MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 06 November 2018 07:30
BUSINESS BOOSTER IN DIGITAL ERA

PROKAL.CO, class="Default">SIAPA yang pernah ikutan bikin posting-an paid promote di Instagram? Di zaman serbadigital ini, hal-hal begitu emang umum ditemui. Internet bisa jadi lahan buat menjaring konsumen dan bikin barang yang dijual itu lebih hit. Tapi, tahu nggak sih, masih ada banyak cara yang lebih advance daripada paid promote? Yuk, kenalan sama digital marketing!

Internet jadi lahan buat memasarkan produk. Nggak cuma promo lewat sosial media, ada juga brand yang bikin website profesional sendiri agar produknya makin terlihat menjanjikan.

Dilansir dari Digital Marketing Institute, ternyata 96 persen calon konsumen menganggap website bisnis bisa mendongkrak rasa percaya mereka. Sebanyak 79 persen konsumen pun terpengaruh oleh strategi beriklan suatu bisnis.

Salah satu pionir dalam dunia digital marketing adalah siapa lagi kalau bukan search engine yang paling digunakan di Indonesia, yaitu Google. Lewat platform bertajuk Google Bisnisku, Google berharap menjadi wadah yang mempertemukan pebisnis dan pelanggan. ”Melalui platform ini, bisnis yang terdaftar dapat dengan mudah ditemukan melalui Google penelusuran dan Google Maps,” ujar Jason Tedjasukmana, head of corporate communications Google Indonesia.

Yap, Google Bisnisku merupakan upaya Google untuk mendukung bisnis di Indonesia, terutama UMKM. ”Hal ini juga merupakan komitmen kami untuk mendukung inisiatif pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara,” lanjut Jason.

Sejauh ini Google Bisnisku mampu meningkatkan penjualan hingga mencapai angka 80 persen bila dibandingkan dengan penjualan offline. Para pebisnis yang tertarik pun bisa mendaftarkan diri ke situs Google Bisnisku secara gratis.

Harapannya, bakal banyak pebisnis muda dengan modal terbatas yang terbantu. ”Melalui Google Bisnisku, mereka bisa menjangkau konsumen yang lebih luas dan tentu membangun kredibilitas bisnis mereka. Bisnis mereka dapat dengan mudah ditemukan di Google penelusuran maupun Google Maps,” ungkap Jason.

Kesempatan promosi lewat digital marketing emang diperlukan entrepreneur muda Indonesia, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa. Misalnya, Wirasena Mahesha, mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya.

Dia mengaku kesulitan mengembangkan bisnis makanan bertajuk Molenella atau molen mozzarella-nya. ”Sayangnya, bisnis ini terhenti di tengah jalan karena kurangnya promosi,” ungkapnya.

Karena itu, strategi digital marketing emang perlu dikembangkan kalau UMKM ingin survive. Salah satu pihak yang telah mengamalkannya adalah Wilihono dengan bisnisnya, yaitu Toserda atau Toko Serba Lada.

Menurut dia, bisnisnya bisa bertahan sejak 2010 karena menerapkan digital marketing. ”Baru beberapa bulan bergabung, manfaatnya memang terasa. Misalnya, peningkatan traffic ke website dan offline store. Selain itu, hasil penjualan langsung meningkat 20–30 persen. Akhirnya, banyak yang tahu Toserda, deh,” ceritanya.

So, selama kita bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, bukan mustahil kok seorang pelajar sekalipun jadi entrepreneur yang sukses! (raf/c25/fhr)