MANAGED BY:
KAMIS
18 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 08 November 2018 06:44
Utamakan Ekspor Ketimbang Suplai PLN
PILIHAN: Pengusaha batu bara di Kaltim lebih memilih ekspor daripada menyuplai kebutuhan PLN karena harga yang ditetapkan Kementerian ESDM terlalu rendah.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Rendahnya harga batu bara yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membuat pengusaha di Kaltim lebih memilih ekspor ketimbang memasok kebutuhan PLN. Diketahui, harga emas hitam yang ditetapkan Kementerian ESDM sebesar USD 70 per metrik ton. Lebih rendah dari harga batu bara acuan (HBA) yang saat ini berada di angka USD 97,90 per metrik ton.

Mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 tentang Harga Batu Bara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum, disebutkan bahwa harga jual batu bara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum USD 70 per metrik ton free on board (FOB) Vessel. Ketetapan harga ini berlaku selama dua tahun, mulai 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2019.

Ketua Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) Samarinda, Eko Priyanto mengatakan, pihaknya tidak bisa menghitung berapa banyak pengusaha yang menjual di dalam negeri untuk PLN atau berapa banyak yang melakukan ekspor. Yang jelas, hampir semua pengusaha memilih melakukan ekspor langsung.

“Kebanyakan perusahaan masih tergantung pada harga. Jika harga jual untuk ekspor di bawah harga yang ditetapkan untuk PLN, maka banyak yang menjual untuk PLN. Sebaliknya jika harga tinggi seperti sekarang, tidak mau menjual ke PLN kecuali yang sudah dikontrak,” tuturnya Rabu (7/11).

Dia mengungkapkan, kalau sebuah perusahaan terikat kontrak, mereka tidak bisa bergeser dan tetap memberikan hasil produksi untuk kebutuhan dalam negeri. “Di Samarinda, penetapan harga itu cukup berpengaruh,” tegasnya.

Terlebih, saat ini perusahaan batu bara yang bertahan hanya perusahaan besar. Jatuhnya komoditas ini pada 2014 membuat banyak perusahaan gulung tikar dan hanya menyisakan perusahaan besar. “Mereka (perusahaan besar, Red) semuanya kebanyakan ekspor langsung. Tidak untuk supply dalam negeri,” ujarnya.

Pemerintah memang menerapkan aturan yang mewajibkan para pengusaha menjual batu bara untuk menyuplai PLN. Namun, nyatanya banyak kendala. Sehingga sebetulnya tidak terlalu berpengaruh dengan ketetapan harga dari pemerintah. Pengusaha masih bisa memilih untuk menjual ke siapa hasilnya.

Lagi pula harga yang ditetapkan tersebut untuk spesifikasi rendah. Atau didasarkan atas spesifikasi acuan pada kalori 6.322 kcal per kilogram GAR, total moisture 8 persen, total sulphur 0,8 persen dan ash 15 persen.

“Yang jelas Kaltim tidak berpengaruh karena kita masih ekspor. Bukan tidak peduli negeri tapi harga yang ditawarkan sangat rendah, pengusaha tentunya bebas memilih selama tidak ada kontrak yang terjalin,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 April 2019 12:55

Tekanan Inflasi Angkutan Udara Masih Terjaga

SAMARINDA-Saat ini harga tiket pesawat masih dikeluhkan tinggi. Meskipun tidak…

Rabu, 17 April 2019 12:53

Risiko Stabilitas Keuangan Daerah Masih Terjaga

SAMARINDA-Pada 2018, ekonomi Kaltim tumbuh 2,67 persen. Pertumbuhan ekonomi Kaltim…

Rabu, 17 April 2019 12:52

Kaltim Targetkan Menarik Investasi Rp 36,35 Triliun

SAMARINDA-Kaltim tahun ini menargetkan mampu menarik investasi Rp 36,35 triliun,…

Rabu, 17 April 2019 12:51

Lion Group Pastikan Kehadiran Rute Samarinda-Martua

SAMARINDA-Maskapai Lion Group melalui Wings Air memastikan akan segera membuka…

Senin, 15 April 2019 20:17

Dukungan PHM ke Mitra Binaan, dari Produksi Sampai Pemasaran

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja Mahakam…

Senin, 15 April 2019 11:31

Pembatasan CPO Ancam Neraca Dagang

JAKARTA – Upaya penekanan defisit transaksi berjalan atau current account…

Minggu, 14 April 2019 13:44

Jelang Ramadan Kebutuhan Daging Sapi Diklaim Aman

SAMARINDA-Jelang Ramadan dan Idulfitri kebutuhan daging sapi diprediksi akan mencapai…

Minggu, 14 April 2019 13:06

Ada Minat Investasi Industri Minyak Goreng, Tapi Terkendala Ini...

SAMARINDA-Baru-baru ini Kaltim mendapat laporan perihal industri minyak goreng yang…

Minggu, 14 April 2019 12:47

NTP Maret Naik 0,51 Persen

SAMARINDA-Nilai tukar petani (NTP) Kaltim pada Maret mencapai 94,95 persen.…

Minggu, 14 April 2019 12:46

Tingkatkan Pendapatan Kaltim, Industri Pengolahan Paling Potensial

SAMARINDA-Kaltim masih bisa meningkatkan pendapatan daerahnya. Sektor industri pengolahan masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*