MANAGED BY:
JUMAT
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 07 November 2018 06:51
Yakin Tetap Tumbuh Positif
JANGKA PANJANG: Beberapa pekerja PT Waru Kaltim Plantation mengeluarkan tandan buah segar kelapa sawit dari kebun. Sektor pertanian tampaknya harus mendapat perhatian lebih karena bisa menjadi pengganti pertambangan dan penggalian. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Meski tidak tumbuh setinggi tahun lalu (3,13 persen), ekonomi Bumi Etam tahun ini diyakini tetap tumbuh positif. Tepatnya pada kisaran 2,17-2,57 persen (year on year/yoy).

Ketua Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Harry Aginta mengatakan, perkiraan penurunan pertumbuhan tersebut salah satunya disebabkan kinerja sektor batu bara. Pasalnya hingga saat ini, kontribusi emas hitam untuk perekonomian Kaltim masih paling tinggi, mencapai 45,93 persen.

Saat ini, ada perlambatan pertumbuhan kinerja lapangan usaha pertambangan. Penyebabnya tren penurunan harga komoditas, periode musim hujan yang lebih lama dibandingkan tahun lalu, ketidakpastian permintaan dari negara mitra dagang hingga situasi global dan rendahnya serapan batu bara domestik domestic market obligation (DMO) pada awal tahun.

“Memang tidak hanya karena batu bara, namun karena porsi sektor ini terlalu besar makanya sangat berpengaruh terhadap ekonomi kita,” ungkapnya, Selasa (6/11).

Perlambatan, tambahnya, juga terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan di tengah berlanjutnya pembatasan ekspor crude palm oil (CPO) di Eropa. Hal itu mengakibatkan berlebihnya supply CPO di pasar internasional dan membuat harga CPO semakin mengalami penurunan.

Di sisi pengeluaran, penurunan kinerja lapangan usaha utama serta tingginya nilai impor Kaltim, berdampak pada kinerja perdagangan luar negeri Kaltim yang mengalami kontraksi pada 2018. “Sementara itu, outlook pertumbuhan ekonomi dunia dan beberapa negara mitra dagang Kaltim juga mengalami koreksi negatif dan menjadi downside risk bagi pertumbuhan ekonomi Bumi Etam,” katanya.

Dari sisi harga, indeks Harga Ekspor (IHEx) Kaltim 2018 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan harga yang diperoleh dari World Bank dalam Commodity Markets Outlook pada April 2018 dan Oktober 2017, IHEx Kaltim diperkirakan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar  minus 1,9 persen (yoy) pada 2018. Mengalami koreksi positif jika dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. Revisi pertumbuhan IHEx Kaltim tahun 2018 didorong oleh perbaikan perkiraan harga batu bara.

“Berdasarkan beberapa prediksi, perhitungan yang sudah ada, serta indikator lainnya, ekonomi Kaltim tahun ini tidak akan tumbuh hingga 3 persen. Ekonomi Kaltim hanya akan tumbuh di kisaran 2,17-2,57 persen,” tutupnya.

Tak hanya Kaltim, perekonomian Indonesia juga diyakini mengalami pertumbuhan namun tidak signifikan. Pada kuartal III tadi, tumbuh 5,17 persen (yoy). Angka tersebut naik tipis jika dibandingkan dengan kuartal III tahun lalu yang 5,06 persen. Konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong pertumbuhan dengan kontribusi 55,26 persen terhadap PDB.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Erani Yustika menyatakan, pertumbuhan 5,17 persen menunjukkan kenaikan secara tahunan. Namun, jika dilihat secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi menurun dari kuartal II yang 5,27 persen. Meski demikian, dia menilai angka tersebut masih cukup positif di tengah sentimen global. “Angka itu jelas menggembirakan bila dilihat dari skala tekanan eksternal tersebut,” imbuhnya.

Perekonomian dunia, lanjut dia, dihadapkan pada tantangan berat sejak awal 2018. Mulai lonjakan harga minyak dunia yang memicu tekanan neraca transaksi berjalan negara-negara importer minyak hingga kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS).

Sentimen lainnya, ada perang dagang antara AS dan mitra dagangnya. Bahkan, IMF pun menyimpulkan ekonomi global tidak akan tumbuh setinggi tahun-tahun sebelumnya. Lembaga internasional itu memprediksi ekonomi global hanya tumbuh 3,7 persen pada 2018. “Melihat perkembangan yang demikian, agak sulit berharap ekonomi tumbuh pada nilai potensialnya,” imbuhnya.

Dari sisi penawaran, realisasi pertumbuhan triwulan III 2018 lebih baik. Terutama karena industri pengolahan tumbuh lebih tinggi daripada triwulan sebelumnya. Pada triwulan III, industri pengolahan tumbuh 4,33 persen (yoy), sedangkan triwulan II tumbuh 3,97 persen (yoy).

Untuk mencapai target pertumbuhan 2018, pemerintah akan terus fokus pada beberapa hal. Di antaranya, menjaga inflasi agar tetap mendukung kegiatan investasi, mempercepat realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah, serta mendorong realisasi investasi. Selain itu, pemerintah juga memacu ekspor untuk memastikan agar neraca perdagangan surplus sampai akhir tahun.

Direktur Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal menilai, pertumbuhan ekonomi 2018 akan berada di kisaran 5,15–5,2 persen. Menurut dia, masih ada tantangan ke depan. Yaitu, risiko melemahnya nilai tukar dan prediksi market yang memperkirakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) pada Desember mendatang.

Hal tersebut tentu menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi ke depan. Tantangan lain datang dari kemungkinan naiknya harga BBM. Jika ingin ekonomi tumbuh lebih baik pada kuartal IV, pemerintah harus bisa menjaga inflasi. “Kalau inflasinya bagus, pertumbuhan ekonomi masih bisa tertolong di tengah banyaknya tantangan dan kondisi kita yang masih banyak mengimpor barang,” ungkapnya. (*/ctr/ndu2/k18)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Juni 2019 21:09

PHM Capai Setahun Tanpa LTI, John Anis : Komitmen Terhadap Keselamatan Kerja Jangan Mengendur

SAMARINDA- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), operator Wilayah Kerja (WK)…

Rabu, 19 Juni 2019 10:49

Banjir Samarinda Tidak Menyebabkan Inflasi

SAMARINDA- Banjir yang menggenangi Samarinda sejak Jumat (7/6) lalu ternyata…

Rabu, 19 Juni 2019 10:48

BERKAH..!! Ramadan Kerek Pendapatan PT Pos

BALIKPAPAN- PT Pos Indonesia (Persero) area Balikpapan berhasil membukukan pertumbuhan…

Sabtu, 15 Juni 2019 12:06

Transaksi Nontunai Kaltim Menurun 8,71 Persen

SAMARINDA-Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Bank Indonesia-Real Time…

Sabtu, 15 Juni 2019 12:01

Realisasi Investasi Capai Rp 9,24 Triliun

SAMARINDA-Pada 2019, Kaltim menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 36,35 triliun.…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:47

Optimistis Pariwisata Samarinda Makin Mantap, Ini Indikatornya

SAMARINDA-Sejak beroperasinya Bandara Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, pariwisata…

Jumat, 14 Juni 2019 15:58

Cadangan Devisa Indonesia Turun Lagi

JAKARTA – Jumlah cadangan devisa (cadev) RI turun terus sejak…

Jumat, 14 Juni 2019 14:08

Lion Air Bantah Utang Rp 614 T

Order 800 pesawat dikabarkan menyisakan utang besar bagi Lion Air.…

Kamis, 13 Juni 2019 14:54
Dampak Banjir di Samarinda

SEMENTARA SEPI..!! Pengunjung Lembuswana Turun 90 Persen

SAMARINDA- Tak hanya merendam 12 kelurahan, banjir di Samarinda juga…

Kamis, 13 Juni 2019 11:36

Tahu Usaha Menjanjikan

Udin (38), pembuat tahu dan tempe di Jalan Marsma Iswahyudi, Teluk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*