MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19
Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia
Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Nunukan menjadi kawasan rawan penyelundupan barang haram, termasuk narkoba.

PROKAL.CO, JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus narkotika terjadi peningkatan jumlah sebanyak 28 persen. Sebagian besar narkotika itu masuk melalui Malaysia. Rencana Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) membuat Task Force antara Indonesia dan Malaysia kian urgen.

Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan bahwa untuk pekan pertama Oktober jumlah kasus narkotika yang diungkap Polri se-Indonesia mencapai 642 kasus. Pada pekan kedua atau pertengahan Oktober melonjak menjadi 825 kasus. ”Ini menjadi warning,” ungkapnya.

Jumlah tersangka dalam kasus narkotika juga meningkat selama Oktober ini, dari 854 orang menjadi 1.050 tersangka. Memang bisnis haram narkotika ini dijalankan dengan merekrut orang banyak, dari tingkat kurir dan pengedar. ”Tapi, selalu ditargetkan untuk mendapatkan bandar atau pengendalinya,” paparnya.

Menurutnya, Polda dengan pengungkapan kasus narkotika tertinggi adalah Polda Sumatera Utara dengan 131 kasus. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa penyelundupan narkotika didominasi oleh narkotika asal Tiongkok yang dikirim melalui Malaysia. ”Sumut selama ini kerap memegang rekor pengungkapan kasus narkotika,” ujarnya.

Apa yang perlu dilakukan untuk mencegah membanjirnya narkotika melalui Malaysia? Eko menjelaskan rencana pembentukan Task Force antara kepolisian Indonesia dan kepolisian Malaysia memang perlu segera direalisasikan. ”Ini bisa membuat penanganan kasus narkotika lebih menyeluruh,” urainya.

Selama ini pengungkapan kasus narkotika hanya berhenti di Indonesia. Padahal, narkotika ini berasal dari Tiongkok dan melewati Malaysia. Maka, Task Force ini bisa membuat penyelundupan ini berhenti. ”Kalau yang di Indonesa ditangkap, informasi diberikan ke Malaysia. Penangkapan bisa dilakukan ke bandar di Malaysia,” ujarnya.

Dengan itu, diharapkan penyelundupan narkotika ke Indonesia bisa berhenti. Sebab, bandar yang berada di Malaysia juga teringkus. ”Ini targetnya, jadi tidak hanya yang Indonesia,” papar jenderal berbintang satu tersebut.

Selain itu, lanjutnya, ada indikasi bahwa peredaran narkotika jenis ekstasi mengalami peningkatan. Menurutnya, kasus dengan barang bukti ekstasi selama ini ada di papan bawah, tapi Oktober ini ekstasi masuk dalam barang bukti terbanyak ketiga. ”Kalau ekstasi ini karakternya tempat hiburan,” jelasnya.

Dengan begitu, dia menduga saat ini permintaan terhadap ekstasi meningkat. Kemungkinan besar ekstasi ini untuk diedarkan di tempat hiburan. ”Maka, razia tempat hiburan atau pengawasannya perlu diperketat,” jelasnya. (idr)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 11:42

Bendungan Bilibili Meluap, Banjir Hingga Atap

GOWA-- Ketinggian air di Bendungan Bilibili mendekati titik kritis. Tak…

Rabu, 23 Januari 2019 11:39
Bendungan Bilibili Meluap, Warga Panik, Dua Jembatan Ambruk

Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili

MAKASSAR -Sirine berbunyi. Warga panik. Bilibili dalam status waspada. Inilah…

Rabu, 23 Januari 2019 08:58

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

SAMARINDA  - Pada tahun 2019, diperkirakan inflasi Kaltim tetap terjaga…

Rabu, 23 Januari 2019 08:36

Gempa 3,4 SR Guncang Kutim

BALIKPAPAN – Data yang menunjukkan Kaltim aman dari gempa tampaknya…

Rabu, 23 Januari 2019 08:31

Sudah Surati Menteri dan BNPB, Warga Diminta Tenang

Pemprov Kaltara bergerak cepat menangani dampak abrasi di Desa Tanjung…

Selasa, 22 Januari 2019 12:27

PROTES..!! Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengajukan protes atas rencana…

Selasa, 22 Januari 2019 12:25

BELUM PASTI..!! Pembebasan Ba’asyir Dikaji Lebih Lanjut

JAKARTA – Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir pekan ini masih belum…

Selasa, 22 Januari 2019 09:16

Investor Minati Kembangkan Udang Windu Kaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Riza…

Selasa, 22 Januari 2019 09:14

Selama Tahun 2018, BI Temukan 1.108 Lembar Uang Palsu

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur mencatat sepanjang…

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*