MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Rabu, 07 November 2018 07:01
Menelisik Data di Tahun Politik

PROKAL.CO, OLEH: AGUS HARYANTO
(Statistisi Muda BPS Tarakan)

TAHUN 2018 ini adalah tahun politik. Berbagai daerah mulai mempersiapkan diri untuk memilih putra putri terbaiknya menduduki kursi pemerintahan, entah itu di lembaga perwakilan rakyat, atau di singgasana kepemimpinan. Ragam dinamika politik tahun ini juga tentu akan memberi warna dan membawa riak gelombang menuju pusatnya yaitu Pemilihan Presiden 2019.

Data adalah gambaran kondisi yang divisualkan dalam bentuk numerik. Data menggambarkan kondisi permasalahan di masyarakat dengan catatan ketika kita tepat memaknai data tersebut. Data yang nanti digunakan untuk bahan bagi perencanaan, pelaksana dan pihak-pihak berkepentingan.

Kesalahan memaknai data dapat membuahkan kebijakan dan program yang salah. Salah memaknai data, mengakibatkan salah melihat permasalahan. Salah melihat permasalahan, bisa diprediksi akan berakibat salah membuat kebijakan. Bahkan salah mengkritik, salah membuat janji politik, dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak data yang dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik sebagai lembaga resmi penghasil data, data tentang kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi merupakan data yang sangat seksi untuk ditelisik dalam tahun politik ini.

Data kemiskinan yang bertengger di angka satu digit menjadi gorengan yang renyah untuk dihidangkan dalam setiap perdebatan di media. Sedangkan angka pertumbuhan ekonomi yang merangkak naik bagaikan secangkir kopi untuk menemani diskusi hangat dalam menilai kinerja pemerintah.

Saat ini Garis Kemiskinan (GK) nasional yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Rp 401.220 per kapita per bulan mengalami kenaikan 3,63 persen yakni dari Rp 387.160 per kapita per bulan pada September 2017. Sehingga sebuah keluarga dengan anggota keluarga sebanyak 4 orang harus berpenghasilan di atas Rp 1.604.880 (4 x Rp 401.220) untuk dapat dikategorikan sebagai penduduk tidak miskin.

Setiap kabupaten/kota di Indonesia memiliki GK tersendiri. GK di Kabupaten Berau berbeda dengan GK Kota Surabaya, dan berbeda pula dengan GK Kota Solo. Untuk menyusun indikator kemiskinan tersebut, BPS melakukan Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) yang saat ini dilakukan pada Maret dan September setiap tahunnya.

Angka garis kemiskinan juga menjadi salah satu sorotan dari berbagai pihak. Pasalnya banyak yang menerjemahkan angka garis kemiskinan dengan membagi habis dengan 30 hari sehingga diperoleh Rp 13.374 per kapita per hari. Hal ini yang merupakan interpretasi salah kaprah dalam membaca angka kemiskinan. Badan Pusat Statistik menghitung garis kemiskinan  dari garis kemiskinan makanan dan non makanan. Garis kemiskinan dihitung menurut per kapita per bulan. Konsep per kapita mengacu pada anggota rumah tangga.

Jika dilihat sejarah data kemiskinan, angka kemiskinan Maret 2018 memang angka terendah sejak krisis moneter 1998. Pada 1999 lalu, angka kemiskinan menyentuh 47,97 persen dan mengalami tren penurunan sepanjang tahunnya hingga mencapai 10,12 persen (September 2017) dan 9,82 persen (Maret 2018).

Kondisi perekonomian Indonesia masih tergolong sehat. Bahkan, di tengah gejolak global pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil. Dalam gejolak perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru merangkak naik.

Pada kuartal II 2018 ini, ekonomi Indonesia tumbuh 5,27 persen. Angka pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2014 lalu. Dalam lima tahun terakhir, sejak kuartal I 2014, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran rata-rata 4,7 hingga tertinggi 5,21 persen.

Dengan angka tersebut mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki perekonomian yang cukup stabil sehingga memiliki ketahanan terhadap tekanan ekonomi global. Hingga saat ini, pemerintah terus bekerja agar gejolak ekonomi global tak memengaruhi perekonomian dalam negeri.

Data kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi di atas merupakan bagian data yang menggambarkan kondisi Indonesia saat ini. Menelisik data di tahun politik hendaknya dapat dilakukan dengan benar dan dipahami dengan baik oleh para aktor politik negeri ini sehingga dapat mencerahkan dinamika demokrasi negeri ini.

Kita sambut tahun politik ini, seperti halnya kita menyambut malam pergantian tahun baru. Semuanya penuh suka cita tanpa ada kepentingan negatif. Mari berkomitmen kepada perubahan yang mengarah pada hal yang lebih baik. Mendorong Indonesia tetap damai dan toleran. (ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 07:03

Fakultas “Medsos” Jurusan “Meme” ala Presiden Abad 21

Oleh: Darwan(Mahasiswa Program Pascasarjana Ekonomi Syariah IAIN Samarinda) ORASI Presiden Joko Widodo…

Kamis, 15 November 2018 07:01

Indeks Pembangunan Pemuda di Kaltim Meningkat

Oleh: Marinda Asih Ramadhaniah(Staf Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim) KINERJA…

Rabu, 14 November 2018 06:53

Takdir Hidup Bersama Banjir

Oleh: Dr Ir Sunarto Sastrowardojo M Arch(Dosen Sekolah Pascasarjana Perencanaan dan Pengembangan Wilayah…

Rabu, 14 November 2018 06:51

Mengapa Angka Penyakit TBC Tidak Pernah Turun?

Oleh: Ferry Fadzlul Rahman(Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kaltim) BERDASAR data…

Rabu, 14 November 2018 06:49

Bonus Demografi untuk Kaltim: Berkah atau Bencana?

Oleh: Rezaneri Noer Fitrianasari(Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Data Analisis di Badan Pusat Statistik)…

Selasa, 13 November 2018 06:58

Merosotnya Nilai-Nilai Kepahlawanan

Oleh: Suharyono Soemarwoto MM(Pemerhati Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kerakyatan, Kandidat Doktor Ilmu…

Selasa, 13 November 2018 06:56

Dunia Penerbangan Kita

Oleh: RP Yohanes Antonius Lelaona SVD(Rohaniwan di Paroki St Pius X Tenggarong) TERBANG ke sana kemari…

Senin, 12 November 2018 07:01

Berkembang atau Tumbang di Tengah Jalan?

Oleh: Rahiman Al Banjari(Pemuda Muhammadiyah Balikpapan) “KITA akan menjadi saksi perubahan. baik…

Senin, 12 November 2018 06:59

Tingkatkan Hasil Belajar Matriks melalui Problem Based Learning

Oleh: Drs Mulyono(Guru SMA 5 Balikpapan) SALAH satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah…

Sabtu, 10 November 2018 06:19

Menyongsong Era Digital Pemilu di Indonesia

PEMILU  pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .