MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 07 November 2018 08:35
Jembatan Mahakam Belum Aman

BPJN: Terima Kasih Saya Diingatkan

BELUM ADA PENGERJAAN: Rencana pembangunan fender di Jembatan Mahakam sampai kemarin juga tak kunjung dikerjakan. Hal itu tentu rawan ditabrak kapal-kapal yang melintas. (RESTU/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Selama 2018, Jembatan Mahakam dua kali dihantam tongkang bermuatan. Peristiwa itu tentu dapat mengurangi kekuatan konstruksi jembatan. Sempat dinyatakan masih aman oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim-Kaltara, hal itu tak bisa disahihkan. Pasalnya, usianya yang tak lagi muda, ditambah beberapa kali ditabrak, tentu bisa membuat proyek yang dibangun era Soeharto itu runtuh. Fender atau pelindung jembatan yang sejatinya bisa melindungi pilar, tak kunjung dibangun kembali.

Tidak adanya fender, bukan jaminan jembatan bisa aman saat terjadi benturan. Belum lagi masalah anggaran perawatan yang tahun ini tak masuk pembahasan. Khanif Ashar, kepala seksi preservasi dan peralatan BPJN XII sebelumnya menuturkan, anggaran yang ada sebatas biaya pembersihan. “Seperti cat ulang, dan kebersihan,” ungkapnya. Dia juga belum bisa memastikan, kondisi keamanan Jembatan Mahakam setelah beberapa kali ditabrak.

Secara visual, jembatan sepanjang 400 meter itu masih aman untuk dilintasi. “Asal jangan ada penumpukan kendaraan, terlebih truk bermuatan di atas 8 ton,” ujarnya. Atas dasar tersebut, jajaran Satlantas Polresta Samarinda pun membuat kebijakan, truk-truk diarahkan melalui Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu).

Hingga Selasa (6/11), belum ada progres pembangunan fender yang seharusnya sudah lama dibangun. Saat dihubungi media ini, Khanif menyebut dirinya tengah berada di bandara. “Mau ke Tanjung Selor, Kaltara,” ungkapnya. Media ini sempat mempertanyakan perkembangan pembangunan fender.

“Terima kasih, saya sudah diingatkan kembali. Kami sedang banyak agenda kerja,” ucapnya. Diungkapkan Khanif, sebelumnya BPJN XII sudah ada komunikasi dengan dua perusahaan jasa pelayaran yang menabrak fender jembatan. “Tapi belum ada penetapan angka,” sambungnya. Nilai ganti rugi itu disebutnya belum ada kejelasan. Sebelumnya, saat ditemui Kaltim Post di Samarinda, Khanif menyebut, usia maksimal jembatan bisa mencapai 50 tahun. Dengan catatan, perawatan dilakukan secara baik.

Meski tujuannya hanya untuk ditabrak, fender punya peran sangat vital. Sudah 32 tahun jembatan yang menghubungkan Samarinda Kota dengan Samarinda Seberang itu berdiri. Selama itu pula, akses vital yang ditopang lima pilar itu sering ditabrak, baik fender maupun pilarnya.

Sebelumnya, BPJN telah meneruskan desain fender yang baru ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda. Sebab, kewenangan untuk memaksa perusahaan bertanggung jawab ada pada KSOP. Namun, setelah adanya komunikasi khusus dengan perusahaan yang bermasalah, penyelesaiannya bisa dilakukan BPJN sendiri.

Kepala KSOP Kelas II Samarinda Raden Totok Mukarto yang ditemui kemarin menjelaskan, pihaknya hanya memiliki kewenangan keselamatan berlayar. “Kami tidak ingin campur tangan, tapi kalau mediasi, rasanya bisa-bisa saja,” tegas Totok. Meski masih bisa dilintasi secara umum, Totok menyebut, instansi terkait harus benar-benar menyelesaikan masalah tersebut.

Diwartakan sebelumnya, tiang Jembatan Mahakam, Samarinda ditabrak tongkang, bukan lagi hal baru. Terakhir, Tongkang Bahari Perdana 018 yang mengangkut batu bara menghantam pilar utama (P3) jembatan pada 29 April. BPJN XII telah menyelesaikan desain fender. Selanjutnya, menagih perusahaan untuk membangun pelindung pilar jembatan tersebut. (*/dra/rsh/k15)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 10:13

Presiden Tunjuk Sani Jabat Sekda Kaltim

SAMARINDA - Kementerian Dalam Negeri menunjuk Abdullah Sani sebagai Sekretaris…

Selasa, 22 Januari 2019 09:13

MENGECEWAKAN..!! Pusat Hanya Menganggarkan Duit Segini untuk Normalisasi SKM

SAMARINDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui…

Senin, 21 Januari 2019 11:06

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Memancing jadi perwujudan hobi banyak kalangan. Sebagian menjadikannya mata pencarian.…

Senin, 21 Januari 2019 11:04

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai…

Senin, 21 Januari 2019 10:54

Masyarakat Ikut Mengawasi

PENGGUNAAN bahan kimia dan racun, atau setrum untuk menangkap ikan…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Gerindra Optimistis Menang di Mahulu

LONG BAGUN – Sorak serempak menghujani ruang rumah lamin Long…

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

Agendakan Konser Musik Jaz dan Klasik

Setelah mengadakan berbagai kegiatan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, kini…

Minggu, 20 Januari 2019 11:05

Hanya Pemberhentian, Tanpa PAW

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberi penjelasan terkait polemik pemberhentian lima legislator di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*