MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 19 Oktober 2018 07:02
Risiko Perbankan Syariah Aman
Muhamad Nur

PROKAL.CO, SAMARINDA - Risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah berada pada level yang aman dan lebih rendah dari risiko perbankan konvensional pada triwulan II 2018. Untuk risiko kredit, non-performing financing (NPF) syariah tercatat hanya sebesar 4,16 persen atau lebih rendah dari perbankan konvensional yang tercatat sebesar 5,14 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, jika dilihat dari data pada triwulan kedua tahun ini, risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah sangat aman. Untuk risiko kredit, NPF syariah tercatat sebesar 4,16 persen. Di samping itu, risiko likuiditas perbankan syariah pada triwulan II 2018 tercatat sebesar 15,75 persen yang berada di atas perbankan konvensional, sebesar 9,12 persen.

“Namun sayangnya risikonya yang kecil juga diimbangi dengan kinerjanya yang masih sangat terbatas,” ungkapnya, Kamis (18/10).

Dari total pangsa pasar perbankan, segmen khusus ini hanya mendapat jatah 2,5 persen. Porsi itu lebih kecil dibanding rasio nasional di posisi 5,7 persen. Indeks literasi bank syariah hanya 8,1 persen. Lalu, inklusi bank syariah hanya 11,1 persen. Jumlah tersebut masih sangat rendah. Artinya, tiap 100 orang itu hanya delapan orang yang memiliki literasi sangat baik. Dan, inklusi hanya 11 orang dari 100 orang memanfaatkan produk syariah

“Minimnya pangsa pasar syariah di Kaltim disebabkan minimnya penetrasi yang dilakukan perbankan syariah. Termasuk sosialisasi produk. Masyarakat di Kaltim dinilai masih belum cukup akrab dengan produk bank dengan sistem khusus ini,” katanya.

Menurutnya, jika Kaltim bisa memberi ruang lebih besar bagi ekonomi syariah, kondisi moneter di daerah bakal lebih baik. Selain memberi alternatif sistem pembayaran bagi masyarakat, skema syariah juga menghadirkan risiko lebih kecil untuk produk jasa keuangan.

“Dalam sistem konvensional, itu berlaku sistem bunga, yang bisa saja merugikan salah satu pihak. Kalau dalam sistem syariah, berlaku sistem bagi hasil, yang lebih fair,” imbuhnya.

Nur menjelaskan, syariah sebenarnya merupakan sebuah sistem. Sehingga tidak bisa dibanding-bandingkan dengan konvensional. Keduanya bisa saling mendukung. Syariah merupakan sebuah pilihan lain dalam jasa keuangan tanpa membedakan agama.

“Jadi, perbankan syariah boleh untuk siapa saja, bukan hanya untuk orang Islam. Syariah juga diharapkan bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan,” pungkasnya.

Salah satu bank yang akan fokus menggarap segmen ini adalah Bankaltimtara. Mulai 2020 mendatang, Bankaltimtara Syariah berencana spin-off untuk membantu Kaltim dalam mengembangkan sektor ekonomi syariah. Pasalnya hingga saat ini, segmen syariah dinilai masih menyisakan ruang besar.

Diketahui, pangsa segmen syariah di Bumi Etam terhadap industri keuangan sudah mulai pulih. Pada 2017 lalu, pasar perbankan syariah bahkan mampu menjaga pertumbuhan positif di angka 3,4 persen. Sebelumnya, pada 2015, pertumbuhannya minus 1,21 persen, dan mereda menjadi minus 0,38 persen setahun setelahnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:06

Tahun Politik, BI Jamin Temuan Uang Palsu Turun

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim bertekad menekan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:02

Pemerintah Diminta Benahi Masalah dari Hulu

JAKARTA - Pemerintah masih terus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

Maret, VietJet Air Buka Rute Vietnam-RI

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*