MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 05 November 2018 10:31
Jukir Resmi Malah Bikin Buntung, Ini yang Akan Dilakukan Dishub Samarinda
Motor parkir di sepanjang Tepian Mahakam.

PROKAL.CO, Adanya jukir resmi ternyata tak menguntungkan secara ekonomi. Nah bagaimana upaya Dinas Perhubungan agar jukir ini bisa berkontribusi kepada PAD Samarinda? Kepala Dishub Samarinda, Ismansyah memberikan jawaban.

Yang pertama, Dishub berupaya merombak penempatan para jukir resmi. Saat ini, jukir-jukir resmi masih terpusat di beberapa lokasi. Seperti di Kecamatan Samarinda Ilir dan Kota. Setelah dirombak, diharapkan setoran mereka ke kas daerah tak kurang dari target. Dia berharap jukir resmi bisa menyetor sampai Rp 40 ribu per hari. 

 “Selain itu, kami berencana melimpahkan kewenangan 35 jukir resmi yang ada di Kompleks Citra Niaga ke UPTD Citra Niaga (di bawah Dinas Perdagangan). Kalau ini disetujui, estimasi pendapatan tadi bisa menyusut lagi,” ujarnya.

Proses pengajuan mutasi itu, kata M Zulsyam, pelaksana tugas Kasi Perparkiran Dishub Samarinda, sudah diajukan awal Oktober lalu. Dishub berharap kajian yang dimohonkan dapat segera terealisasi pada 2019 mendatang.

Sementara itu, agar pendapatan bisa berkisar di angka Rp 2-2,5 miliar, dishub menyiasati dengan merekrut jukir binaan. Jukir binaan sifatnya resmi di bawah Dishub, namun tidak ada gaji bulanan. Pendapatannya secara bagi hasil. Murni dari pendapatan parkir setelah dipotong 20 persen untuk disetor ke kas daerah, di mana nilai setoran minimal Rp 15 ribu per hari (setara pendapatan parkir Rp 75 ribu).

Tahun ini, terdapat 95 orang jukir binaan. Tahun depan, ditargetkan terdapat 153 jukir binaan. Artinya, jika setiap jukir binaan menyetor Rp 15 ribu saja per hari, maka dalam setahun pendapatan daerah dari 153 jukir binaan ini sekitar Rp 837 juta. Bersih, tanpa harus menggaji jukir. Nilainya berpotensi lebih tinggi jika pendapatan jukir lebih dari Rp 75 ribu per hari.

 “Kami memantaunya dengan karcis yang kami berikan ke Jukir. Kalau pendapatan jukir lebih dari Rp 75 ribu, wajib dipotong 20 persen. Tapi kalau di bawah Rp 75 ribu, wajib setor sesuai ketentuan setoran minimal yaitu Rp 15 ribu. Jadi jelas potensi pendapatannya,” pungkasnya. (*/ryu/rsh/k18)


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 09:34
Kasus “Serangan Fajar” di Jalan Pramuka

Bukti Bertambah, Seorang Caleg Diperiksa

SAMARINDA–Desakan agar Bawaslu Samarinda menuntaskan dugaan “serangan fajar” di Jalan…

Senin, 22 April 2019 21:41

Job Market Fair Digelar di Kantor Disnakertrans Kaltim, Terdapat 1.377 Lowongan Kerja

SAMARINDA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim menggelar…

Senin, 22 April 2019 09:18

Pulang Kerja, Rumah Tinggal Bara

NASIB malang menimpa Novi Diana Wati (32). Perempuan yang kesehariannya bekerja…

Senin, 22 April 2019 09:18

Sulit Harapkan APBD Perubahan

SAMARINDA–Renovasi SD 005 di Loa Janan Ilir jadi sorotan Panitia…

Senin, 22 April 2019 09:17

Sanksi Menanti Pelanggar

SAMARINDA–Peraturan Wali Kota (Perwali) 1/2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik…

Senin, 22 April 2019 09:16

Kasus Politik Uang Harus Dikawal

PRAKTIK culas di tengah pemilu terungkap 17 April lalu. Dugaan…

Minggu, 21 April 2019 10:30

Dua Tahun Tak Teraliri Listrik

SAMARINDA – Dua tahun lalu, pemkot merelokasi 117 kepala keluarga…

Minggu, 21 April 2019 10:29

Empat Kecamatan Belum Rekapitulasi

SAMARINDA – Penghitungan suara Pemilu 2019 di TPS dan kelurahan…

Minggu, 21 April 2019 10:27

Sumur Tua Merenggut Nyawa

Derai air mata tumpah di salah satu rumah di Jalan…

Minggu, 21 April 2019 10:27

Sistem Kerja Harus Jadi Perhatian

Mengawal suara masyarakat, menentukan pemimpin negara, dari level presiden hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*