MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 27 Oktober 2018 08:34
Jatuh Cinta dengan Majikan, Pemuda Ini Nikahi Janda 67 Tahun

PROKAL.CO,  Ini kisah nikah beda usia yang terpaut jauh. Muhamad Idris, 20, pekerja di kebun cengkih, menikah dengan majikannya, Inade, 65. Saat resepsi pernikahan, banyak tamu tak diundang yang datang karena penasaran.

TAUFIK HASYIM, Sidrap

DI Luwu, Sulawesi Selatan, Dewa Amor rupanya sempat hadir di kebun cengkih. Melesatkan panah asmara di sela-sela Muhammad Idris memetik cengkih sembari melirik sang majikan, Inade.

Eh, kok tepat sasaran. Maka, jarak usia yang hampir setengah abad pun bukan lagi perkara. Dan, ketika foto sejoli itu tersebar di Facebook, begitu banyak orang jadi penasaran dengan kisah mereka.

Jadilah ketika Idris, 20, dan Inade, 65, melangsungkan ijab kabul sekaligus resepsi pada Rabu malam lalu (24/10), ribuan tamu tak diundang pun datang. Padahal, ya bukan teman, bukan saudara. Ketemu saja belum pernah.

”Saya penasaran,” kata Syaharuddin Alrif, wakil ketua DPRD Sulawesi Selatan, yang datang langsung dari Makassar yang terpisah jarak 218 kilometer dari Sidrap kepada parepos.fajar.co.id. (Jawa Pos Group).

Resepsi pada Rabu malam lalu itu pun berubah seperti meet and greet selebriti. Antrean panjang tercipta untuk bisa berfoto dan memberikan selamat kepada kedua mempelai.

”Saya bahagia dan tidak malu. Inilah jodoh dan Tuhan Yang Mahatahu,” ucap Inade.

Inade janda tanpa anak. Dia menjanda sejak sang suami, Sukardi, meninggal pada 2015. Adapun Idris belum pernah menikah.

Awal Oktober lalu, saat Inade menyampaikan rencana pernikahan, Basri, pelaksana tugas (Plt) Kades Corawali, sempat menganggapnya tak serius. ”Waktu itu dia bicara dengan Idris lewat telepon di depan saya. Tapi, saya anggap dia bercanda” kata Basri.

Namun, hanya berselang beberapa hari, tiba-tiba datang surat pengantar pernikahan laki-laki itu ke kantor Desa Corawali. Baru Basri sadar, rencana Inade dan Idris itu serius.

”Saat itu saya sendiri selaku Plt Kades Corawali yang tanda tangan untuk dilanjutkan ke KUA Panca Lautang untuk proses administrasi pernikahannya,” ucapnya.

Ijab kabul pun berlangsung di kediaman Inade di Desa Corawali, Panca Lautang, Sidrap (Sidenreng Rappang). Dengan maskawin uang Rp 10 juta.

Syaharuddin mengungkapkan, dirinya penasaran karena pernikahan Idris-Inade menyedot begitu banyak perhatian. Kebetulan pula Sidrap adalah kampung halamannya.

”Kami harap tidak hanya resepsinya yang ramai, tapi bisa menjaga hubungan bahagia selama-lamanya,” kata Syaharuddin yang harus menempuh jalan darat sekitar lima jam dari Makassar itu.

Sebenarnya Idris dan Inade bukan satu-satunya pasangan yang mempelai perempuannya berusia jauh lebih tua. Di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, tahun lalu, misalnya, Selamat Riyadi yang masih berusia 16 tahun menikahi Rohaya yang telah berusia 71 tahun.

Jarak usia antara Sofian Loho Dandel dengan istrinya, Martha Potu, juga hampir sama dengan pasangan Selamat dan Rohaya: 54 tahun. Sejoli dari Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, itu resmi menjadi suami istri tahun lalu pula.

Cerita serupa terjadi pula di Nganjuk, Jawa Timur. Rokim, pemuda 24 tahun asal Madiun, menikahi Tampi, janda 67 tahun.

Alimuddin, imam Desa Corawali yang melatih Idris melakukan ijab kabul, membenarkan bahwa kisah cinta Inade dan Idris bersemi di kebun cengkih. Idris bekerja memetik cengkih di kebun milik Inade yang berada di Suli, Luwu.

”Idris dan omnya yang bernama Sahri bekerja di kebun itu,” katanya.

Sejak kecil, Idris diasuh Sahri. Sejak dua orang tuanya pergi meninggalkan dia. ”Di kebun cengkih itulah keduanya bertemu hingga benih-benih cinta bersemi,” kata Alimuddin.

Ke kebun cengkih di Luwu itu pula Inade dan Idris berencana kembali. Tapi, sebelumnya mereka akan berziarah ke makam Sukardi. Dan, mengunjungi keluarga besar Idris di Enrekang.

”Kebetulan juga ada rumah di sana dan insya Allah kami akan tinggal di sana berkebun. Doakan ya, kami bahagia dan sehat selalu, amin,” kata Inade. Tidak ada rencana bulan madu? ”Tidak,” kata Inade yang dibenarkan Idris. Mungkin karena masih khawatir lokasi bulan madu mereka akan kembali didatangi banyak orang. (ira/ade/lim/c10/ttg)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juli 2019 12:45
Dua Dekade Lebih Yayasan Kakak Perjuangkan Nasib Anak Korban Kekerasan Seksual

Banyak Yang Tidak Sadar Mereka Sebenarnya Korban

Pendampingan anak-anak korban eksploitasi seksual komersial termasuk yang paling sulit.…

Selasa, 02 Juli 2019 12:42
Komunitas Pelestari Bahasa Daerah Oryza Lokabasa

Sulit Cari Anggota, Penutur Bukan Harus Orang Lokal

Membayangkan anak turun semakin tak mengenal bahasa daerah menjadi salah…

Senin, 01 Juli 2019 12:23

Arswendo Atmowiloto yang Tak Surut Semangat kendati Tengah Sakit

Bahkan saat kondisi kesehatannya mulai menurun, Arswendo Atmowiloto tetap bersemangat…

Senin, 24 Juni 2019 13:20
Oleh-Oleh dari Junior Recital Violin Classic

Menggesek Biola Tidak Sembarangan, Mood Mesti Dijaga

Memiliki kepercayaan diri dan menghargai pencapaian yang dimiliki selama ini,…

Kamis, 13 Juni 2019 14:21

Festival Balon, Jalan Tengah untuk Melestarikan Tradisi dan Menjaga Keamanan Penerbangan

Festival di Ponorogo dan Pekalongan berlangsung tanpa melanggar aturan tentang…

Minggu, 02 Juni 2019 17:39
Kisah Asmuni Membangun Rumah Makan Sukma Rasa

Dari Jualan Keripik, Pernah Jadi TKI, hingga Sukses di Usaha Kuliner

Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Asmuni, pemilik Rumah Makan Sukma…

Sabtu, 01 Juni 2019 13:23

Ini Cerita Petualangan Matteo Nanni Bermotor dari Italia ke Indonesia

Dari Italia, Matteo Nani sudah berkendara enam bulan hingga sampai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*