MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Minggu, 28 Oktober 2018 07:16
Kenaikan Pertamax Pengaruhi Laju Inflasi di Kaltara
-ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax kembali dinaikkan pemerintah pusat pada Oktober ini. Yakni, dari Rp 9.700 menjadi Rp 10.600 per liter. Kenaikan tersebut, menurut Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim Atqo Mardiyanto, memengaruhi laju inflasi di Kaltara.

Dia menyebutkan, kenaikan BBM nonsubsidi umumnya bersifat first round effect. Yakni, berpengaruh satu kali dan tidak memengaruhi sektor lain.  "Potensi kenaikan inflasi lebih pada satu sektor di bahan bakar, tidak sampai meluas ke sektor lain," tegasnya saat ditemui pekan lalu.

Kondisi tersebut, lanjut dia, berbeda jika kenaikan berasal dari golongan BBM penugasan jenis premium yang disubsidi pemerintah. Selain akan mendorong inflasi, ada dampak yang meluas ke sektor lain.

Pasalnya, BBM subsidi biasanya dipergunakan untuk transportasi umum dan angkutan distribusi barang. Apabila harga BBM subsidi naik, bisa berpengaruh terhadap beban produksi. Harga di sektor lain pun ikut naik.

Selain itu, kenaikan harga pertamax memiliki potensi membuat konsumen beralih pada bahan bakar yang jauh lebih murah. “Selisih antara pertamax dan pertalite, serta premium cukup tinggi. Sehingga bisa terjadi pengalihan konsumsi di masyarakat. Terlebih BBM ini tidak ada substitusinya, sedangkan daerah sendiri mempunyai batasan kuota yang telah ditentukan," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setprov Kaltara Usdiansyah mengungkapkan, untuk target inflasi Kaltara tetap berpeluang besar tercapai di tengah kenaikan harga pertamax. Mengingat, intervensi inflasi secara khusus di Kaltara terletak di sektor transportasi udara dan bahan makanan. 

"Juli lalu saat pertamax dinaikkan, inflasi masih di bawah 3,5 persen. Kita lebih memperkirakan tekanan inflasi di akhir tahun ini dari transportasi udara, bahan makanan, makanan jadi, dan kelompok pendidikan," ungkapnya. 

Meskipun demikian, secara keseluruhan, komponen inflasi dalam kategori rendah. Baik dari inflasi inti, harga pangan bergejolak (volatile food) maupun harga yang dikendalikan pemerintah. Sehingga, saat akhir tahun nanti inflasi diprediksi bisa di bawah 3,5 persen atau dalam rentang 2,5–4,5 persen. (uno/fen/kpg/kri/k16)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 10:25

Aryani: Pelaku Cabul Harus Dihukum Berat

TANJUNG SELOR–Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan…

Rabu, 20 Februari 2019 10:00

MESTI DIAWASI

Anak-anak di Desa Jelarai Selor, Tanjung Selor Hilir, asyik bermain…

Rabu, 20 Februari 2019 09:59

Air Baku PDAM Mulai Menipis

TARAKAN – Hujan yang mulai jarang mengguyur Tarakan, berdampak terhadap…

Rabu, 20 Februari 2019 09:27

Pembangunan Serudong-Seimenggaris Disepakati

SABAH– Pemprov Kaltara yang mewakili Indonesia bersama Pemerintah Sabah, Malaysia,…

Selasa, 19 Februari 2019 09:44

Lelang Proyek Harus Beres April

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara)  Irianto Lambrie menginginkan…

Selasa, 19 Februari 2019 09:39

Perekaman KTP-el Masuk Wilayah Hijau

TANJUNG SELOR – Meski belum seratus persen, berdasar hasil pemetaan…

Senin, 18 Februari 2019 10:04

Gubernur Optimistis Pembangunan KIPI Lancar

TARAKAN–Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyebut, rencana pengembangan Kawasan Industri dan…

Senin, 18 Februari 2019 09:44

Pemprov Diminta Lengkapi Data untuk Pelepasan HPL

TANJUNG SELOR–Sesuai janjinya, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi…

Rabu, 13 Februari 2019 12:30

Tak Ditarget, Diharapkan Cepat

TANJUNG SELOR– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara tidak menarget penyelesaian…

Rabu, 13 Februari 2019 11:52

Realisasi KIPI Siap Dikebut

TARAKAN–Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) beserta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*