MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 05 November 2018 06:34
Bisnis Ready Mix Mengejar Optimal
HARUS TERDAMPAK: Roy Nirwan menunjukkan proses pembuatan tiang cor di perusahaannya, Balikpapan Ready Mix. Hadirnya pembangunan proyek RDMP Pertamina diharapkan dapat memacu kinerja.(paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Bisnis semen beton siap pakai atau ready mix tampaknya masih belum mendapatkan momentum terbaik. Sepinya proyek menjadi alasan utama.

Direktur Utama PT Balikpapan Ready Mix Roy Nirwan mengatakan, pasca kondisi ekonomi Kaltim merosot, hingga saat ini bisnis ready mix belum bisa kembali ke kondisi geliat ekonomi Kaltim baik. Apalagi sepanjang tahun lalu, sepi proyek fisik yang bergerak.

Kendati ekonomi tumbuh, dia menilai kondisi ini masih belum bisa merangsang pembangunan daerah. Kantong daerah masih belum membaik. Sementara untuk bisnis ready mix, porsi dari pemerintah cukup besar. “Ya, tahun ini memang ada indikasi lebih baik dari tahun lalu. Tapi belum bisa menopang seluruh perusahaan ready mix yang ada di Kaltim atau Balikpapan,” terangnya, Minggu (4/11).

Proyek infrastruktur sedang terhambat seiring defisit anggaran pemerintah daerah. Belanja pemerintah minim. Swasta pun sama, belum ada proyek yang jalan. Sekarang, Roy mengaku proyek paling besar yang ia garap adalah jalan tol Balikpapan-Samarinda. Ditambah proyek Pertamina, yakni Refinery Development Masterplan Program (RDMP) yang akan berjalan tahun ini.

“Ibaratnya, saat kondisi emas permintaan semen untuk produksi bisa mencapai 10 ribu ton. Sekarang hanya 1.000 sampai 1.500 ton saja,” terangnya.

Walhasil, pria yang menjabat sebagai pernah menjabat sebagai ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan ini mengaku sedang mengikat pinggang dengan kencang. Minim produksi, biaya operasional tetap jalan tiap bulan. Keuntungan yang didapat tidak bisa menutupi. Mau tidak mau, ia merogoh kocek lebih dalam untuk menutupi biaya operasional, termasuk gaji karyawan.

Roy menyebutkan, sekarang pihaknya memperluas jangkauan atau ekspansi ke daerah lain, di sekitar Kaltim. “Ya kalau tidak begini target sepanjang tahun sulit tercapai,” terangnya.

Terpisah, ketua kamar dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat menuturkan hal yang sama. Perusahaannya yang bergerak di bidang ready mix, PT Anugerah Jaya Beton, mengalami kondisi serupa. Permintaan semen ia klaim jauh menurun. Produksi paling hanya bisa 30 persen dari 100 persen. Semisal, produksi normal hingga 4.000 kubik, sekarang hanya 600-1000 kubik saja.

“Tapi, tahun ini kemungkinan bisnis ready mix akan membaik. Khususnya di Balikpapan kantong keuangan sudah lebih baik dari tahun lalu. Ya memang tidak besar tapi bisa memberikan kontribusi kepada usaha ready mix. Dulu hanya 30 persen tahun ini bisa 50 persen bekerja,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan biaya operasional, bisa di-cover normalnya produksi minimal 2.000 kubik. Di bawah itu, mau tidak mau, keuntungan yang dulu dikeluarkan lagi untuk menombok. Karyawannya pun ada yang dirumahkan sementara.

“Sekarang, yang nyata bisa dikerjakan adalah proyek RDMP. Ini adalah megaproyek, mungkin semua perusahaan ready mix bakal kena imbasnya,” tutupnya. (aji/ndu/k18)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 06:47

Awal Tahun, Rp 14 T Dana Asing Masuk

JAKARTA – Tahun politik kadang menjadi penghambat pertumbuhan investasi di…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:30

Toyota Kian Mantap Jadi Leader di Kelas LMPV

BALIKPAPAN  -   Mengawali 2019, Toyota menggebrak industri otomotif dengan meluncurkan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:27

Pacu Produksi Perikanan

SAMARINDA  -  Produksi ikan tangkap di Kaltim tahun ini ditarget…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:25

Pengusaha Masih Belum Disiplin

SAMARINDA  -   Pemerintah tampaknya perlu melakukan edukasi lebih intensif…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:23

Ekspansi ke Bisnis Kuliner

BALIKPAPAN  -  Telkom Property Area VI Regional Kalimantan menargetkan pendapatan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:23

Tekanan Inflasi di Triwulan I Mereda

SAMARINDA  -  Tekanan inflasi Kaltim pada triwulan I 2019 diperkirakan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:22

Suku Bunga Acuan Masih Bertahan

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:18

Optimistis Bersaing di Pasar LMPV

JAKARTA  –  Persaingan pasar kendaraan low multi-purpose vehicle (LMPV) kian…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:16

Tiket Terbatas, Buruan Beli sebelum Kehabisan

BALIKPAPAN  - Pemerintah tengah getol memasyarakatkan olahraga. Salah satu yang…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:15

Dorong Bangun SPBU di Luar Jawa

SURABAYA  –  Jumlah lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*