MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 01 November 2018 10:11
Stop Makan Nasi, Kopi Jadi Sumber Energi

Sehat ala Kabag Humas dan Protokol Setkab Kutim

NGOPI SEHAT: Imam Sujono Lutfi dalam kesehariannya nyaris tak pernah meninggalkan kopi sebagai asupan energi.

PROKAL.CO, Tren minum kopi hitam tanpa gula semakin menjamur di Indonesia. Di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), seorang pejabat pemerintah daerah rutin mengampanyekan ngopi sehat tanpa gula.

RAYMOND CHOUDA, Sangatta

IMAM Sujono Lutfi kesehariannya disibukkan dengan tugas sebagai kabag Humas dan Protokol Setkab Kutim. Dia selalu menyempatkan menikmati biji kopi yang diracik sendiri, tanpa gula. Bisa dibilang, ke mana saja perginya, biji kopi dan alat peracik selalu disiapkan di dalam tasnya.

Imam pun memberi kesempatan jurnalis Kaltim Post untuk melakukan perjalanan bersama Sangatta-Samarinda, belum lama ini. Di dalam mobilnya, ada butiran biji kopi di sebuah tempat khusus, bersama alat peracik kopi praktis, seukuran botol minuman yang mudah digenggam. Dalam perjalanan itu, banyak pengetahuan tentang kopi dibagikannya.

Sampai akhirnya berhenti di suatu warung makan, ketika menjelang senja. Imam seketika mengeluarkan “dapur” kopi pribadinya, lalu meracik biji kopi puntang–kopi asli dari Jawa Barat–kemudian meminta pelayan di warung menyeduhkannya.

Cara penyajian pun mengikuti arahan Imam. Yakni, air yang mendidih dengan ketinggian derajat tertentu, dimasukkan ke biji kopi yang sudah diracik menjadi bubuk. Tentu tanpa campuran gula. Ketika segelas air sudah penuh, diaduk hingga merata, kemudian wajib hukumnya langsung ditutup dengan penutup gelas.

Menurut Imam, kopi yang baru diseduh harus langsung ditutup agar cita rasa asli kopi tidak tergerus karena uap yang mengudara. “Kalau sudah disajikan dengan benar sesuai standar penyajian, kopi tanpa gula bakal terasa nikmat. Harus dinikmati untuk mengenal rasa kopi yang diseduh dan lidah bakal mengerti arti kopi sesungguhnya, bahwa tanpa gula justru lebih nikmat,” ungkap Imam.

Sebelum menyeruput bersama, jurnalis media ini dibimbingnya agar tak terkena penyakit. Yaitu, menghindari makan nasi atau setidaknya mengurangi. Sebab, nasi mengandung karbohidrat yang terdapat zat gula yang sangat tinggi. Jika kopi tanpa gula, tapi masih makan nasi, tentu tubuh masih terkontaminasi gula.

“Kalau gula dan kopi bercampur, respons tubuh manusia biasanya jantung berdebar, atau saraf bergetar, dan berbagai gangguan lainnya,” ungkap Imam yang juga merupakan sekretaris LDII Kutim itu.

Efek kopi yang sebenarnya, terang Imam, adalah membuat tubuh rileks. Jika belum merasakan rileks karena kopi tanpa gula, berarti diduga seseorang tersebut baru saja makan nasi. “Syarat tambahan, ketika meminum kopi usahakan didampingi meminum air putih yang cukup. Sebab, respons tubuh dan lidah akan lebih netral,” imbuh lelaki yang juga sekretaris IPSI Kutim itu.

Dirinya mengaku, sudah setahun belakangan menghindari makan nasi. Mungkin, hanya sesekali jika menghadiri acara makan. Tanpa nasi, Imam yakin, energi tubuhnya tetap kuat dengan bantuan asupan kopi tanpa gula. “Kopi membuat rileks dan memberi tenaga tambahan. Buktinya, sampai saat ini saya tetap merasa sehat. Sebab, ini salah satu jenis pola hidup sehat,” tukas dia.(kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 13 Juli 2019 12:33

Kenal Musik Hingga Flora Fauna Kaltim

SANGATTA - Rinan adalah sapaan yang khas oleh teman-teman sekolahnya.…

Sabtu, 06 Juli 2019 12:45
Dua Dekade Lebih Yayasan Kakak Perjuangkan Nasib Anak Korban Kekerasan Seksual

Banyak Yang Tidak Sadar Mereka Sebenarnya Korban

Pendampingan anak-anak korban eksploitasi seksual komersial termasuk yang paling sulit.…

Selasa, 02 Juli 2019 12:42
Komunitas Pelestari Bahasa Daerah Oryza Lokabasa

Sulit Cari Anggota, Penutur Bukan Harus Orang Lokal

Membayangkan anak turun semakin tak mengenal bahasa daerah menjadi salah…

Senin, 01 Juli 2019 12:23

Arswendo Atmowiloto yang Tak Surut Semangat kendati Tengah Sakit

Bahkan saat kondisi kesehatannya mulai menurun, Arswendo Atmowiloto tetap bersemangat…

Senin, 24 Juni 2019 13:20
Oleh-Oleh dari Junior Recital Violin Classic

Menggesek Biola Tidak Sembarangan, Mood Mesti Dijaga

Memiliki kepercayaan diri dan menghargai pencapaian yang dimiliki selama ini,…

Kamis, 13 Juni 2019 14:21

Festival Balon, Jalan Tengah untuk Melestarikan Tradisi dan Menjaga Keamanan Penerbangan

Festival di Ponorogo dan Pekalongan berlangsung tanpa melanggar aturan tentang…

Minggu, 02 Juni 2019 17:39
Kisah Asmuni Membangun Rumah Makan Sukma Rasa

Dari Jualan Keripik, Pernah Jadi TKI, hingga Sukses di Usaha Kuliner

Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Asmuni, pemilik Rumah Makan Sukma…

Sabtu, 01 Juni 2019 13:23

Ini Cerita Petualangan Matteo Nanni Bermotor dari Italia ke Indonesia

Dari Italia, Matteo Nani sudah berkendara enam bulan hingga sampai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*