MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Minggu, 28 Oktober 2018 07:16
Kenaikan Pertamax Pengaruhi Laju Inflasi di Kaltara
-ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax kembali dinaikkan pemerintah pusat pada Oktober ini. Yakni, dari Rp 9.700 menjadi Rp 10.600 per liter. Kenaikan tersebut, menurut Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim Atqo Mardiyanto, memengaruhi laju inflasi di Kaltara.

Dia menyebutkan, kenaikan BBM nonsubsidi umumnya bersifat first round effect. Yakni, berpengaruh satu kali dan tidak memengaruhi sektor lain.  "Potensi kenaikan inflasi lebih pada satu sektor di bahan bakar, tidak sampai meluas ke sektor lain," tegasnya saat ditemui pekan lalu.

Kondisi tersebut, lanjut dia, berbeda jika kenaikan berasal dari golongan BBM penugasan jenis premium yang disubsidi pemerintah. Selain akan mendorong inflasi, ada dampak yang meluas ke sektor lain.

Pasalnya, BBM subsidi biasanya dipergunakan untuk transportasi umum dan angkutan distribusi barang. Apabila harga BBM subsidi naik, bisa berpengaruh terhadap beban produksi. Harga di sektor lain pun ikut naik.

Selain itu, kenaikan harga pertamax memiliki potensi membuat konsumen beralih pada bahan bakar yang jauh lebih murah. “Selisih antara pertamax dan pertalite, serta premium cukup tinggi. Sehingga bisa terjadi pengalihan konsumsi di masyarakat. Terlebih BBM ini tidak ada substitusinya, sedangkan daerah sendiri mempunyai batasan kuota yang telah ditentukan," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setprov Kaltara Usdiansyah mengungkapkan, untuk target inflasi Kaltara tetap berpeluang besar tercapai di tengah kenaikan harga pertamax. Mengingat, intervensi inflasi secara khusus di Kaltara terletak di sektor transportasi udara dan bahan makanan. 

"Juli lalu saat pertamax dinaikkan, inflasi masih di bawah 3,5 persen. Kita lebih memperkirakan tekanan inflasi di akhir tahun ini dari transportasi udara, bahan makanan, makanan jadi, dan kelompok pendidikan," ungkapnya. 

Meskipun demikian, secara keseluruhan, komponen inflasi dalam kategori rendah. Baik dari inflasi inti, harga pangan bergejolak (volatile food) maupun harga yang dikendalikan pemerintah. Sehingga, saat akhir tahun nanti inflasi diprediksi bisa di bawah 3,5 persen atau dalam rentang 2,5–4,5 persen. (uno/fen/kpg/kri/k16)


BACA JUGA

Rabu, 15 Mei 2019 11:29

WARGA BUNYU DEMO..!! Minta Pemadaman Bergilir Berakhir

TANJUNG SELOR–Kekecewaan warga Pulau Bunyu, Bulungan, terhadap pemadaman listrik bergilir…

Senin, 13 Mei 2019 12:17

WADUH..!! Hulu Diguyur Hujan, 5 Desa di Tanjung Palas Timur Terendam

Hujan yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sejak…

Kamis, 25 April 2019 11:15

Makhluk Aneh, Disebut Hewan Peliharaan Dajjal Terdampar di Kaltara

 Makhluk aneh disebut hewan peliharaan Dajjal menggegerkan masyarakat Kalimantan Utara…

Rabu, 17 April 2019 10:14

Hari Ini, Disdukcapil Tetap Layani Pencetakan E-KTP

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan memastikan…

Rabu, 17 April 2019 10:13

Percepatan DOB, Selesaikan Batas Wilayah

TANJUNG SELOR – Meskipun hingga saat ini pembentukan Daerah Otonomi…

Rabu, 17 April 2019 10:12

234 CPMI Tak Mencoblos Hari Ini

NUNUKAN – Sebanyak 234 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang…

Rabu, 17 April 2019 10:11

Naskah UN Diambil di Polsek Terdekat

TANJUNG SELOR – Seluruh naskah soal Ujian Nasional (UN) tingkat…

Rabu, 17 April 2019 10:10

Hari Ini, Speedboat Reguler Tak Beroperasi

TANJUNG SELOR – Di hari H pelaksanaan pemilihan umum (pemilu)…

Minggu, 07 April 2019 12:45

TNI AL Amankan 1,8 Kg Sabu di Tarakan

Peredaran narkoba di daerah perbatasan terus dibasmi. Terakhir adalah kasus…

Rabu, 03 April 2019 09:24

Disnakertrans Tindaklanjuti Aduan SBSI

TANJUNG SELOR – Aduan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bulungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*