MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 08 November 2018 11:00
Rupiah Bisa Makin Perkasa, Tapi Ini Syaratnya...
STIMULUS POSITIF: Langkah Bank Indonesia menerbitkan produk derivatif NDF berhasil mendorong kepastian transaksi mata uang valas dengan kontrak jangka tertentu dan nilai tukar rupiah. Ini membuat uang garuda terus terapresiasi terhadap dolar Amerika Serikat.(dok/kp)

PROKAL.CO, JAKARTA - Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus terjadi dalam beberapa hari belakangan. Uang garuda menguat hingga di bawah level Rp 15 ribu. Ya, berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) pada Rabu (7/11), rupiah menyentuh angka Rp 14.764 per USD. Menguat 127 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya di angka Rp 14.891.

Penguatan ini terjadi karena adanya kepastian ekonomi yang tumbuh akibat transaksi valas dan bergesernya sentimen global terhadap Indonesia. Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Azami Ilman mengatakan, Bank Indonesia yang beberapa waktu lalu baru menerbitkan produk derivatif NDF (Non-Deliverables Forward) berdampak positif.

Penerbitan produk derivatif NDF mendorong kepastian transaksi mata uang valas dengan kontrak jangka tertentu dan nilai tukar yang ditentukan di awal sehingga mendorong tumbuhnya kepastian ekonomi di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Ilman menambahkan, dari sisi eksternal, rencana dilakukannya perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok berhasil menumbuhkan sentimen positif pada investor untuk kembali melakukan penanaman modal di negara-negara mitra dagang Tiongkok.

Adanya perang dagang yang cukup tegang pada beberapa bulan yang lalu mendorong investor untuk melakukan pertimbangan untuk menanamkan modalnya di Tiongkok dan juga negara mitra dagangnya.

“Hal ini, selain didukung peningkatan bunga Bank Sentral Amerika Serikat, juga karena estimasi analisis dampak yang akan dirasakan Tiongkok dari pengenaan tarif dagang oleh Pemerintah Amerika Serikat yang dikhawatirkan akan berpengaruh ke negara mitra dagangnya,” ujarnya, Rabu (7/11).

Pemerintah dapat menjaga momen ini dengan terus mempertahankan performa positif di pasar NDF dan juga menjaga kondisi dalam negeri yang kondusif baik dari segi ekonomi maupun politik. Pemerintah harus bisa memastikan kondisi ekonomi dan politik dalam negeri dalam terus stabil sehingga tidak memunculkan keraguan bagi investor untuk menanamkan modalnya.

Dampak langsung dari perang dagang kepada Indonesia lebih banyak dirasakan di awal. Hal ini berdampak pada penurunan ekspor bahan input ke Tiongkok karena menurunnya kemampuan perusahaan di Tiongkok untuk mengekspor ke Amerika Serikat. Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan kalau Tiongkok sudah menemukan pasar alternatif pengganti Amerika Serikat, seperti Uni Eropa dan Asia Tenggara.

"Selain itu, adanya perang dagang memperparah ketidakpastian ekonomi, sehingga berimbas pada menurunnya ketertarikan investor dalam menanamkan modal di negara-negara dengan risiko lebih tinggi, seperti di negara emerging countries," terangnya.

Mengutip laman Reuters, ruang gerak dolar pada dasarnya cenderung mendatar dibatasi oleh kehati-hatian investor seputar hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Saat ini, investor terfokus pada iklim politik pada pemilihan anggota kongres. Partai Demokrat diperkirakan memenangkan kendali DPR Amerika, sedangkan Republik cenderung mempertahankan mayoritas mereka di Senat.

Terpecahnya penguasaan Kongres dapat membebani dolar untuk sementara waktu di mana kemenangan Demokrat di satu atau kedua kamar kemungkinan dilihat sebagai penolakan terhadap Presiden Donald Trump dan kebijakannya yang telah mendorong pertumbuhan perusahaan.

Hal itu, pada gilirannya, akan meningkatkan mata uang emerging market yang tertekan tahun ini oleh tingkat suku bunga Amerika yang lebih tinggi, khususnya mata uang negara-negara yang mengalami ketidakseimbangan eksternal, seperti Turki, Argentina, dan Afrika Selatan.

"Karena hasilnya memiliki probabilitas tertinggi, ini akan membatasi dampak pasar dan mengarah pada pembalikan cepat dari reaksi awal," kata Alan Ruskin, kepala strategi mata uang global di Deutsche Bank.

Kongres yang dikuasai sepenuhnya oleh Partai Republik dapat berarti meningkatnya ketegangan perdagangan dan defisit yang lebih besar. Namun, jika Demokrat menguasai Kongres sepenuhnya, mereka mungkin akan mengkaji ulang program pemotongan pajak dan mengembalikan kemudahan regulasi yang diusung Partai Republik, yang membantu mendorong kinerja perusahaan. (mys/uji/jpg/ndu2/k15)


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 12:02
Lebih Dekat dengan Joko “Jack Harun” Triharmanto, Eks Napiter yang Telah Move On

Dulu Ahli Merakit Bom, Sekarang Terampil Meracik Soto

Joko Triharmanto alias Jack Harun. Sosok yang terlibat sebagai perakit…

Senin, 20 Mei 2019 11:49

Banyak Lansia Jepang yang Masih Aktif Bekerja, Ini Alasan Mereka

Para pelamar kerja di Jepang tak lagi didominasi kaum muda.…

Senin, 20 Mei 2019 11:44
Bincang dengan Ronny Gani, Animator Indonesia di Avengers: Endgame

Garap Scene Hulk & War Machine

JAKARTA – Film ke-22 Marvel Cinematic Universe (MCU), Avengers: Endgame,…

Senin, 20 Mei 2019 10:57

Kritik Rekam Jejak Pansel Capim KPK

JAKARTA – Catatan kurang sedap mengiringi perjalanan Panitia Seleksi (Pansel)…

Senin, 20 Mei 2019 09:49
Sebelum Lelang Investasi Jembatan Tol Teluk Balikpapan, Lakukan Pemantapan Lokasi

Berapa Hektar yang Dibebaskan di Balikpapan dan Penajam? Ini Daerah yang Bakal Kena...

“Ditjen Bina Marga Berkunjung Sebelum Lebaran” PENAJAM- Pembangunan Jembatan Tol Teluk…

Minggu, 19 Mei 2019 10:41

Pansel Capim KPK Disorot, Dinilai Hasil Kompromi Elite

JAKARTA – Komposisi panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (Capim) Komisi…

Sabtu, 18 Mei 2019 22:39
Wagub Hadi : Pemindahan Ibukota Negara RI Harus Dihitung dengan Matang

1,5 Juta ASN Bakal Sesaki Kaltim

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi meminta pemindahan lokasi…

Sabtu, 18 Mei 2019 15:31

SUDAH PARAH..!! Banjir Samarinda, Pusat Harus Turun Tangan

SAMARINDA-Banjir di Kota Tepian sudah bikin jenuh. Setiap hujan melanda…

Sabtu, 18 Mei 2019 15:22

Utang Luar Negeri Bertambah, Naik Menjadi Segini

JAKARTA – Di tengah ketidakpastian global, utang luar negeri (ULN)…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:20

Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi

SAMARINDA- Perekonomian Kaltim pada awal 2019 ini mengalami pertumbuhan sebesar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*