MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 07 November 2018 08:35
Jembatan Mahakam Belum Aman

BPJN: Terima Kasih Saya Diingatkan

BELUM ADA PENGERJAAN: Rencana pembangunan fender di Jembatan Mahakam sampai kemarin juga tak kunjung dikerjakan. Hal itu tentu rawan ditabrak kapal-kapal yang melintas. (RESTU/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Selama 2018, Jembatan Mahakam dua kali dihantam tongkang bermuatan. Peristiwa itu tentu dapat mengurangi kekuatan konstruksi jembatan. Sempat dinyatakan masih aman oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim-Kaltara, hal itu tak bisa disahihkan. Pasalnya, usianya yang tak lagi muda, ditambah beberapa kali ditabrak, tentu bisa membuat proyek yang dibangun era Soeharto itu runtuh. Fender atau pelindung jembatan yang sejatinya bisa melindungi pilar, tak kunjung dibangun kembali.

Tidak adanya fender, bukan jaminan jembatan bisa aman saat terjadi benturan. Belum lagi masalah anggaran perawatan yang tahun ini tak masuk pembahasan. Khanif Ashar, kepala seksi preservasi dan peralatan BPJN XII sebelumnya menuturkan, anggaran yang ada sebatas biaya pembersihan. “Seperti cat ulang, dan kebersihan,” ungkapnya. Dia juga belum bisa memastikan, kondisi keamanan Jembatan Mahakam setelah beberapa kali ditabrak.

Secara visual, jembatan sepanjang 400 meter itu masih aman untuk dilintasi. “Asal jangan ada penumpukan kendaraan, terlebih truk bermuatan di atas 8 ton,” ujarnya. Atas dasar tersebut, jajaran Satlantas Polresta Samarinda pun membuat kebijakan, truk-truk diarahkan melalui Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu).

Hingga Selasa (6/11), belum ada progres pembangunan fender yang seharusnya sudah lama dibangun. Saat dihubungi media ini, Khanif menyebut dirinya tengah berada di bandara. “Mau ke Tanjung Selor, Kaltara,” ungkapnya. Media ini sempat mempertanyakan perkembangan pembangunan fender.

“Terima kasih, saya sudah diingatkan kembali. Kami sedang banyak agenda kerja,” ucapnya. Diungkapkan Khanif, sebelumnya BPJN XII sudah ada komunikasi dengan dua perusahaan jasa pelayaran yang menabrak fender jembatan. “Tapi belum ada penetapan angka,” sambungnya. Nilai ganti rugi itu disebutnya belum ada kejelasan. Sebelumnya, saat ditemui Kaltim Post di Samarinda, Khanif menyebut, usia maksimal jembatan bisa mencapai 50 tahun. Dengan catatan, perawatan dilakukan secara baik.

Meski tujuannya hanya untuk ditabrak, fender punya peran sangat vital. Sudah 32 tahun jembatan yang menghubungkan Samarinda Kota dengan Samarinda Seberang itu berdiri. Selama itu pula, akses vital yang ditopang lima pilar itu sering ditabrak, baik fender maupun pilarnya.

Sebelumnya, BPJN telah meneruskan desain fender yang baru ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda. Sebab, kewenangan untuk memaksa perusahaan bertanggung jawab ada pada KSOP. Namun, setelah adanya komunikasi khusus dengan perusahaan yang bermasalah, penyelesaiannya bisa dilakukan BPJN sendiri.

Kepala KSOP Kelas II Samarinda Raden Totok Mukarto yang ditemui kemarin menjelaskan, pihaknya hanya memiliki kewenangan keselamatan berlayar. “Kami tidak ingin campur tangan, tapi kalau mediasi, rasanya bisa-bisa saja,” tegas Totok. Meski masih bisa dilintasi secara umum, Totok menyebut, instansi terkait harus benar-benar menyelesaikan masalah tersebut.

Diwartakan sebelumnya, tiang Jembatan Mahakam, Samarinda ditabrak tongkang, bukan lagi hal baru. Terakhir, Tongkang Bahari Perdana 018 yang mengangkut batu bara menghantam pilar utama (P3) jembatan pada 29 April. BPJN XII telah menyelesaikan desain fender. Selanjutnya, menagih perusahaan untuk membangun pelindung pilar jembatan tersebut. (*/dra/rsh/k15)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 11:11

Soal Calon Pendamping Jaang, Alot di Demokrat

SAMARINDA – Beberapa nama sudah mencuat sebagai calon wakil walikota, pendamping Syaharie Jaang.…

Kamis, 15 November 2018 08:00

MUI Kaltim Turut Mengecam

SAMARINDA – Perbuatan tak senonoh Teguh Effendi (58), oknum guru mengaji di lingkungan rumahnya,…

Kamis, 15 November 2018 07:59
Sekwan Pastikan Sudah Surati Wali Kota

Bulan Ini Ditargetkan Sudah Ada Wawali

SAMARINDA – DPRD Samarinda menargetkan pengisian kursi wakil wali kota (wawali) pada bulan ini.…

Kamis, 15 November 2018 07:28

Pemkab Siap Hibahkan Lahan untuk Markas Kodim

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Selasa (13/11) lalu, menerima kunjungan…

Rabu, 14 November 2018 08:46

Ada Kemungkinan Korban Lain

SAMARINDA – Ulah Teguh Effendi (58), oknum guru mengaji di Jalan Rejo Mulyo, Kelurahan Lempake,…

Rabu, 14 November 2018 08:44

Gauli Anak Sendiri, Dihukum Lima Tahun

UMUR bukan lagi penghalang ketikanafsu sudah di ubun-ubun. Anak kandung pun bisa jadi pelampiasan birahi.…

Rabu, 14 November 2018 07:22

Tumbuhkan Semangat Baru

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Senin (12/11), bertindak sebagai inspektur…

Rabu, 14 November 2018 07:21

Raperda Harus Sesuai Kondisi Masyarakat

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh mengharapkan rancangan peraturan daerah…

Selasa, 13 November 2018 08:23

BEJAT..!! Modal Rp 5 Ribu, Oknum Guru Ngaji Setubuhi Murid

SAMARINDA – Sebagai seorang tenaga pengajar, seharusnya memberikan pelajaran yang mendidik kepada…

Senin, 12 November 2018 08:20

Penerangan Jalan Minim, Ternyata Ini yang Diprioritaskan Dishub

SAMARINDA – Sampai sekarang, penerangan jalan umum (PJU) di Samarinda masih minim. Terutama di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .