MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 08 November 2018 06:47
Belum Lirik Tambang, Pilih Fokus Perdagangan

Hingga Kuartal III, Danamon Bukukan Laba Rp 3 T

FOKUS PERDAGANGAN: Kinerja apik kredit pembiayaan kendaraan bermotor dan UKM membuat Bank Danamon berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 3 triliun hingga kuartal III 2018.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  PT Bank Danamon Indonesia Tbk hingga triwulan III 2018 berhasil membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 3 triliun. Kinerja apik ini didukung kredit untuk segmen usaha kecil dan menengah (UKM) dan consumer mortgage (kredit pemilikan rumah atau KPR) yang terus bertumbuh. Serta pembiayaan kendaraan bermotor yang mulai membukukan pertumbuhan dobel digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Struktur pendanaan bank juga terus membaik, tecermin oleh komposisi giro dan tabungan (CASA) yang mencakup hampir dari setengah komposisi total pendanaan Bank Danamon. Regional Head SND Bank Danamon Kalimantan Eka Dinata mengatakan, sampai dengan kuartal ketiga tahun 2018, total portofolio kredit dan trade finance Danamon tumbuh 6 persen menjadi Rp 134,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 126,9 triliun.

Kredit di segmen UKM tumbuh 11 persen menjadi Rp 30,5 triliun, sementara kredit KPR tumbuh 35 persen menjadi Rp 7,3 triliun. “Hingga akhir tahun, kami optimistis kredit di segmen UKM bisa dobel digit,” ujarnya, saat menggelar konferensi pers, Selasa (6/11) sore.

Sedangkan dalam hal kredit pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance, anak grup Danamon membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 12 persen menjadi Rp 49,7 triliun pada akhir September 2018. Pertumbuhan dobel digit ini didorong pembiayaan baru yang tumbuh 14,8 persen untuk roda dua dan 22 persen untuk roda empat.

“Hal ini kontras dengan kondisi pada periode yang sama tahun 2017, di mana pembiayaan baru untuk kendaraan roda dua tumbuh negatif 16 dan roda empat stagnan,” imbuhnya. Di luar pembiayaan mikro, total portofolio kredit tumbuh 10 persen menjadi Rp 131,1 triliun.

Sayang, pihaknya belum tertarik untuk mengucurkan kredit ke sektor pertambangan dan penggalian. Danamon memilih menunggu sektor utama penggerak perekonomian Bumi Etam ini stabil. “Kami saat ini masih fokus ke perdagangan karena sektor ini kuat terhadap badai ekonomi. Tapi, nanti kalau stabilitas pertambangan baik, akan kami pertimbangkan,” imbuhnya.

Di luar kredit, dalam tiga tahun terakhir Danamon juga serius menggarap dana pihak ketiga (DPK), untuk jenis giro dan tabungan. Ini sangat penting karena menjadi modal utama untuk berkompetisi dengan perbankan lain maupun bisnis pembiayaan digital seperti financial technology (fintech). “Kalau bisa, modal yang dilempar semurah-murahnya biar bisa bersaing,” terangnya.

Hingga September 2018, CASA naik 3 persen menjadi Rp 49,1 triliun. Sedangkan rasionya membaik menjadi 49,1 persen dari 47,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Deposito tercatat turun 3 persen menjadi Rp 50,9 triliun, di mana Bank Danamon melakukan pelepasan dana mahal. “Struktur pendanaan yang lebih baik ini menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah serta membangun fondasi yang baik untuk pertumbuhan ke depannya,” bebernya.

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio atau CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank di kelompoknya. CAR konsolidasian berada pada posisi 22,3 persen, sementara CAR bank only tercatat sebesar 23,1 persen.

Dengan modal yang cukup besar, Danamon tidak serta-merta menaikkan suku bunga untuk kredit ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 150 basis poin dalam beberapa bulan terakhir. Khawatir non-performing loan (NPL) meningkat. “Kalau untuk tabungan dan giro, kami tidak punya pilihan. Tapi menaikkannya juga tidak langsung besar, menyesuaikan perbankan lain. Paling sekitar 0,5 persen,” ungkapnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya berusaha mendapatkan laba dari pertumbuhan fee income dari Bancassurance dan asuransi umum. Pendapatan biaya di liar kredit, Danamon tercatat di angka Rp 935 miliar atau tumbuh sebesar 13 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh kontribusi net underwriting profit Adira Insurance yang tumbuh 25 persen menjadi Rp 447 miliar. Sementara fee income Bancassurance tumbuh 11 persen menjadi Rp 266 miliar.

Eka membeberkan, pihaknya juga terus menjaga kualitas aset melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang prudent serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Kredit dalam perhatian khusus membaik menjadi 10,8 persen dari 12,1 persen setahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah Danamon menurun menjadi 3,0 persen di kuartal ketiga tahun 2018 dibandingkan 3,3 persen setahun sebelumnya. Rasio biaya kredit stabil pada tingkat 2,6 persen dan kredit yang direstrukturisasi terus menurun.  

Terpisah, Wakil Direktur Utama Bank Danamon Michellina Triwardhany mengatakan, pihaknya juga melakukan inisiatif strategis dengan meningkatkan layanan digital. Langkah ini mendapat respons positif dibuktikan melalui penghargaan dari institusi lokal maupun internasional.

“Bank Danamon baru saja dinobatkan menjadi Best Digital Bank Indonesia dua kali berturut-turut oleh majalah Asiamoney. Di tingkat nasional, kami meraih penghargaan Best Bank in Digital Service dari Tempo Media Group. Pengakuan ini menunjukkan tingkat standar layanan kami kepada nasabah, dengan dukungan praktik terbaik dan inovasi teknologi terkini,” pungkasnya. (ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 06:47

Bankaltimra Masih Butuh Tambahan Modal Inti

SAMARINDA – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara) masih memerlukan penambahan…

Jumat, 16 November 2018 06:43

Citilink Ambil Alih Operasi Sriwijaya Air

JAKARTA – Tren generasi milenial yang kerap bepergian menjadi target market bagi maskapai penerbangan.…

Jumat, 16 November 2018 06:41

BI Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 6 Persen

JAKARTA – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 14-15 November 2018 memutuskan menaikkan…

Jumat, 16 November 2018 06:40

Manfaatkan Kawasan Berikat

BALIKPAPAN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Kalimantan Bagian…

Jumat, 16 November 2018 06:38

Sadar Manfaat Pajak untuk Keberlangsungan Usaha

Bisnis perhotelan sudah dia geluti selama 30 tahun terakhir. Tak heran, Linan Kurniahu termasuk pengusaha…

Jumat, 16 November 2018 06:33

PGN Tuntaskan Jargas Tahun Ini

TARAKAN – Kementerian ESDM menugasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk membangun 4.695 jaringan…

Jumat, 16 November 2018 06:32

Industri Alas Kaki Masih Lesu

SURABAYA – Industri sepatu dalam negeri belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Asosiasi Persepatuan…

Jumat, 16 November 2018 06:31

Pengusaha Minta Pemerintah Selektif

JAKARTA – Penyelesaian aturan baru terkait daftar negatif investasi (DNI) terus dikebut. Sebelum…

Kamis, 15 November 2018 06:45

Tahun Depan Sasar Utara dan Selatan

BALIKPAPAN – Kota Minyak terus mengembangkan jaringan gas (jargas) di masyarakat. Saat ini Pemkot…

Kamis, 15 November 2018 06:43

Ini Masalah yang Selalu Jadi Momok Investasi di Kaltim

BALIKPAPAN – Permasalahan lahan kerap menjadi penghambat dalam mengembangkan investasi di Kaltim.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .