MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:42
Janji Bawa Lagi ke Kasta Tertinggi

PROKAL.CO, PERSIBA Balikpapan yang bakal kehilangan Syahril HM Taher masih menimbulkan spekulasi siapa pengelola selanjutnya. Namun, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sudah memastikan peluang pemkot untuk mengelola tim kebanggaan warga Kota Minyak itu kecil. Lagi-lagi finansial menjadi penyebab. Selain itu, aturan mengharuskan tim dikelola secara profesional.

“Aturannya kan jelas. Sejak 2012 pemerintah tidak boleh lagi mengucurkan anggaran dalam bentuk apapun ke klub profesional,” kata Rizal, Selasa (16/10). Meski peluang untuk kembali mengelola sangat kecil, pemkot tak tinggal diam. Rizal menyebut, pihaknya akan bertindak sebagai fasilitator dalam proses alih kelola Persiba ke tangan investor baru.

Opsi pengelolaan melalui perusahaan daerah (perusda), diakui Rizal memang ada. Namun tidak realistis. Sebab, saat ini tak ada perusda yang punya finansial memadai untuk mengelola sebuah tim sebesar Persiba. “PDAM memang perusda, tapi secara finansial saya tidak yakin sanggup. Klub sepak bola ini perlu biaya besar. Belum lagi soal tata kelolanya,” ucap dia.

Bola panas soal pengelolaan Persiba mulai bergulir saat Syahril dan pengurus Persiba mendatangi wali kota Balikpapan. Dalam kesempatan itu, pengurus Persiba disebut Rizal memang menyatakan keinginan mengembalikan Beruang Madu ke Pemkot Balikpapan. “Secara lisan, Pak Syahril mengatakan memang ingin mengembalikan (ke pemkot). Salah satu alasannya tentu karena finansial,” beber dia.

Namun, proses ambil alih, lanjut dia, tak bisa serta-merta. Dia mengaku sudah meminta kepada manajemen Persiba untuk menyiapkan segala dokumen. Untuk menangani proses ini, Rizal sudah membentuk tim yang diketuai Sekkot Balikpapan Sayid MN Fadli. “Prosesnya semoga saja cepat, karena Pak Syahril juga ingin sebelum kompetisi mulai lagi, persoalan ini sudah klir,” harapnya.

Kembali ke soal investor, mantan wartawan itu menyebut pemerintah bakal berusaha mencarikan jalan agar Persiba tetap eksis. Dia tak menutup peluang investor luar Balikpapan untuk mengelola klub yang bermarkas di Stadion Batakan itu. “Siapa saja silakan jika berminat. Yang jelas home base Persiba tetap di Balikpapan,” katanya.

Sementara itu, terkait statement Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud yang meminta tidak ada kompensasi dalam proses pengalihan Persiba, Rizal tak ingin banyak berkomentar. “Saya pikir itu kapasitas Pak Rahmad sebagai pengusaha. Mungkin saja beliau berminat kan juga bagus,” katanya.

Sejatinya, jika memang ada investor yang berminat, bisa langsung menjajaki komunikasi dengan Syahril. “Tanpa lewat pemkot juga bisa. Silakan saja kalau ada yang minat disampaikan langsung ke Pak Syahril,” saran Rizal.

Salah satu sosok yang digadang-gadang berminat jadi pengelola Persiba selanjutnya, Rahmad Mas’ud mengaku siap jika dipercaya mengelola klub tersebut. “Saya tidak dalam posisi meminta. Tapi jika memang dipercaya, saya siap demi Persiba,” tegasnya.

Meski berpindah tangan, Rahmad ingin pengelola Persiba tetap pengusaha asal Balikpapan. “Kalau diambil orang luar tentu kita semua (warga Balikpapan) bakal malu. Seakan-akan tidak ada yang peduli,” ujar dia.

Rahmad sejatinya memang bukan orang baru bagi Persiba. Dia tercatat pernah menjabat manajer Persiba. Hal ini membuat dia sedikit banyak paham dunia sepak bola Tanah Air.

Namun, soal pengelolaan, Rahmad tegas menyebut tak ingin ada embel-embel kompensasi dari pengurus lama Persiba. “Saya yakin, pengurus saat ini sangat bijak, karena ini semua kan demi kebaikan Persiba pada masa yang akan datang,” paparnya.

Akan tetapi, laki-laki 42 tahun itu mengapresiasi upaya pengurus untuk tetap menjaga eksistensi Persiba di kancah sepak bola nasional, meski tak lagi mengandalkan APBD.

Jika benar diserahkan ke pemkot, Rahmad menggaransi bakal kembali turun gunung membantu Persiba kembali ke Liga 1. “Saya akan bantu. Entah mencarikan sponsor atau mencarikan investor. Saya yakin dalam waktu tidak lama Persiba bisa kembali ke Liga 1,” ungkapnya optimistis.

KLUB HARUS UNTUNG

Mengelola sebuah klub sepak bola profesional memang bukan perkara mudah. Di Indonesia misalnya, meski sudah berstatus profesional, problem finansial kerap menghantui. Akibatnya, dengan mudah klub bisa berpindah tangan lewat jual-beli lisensi.

Semenjak tak diperbolehkan menggunakan APBD pada 2012, sebagian besar klub harus pontang-panting mencari dana. Beberapa klub Tanah Air dipaksa turun kasta lantaran problem keuangan.

Deltras Sidoarjo dan Persik Kediri jadi contoh klub yang prestasinya terjun bebas setelah bangkrut. Ya keuangan memang jadi salah satu faktor paling menentukan dalam keberhasilan sebuah klub. Sayangnya, meski berstatus profesional, sebagian besar klub masih cost oriented dan belum mendatangkan keuntungan.

Pengamat sepak bola, Hardimen Koto, menyebut semestinya klub profesional saat ini sudah profit oriented alias berorientasi keuntungan juga marketable alias punya nilai jual sehingga mampu memikat sponsor.

Lisensi dari AFC, kata dia, sejatinya menjadi salah satu aspek yang harus dipenuhi sebuah klub profesional. Sayang, belum banyak klub di Tanah Air yang punya lisensi ini. Namun untuk memperoleh lisensi ini memang tak mudah, ada puluhan item yang harus dipenuhi oleh klub yang ingin dapat lisensi ini.

Di antaranya, ujar dia, klub harus punya tim pelapis hingga level junior, semua pemain dan pelatih harus terikat kontrak, pelatih junior minimal punya lisensi B-AFC, punya stadion, punya coaching clinic reguler, dan punya financial statement yang sudah diaudit. “Nah, jika ingin berbenah, mestinya klub memulai menata diri lebih detail. Agar bisa menarik minat sponsor, karena ini tuntutan zaman,” saran Hardimen.

Sementara itu, soal proses jual-beli lisensi klub yang kerap terjadi, diakui dia bakal kurang baik bagi sepak bola Tanah Air. “Ini membuat sebagian orang jadi oportunis dan merusak sepak bola dari bawah,” katanya.

Membangun sebuah klub, lanjut laki-laki kelahiran Padang itu, tidak bisa instan. Manajemen harus punya rencana bisnis jangka panjang untuk kelangsungan klub. “Madura United, Bali United, dan Borneo FC menurut saya adalah beberapa klub yang punya business plan bagus,” ungkap Hardimen. (*/hul/rom/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 02 November 2018 08:57

Tampil Cantik (Tak) Apa Adanya

Perempuan manapun ingin terlihat cantik. Menjawab kodrat itu, sederet klinik kecantikan pun hadir. Dari…

Jumat, 02 November 2018 08:54

Sensasinya Bikin Ketagihan

SEBUAH teknik perawatan kulit modern, jet peel, disukai pelanggan. Teknik ini memanfaatkan tekanan…

Jumat, 02 November 2018 08:52

Facial Minimal Tiap Dua Bulan

WAJAH putih, mulus, awet muda. Begitu kesan yang tampak saat bertemu Deriyani, owner Gloskin Balikpapan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .