MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 08 November 2018 06:44
Utamakan Ekspor Ketimbang Suplai PLN
PILIHAN: Pengusaha batu bara di Kaltim lebih memilih ekspor daripada menyuplai kebutuhan PLN karena harga yang ditetapkan Kementerian ESDM terlalu rendah.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Rendahnya harga batu bara yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membuat pengusaha di Kaltim lebih memilih ekspor ketimbang memasok kebutuhan PLN. Diketahui, harga emas hitam yang ditetapkan Kementerian ESDM sebesar USD 70 per metrik ton. Lebih rendah dari harga batu bara acuan (HBA) yang saat ini berada di angka USD 97,90 per metrik ton.

Mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 tentang Harga Batu Bara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum, disebutkan bahwa harga jual batu bara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum USD 70 per metrik ton free on board (FOB) Vessel. Ketetapan harga ini berlaku selama dua tahun, mulai 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2019.

Ketua Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) Samarinda, Eko Priyanto mengatakan, pihaknya tidak bisa menghitung berapa banyak pengusaha yang menjual di dalam negeri untuk PLN atau berapa banyak yang melakukan ekspor. Yang jelas, hampir semua pengusaha memilih melakukan ekspor langsung.

“Kebanyakan perusahaan masih tergantung pada harga. Jika harga jual untuk ekspor di bawah harga yang ditetapkan untuk PLN, maka banyak yang menjual untuk PLN. Sebaliknya jika harga tinggi seperti sekarang, tidak mau menjual ke PLN kecuali yang sudah dikontrak,” tuturnya Rabu (7/11).

Dia mengungkapkan, kalau sebuah perusahaan terikat kontrak, mereka tidak bisa bergeser dan tetap memberikan hasil produksi untuk kebutuhan dalam negeri. “Di Samarinda, penetapan harga itu cukup berpengaruh,” tegasnya.

Terlebih, saat ini perusahaan batu bara yang bertahan hanya perusahaan besar. Jatuhnya komoditas ini pada 2014 membuat banyak perusahaan gulung tikar dan hanya menyisakan perusahaan besar. “Mereka (perusahaan besar, Red) semuanya kebanyakan ekspor langsung. Tidak untuk supply dalam negeri,” ujarnya.

Pemerintah memang menerapkan aturan yang mewajibkan para pengusaha menjual batu bara untuk menyuplai PLN. Namun, nyatanya banyak kendala. Sehingga sebetulnya tidak terlalu berpengaruh dengan ketetapan harga dari pemerintah. Pengusaha masih bisa memilih untuk menjual ke siapa hasilnya.

Lagi pula harga yang ditetapkan tersebut untuk spesifikasi rendah. Atau didasarkan atas spesifikasi acuan pada kalori 6.322 kcal per kilogram GAR, total moisture 8 persen, total sulphur 0,8 persen dan ash 15 persen.

“Yang jelas Kaltim tidak berpengaruh karena kita masih ekspor. Bukan tidak peduli negeri tapi harga yang ditawarkan sangat rendah, pengusaha tentunya bebas memilih selama tidak ada kontrak yang terjalin,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 06:30

Toyota Kian Mantap Jadi Leader di Kelas LMPV

BALIKPAPAN  -   Mengawali 2019, Toyota menggebrak industri otomotif dengan meluncurkan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:27

Pacu Produksi Perikanan

SAMARINDA  -  Produksi ikan tangkap di Kaltim tahun ini ditarget…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:25

Pengusaha Masih Belum Disiplin

SAMARINDA  -   Pemerintah tampaknya perlu melakukan edukasi lebih intensif…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:23

Ekspansi ke Bisnis Kuliner

BALIKPAPAN  -  Telkom Property Area VI Regional Kalimantan menargetkan pendapatan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:23

Tekanan Inflasi di Triwulan I Mereda

SAMARINDA  -  Tekanan inflasi Kaltim pada triwulan I 2019 diperkirakan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:22

Suku Bunga Acuan Masih Bertahan

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:18

Optimistis Bersaing di Pasar LMPV

JAKARTA  –  Persaingan pasar kendaraan low multi-purpose vehicle (LMPV) kian…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:16

Tiket Terbatas, Buruan Beli sebelum Kehabisan

BALIKPAPAN  - Pemerintah tengah getol memasyarakatkan olahraga. Salah satu yang…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:15

Dorong Bangun SPBU di Luar Jawa

SURABAYA  –  Jumlah lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) atau…

Jumat, 18 Januari 2019 06:55

BEI Lanjutkan Tren Positif

BALIKPAPAN - Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencetak pertumbuhan investor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*