MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 04 November 2018 11:37
Jasa Foto Dibayar Nasi Bungkus
MOTRET: Awalnya hanya memiliki satu kamera, kini Boy memiliki banyak kamera untuk keperluan usahanya. Hal tersebut didapat melalui usaha yang tak mudah pula. (FOTO: SAIPUL ANWAR)

PROKAL.CO, SATU hal yang selalu dipegang oleh Mohammad Boy Elditha dalam menjalankan bisnis jasa fotografi adalah tak ingin mengecewakan klien. Pemilik penyedia jasa Fribo Plus Photography dan Photobooth tersebut mengatakan ada beberapa klien yang membawa konsep sendiri. Biasanya konsep itu di luar ekspektasi Boy dan kawan-kawannya.

“Ada klien yang mau fotonya itu bertema hujan tapi ternyata gak. Gimana kita mau foto? Agak bingung juga. Tapi tetap kita usahakan. Kalau sudah enggak bisa, ya setidaknya kita kasih opsi lain lagi sampai klien kita terpuaskan,” jelas pria kelahiran 1990 tersebut.

Saat masih fokus mencari klien, Boy mengaku pernah tidak dibayar dan hanya bermodal terima kasih. Selain itu, dia pernah dibayar dengan nasi bungkus. Namun, dari pengalaman tersebut, Boy menerimanya sebagai hikmah dan ada pelajaran yang bisa diambil. Selama pekerjaan yang digeluti itu dikerjakan dengan baik dan ikhlas, Boy yakin rezeki pasti akan menghampiri.

Tak hanya berkecimpung di Samarinda, Boy sudah pernah memotret kliennya di luar kota seperti Balikpapan, Bontang, Tenggarong bahkan sampai Pekalongan. Di berbagai kota tersebut, beragam acara sudah pernah diurus langsung oleh Fribo seperti pernikahan, ulang tahun, gathering, dan acara kantor.

Begitu juga halnya saat dia akan melakukan pemotretan. Ada klien yang ingin melangsungkan pemotretan untuk pre-wedding di Singapura dan Prancis. Dengan penuh totalitas, Boy berangkat langsung ke sana untuk melakukan survei tempat.

“Tujuannya ya satu. Supaya saat sampai di sana, kita sudah tahu spot-nya di mana yang bagus untuk foto dan enggak buang-buang waktu lagi,” jelas pria kelahiran Samarinda itu.

Dalam sehari, jasa fotografi milik Boy bisa menangani delapan acara. Jika dalam sebulan, usaha jasa fotografinya ini bisa menangani sekitar 25 acara. Berarti dalam setahun, bisa diperkirakan usahanya ini bisa menangani sekitar 300-an acara.

Membahas omzet, Boy menuturkan sekitar Rp 100 juta per bulan bisa dihasilkan melalui bisnis jasa fotografi miliknya ini. “Dari 2014 ke 2018 itu ada sekitar 1.200-an. Apalagi pada zaman 2014 itu lebih parah karena photobooth itu sangat naik banget. Orang itu pengin banget pakai photobooth karena masih baru, kekinian,” ungkapnya.

Ya, photobooth juga menjadi andalan dari bisnisnya. Untuk alat pun, dia dan tim memilih untuk survei di Jakarta. Konsep yang baru dari photobooth juga jadi hal utama agar tidak bosan.

Photobooth kita paling banyak. Kita sehari bisa menangani lima photobooth. Dan dibuatnya sesuai permintaan,” ucap anak pertama dari tiga bersaudara tersebut.

Pria berkacamata itu pernah mendapat keluhan dari klien. Biasanya, karena isi CD yang kosong dan masalah itu datang dari sistem. Selain itu, waktu pengerjaan yang agak lama jadi kendala.

“Kalau di kita kan karena setiap fotonya diedit, jadi pengerjaannya agak lama. Misalnya ada 2.000 foto, ya semua foto itu kita edit semua. Foto itu kan yang kita kejar momennya. Kalau sibuk mengatur kamera harus bagaimana, nanti momennya keburu hilang. Jadi ya foto saja, kalau seperti pencahayaan foto kurang maksimal bisa kita perbaiki,” ucap Boy dengan semangat.

Ada dua hal yang paling berkesan baginya selama merintis usaha. “Yang paling kaget itu ya karena bisa menangani pemotretan untuk pernikahan Donna Faroek pada 2017. Itu kan event yang besar sekali. Beliau memercayakan dan langsung request untuk menggunakan kita. Alhamdullilah, sampai sekarang beliau masih percaya dengan jasa kita,” ungkap Boy lagi.

Selain itu, dia pernah diundang untuk memotret launching event suatu handphone terkemuka di Jakarta dari 2014–2015. Boy pun sempat kebingungan saat menerima undangan tersebut.

“Saya kira itu cuma bohongan dan ya sudah saya kirim KTP saja. Semua dibiayai. Dan itu fotonya langsung dikasih di sana, enggak boleh di-publish karena jadi copyright handphone tersebut,” ucap Boy sembari tertawa kecil saat mengenang pengalaman tersebut.

“Kita hampir enggak ada waktu istirahat. Senin atau Selasa pun kadang masih ada wedding. Tapi ya kembali lagi, kita sih mikirnya untuk usaha itu harus jangka panjang makanya kita selalu kasih yang terbaik. Kalau klien mintanya gimana, kita usahakan,” pungkasnya. (*/ysm*/rdm/k16)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 10 Oktober 2012 15:17

Wajah di Mana-Mana, Kabarnya Beli Pesawat Rp 200 M

<div> <div> Mungkin, tak ada orang Kaltim yang wajahnya lebih populer di seluruh Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .