh kelahiran 9 September 1908 tersebut mendirikan Partai Arab Indonesia (PAI) sebagai saluran politik. PAI aktif membantu kemerdekaan. Ketokohan dia diakui dengan diangkat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mewakili golongan Arab.

Lalu, ada Andi Depu, srikandi Indonesia yang mendeklarasikan Kris Muda Mandar yang menjadi wadah perjuangan. Kemudian, dia mendirikan Fujinkai, wadah gerakan melatih dan menggodok peran perempuan dalam perjuangan. Depu juga memimpin gerilya. Dia menyadarkan masyarakat Mandar untuk merebut kemerdekaan sekaligus menumpas bekas kekuasaan penjajah pasca-perang kemerdekaan.

Sementara itu, Depati Amir memiliki pengaruh besar dalam perjuangan rakyat Bangka. Salah satunya melawan monopoli perdagangan timah oleh Belanda yang menyengsarakan rakyat Bangka. Kemampuan Amir melancarkan serangan membuat Belanda resah. Meski tidak terlalu masif, serangan itu berhasil menimbulkan konflik di internal Belanda.

Takut akan pengaruh besarnya, Amir ditangkap dan diasingkan ke Kupang, NTT, pada 1851. Meski demikian, pejuang yang wafat pada 1869 itu aktif sebagai penasihat perang bagi raja Timor yang berjuang melawan kolonial.

Selanjutnya Kasman Singodimedjo. Tokoh asal Purworejo itu dinilai berjasa sebagai pemersatu bangsa. Salah satu jasanya yang menonjol adalah mempersatukan golongan nasionalis dan agamis terkait penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Dia dipercaya melobi Ki Bagus Hadikusumo yang saat itu paling keras menentang.

Selain itu, Kasman salah seorang inisiator lahirnya TNI. Saat menjadi KNIP (DPR/MPR), dia membubarkan TKR dan membantu lahirnya TNI. Pria kelahiran Jawa Tengah, 25 Februari 1904, itu adalah seorang perwira sukarela Pembela Tanah Air (Peta). Kasman menduduki posisi sebagai Daindancho.

Kemudian, ada PM Noor yang dianggap berjasa dalam mempertahankan Kalimantan untuk menjadi wilayah NKRI. Noor berperan membentuk pasukan MN 001 pada 20 Oktober 1945. Selama di Jogja, PM Noor yang menjabat gubernur Kalimantan mengirim pasukan bersenjata ke wilayah yang dipimpinnya. Dia juga mencetuskan pasukan payung ke Kalimantan untuk membuka blokade laut Belanda.

Terakhir Syam’un. Ulama asal Banten itu terlibat dalam berbagai perang bersenjata. Bahkan, saat Jepang menyerah pada sekutu, dia menjadi komandan Badan Keamanan Rakyat kala mengusir Jepang di Banten. Selain itu, tokoh kelahiran 1894 tersebut sangat berperan dalam mempertahankan negara dari ancaman Gerakan Dewan Rakyat (GDR). GDR melakukan banyak teror yang bertujuan membentuk Banten sebagai wilayah sendiri. (far/dee/c17/agm/jpnn/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 11:08

Terbang 2 Jam, Pesawat Bawa Calon Jamaah Haji Balik ke Bandara

MAKKAH–Kedatangan kloter 14 dari Embarkasi Makassar (UPG) di Bandara Internasional…

Rabu, 17 Juli 2019 11:10

Prioritaskan Hujan Buatan di Lumbung Padi Nasional

JAKARTA – Pemerintah memilih opsi menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk…

Selasa, 16 Juli 2019 11:03

Cabut Hak Politik Wakil Ketua DPR

SEMARANG – Wakil Ketua DPR (nonaktif) Taufik Kurniawan memilih untuk…

Selasa, 16 Juli 2019 08:55

Warna-warni Hari Pertama Tahun Pelajaran Baru

Ada beragam cara yang dilakukan sekolah untuk menyambut siswa baru.…

Selasa, 16 Juli 2019 07:42

WASPADA..!! Kemarau Tahun Ini Lebih Panas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajarannya untuk mengantisipasi dan…

Senin, 15 Juli 2019 12:51

Tradisi Makepung, Saat Ratusan Pasang Kerbau Adu Cepat

NEGARA - Setelah vakum selama sepuluh tahun lamanya, event Mekepung…

Senin, 15 Juli 2019 12:49

Istri Muda Cemburui Istri Pertama, Mau Gantung Diri, Eh Talinya Putus....

Bangli selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan kasus…

Senin, 15 Juli 2019 12:38

Wilayah Pegunungan Terancam Cuaca Ekstrim

WAMENA- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Wamena…

Senin, 15 Juli 2019 11:56

Perjalanan ke Makkah Dimulai

Gelombang perjalanan calon jamaah haji dari Madinah ke Makkah dimulai…

Sabtu, 13 Juli 2019 14:09

Kemarau, 16 Waduk Kekeringan

JAKARTA – Musim kemarau memicu kekeringan dimana-mana. Meski demikian, Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*