MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00
Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan
HARUS UNTUNG: Salah satu petani karet di Kaltim memanen hasil perkebunannya. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke perusahaan pengolah. Karena bisa mengurangi pendapatan lantaran hanya dihargai Rp 2 ribu per kilogram.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, menggunakan jasa broker atau tengkulak akan membuat harga jual karet petani lebih rendah. “Para petani kita harus menjualnya kepada perusahaan industri pengolahan karet langsung,” katanya, Kamis (18/10).

Saat ini, Kaltim memiliki PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC) yang berkapasitas 40 ribu ton per tahun dan bernilai investasi Rp 1 triliun. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan patungan antara anak perusahaan Barito Pacific Group dengan Michelin Group.

"Manajemen perusahaan tersebut sudah berjanji kepada saya, mereka akan menerima karet hasil petani. Sehingga petani tidak perlu lagi menjual kepada tengkulak,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Bumi Etam ini membeberkan, areal tanaman karet di Kaltim mencapai 103.117 hektare. Terdiri dari areal perkebunan rakyat seluas 89.341 hektare, perkebunan besar negara seluas 709 hektare dan perkebunan besar swasta seluas 13.341 hektare dengan produksi keseluruhan mencapai 59.963 ton karet kering.

“Pusat karet terbesar di Kaltim berada di Kabupaten Kutai Barat, sebagian di Samarinda, Balikpapan, Samboja (Kukar),” tuturnya.

Saat diresmikan, pabrik ini ditargetkan bisa memperbaiki harga karet di pasaran, yang semula Rp 2 ribu per kilogram menjadi Rp 10 ribu per kilogramnya. Dengan harga ini, petani dipastikan akan lebih untung.

“Saya wajibkan jual ke perusahaan. Ini dilakukan agar para petani, khususnya petani karet tidak menjerit dan rugi dikarenakan harga karet petani cenderung bertahan pada harga yang rendah, padahal harga ban dan produk berbahan karet harganya tetap mahal,” ujarnya.

Adanya pabrik pengolahan itu akan mendukung peningkatan harga penjualan produksi pertanian di Kaltim. “Inilah yang ke depan akan kita carikan solusi. Bagaimana perusahaan pertanian dan perkebunan bisa membangun pabrik pengolahan di daerah. Sehingga, seluruh produksi hasil pertanian maupun perkebunan para petani dan pekebun bisa diterima dengan harga lebih tinggi,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 11:40

BPK Akui Sulit Awasi Desa

BALIKPAPAN - Alokasi dana desa yang saat ini pagunya bisa sampai 2-3 miliar per desa, menjadi tantangan…

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment Center Kantor Badan…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi. Kali ini, sebuah…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai pelat merah, Merpati,…

Senin, 12 November 2018 11:00

KENA PAJAK..?? Menteri Keuangan Bakal Wajibkan Mahasiswa Miliki NPWP

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mewajibkan seluruh mahasiswa di Indonesia memiliki…

Senin, 12 November 2018 10:37

Angel dan Jose Makin Intim, Dikabarkan Sudah Menikah

Hubungan Angel Karamoy dengan sutradara Jose Poernomo makin intim. Buktinya, Jose Poernomo semakin sering…

Senin, 12 November 2018 10:28

Marquez Rayakan Gelar Dunia ke 7 di Kampung Halaman

UNTUK merayakan gelar juara dunia ketujuhnya, atau kelima di kelas MotoGP, Marc Marquez, pada Sabtu…

Senin, 12 November 2018 10:20

LUCU JUGA..!! Perusahaan Air Masih Terkendala Air

TANA PASER–Sepekan terakhir, masyarakat Paser, khususnya Kecamatan Tanah Grogot, mengeluhkan pelayanan…

Senin, 12 November 2018 08:49

Klasifikasikan Kualitas Pasangan, Kemampuan Biologis Juga Ditanya

Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah berhasil menyelenggarakan pernikahan mubarakah, Minggu (11/11).…

Minggu, 11 November 2018 11:11

Pulang, KRI Bima Suci Banyak Sabet Penghargaan

 Setelah mengelilingi lima negara selama 100 hari untuk mengikuti event internasional, Kapal Republik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .