MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 01 November 2018 10:11
Stop Makan Nasi, Kopi Jadi Sumber Energi

Sehat ala Kabag Humas dan Protokol Setkab Kutim

NGOPI SEHAT: Imam Sujono Lutfi dalam kesehariannya nyaris tak pernah meninggalkan kopi sebagai asupan energi.

PROKAL.CO, Tren minum kopi hitam tanpa gula semakin menjamur di Indonesia. Di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), seorang pejabat pemerintah daerah rutin mengampanyekan ngopi sehat tanpa gula.

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

IMAM Sujono Lutfi kesehariannya disibukkan dengan tugas sebagai kabag Humas dan Protokol Setkab Kutim. Dia selalu menyempatkan menikmati biji kopi yang diracik sendiri, tanpa gula. Bisa dibilang, ke mana saja perginya, biji kopi dan alat peracik selalu disiapkan di dalam tasnya.

Imam pun memberi kesempatan jurnalis Kaltim Post untuk melakukan perjalanan bersama Sangatta-Samarinda, belum lama ini. Di dalam mobilnya, ada butiran biji kopi di sebuah tempat khusus, bersama alat peracik kopi praktis, seukuran botol minuman yang mudah digenggam. Dalam perjalanan itu, banyak pengetahuan tentang kopi dibagikannya.

Sampai akhirnya berhenti di suatu warung makan, ketika menjelang senja. Imam seketika mengeluarkan “dapur” kopi pribadinya, lalu meracik biji kopi puntang–kopi asli dari Jawa Barat–kemudian meminta pelayan di warung menyeduhkannya.

Cara penyajian pun mengikuti arahan Imam. Yakni, air yang mendidih dengan ketinggian derajat tertentu, dimasukkan ke biji kopi yang sudah diracik menjadi bubuk. Tentu tanpa campuran gula. Ketika segelas air sudah penuh, diaduk hingga merata, kemudian wajib hukumnya langsung ditutup dengan penutup gelas.

Menurut Imam, kopi yang baru diseduh harus langsung ditutup agar cita rasa asli kopi tidak tergerus karena uap yang mengudara. “Kalau sudah disajikan dengan benar sesuai standar penyajian, kopi tanpa gula bakal terasa nikmat. Harus dinikmati untuk mengenal rasa kopi yang diseduh dan lidah bakal mengerti arti kopi sesungguhnya, bahwa tanpa gula justru lebih nikmat,” ungkap Imam.

Sebelum menyeruput bersama, jurnalis media ini dibimbingnya agar tak terkena penyakit. Yaitu, menghindari makan nasi atau setidaknya mengurangi. Sebab, nasi mengandung karbohidrat yang terdapat zat gula yang sangat tinggi. Jika kopi tanpa gula, tapi masih makan nasi, tentu tubuh masih terkontaminasi gula.

“Kalau gula dan kopi bercampur, respons tubuh manusia biasanya jantung berdebar, atau saraf bergetar, dan berbagai gangguan lainnya,” ungkap Imam yang juga merupakan sekretaris LDII Kutim itu.

Efek kopi yang sebenarnya, terang Imam, adalah membuat tubuh rileks. Jika belum merasakan rileks karena kopi tanpa gula, berarti diduga seseorang tersebut baru saja makan nasi. “Syarat tambahan, ketika meminum kopi usahakan didampingi meminum air putih yang cukup. Sebab, respons tubuh dan lidah akan lebih netral,” imbuh lelaki yang juga sekretaris IPSI Kutim itu.

Dirinya mengaku, sudah setahun belakangan menghindari makan nasi. Mungkin, hanya sesekali jika menghadiri acara makan. Tanpa nasi, Imam yakin, energi tubuhnya tetap kuat dengan bantuan asupan kopi tanpa gula. “Kopi membuat rileks dan memberi tenaga tambahan. Buktinya, sampai saat ini saya tetap merasa sehat. Sebab, ini salah satu jenis pola hidup sehat,” tukas dia.(kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:19

Kuasai Semua Alat Musik di Pendopo

Kondisi Djoko Sudiro memang terbatas. Namun, Djoko tidak berhenti belajar,…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:02
Melihat Pelatihan Make-up di Rutan Klas IIB Balikpapan

Tepis Bosan, Modal agar Tak Kembali Terjerumus

Bayangan terhadap kelam dan buruknya kehidupan di balik dinding penjara…

Minggu, 06 Januari 2019 08:52

Mingalabar from Myanmar

Oleh: Firman Wahyudi   PERJALANAN dari Balikpapan ke Myanmar memakan…

Sabtu, 05 Januari 2019 06:57

Raih Harmony Award, Warga Punya Peran Besar

Kalimantan Utara (Kaltara) dinobatkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai provinsi dengan…

Sabtu, 29 Desember 2018 06:59

Evaluasi APBD Sudah Rampung, Menunggu Pengesahan DPRD

Draf APBD Kalimantan Utara (Kaltara) 2019 sudah dievaluasi Kementerian Dalam…

Rabu, 26 Desember 2018 11:54
Kisah Para Nelayan Pandeglang yang Selamat dari Tsunami

Selembar Penutup Boks Ikan Jadi Penyelamat

Kuatnya terjangan tsunami membuat kapal-kapal pencari ikan itu pecah. Nelayan…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:59
Menengok MRI Anyar Milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo

Bantu Dokter Mampu Visualisasikan Jaringan Tubuh Terkecil Pasien

Setahun lalu diusulkan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru milik RSUD…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:45
AKP MD Djauhari, Kapolsek Loa Janan Peraih Medali Perak Porprov

Tetap Percaya Diri Meski Bersaing dengan Atlet Muda

Nama AKP MD Djauhari tak asing lagi di lingkungan atlet…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:38

Ikuti Adik Jajal Samarinda, Sudah Bidik Pasar Luar Negeri

Memiliki jiwa bisnis, putra sulung Presiden RI ke-7, Joko Widodo,…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:12

Penularan “Santun”, Pasien Tak Perlu Dijauhi

Stigma HIV/AIDS di kalangan masyarakat masih buruk. Penderitanya kerap dikucilkan:…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*