MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 08 November 2018 11:00
Rupiah Bisa Makin Perkasa, Tapi Ini Syaratnya...
STIMULUS POSITIF: Langkah Bank Indonesia menerbitkan produk derivatif NDF berhasil mendorong kepastian transaksi mata uang valas dengan kontrak jangka tertentu dan nilai tukar rupiah. Ini membuat uang garuda terus terapresiasi terhadap dolar Amerika Serikat.(dok/kp)

PROKAL.CO, JAKARTA - Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus terjadi dalam beberapa hari belakangan. Uang garuda menguat hingga di bawah level Rp 15 ribu. Ya, berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) pada Rabu (7/11), rupiah menyentuh angka Rp 14.764 per USD. Menguat 127 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya di angka Rp 14.891.

Penguatan ini terjadi karena adanya kepastian ekonomi yang tumbuh akibat transaksi valas dan bergesernya sentimen global terhadap Indonesia. Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Azami Ilman mengatakan, Bank Indonesia yang beberapa waktu lalu baru menerbitkan produk derivatif NDF (Non-Deliverables Forward) berdampak positif.

Penerbitan produk derivatif NDF mendorong kepastian transaksi mata uang valas dengan kontrak jangka tertentu dan nilai tukar yang ditentukan di awal sehingga mendorong tumbuhnya kepastian ekonomi di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Ilman menambahkan, dari sisi eksternal, rencana dilakukannya perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok berhasil menumbuhkan sentimen positif pada investor untuk kembali melakukan penanaman modal di negara-negara mitra dagang Tiongkok.

Adanya perang dagang yang cukup tegang pada beberapa bulan yang lalu mendorong investor untuk melakukan pertimbangan untuk menanamkan modalnya di Tiongkok dan juga negara mitra dagangnya.

“Hal ini, selain didukung peningkatan bunga Bank Sentral Amerika Serikat, juga karena estimasi analisis dampak yang akan dirasakan Tiongkok dari pengenaan tarif dagang oleh Pemerintah Amerika Serikat yang dikhawatirkan akan berpengaruh ke negara mitra dagangnya,” ujarnya, Rabu (7/11).

Pemerintah dapat menjaga momen ini dengan terus mempertahankan performa positif di pasar NDF dan juga menjaga kondisi dalam negeri yang kondusif baik dari segi ekonomi maupun politik. Pemerintah harus bisa memastikan kondisi ekonomi dan politik dalam negeri dalam terus stabil sehingga tidak memunculkan keraguan bagi investor untuk menanamkan modalnya.

Dampak langsung dari perang dagang kepada Indonesia lebih banyak dirasakan di awal. Hal ini berdampak pada penurunan ekspor bahan input ke Tiongkok karena menurunnya kemampuan perusahaan di Tiongkok untuk mengekspor ke Amerika Serikat. Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan kalau Tiongkok sudah menemukan pasar alternatif pengganti Amerika Serikat, seperti Uni Eropa dan Asia Tenggara.

"Selain itu, adanya perang dagang memperparah ketidakpastian ekonomi, sehingga berimbas pada menurunnya ketertarikan investor dalam menanamkan modal di negara-negara dengan risiko lebih tinggi, seperti di negara emerging countries," terangnya.

Mengutip laman Reuters, ruang gerak dolar pada dasarnya cenderung mendatar dibatasi oleh kehati-hatian investor seputar hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Saat ini, investor terfokus pada iklim politik pada pemilihan anggota kongres. Partai Demokrat diperkirakan memenangkan kendali DPR Amerika, sedangkan Republik cenderung mempertahankan mayoritas mereka di Senat.

Terpecahnya penguasaan Kongres dapat membebani dolar untuk sementara waktu di mana kemenangan Demokrat di satu atau kedua kamar kemungkinan dilihat sebagai penolakan terhadap Presiden Donald Trump dan kebijakannya yang telah mendorong pertumbuhan perusahaan.

Hal itu, pada gilirannya, akan meningkatkan mata uang emerging market yang tertekan tahun ini oleh tingkat suku bunga Amerika yang lebih tinggi, khususnya mata uang negara-negara yang mengalami ketidakseimbangan eksternal, seperti Turki, Argentina, dan Afrika Selatan.

"Karena hasilnya memiliki probabilitas tertinggi, ini akan membatasi dampak pasar dan mengarah pada pembalikan cepat dari reaksi awal," kata Alan Ruskin, kepala strategi mata uang global di Deutsche Bank.

Kongres yang dikuasai sepenuhnya oleh Partai Republik dapat berarti meningkatnya ketegangan perdagangan dan defisit yang lebih besar. Namun, jika Demokrat menguasai Kongres sepenuhnya, mereka mungkin akan mengkaji ulang program pemotongan pajak dan mengembalikan kemudahan regulasi yang diusung Partai Republik, yang membantu mendorong kinerja perusahaan. (mys/uji/jpg/ndu2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 11:00

Wisata Alam Kaltim Masih Jadi Idola

SAMARINDA - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim pada Oktober…

Selasa, 11 Desember 2018 09:30

Ada Tambang Dekat Pemukiman, Laporkan ke Dinas ESDM

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Energi Sumber Daya…

Senin, 10 Desember 2018 11:32

KERAS..!! TNI Ultimatum Separatis Papua: Menyerah atau Kami Selesaikan!

Pencarian lima korban kebrutalan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua…

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Minggu, 09 Desember 2018 08:12

Sulit Adang Pasokan Senjata

PEMBANTAIAN 16 pekerja di Papua menjadi indikasi bahwa pasokan senjata…

Sabtu, 08 Desember 2018 19:38

Jenazah Samuel Korban KKB Papua Tiba, Warga Menyambut dengan Duka

TENGGARONG  - Jenazah korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .