MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 08 November 2018 06:37
Cukai Tak Naik, Rem PHK

Produksi Rokok Konsisten Turun

PROKAL.CO, JAKARTA – Produsen rokok di Tanah Air menyambut positif rencana pemerintah tidak menaikkan cukai tahun depan. Kebijakan itu diharapkan menekan penurunan produksi rokok dan pengurangan tenaga kerja di sektor sigaret keretek tangan (SKT).

Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI) Djoko Wahyudi menyatakan, segmen SKT tahun ini sudah tidak ada pengurangan tenaga kerja lagi. “Kami tertolong pasarnya mulai bergerak. Beberapa tahun ini memang ada pengurangan tenaga kerja sektor SKT lantaran lesunya permintaan,” ujarnya Selasa (6/11).

Menurut dia, serapan pasar yang menurun membuat produksi rokok SKT MPSI di Jawa Timur merosot 5 persen. Penurunan salah satunya disebabkan kenaikan harga rokok akibat kenaikan cukai. “Kami menaikkan baru sekali ini. Ada kenaikan sedikit dua bulan yang lalu, kemarin kami masih nahan-nahan (kenaikan),” imbuhnya. Karena itu, pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah menahan kenaikan cukai rokok di tengah lesunya penjualan saat ini.

“Produksi diharapkan normal dan mungkin agak meningkat sedikit,” imbuhnya. Penjualan rokok secara nasional selama semester pertama 2018 hanya 272 miliar batang. Angka tersebut menurun 5,5 persen jika dibandingkan dengan penjualan rokok periode sama tahun lalu 288 miliar batang. Pada 2017 penjualan rokok juga menurun 1,6 persen jika dibandingkan dengan 2016 menjadi 336 miliar batang.

Meski demikian, produsen rokok tetap berhasil membukukan kinerja positif. Misalnya, produsen terbesar di Indonesia PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) sepanjang Januari hingga September 2018. HMSP berhasil menjual 74,5 miliar batang rokok.

Angka itu naik 0,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 74,4 miliar batang. Capaian tersebut membuat perseroan berhasil mempertahankan posisi sebagai penguasa pasar dengan kontribusi 33,1 persen atau naik 0,1 persen dari posisi per September 2017 sebesar 33 persen.

Ketua Umum Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti menyatakan, penahanan kenaikan cukai rokok memang diperlukan lantaran sumbangan industri tersebut masih besar untuk negara dari segi cukai maupun tenaga kerja. “Dalam beberapa tahun terakhir ini keadaannya tidak terlalu baik. Volume menurun, pemerintah memahami kondisi itu,” imbuhnya. Pihaknya berharap ditahannya kenaikan cukai rokok mampu menggairahkan kembali industri rokok Tanah Air.

Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai, tahun depan pemerintah sulit mengejar target cukai lantaran produksi rokok Tanah Air memang konsisten turun. “Ditambah, outlook ekonomi tahun depan masih stagnan di 5,1 persen. Artinya, tidak ada kenaikan permintaan pada tiga barang kena cukai yang signifikan. Baik rokok, alkohol, dan etil alkohol,” ujarnya.

Satu-satunya jalan untuk mengerek penerimaan cukai adalah ekstensifikasi dari tiga barang sekaligus. Di antaranya, cukai plastik, kendaraan bermotor, dan minuman berpemanis. “Kalau hanya satu barang, tidak signifikan menambah penerimaan cukai. Terlepas dari target penerimaan cukai, perluasan basis cukai itu memang diperlukan dengan alasan pengendalian barang yang punya eksternalitas negatif,” terangnya. (vir/c22/oki/jpg/ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 06:30

Toyota Kian Mantap Jadi Leader di Kelas LMPV

BALIKPAPAN  -   Mengawali 2019, Toyota menggebrak industri otomotif dengan meluncurkan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:27

Pacu Produksi Perikanan

SAMARINDA  -  Produksi ikan tangkap di Kaltim tahun ini ditarget…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:25

Pengusaha Masih Belum Disiplin

SAMARINDA  -   Pemerintah tampaknya perlu melakukan edukasi lebih intensif…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:23

Ekspansi ke Bisnis Kuliner

BALIKPAPAN  -  Telkom Property Area VI Regional Kalimantan menargetkan pendapatan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:23

Tekanan Inflasi di Triwulan I Mereda

SAMARINDA  -  Tekanan inflasi Kaltim pada triwulan I 2019 diperkirakan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:22

Suku Bunga Acuan Masih Bertahan

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:18

Optimistis Bersaing di Pasar LMPV

JAKARTA  –  Persaingan pasar kendaraan low multi-purpose vehicle (LMPV) kian…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:16

Tiket Terbatas, Buruan Beli sebelum Kehabisan

BALIKPAPAN  - Pemerintah tengah getol memasyarakatkan olahraga. Salah satu yang…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:15

Dorong Bangun SPBU di Luar Jawa

SURABAYA  –  Jumlah lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) atau…

Jumat, 18 Januari 2019 06:55

BEI Lanjutkan Tren Positif

BALIKPAPAN - Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencetak pertumbuhan investor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*