MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 05 November 2018 10:31
Jukir Resmi Malah Bikin Buntung, Ini yang Akan Dilakukan Dishub Samarinda
Motor parkir di sepanjang Tepian Mahakam.

PROKAL.CO, Adanya jukir resmi ternyata tak menguntungkan secara ekonomi. Nah bagaimana upaya Dinas Perhubungan agar jukir ini bisa berkontribusi kepada PAD Samarinda? Kepala Dishub Samarinda, Ismansyah memberikan jawaban.

Yang pertama, Dishub berupaya merombak penempatan para jukir resmi. Saat ini, jukir-jukir resmi masih terpusat di beberapa lokasi. Seperti di Kecamatan Samarinda Ilir dan Kota. Setelah dirombak, diharapkan setoran mereka ke kas daerah tak kurang dari target. Dia berharap jukir resmi bisa menyetor sampai Rp 40 ribu per hari. 

 “Selain itu, kami berencana melimpahkan kewenangan 35 jukir resmi yang ada di Kompleks Citra Niaga ke UPTD Citra Niaga (di bawah Dinas Perdagangan). Kalau ini disetujui, estimasi pendapatan tadi bisa menyusut lagi,” ujarnya.

Proses pengajuan mutasi itu, kata M Zulsyam, pelaksana tugas Kasi Perparkiran Dishub Samarinda, sudah diajukan awal Oktober lalu. Dishub berharap kajian yang dimohonkan dapat segera terealisasi pada 2019 mendatang.

Sementara itu, agar pendapatan bisa berkisar di angka Rp 2-2,5 miliar, dishub menyiasati dengan merekrut jukir binaan. Jukir binaan sifatnya resmi di bawah Dishub, namun tidak ada gaji bulanan. Pendapatannya secara bagi hasil. Murni dari pendapatan parkir setelah dipotong 20 persen untuk disetor ke kas daerah, di mana nilai setoran minimal Rp 15 ribu per hari (setara pendapatan parkir Rp 75 ribu).

Tahun ini, terdapat 95 orang jukir binaan. Tahun depan, ditargetkan terdapat 153 jukir binaan. Artinya, jika setiap jukir binaan menyetor Rp 15 ribu saja per hari, maka dalam setahun pendapatan daerah dari 153 jukir binaan ini sekitar Rp 837 juta. Bersih, tanpa harus menggaji jukir. Nilainya berpotensi lebih tinggi jika pendapatan jukir lebih dari Rp 75 ribu per hari.

 “Kami memantaunya dengan karcis yang kami berikan ke Jukir. Kalau pendapatan jukir lebih dari Rp 75 ribu, wajib dipotong 20 persen. Tapi kalau di bawah Rp 75 ribu, wajib setor sesuai ketentuan setoran minimal yaitu Rp 15 ribu. Jadi jelas potensi pendapatannya,” pungkasnya. (*/ryu/rsh/k18)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 09:13

MENGECEWAKAN..!! Pusat Hanya Menganggarkan Duit Segini untuk Normalisasi SKM

SAMARINDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui…

Senin, 21 Januari 2019 11:06

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Memancing jadi perwujudan hobi banyak kalangan. Sebagian menjadikannya mata pencarian.…

Senin, 21 Januari 2019 11:04

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai…

Senin, 21 Januari 2019 10:54

Masyarakat Ikut Mengawasi

PENGGUNAAN bahan kimia dan racun, atau setrum untuk menangkap ikan…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Gerindra Optimistis Menang di Mahulu

LONG BAGUN – Sorak serempak menghujani ruang rumah lamin Long…

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

Agendakan Konser Musik Jaz dan Klasik

Setelah mengadakan berbagai kegiatan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, kini…

Minggu, 20 Januari 2019 11:05

Hanya Pemberhentian, Tanpa PAW

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberi penjelasan terkait polemik pemberhentian lima legislator di…

Minggu, 20 Januari 2019 10:19

WOW..!! Ada Samarinda Magnificent, Ini Maknanya Bagi Wali Kota

SAMARINDA - Logo komersial "Samarinda Magnificent", yang akan diluncurkan 21…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*