MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 05 November 2018 06:31
Ekspor CPO Bergerak Positif
POSITIF: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia meyakini ekspor CPO tahun ini meningkat hingga 7 persen. Tampak puluhan ton tandan buah segar yang siap diolah menjadi minyak nabati.

PROKAL.CO, JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan, iklim bisnis industri sawit di Indonesia masih positif. Sampai Oktober 2018, ekspor sawit Indonesia naik 4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengungkapkan, hingga akhir tahun pihaknya memprediksi kenaikan angka ekspor bisa mencapai 7 persen. Ada tiga strategi yang menurut Gapki tengah dilakukan demi meningkatkan produktivitas dan pendapatan industri sawit tahun depan.

Pertama, mengembangkan iklim yang makin kompetitif antara pemerintah dan industri dalam produktivitas dan harga kelapa sawit. “Hal ini tecermin dari penerapan moratorium sawit,” katanya.

Menurut Joko, adanya moratorium justru membuat petani lebih berfokus meningkatkan produktivitas, terutama para petani kecil. “Sebab, 40 persen dari total 14 juta hektare kebun sawit dimiliki petani kecil,” ujarnya.

Kedua, ada upaya bersama untuk mengembangkan pangsa pasar baru dan menyediakan fasilitas infrastruktur yang lebih baik. Joko menuturkan bahwa hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mulai mencari pasar nontradisional.

Strategi terakhir adalah pemasifan kampanye positif terhadap industri kelapa sawit. “Selain itu, pemerintah terus mendorong peningkatan daya saing industri kelapa sawit nasional. Upaya ini cukup intens. Sebab, tantangan dari dalam maupun luar negeri itu makin kuat,” jelasnya.

Optimisme pertumbuhan ekspor itu juga didukung adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang telah berimbas pada penurunan impor minyak kedelai Tiongkok dari Amerika Serikat. Ia menyebut Tiongkok menurunkan impor kedelai dari Amerika Serikat sekitar 1 juta ton per bulan. Hal itu membuat harga kedelai turun yang mengerek penurunan harga minyak nabati lainnya.

"Namun di sisi lain situasi itu menjadi peluang bagi CPO untuk mengisi kekurangan minyak nabati di pasar Tiongkok," kata Joko.

Tahun lalu, ekspor CPO Indonesia mencapai 31 juta ton atau senilai 22 miliar dolar AS. Berdasarkan data Gapki, ekspor CPO dan turunannya pada Januari-Agustus 2018 telah mencapai 19,9 juta ton atau senilai 13,7 miliar dolar AS. "Pertumbuhan ekspor tahun ini didorong oleh peningkatan volume ekspor, bukan nilai, karena harga CPO tahun ini turun," kata Joko.

Ia berharap kenaikan volume ekspor CPO dan turunannya itu akan membantu pemerintah menekan defisit neraca perdagangan dan memperkuat nilai tukar rupiah. Selain itu ia juga mengungkapkan kontribusi CPO menekan impor minyak mentah, seiring dengan mandatori penggunaan biodiesel 20 atau B20.

Lebih jauh Joko mengatakan bahwa industri minyak sawit telah berkontribusi pada 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang digagas PBB dengan tiga penekanan pada sektor ekonomi, sosial dan lingkungan. (agf/jpg/ndu2/k18)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*