MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 08 November 2018 06:44
Utamakan Ekspor Ketimbang Suplai PLN
PILIHAN: Pengusaha batu bara di Kaltim lebih memilih ekspor daripada menyuplai kebutuhan PLN karena harga yang ditetapkan Kementerian ESDM terlalu rendah.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Rendahnya harga batu bara yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membuat pengusaha di Kaltim lebih memilih ekspor ketimbang memasok kebutuhan PLN. Diketahui, harga emas hitam yang ditetapkan Kementerian ESDM sebesar USD 70 per metrik ton. Lebih rendah dari harga batu bara acuan (HBA) yang saat ini berada di angka USD 97,90 per metrik ton.

Mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 tentang Harga Batu Bara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum, disebutkan bahwa harga jual batu bara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum USD 70 per metrik ton free on board (FOB) Vessel. Ketetapan harga ini berlaku selama dua tahun, mulai 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2019.

Ketua Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) Samarinda, Eko Priyanto mengatakan, pihaknya tidak bisa menghitung berapa banyak pengusaha yang menjual di dalam negeri untuk PLN atau berapa banyak yang melakukan ekspor. Yang jelas, hampir semua pengusaha memilih melakukan ekspor langsung.

“Kebanyakan perusahaan masih tergantung pada harga. Jika harga jual untuk ekspor di bawah harga yang ditetapkan untuk PLN, maka banyak yang menjual untuk PLN. Sebaliknya jika harga tinggi seperti sekarang, tidak mau menjual ke PLN kecuali yang sudah dikontrak,” tuturnya Rabu (7/11).

Dia mengungkapkan, kalau sebuah perusahaan terikat kontrak, mereka tidak bisa bergeser dan tetap memberikan hasil produksi untuk kebutuhan dalam negeri. “Di Samarinda, penetapan harga itu cukup berpengaruh,” tegasnya.

Terlebih, saat ini perusahaan batu bara yang bertahan hanya perusahaan besar. Jatuhnya komoditas ini pada 2014 membuat banyak perusahaan gulung tikar dan hanya menyisakan perusahaan besar. “Mereka (perusahaan besar, Red) semuanya kebanyakan ekspor langsung. Tidak untuk supply dalam negeri,” ujarnya.

Pemerintah memang menerapkan aturan yang mewajibkan para pengusaha menjual batu bara untuk menyuplai PLN. Namun, nyatanya banyak kendala. Sehingga sebetulnya tidak terlalu berpengaruh dengan ketetapan harga dari pemerintah. Pengusaha masih bisa memilih untuk menjual ke siapa hasilnya.

Lagi pula harga yang ditetapkan tersebut untuk spesifikasi rendah. Atau didasarkan atas spesifikasi acuan pada kalori 6.322 kcal per kilogram GAR, total moisture 8 persen, total sulphur 0,8 persen dan ash 15 persen.

“Yang jelas Kaltim tidak berpengaruh karena kita masih ekspor. Bukan tidak peduli negeri tapi harga yang ditawarkan sangat rendah, pengusaha tentunya bebas memilih selama tidak ada kontrak yang terjalin,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 06:54

Buat Sistem Pembakaran Mesin Maksimal

BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) terus mendorong konsumsi Bahan Bakar…

Senin, 12 November 2018 06:48

Neraca Perdagangan Surplus USD 1,11 M

SAMARINDA – Neraca Perdagangan Kaltim terus menunjukkan performa positif. Pada…

Senin, 12 November 2018 06:47

Pasar India Masih Jadi Favorit

SAMARINDA – Rendahnya harga crude palm oil (CPO) global belum…

Senin, 12 November 2018 06:41

Siap Bersaing di Kelas Motor Sport

BALIKPAPAN – Suzuki GSX150 Bandit cukup percaya diri menjadi pemain…

Senin, 12 November 2018 06:37

Pekan Lalu, Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen

JAKARTA - Pasar saham Indonesia sepanjang pekan lalu mencatat penurunan…

Senin, 12 November 2018 06:36

Triwulan III, Defisit Transaksi Berjalan Indonesia USD 8,8 M

JAKARTA – Tingginya defisit neraca migas dan naiknya permintaan barang…

Senin, 12 November 2018 06:36

Kemenkes Anugerahkan Tiga Airport AP II Sebagai Bandara Sehat

JAKARTA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menganugerahkan tiga bandar…

Senin, 12 November 2018 06:35

Cukai Rokok Batal Naik

JAKARTA – Pemerintah akhirnya membatalkan rencana kenaikan tarif cukai rokok…

Minggu, 11 November 2018 11:16

Ini 4 Investasi yang Cocok bagi Emak-Emak

 Berivestasi memang tidak memandang umur dan jenis kelamin. Ibu rumah…

Minggu, 11 November 2018 07:23

Modal Nekat Merintis Bisnis

JASA penyedia jahit semakin banyak. Peminat untuk membuat pakaian ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .