MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Minggu, 28 Oktober 2018 07:16
Kenaikan Pertamax Pengaruhi Laju Inflasi di Kaltara
-ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax kembali dinaikkan pemerintah pusat pada Oktober ini. Yakni, dari Rp 9.700 menjadi Rp 10.600 per liter. Kenaikan tersebut, menurut Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim Atqo Mardiyanto, memengaruhi laju inflasi di Kaltara.

Dia menyebutkan, kenaikan BBM nonsubsidi umumnya bersifat first round effect. Yakni, berpengaruh satu kali dan tidak memengaruhi sektor lain.  "Potensi kenaikan inflasi lebih pada satu sektor di bahan bakar, tidak sampai meluas ke sektor lain," tegasnya saat ditemui pekan lalu.

Kondisi tersebut, lanjut dia, berbeda jika kenaikan berasal dari golongan BBM penugasan jenis premium yang disubsidi pemerintah. Selain akan mendorong inflasi, ada dampak yang meluas ke sektor lain.

Pasalnya, BBM subsidi biasanya dipergunakan untuk transportasi umum dan angkutan distribusi barang. Apabila harga BBM subsidi naik, bisa berpengaruh terhadap beban produksi. Harga di sektor lain pun ikut naik.

Selain itu, kenaikan harga pertamax memiliki potensi membuat konsumen beralih pada bahan bakar yang jauh lebih murah. “Selisih antara pertamax dan pertalite, serta premium cukup tinggi. Sehingga bisa terjadi pengalihan konsumsi di masyarakat. Terlebih BBM ini tidak ada substitusinya, sedangkan daerah sendiri mempunyai batasan kuota yang telah ditentukan," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setprov Kaltara Usdiansyah mengungkapkan, untuk target inflasi Kaltara tetap berpeluang besar tercapai di tengah kenaikan harga pertamax. Mengingat, intervensi inflasi secara khusus di Kaltara terletak di sektor transportasi udara dan bahan makanan. 

"Juli lalu saat pertamax dinaikkan, inflasi masih di bawah 3,5 persen. Kita lebih memperkirakan tekanan inflasi di akhir tahun ini dari transportasi udara, bahan makanan, makanan jadi, dan kelompok pendidikan," ungkapnya. 

Meskipun demikian, secara keseluruhan, komponen inflasi dalam kategori rendah. Baik dari inflasi inti, harga pangan bergejolak (volatile food) maupun harga yang dikendalikan pemerintah. Sehingga, saat akhir tahun nanti inflasi diprediksi bisa di bawah 3,5 persen atau dalam rentang 2,5–4,5 persen. (uno/fen/kpg/kri/k16)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:15

SUSAH HALO-HALO..!! 59 Desa di Kalimantan Utara tak Memiliki Sinyal Telepon Seluler

SAMARINDA - Sebanyak 59 desa yang tersebar di Kalimantan Utara…

Selasa, 11 Desember 2018 07:32

Angka Korban Meninggal Meningkat

NUNUKAN – Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) hingga menyebabkan pengendara…

Minggu, 09 Desember 2018 07:05

Kaltara Ditarget 14 Desember

TANJUNG SELOR – Pembahasan APBD Kaltara 2019 difasilitasi Direktorat Jenderal…

Minggu, 09 Desember 2018 07:04

Sembilan Peserta SKB Tak Hadir

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Pemprov…

Minggu, 09 Desember 2018 07:02

Pemkab-Pemkot Diinstruksikan Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Guna mengantisipasi lonjakan harga jelang Natal dan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:01

Tim Saber Pungli Bidik Pelayanan Publik

TANJUNG SELOR - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli)…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:46

PLN Diserbu Puluhan Warga

BALIKPAPAN–Tidak seperti hari-hari biasanya, Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:45

Masalah Imigrasi Dominasi Pengusiran WNI

NUNUKAN–Hampir setiap pekan, Pemerintah Malaysia melakukan pengusiran warga negara Indonesia…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:44

Roboh, Pagar Tembok Timpa Pengendara

TARAKAN–Pagar tembok sebuah bangunan di RT 09, Kelurahan Selumit, Kecamatan…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:43

Pemkot Godok Regulasi Forum CSR

TARAKAN–Pemerintah Kota Tarakan dinilai berhasil dalam menyinergikan program perusahaan melalui…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .