MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 06 November 2018 08:29
Ketat, 15 Peserta Didiskualifikasi, Apa Alasannya?

PROKAL.CO, TES seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) telah berlangsung di SMK 1 dan SMP 22, Senin (5/11). Namun, sebanyak 15 pelamar dari sesi pertama, kedua, dan ketiga langsung didiskualifikasi lantaran tidak hadir.

Sekretaris Badan Pendidikan Pelatihan Kepegawaian Daerah (BPPKD) Samarinda Nurhikmah, tidak mengetahui alasan ketidakhadiran para pelamar. Apalagi, pihaknya tidak diperbolehkan menjalin komunikasi dengan para peserta.

“Kontaknya pun kami tidak tahu. Yang jelas, kalau tidak hadir, didiskualifikasi. Tapi, kalau terlambat diberikan waktu satu jam untuk registrasi,” ujar Nurhikmah.

Masing-masing sesi tes SKD diikuti 180 peserta. Pelamar yang mengikuti tes diwajibkan menggunakan kemeja putih, celana hitam, serta menggunakan sepatu. “Tidak langsung tes, ada pemeriksaan. Seperti harus menunjukkan KTP dan surat keterangan lolos sscn.bkn.go.id. Baru bisa registrasi,” kata dia.

Aturan sangat ketat. Para peserta disediakan ruang tunggu khusus. Bahkan, para peserta diwajibkan menitipkan barang bawaan mereka sebelum masuk ke ruangan. “Untuk mengantisipasi kecurangan,” jelasnya.

“Yang jelas. Ada 540 peserta yang mengikuti tes hari pertama. Setiap sesi, ada 180 peserta untuk empat sesi,” terang Nurhikmah. 

Disinggung terkait kendala pada pelaksanaan tersebut. Dia memastikan tidak ada permasalahan. Pasalnya, tes SKD dilaksanakan semi-online, artinya soal untuk tes sudah di-download oleh tim proktor. “Satu jam sebelum tes dimulai naskah di-download,” sebutnya.

Akibat tes SKD tersebut, kedua sekolah terpaksa diliburkan. Menanggapi ini, Kepala Sekolah (Kepsek) SMK 1 Samarinda Suharso Mulyono mengatakan, meski anak didiknya diliburkan. Hal tersebut tidak memengaruhi sistem belajar mengajar.

“Sekarang tinggal semesteran saja. Secara materi sudah disampaikan dan guru sudah mengerti adanya seleksi CPNS. Jadi, materi yang tertinggal bisa dikejar. Intinya tidak ada masalah,” aku Suharso. (*/dq/rsh/k15)


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 09:34
Kasus “Serangan Fajar” di Jalan Pramuka

Bukti Bertambah, Seorang Caleg Diperiksa

SAMARINDA–Desakan agar Bawaslu Samarinda menuntaskan dugaan “serangan fajar” di Jalan…

Senin, 22 April 2019 21:41

Job Market Fair Digelar di Kantor Disnakertrans Kaltim, Terdapat 1.377 Lowongan Kerja

SAMARINDA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim menggelar…

Senin, 22 April 2019 09:18

Pulang Kerja, Rumah Tinggal Bara

NASIB malang menimpa Novi Diana Wati (32). Perempuan yang kesehariannya bekerja…

Senin, 22 April 2019 09:18

Sulit Harapkan APBD Perubahan

SAMARINDA–Renovasi SD 005 di Loa Janan Ilir jadi sorotan Panitia…

Senin, 22 April 2019 09:17

Sanksi Menanti Pelanggar

SAMARINDA–Peraturan Wali Kota (Perwali) 1/2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik…

Senin, 22 April 2019 09:16

Kasus Politik Uang Harus Dikawal

PRAKTIK culas di tengah pemilu terungkap 17 April lalu. Dugaan…

Minggu, 21 April 2019 10:30

Dua Tahun Tak Teraliri Listrik

SAMARINDA – Dua tahun lalu, pemkot merelokasi 117 kepala keluarga…

Minggu, 21 April 2019 10:29

Empat Kecamatan Belum Rekapitulasi

SAMARINDA – Penghitungan suara Pemilu 2019 di TPS dan kelurahan…

Minggu, 21 April 2019 10:27

Sumur Tua Merenggut Nyawa

Derai air mata tumpah di salah satu rumah di Jalan…

Minggu, 21 April 2019 10:27

Sistem Kerja Harus Jadi Perhatian

Mengawal suara masyarakat, menentukan pemimpin negara, dari level presiden hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*