MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 04 November 2018 08:37
Jokowi Heran, Kok Ngga Ada yang Demo Soal Keberhasilan Pemerintah?
Konferensi pers pemerintah RI dengan Freeport Mc Moran terkait divestasi PT Freeport Indonesia. (dok. JawaPos.com)

PROKAL.CO, Aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang terjadi selama ini di Indonesia mayoritas didominasi oleh pernyataan sikap tidak puas atau aspirasi yang belum tercapai. Jarang sekali demonstrasi berupa aksi damai di mana massa menyampaikan apresiasi atas kinerja pemerintah yang telah gencar melakukan pembangunan.

Demikian dirasakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin agar sekali-kali demonstrasi yang digelar itu bertujuan untuk menyuarakan apresiasi atas kinerja pemerintah.

Misalnya, sebut Jokowi, apresiasi terhadap ambil alih Blok Rokan yang berpuluh-puluh tahun dikelola oleh Chevron. Kemudian, Blok Mahakam yang dulunya dipegang Total dan Inpex, kini dikelola oleh Pertamina.

Terbaru, keberhasilan pemerintah dalam menyelesaikan negosiasi kontrak karya dengan PT Freeport Indonesia. Perusahaan tambang asal negeri Paman Sam itu akhirnya mau melepas 51 persen kepemilikan kepada pihak nasional.

"Ingin didemo tapi (demo yang) mendukung gitu lho. Mendukung agar Freeport diambil oleh pemerintah. Mahakam sudah diambil 100 persen, tapi pada diam. Padahal, saya tunggu-tunggu tapi pada diam," ujar Presiden Jokowi saat pidato di Gor Maulana Yusuf, Serang, Banten, Sabtu (3/11).

"Blok Rokan sudah 100 persen, semua diam, nggak ada dukungan. Freeport sudah 51 persen diambil, tapi pada diam, nggak ada dukungan. Jadi, kita ini sebetulnya ingin seperti apa?" tambahnya.

Dengan adanya bukti-bukti tersebut, Presiden Jokowi masih mempertanyakan kenapa masih ada saja pihak yang menuduh dirinya antek asing. Padahal semua yang dilakukannya untuk rakyat Indonesia. 

Jokowi menceritakan begitu alot dan sulitnya pemerintah memaksa PT Freeport Indonesia untuk melepas saham mayoritasnya kepada Indonesia. Bahkan kata Jokowi begitu banyak tekanan yang diberikan kepada dirinya dan pemerintah. 

"Negosiasi alot, ditekan kanan, ditekan kiri, ditekan atas, ditekan bawah. Untung saya orangnya sabar. Ditekan-tekan ya saya diam saja, sama kadang-kadang ngelus dada," selorohnya. (gwn/JPC)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…

Senin, 21 Januari 2019 10:55

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran

SAMARINDA–Kerja Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPU Kaltim 2018–2023 sempat terhenti.…

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

MUDAHAN LEBIH HOT..!! Tanpa Kisi-Kisi di Debat Kedua

JAKARTA – Debat capres-cawapres edisi kedua masih sebulan lagi. Namun,…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:09

Biaya Tol Teluk Kian Membengkak

BALIKPAPAN  –   Semakin lama tertunda, anggaran pembangunan Jembatan Tol…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:07

Abu Bakar Ba’asyir Bebas Tanpa Syarat

JAKARTA  -  Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir bisa mengakhiri…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:04

Polres Belum Terima Komplain Konsumen

BALIKPAPAN –  Kasus obat kosmetik ilegal diungkap jajaran Polres Balikpapan,…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

SERASA ANAK TIRI..!! Bandara APT Pranoto “Dicueki” Pusat

SAMARINDA–Moda transportasi udara jadi idola untuk memangkas waktu perjalanan. Sayangnya,…

Jumat, 18 Januari 2019 08:11

Kosmetik Ilegal Dijual Mahal

BALIKPAPAN – Nurliah (26) hanya bisa menunduk. Perempuan berkulit putih…

Jumat, 18 Januari 2019 08:01

Mengubur Kebencian

OLEH: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda)…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Koran Adalah Alat Perjuangan, Bertahan dengan Kualitas Sajian

Media daring menjamur. Tapi tak akan membunuh koran. Tak membuatnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*