MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 07 November 2018 06:47
Pertamina Komitmen Capai Target BBM 1 Harga
KEJAR TARGET: Pertamina bertekad mewujudkan program pemerintah, memberikan harga BBM di kawasan tertinggal, terdepan dan terluar sama dengan di Pulau Jawa.(DOK/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA – Salah satu tantangan terbesar pemerintah adalah merealisasikan sila kelima Pancasila yang berbunyi: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila itu menjunjung tinggi terwujudnya kesejahteraan umum. Lahir dan batin selengkap mungkin bagi seluruh rakyat. Dari sektor energi, harapan itu tumbuh.

Hal itu yang coba diwujudkan oleh PT Pertamina (Persero) melalui program bahan bakar minyak (BBM) satu harga. Kebijakan ini fokus menyeragamkan harga jual resmi BBM sebesar Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter solar di berbagai daerah pelosok Indonesia.

Kebijakan BBM satu harga itu merupakan program milik pemerintah yang diamanatkan kepada Pertamina untuk dieksekusi. Ada 150 titik di kawasan-kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang harus disamakan harga BBM-nya seperti di Pulau Jawa hingga 2019. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 136 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga JBT & JBKP Secara Nasional.

Bagi Pertamina, menjalankan amanat BBM satu harga adalah harga mutlak yang harus dilakukan. Sebab, muaranya jelas: menyejahterakan masyarakat dalam sektor energi. Apalagi, kebutuhan terhadap BBM masih sangat tinggi.

Pertamina tidak sendirian dalam menjalankan kebijakan itu. BUMN Migas bersinergi bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Migas, Pemerintah Daerah (Pemda), Kementerian ESDM dan swasta dalam mewujudkan BBM berkeadilan.

Pada 2017 atau tahun pertama berlakunya BBM satu harga, Pertamina mencatat sebanyak 54 titik telah dibangun. Program ini telah di-launching langsung oleh Presiden Joko Widodo di Yahukimo, Papua, Oktober 2016 silam. Selama 2018, perseroan menargetkan 67 titik akan terealisasi.

“Kami targetkan sampai akhir tahun 67 titik akan terealisasi, sehingga upaya Pertamina mewujudkan energi berkeadilan sesuai program pemerintah," kata VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, dalam laman resmi Pertamina, Senin (5/11).

Hingga Oktober 2018, sudah sebanyak 58 lokasi BBM satu harga telah dioperasikan. Itu artinya, Pertamina telah merealisasikan 87 persen dari target BBM satu harga tahap kedua. Secara keseluruhan, 112 titik penyalur telah direalisasikan.

Pertamina masih punya pekerjaan rumah untuk merealisasikan 9 titik BBM satu harga hingga akhir tahun. “Kami upayakan 67 titik bisa selesai lebih cepat pada November, sehingga pada akhir tahun 100 persen atau semua titik yang ditargetkan pemerintah sudah terealisasi,” tuturnya.

Adapun ke-58 titik tersebut tersebar di seluruh Indonesia, yakni di wilayah Pertamina Marketing Operation Region I (Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau) 8 titik. Lalu Wilayah Marketing Operation Region II (Sumatra Selatan, Lampung) 3 titik.

 

Wilayah Marketing Operation Region V (NTB dan NTT) 10 Titik. Wilayah Marketing Operation Region VI (Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan) 15 titik.

Marketing Operation Region VII (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Tenggara) 9 titik. Terakhir, di wilayah Marketing Operation Region VIII (Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat) sebanyak 13 titik.

Adiatma menambahkan, rata-rata penyaluran BBM premium dan solar periode 2017 sebesar 1.856 kiloliter (kl) per bulan untuk 54 lembaga penyalur. Sementara itu, jika 67 titik BBM satu harga terealisasi, maka rata-rata penyaluran BBM sebesar 5.727 kl per bulan.

Pada tahapan tahun kedua ini, ia juga menyebut ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam mewujudkan BBM 1 harga. Yakni, lokasi yang ditetapkan pemerintah merupakan wilayah dengan infrastruktur darat dan laut terbatas.

Di sisi lain, Adiatma menegaskan jika program BBM satu harga akan tetap berlanjut kendati harga minyak dunia tengah sudah menembus USD 80 per barel, begitupun dengan nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp 15 ribu per USD.

"Insyaallah bisa menjual BBM satu harga meski minyak dunia saat ini tengah mahal. Alasannya bukan soal volumenya kecil tapi ini adalah program kebangsaan. Ini programnya pemerintah bukan masalah untung rugi. Mengenai tempat semua koordinasi, itu 150 titik untuk 3 tahun jadi semua sudah ada kajiannya," tegas dia.

Kini, berjalannya BBM satu harga membuat beberapa wilayah terpencil di Indonesia, seperti di Papua Barat, sudah bisa menikmati harga BBM setara harga di Pulau Jawa. Jauh sebelum itu, masyarakat setempat menikmati harga BBM hingga Rp 50 ribu per liter.

Sementara, anggota Komite Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Hendry Ahmad menilai, kebijakan BBM satu harga diberlakukan lantaran kebutuhan masyarakat terhadap BBM masih cukup tinggi. “Semua sektor membutuhkan energi, dan kebutuhannya masih sekitar 85 persen bergantung pada BBM,” tuturnya.

Sisa 15 persen kebutuhannya masih bergantung pada energi terbarukan. Oleh karena itu, dia menegaskan pemerintah bersama Pertamina dan pemangku kepentingan lainnya saat ini akan terus bersinergi mengupayakan agar masyarakat bisa memperoleh BBM dengan mudah. “Ketersediaan BBM. Jangan sampai BBM tidak ada,” pungkas Hendry. (hap/jpg/ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 06:30

Toyota Kian Mantap Jadi Leader di Kelas LMPV

BALIKPAPAN  -   Mengawali 2019, Toyota menggebrak industri otomotif dengan meluncurkan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:27

Pacu Produksi Perikanan

SAMARINDA  -  Produksi ikan tangkap di Kaltim tahun ini ditarget…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:25

Pengusaha Masih Belum Disiplin

SAMARINDA  -   Pemerintah tampaknya perlu melakukan edukasi lebih intensif…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:23

Ekspansi ke Bisnis Kuliner

BALIKPAPAN  -  Telkom Property Area VI Regional Kalimantan menargetkan pendapatan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:23

Tekanan Inflasi di Triwulan I Mereda

SAMARINDA  -  Tekanan inflasi Kaltim pada triwulan I 2019 diperkirakan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:22

Suku Bunga Acuan Masih Bertahan

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:18

Optimistis Bersaing di Pasar LMPV

JAKARTA  –  Persaingan pasar kendaraan low multi-purpose vehicle (LMPV) kian…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:16

Tiket Terbatas, Buruan Beli sebelum Kehabisan

BALIKPAPAN  - Pemerintah tengah getol memasyarakatkan olahraga. Salah satu yang…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:15

Dorong Bangun SPBU di Luar Jawa

SURABAYA  –  Jumlah lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) atau…

Jumat, 18 Januari 2019 06:55

BEI Lanjutkan Tren Positif

BALIKPAPAN - Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencetak pertumbuhan investor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*