MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 07 November 2018 10:14
Pemblokiran STNK Masih Sosialisasi
Irawan Setyono

PROKAL.CO, BONTANG–Pemilik kendaraan yang tidak memperpanjang STNK selama dua tahun, siap-siap mobil atau motornya dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi (regident) kendaraan bermotor (ranmor). Dengan kata lain, STNK akan diblokir dan tidak bisa diurus kembali bagaimanapun caranya.

Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Meskipun aturan tersebut sudah lama diberlakukan, namun masih sebagian masyarakat yang mengetahuinya. Untuk itu, di Bontang sedang dalam tahap sosialisasi.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kasat Lantas AKP Irawan Setyono, kemarin (6/11). “Sementara ini masih diberlakukan di wilayah Jabodetabek. Untuk Kaltim belum ada koordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat untuk mematuhi aturan tersebut mulai saat ini sehingga ketika aturan tersebut benar-benar diberlakukan, tidak kaget lagi. Selain pemblokiran karena kelalaian memperpanjang STNK, saat ini, kata Irawan, Polda Kaltim juga telah menyiapkan sistem sinkronisasi program e-Tilang dengan pendataan kendaraan yang ada di Samsat.

Sehingga ke depannya apabila pengendara ditindak menggunakan sistem elektronik tersebut, bisa langsung dikonekkan dengan sistem yang ada di Samsat dan berujung pada pemblokiran STNK. “Meskipun ke depan fungsi CCTV juga akan sama dengan petugas yang ada di lapangan. Meskipun tanpa ada petugas, namun tetap bisa ditilang dengan bukti rekaman CCTV,” tukasnya.

Sebagai informasi, aturan pemblokiran STNK ini berembus sejak adanya keterangan dari Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Bayu Pratama Gubunagi. Bayu menjelaskan, jika sudah dihapus dari regident ranmor, maka tidak bisa diurus kembali. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 5/2012, yang berakibat kendaraan bermotor tidak dapat dioperasionalkan.

"Di aturannya ditulis tidak dapat diregistrasi (ulang). Tapi, butuh sosialisasi dahulu nanti masyarakat kaget kendaraannya dihapus. Maka dari itu, di masa sekarang, kita push terus informasi ke masyarakat," terangnya. (bbg/kpg/kri/k8)  

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 10:32

Ada yang Harus Skedul Ulang

SANGATTA - Kebijakan Pemkab Kutai Timur  (Kutim) yang menginginkan anggaran…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:30

Proyek 2015 Belum Dibayar Disdik?

SANGATTA - Surat perintah kerja (SPK) proyek di Dinas Pendidikan…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:29

Pembangunan Maratua Sangat Pesat

TANJUNG REDEB – Jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua dalam…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:25

Gaji Guru Honorer dan PTT Disamakan

TANJUNG REDEB – Kabar gembira bagi guru honorer yang mengabdi…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:24

Dicabuli Ayah Tiri, Mencoba Bunuh Diri

SANGATTA – Kasus pencabulan yang dilakukan terhadap anak tiri, terjadi…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:21

Sawah Jadi Tempat Buang Tanah

KUKAR–Kekecewaan terlihat dari wajah Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah.…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:20

Jalan Dua Desa Bakal Disemen

TENGGARONG–Di tengah defisit keuangan daerah, dua desa di Tenggarong Seberang,…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:17

Polri Ancang-Ancang Songsong Pemilu 2019

SENDAWAR–Seluruh personel Polres Kutai Barat (Kubar) punya tanggung jawab besar.…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:14

Perlu Evaluasi Menyeluruh

PENAJAM - Pembenahan bakal dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:12

Sepuluh Calon Tunggu Uji Kepatutan

TANA PASER – Penentuan siapa yang akan terpilih menjadi anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*