MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 05 November 2018 06:34
Bisnis Ready Mix Mengejar Optimal
HARUS TERDAMPAK: Roy Nirwan menunjukkan proses pembuatan tiang cor di perusahaannya, Balikpapan Ready Mix. Hadirnya pembangunan proyek RDMP Pertamina diharapkan dapat memacu kinerja.(paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Bisnis semen beton siap pakai atau ready mix tampaknya masih belum mendapatkan momentum terbaik. Sepinya proyek menjadi alasan utama.

Direktur Utama PT Balikpapan Ready Mix Roy Nirwan mengatakan, pasca kondisi ekonomi Kaltim merosot, hingga saat ini bisnis ready mix belum bisa kembali ke kondisi geliat ekonomi Kaltim baik. Apalagi sepanjang tahun lalu, sepi proyek fisik yang bergerak.

Kendati ekonomi tumbuh, dia menilai kondisi ini masih belum bisa merangsang pembangunan daerah. Kantong daerah masih belum membaik. Sementara untuk bisnis ready mix, porsi dari pemerintah cukup besar. “Ya, tahun ini memang ada indikasi lebih baik dari tahun lalu. Tapi belum bisa menopang seluruh perusahaan ready mix yang ada di Kaltim atau Balikpapan,” terangnya, Minggu (4/11).

Proyek infrastruktur sedang terhambat seiring defisit anggaran pemerintah daerah. Belanja pemerintah minim. Swasta pun sama, belum ada proyek yang jalan. Sekarang, Roy mengaku proyek paling besar yang ia garap adalah jalan tol Balikpapan-Samarinda. Ditambah proyek Pertamina, yakni Refinery Development Masterplan Program (RDMP) yang akan berjalan tahun ini.

“Ibaratnya, saat kondisi emas permintaan semen untuk produksi bisa mencapai 10 ribu ton. Sekarang hanya 1.000 sampai 1.500 ton saja,” terangnya.

Walhasil, pria yang menjabat sebagai pernah menjabat sebagai ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan ini mengaku sedang mengikat pinggang dengan kencang. Minim produksi, biaya operasional tetap jalan tiap bulan. Keuntungan yang didapat tidak bisa menutupi. Mau tidak mau, ia merogoh kocek lebih dalam untuk menutupi biaya operasional, termasuk gaji karyawan.

Roy menyebutkan, sekarang pihaknya memperluas jangkauan atau ekspansi ke daerah lain, di sekitar Kaltim. “Ya kalau tidak begini target sepanjang tahun sulit tercapai,” terangnya.

Terpisah, ketua kamar dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat menuturkan hal yang sama. Perusahaannya yang bergerak di bidang ready mix, PT Anugerah Jaya Beton, mengalami kondisi serupa. Permintaan semen ia klaim jauh menurun. Produksi paling hanya bisa 30 persen dari 100 persen. Semisal, produksi normal hingga 4.000 kubik, sekarang hanya 600-1000 kubik saja.

“Tapi, tahun ini kemungkinan bisnis ready mix akan membaik. Khususnya di Balikpapan kantong keuangan sudah lebih baik dari tahun lalu. Ya memang tidak besar tapi bisa memberikan kontribusi kepada usaha ready mix. Dulu hanya 30 persen tahun ini bisa 50 persen bekerja,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan biaya operasional, bisa di-cover normalnya produksi minimal 2.000 kubik. Di bawah itu, mau tidak mau, keuntungan yang dulu dikeluarkan lagi untuk menombok. Karyawannya pun ada yang dirumahkan sementara.

“Sekarang, yang nyata bisa dikerjakan adalah proyek RDMP. Ini adalah megaproyek, mungkin semua perusahaan ready mix bakal kena imbasnya,” tutupnya. (aji/ndu/k18)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 06:47

Bankaltimra Masih Butuh Tambahan Modal Inti

SAMARINDA – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara) masih memerlukan penambahan…

Jumat, 16 November 2018 06:43

Citilink Ambil Alih Operasi Sriwijaya Air

JAKARTA – Tren generasi milenial yang kerap bepergian menjadi target market bagi maskapai penerbangan.…

Jumat, 16 November 2018 06:40

Manfaatkan Kawasan Berikat

BALIKPAPAN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Kalimantan Bagian…

Jumat, 16 November 2018 06:38

Sadar Manfaat Pajak untuk Keberlangsungan Usaha

Bisnis perhotelan sudah dia geluti selama 30 tahun terakhir. Tak heran, Linan Kurniahu termasuk pengusaha…

Jumat, 16 November 2018 06:33

PGN Tuntaskan Jargas Tahun Ini

TARAKAN – Kementerian ESDM menugasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk membangun 4.695 jaringan…

Jumat, 16 November 2018 06:32

Industri Alas Kaki Masih Lesu

SURABAYA – Industri sepatu dalam negeri belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Asosiasi Persepatuan…

Jumat, 16 November 2018 06:31

Pengusaha Minta Pemerintah Selektif

JAKARTA – Penyelesaian aturan baru terkait daftar negatif investasi (DNI) terus dikebut. Sebelum…

Kamis, 15 November 2018 06:45

Tahun Depan Sasar Utara dan Selatan

BALIKPAPAN – Kota Minyak terus mengembangkan jaringan gas (jargas) di masyarakat. Saat ini Pemkot…

Kamis, 15 November 2018 06:43

Ini Masalah yang Selalu Jadi Momok Investasi di Kaltim

BALIKPAPAN – Permasalahan lahan kerap menjadi penghambat dalam mengembangkan investasi di Kaltim.…

Kamis, 15 November 2018 06:42

Siapkan Rencana Operasi Pasar

JAKARTA – Pergerakan harga beras medium bakal menjadi perhatian pemerintah dalam sebulan ke depan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .