MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 04 November 2018 06:27
Jadikan Haters sebagai Motivasi
SERIUS: Berawal dari hobinya yang menyukai fotografi, Mohammad Boy Elditha serius untuk menjalani bisnis di ranah ini. Berbagai macam acara sudah pernah Boy tangani. (FOTO: SAIPUL ANWAR)

PROKAL.CO, KESUKSESAN yang datang di hidup Mohammad Boy Elditha saat ini tak lepas dari kerja keras yang dilalui. Semua yang dia dapatkan, tidak diraih secara instan. Namun, masih saja ada beberapa orang yang melayangkan komentar negatif karena bisnis yang dia jalani. Bagi seorang Boy, usaha itu tidak ada yang abadi. Dia mengambil contoh, sekelas Friendster dan Yahoo saja bisa gulung tikar.

“Intinya semua itu dijalani dengan baik saja. Tidak usah muluk-muluk dan tetap rendah hati,” ucapnya sembari tertawa kecil. Di kalangan sesama fotografer, ada beberapa yang mengatakan, Boy sombong sejak bisnisnya menanjak.

“Saya jarang bersosialiasi karena tidak ada waktu. Saya sibuk mengurus pekerjaan bukan berarti sombong. Katanya saya sudah jarang ngumpul. Ya, coba saja tukar posisi. Mereka yang di posisi saya gimana?” ungkap pria yang pernah menimba ilmu di STMIK Widya Cipta Dharma Samarinda tersebut.

Menurut Boy, mereka tidak tahu saja bagaimana dia dan rekan-rekannya bekerja susah payah. Terkadang ada keinginan untuk sekadar berkumpul, tetapi sudah telanjur lelah apa lagi besok harus bekerja lagi.

“Ya memang salah satunya harus ada yang dikorbankan,” lanjutnya. Boy tidak menjadikan hal itu sebagai beban. Justru menjadi cambuk semangatnya untuk bisa lebih baik dari sebelumnya. Haters memang banyak dan Boy juga sadar jika pro-kontra itu wajar adanya. Menurut ayah dua anak itu, dia malah senang jika semakin banyak haters berarti akan semakin banyak yang mengetahui soal dia dan bisnisnya.

Memuat foto hasil jepretan timnya di Instagram pun sempat menjadi omongan orang pula. “Ya karena kan kalo sekali posting di Instagram itu bisa langsung banyak. Ada saja yang bilang itu karena gaya. Ya gimana, sebenarnya kan itu cara kita mau memperlihatkan ke klien bahwa kita dipakai orang lho. Ingin membuktikan bahwa banyak yang minat dengan kita,” ucapnya.

Boy kembali mengingat masa-masa awal saat dia masih berkeliling mencari klien sambil membawa album foto. Kini, dia tak perlu lagi melakukan hal tersebut karena sudah semakin banyak orang yang percaya akan jasanya. Terkadang, yang ada di pikiran haters itu berbeda dengan yang ada di pikirannya. Misalnya saja seperti saat Instagram resmi Fribo tidak ada memasang foto terbaru, para haters tersebut berpikir jika usaha Boy sedang sepi klien.

“Padahal dalam hati kita mengucap alhamdulillah karena bisa istirahat. Waktu itu pernah hari Sabtu kita enggak ada job dan rasanya kayak aneh aja karena kebiasaan bekerja tiap hari,” ucap Boy sambil tertawa.

Pada event festival pernikahan terbesar yang pernah digelar di Samarinda, Fribo sempat meraih juara dua dengan omzet tertinggi. Dilakukan pembayaran uang muka berjumlah Rp 130 juta.

“Ya masih ada saja yang komentar negatif. Kayak, masa sih bisa dapat segitu?” ucapnya. Sekarang, bisnis jasa fotografi sangat penting dan termasuk penghasilan utama. Harapannya, bisnis itu akan terus maju dan bertahan.

“Mempertahankan itu lebih susah. Kalau semakin tinggi, ketika turun itu kita bakal pusing sendiri lagi,” pungkas Boy. (*/ysm*/rdm/k8)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 10 Oktober 2012 15:17

Wajah di Mana-Mana, Kabarnya Beli Pesawat Rp 200 M

<div> <div> Mungkin, tak ada orang Kaltim yang wajahnya lebih populer di seluruh Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .