MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 08 November 2018 06:39
Konsumsi Rumah Tangga Bisa Lebih Tinggi

Kinerja Ekspor Hambat Pertumbuhan Kuartal IV

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Kinerja ekspor yang diperkirakan masih lebih rendah daripada impor bakal menjadi salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir tahun ini. Pada kuartal IV, Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi tidak berbeda jauh jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yakni di bawah 5,2 persen.

“Kami masih memperkirakan untuk triwulan IV 2018, pertumbuhan ekonomi kurang lebih sama (dengan triwulan III 2018, Red),” ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Hotel Pullman, Selasa (6/11). Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III sebesar 5,17 persen dinilai cukup positif meski tidak setinggi sebelumnya 5,27 persen.

Dody melanjutkan, motor penggerak ekonomi pada kuartal ini masih didominasi konsumsi rumah tangga dan investasi. Hambatannya adalah belum membaiknya kinerja ekspor seiring dengan demand yang juga masih menurun.

“Kalau bicara nett ekspor dari eksternal, demand-nya masih di posisi nett minus karena pertumbuhan impor di atas pertumbuhan ekspor. Meski ekspor tumbuh, kecepatannya masih di bawah impor,’’ jelasnya.

Namun, Dody menyebutkan, konsumsi rumah tangga di kuartal akhir bisa lebih tinggi. Pihaknya pun optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal IV lebih baik daripada kuartal III. Meski demikian, pihaknya tidak memungkiri bahwa untuk keseluruhan tahun ini pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya berada di kisaran 5,2 persen atau batas bawah target BI 5,0–5,4 persen.

“Konsumsi kuartal IV 2018 diperkirakan meningkat lagi. Pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tetap di batas bawah target Bank Indonesia,” katanya.

Direktur Riset Center of Reform On Economics (Core) Mohammad Faisal menyatakan, perekonomian pada kuartal IV diperkirakan tumbuh di kisaran 5 persen. Sebab, menurut dia, hingga akhir tahun ini, sulit bagi Indonesia untuk meraih pertumbuhan ekonomi yang terlalu tinggi.

“Sebab, masih ada tekanan dari faktor perang dagang dan perekonomian AS yang membaik. The Fed juga memberikan sinyal masih ada peluang kenaikan suku bunga acuan,” ucapnya. Akibatnya, negara berkembang banyak kehilangan dana asing dari pasar keuangan. Foreign direct investment (FDI) pun tertahan.

Bukan hanya di negara maju, negara berkembang juga banyak yang menaikkan suku bunga acuannya. Termasuk Indonesia. Hal itu membuat laju pertumbuhan ekonomi tertahan. Sebab, setiap bank sentral berupaya menjaga stabilitas perekonomian yang berdampak pada pertumbuhan.

Faisal menambahkan, optimisme pengusaha pada kuartal IV menurun. Indeks tendensi bisnis (ITB) pada kuartal IV diperkirakan 106,45. Lebih rendah daripada ITB kuartal III sebesar 108,05.

Menurut Faisal, hal tersebut mencerminkan bahwa optimisme pengusaha pada kuartal IV menurun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. “Ada tekanan terhadap nilai tukar yang dirasakan pengusaha sehingga itu diramalkan berpengaruh pada demand (permintaan) barang untuk kuartal IV,” ujarnya.

Namun, konsumen masih optimistis. Sebab, indeks tendensi konsumen (ITK) pada kuartal IV diperkirakan 103,29. Lebih tinggi daripada ITK kuartal III sebesar 101,23. Hal tersebut dipicu indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi yang sejauh ini terkendali. Dengan begitu, konsumen optimistis bisa membeli barang dengan harga yang stabil pada kuartal IV ini.

“Kami lihat memang ada perbedaan dari cara pandang produsen dan konsumen. Semoga saja inflasi masih bisa terkendali sampai akhir tahun sehingga konsumsi rumah tangga mampu mengangkat demand dan pertumbuhan ekonomi jadi tetap menggeliat,” kata Faisal. (ken/rin/c22/fal/jpg/ndu2/k18)

loading...

BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 06:54

Buat Sistem Pembakaran Mesin Maksimal

BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) terus mendorong konsumsi Bahan Bakar…

Senin, 12 November 2018 06:48

Neraca Perdagangan Surplus USD 1,11 M

SAMARINDA – Neraca Perdagangan Kaltim terus menunjukkan performa positif. Pada…

Senin, 12 November 2018 06:47

Pasar India Masih Jadi Favorit

SAMARINDA – Rendahnya harga crude palm oil (CPO) global belum…

Senin, 12 November 2018 06:41

Siap Bersaing di Kelas Motor Sport

BALIKPAPAN – Suzuki GSX150 Bandit cukup percaya diri menjadi pemain…

Senin, 12 November 2018 06:37

Pekan Lalu, Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen

JAKARTA - Pasar saham Indonesia sepanjang pekan lalu mencatat penurunan…

Senin, 12 November 2018 06:36

Triwulan III, Defisit Transaksi Berjalan Indonesia USD 8,8 M

JAKARTA – Tingginya defisit neraca migas dan naiknya permintaan barang…

Senin, 12 November 2018 06:36

Kemenkes Anugerahkan Tiga Airport AP II Sebagai Bandara Sehat

JAKARTA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menganugerahkan tiga bandar…

Senin, 12 November 2018 06:35

Cukai Rokok Batal Naik

JAKARTA – Pemerintah akhirnya membatalkan rencana kenaikan tarif cukai rokok…

Minggu, 11 November 2018 11:16

Ini 4 Investasi yang Cocok bagi Emak-Emak

 Berivestasi memang tidak memandang umur dan jenis kelamin. Ibu rumah…

Minggu, 11 November 2018 07:23

Modal Nekat Merintis Bisnis

JASA penyedia jahit semakin banyak. Peminat untuk membuat pakaian ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .