MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 19 Oktober 2018 07:02
Risiko Perbankan Syariah Aman
Muhamad Nur

PROKAL.CO, SAMARINDA - Risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah berada pada level yang aman dan lebih rendah dari risiko perbankan konvensional pada triwulan II 2018. Untuk risiko kredit, non-performing financing (NPF) syariah tercatat hanya sebesar 4,16 persen atau lebih rendah dari perbankan konvensional yang tercatat sebesar 5,14 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, jika dilihat dari data pada triwulan kedua tahun ini, risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah sangat aman. Untuk risiko kredit, NPF syariah tercatat sebesar 4,16 persen. Di samping itu, risiko likuiditas perbankan syariah pada triwulan II 2018 tercatat sebesar 15,75 persen yang berada di atas perbankan konvensional, sebesar 9,12 persen.

“Namun sayangnya risikonya yang kecil juga diimbangi dengan kinerjanya yang masih sangat terbatas,” ungkapnya, Kamis (18/10).

Dari total pangsa pasar perbankan, segmen khusus ini hanya mendapat jatah 2,5 persen. Porsi itu lebih kecil dibanding rasio nasional di posisi 5,7 persen. Indeks literasi bank syariah hanya 8,1 persen. Lalu, inklusi bank syariah hanya 11,1 persen. Jumlah tersebut masih sangat rendah. Artinya, tiap 100 orang itu hanya delapan orang yang memiliki literasi sangat baik. Dan, inklusi hanya 11 orang dari 100 orang memanfaatkan produk syariah

“Minimnya pangsa pasar syariah di Kaltim disebabkan minimnya penetrasi yang dilakukan perbankan syariah. Termasuk sosialisasi produk. Masyarakat di Kaltim dinilai masih belum cukup akrab dengan produk bank dengan sistem khusus ini,” katanya.

Menurutnya, jika Kaltim bisa memberi ruang lebih besar bagi ekonomi syariah, kondisi moneter di daerah bakal lebih baik. Selain memberi alternatif sistem pembayaran bagi masyarakat, skema syariah juga menghadirkan risiko lebih kecil untuk produk jasa keuangan.

“Dalam sistem konvensional, itu berlaku sistem bunga, yang bisa saja merugikan salah satu pihak. Kalau dalam sistem syariah, berlaku sistem bagi hasil, yang lebih fair,” imbuhnya.

Nur menjelaskan, syariah sebenarnya merupakan sebuah sistem. Sehingga tidak bisa dibanding-bandingkan dengan konvensional. Keduanya bisa saling mendukung. Syariah merupakan sebuah pilihan lain dalam jasa keuangan tanpa membedakan agama.

“Jadi, perbankan syariah boleh untuk siapa saja, bukan hanya untuk orang Islam. Syariah juga diharapkan bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan,” pungkasnya.

Salah satu bank yang akan fokus menggarap segmen ini adalah Bankaltimtara. Mulai 2020 mendatang, Bankaltimtara Syariah berencana spin-off untuk membantu Kaltim dalam mengembangkan sektor ekonomi syariah. Pasalnya hingga saat ini, segmen syariah dinilai masih menyisakan ruang besar.

Diketahui, pangsa segmen syariah di Bumi Etam terhadap industri keuangan sudah mulai pulih. Pada 2017 lalu, pasar perbankan syariah bahkan mampu menjaga pertumbuhan positif di angka 3,4 persen. Sebelumnya, pada 2015, pertumbuhannya minus 1,21 persen, dan mereda menjadi minus 0,38 persen setahun setelahnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 13:14

Penjualan Roda Empat Sedikit Melambat

JAKARTA – Penjualan kendaraan roda empat sepanjang kuartal I 2019…

Jumat, 19 April 2019 12:12

Buka Lagi Keran Impor Bawang Putih

JAKARTA – Mengantisipasi harga bawang putih yang melambung, Kemendag kemarin…

Jumat, 19 April 2019 11:44

Amazon Menyerah, Angkat Kaki dari Tiongkok

BEIJING – Beberapa tahun lalu Quenie Liao sudah menambatkan hatinya…

Rabu, 17 April 2019 12:55

Tekanan Inflasi Angkutan Udara Masih Terjaga

SAMARINDA-Saat ini harga tiket pesawat masih dikeluhkan tinggi. Meskipun tidak…

Rabu, 17 April 2019 12:53

Risiko Stabilitas Keuangan Daerah Masih Terjaga

SAMARINDA-Pada 2018, ekonomi Kaltim tumbuh 2,67 persen. Pertumbuhan ekonomi Kaltim…

Rabu, 17 April 2019 12:52

Kaltim Targetkan Menarik Investasi Rp 36,35 Triliun

SAMARINDA-Kaltim tahun ini menargetkan mampu menarik investasi Rp 36,35 triliun,…

Rabu, 17 April 2019 12:51

Lion Group Pastikan Kehadiran Rute Samarinda-Martua

SAMARINDA-Maskapai Lion Group melalui Wings Air memastikan akan segera membuka…

Senin, 15 April 2019 20:17

Dukungan PHM ke Mitra Binaan, dari Produksi Sampai Pemasaran

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja Mahakam…

Senin, 15 April 2019 11:31

Pembatasan CPO Ancam Neraca Dagang

JAKARTA – Upaya penekanan defisit transaksi berjalan atau current account…

Minggu, 14 April 2019 13:44

Jelang Ramadan Kebutuhan Daging Sapi Diklaim Aman

SAMARINDA-Jelang Ramadan dan Idulfitri kebutuhan daging sapi diprediksi akan mencapai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*