MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:08
Deja vu Griezmann
Antoine Griezmann. (goal.com)

PROKAL.CO, Kapan terakhir Antoine Griezmann mencetak brace bagi Prancis ? Jawabnya dua tahun lalu. Siapa lawannya ? Jerman. Bagaimana proses golnya ? Satu penalti dan satu open play. Seperti deja vu dua tahun silam maka Griezmann kembali menjadi momok buat Die Mannschaft kemarin (17/10).

Sebelum dua gol pemain Atletico Madrid itu kemarin pada dua tahun lalu di semifinal Euro 2016, Griezmann pun melakukan hal serupa. Mengalahkan juara dunia empat kali dan memborong dua gol.  Saat itu, Griezmann mencetak gol lewat penalti pada menit 45+2 dan 72. Maka kemarin gol Griezmann lahir di menit 62 dan eksekusi penalti 80.

Seperti ditulis Sport 360 kemarin Griezmann mengatakan kalau Jerman bermain lebih baik dari Prancis di babak pertama. Namun berkat perenungan di ruang ganti Stade de France pada babak pertama, Prancis membalik situasi di 45 menit kedua.

 “Semua yang ada dalam tim ini bertanya kepada dirinya masing-masing saat turun minum. Sudah pantaskah tim ini tampil juara dunia ? Kami menjadi juara berkat kerja keras dari tiap personel tim ini,” ucap Griezmann kepada UEFA.

Pemain 27 tahun tersebut menambahkan selain kontemplasi oleh para pemain saat turun minum pergeseran taktik pun ikut membawa kesuksesan bagi Prancis. Kini dalam 15 laga terakhir Prancis, mereka tak terkalahkan.

Entraineur Prancis Didier Deschamps kepada Canal Plus mengatakan timnya memberikan reaksi yang pas setelah bermain dalam tekanan Jerman di babak pertama.

 “Saya memodifikasi taktik setelah kami bermain dalam 25-30 menit pertandingan. Serangan tim akan lebih berimbang dengan saya memberikan kebebasan kepada para penyerang, yakni Kylian (Mbappe) dan Antoine (Griezmann)  untuk mengeksploitasi sisi sayap,” tutur Deschamps.

Pria yang menjadi kapten Prancis saat juara Piala Dunia 1998 tersebut berucap instruksi kepada timnya di babak kedua adalah meninggikan tempo dan memperbanyak intensitas tembakan ke gawang Jerman. (dra)


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 13:54

Buka Kans Pulih Cepat

TACTICIAN Manchester City Pep Guardiola tak boleh lagi melabeli Tottenham…

Sabtu, 20 April 2019 13:48
INTER MILAN VS AS ROMA

Emosional Demi Empat Besar

MILAN - Serie A musim ini memang masih tersisa enam…

Sabtu, 20 April 2019 13:00
Juventus vs Fiorentina

Berna dan Reuni Terindah

TURIN – Federico Bernardeschi sudah tiga kali menghadapi mantan klubnya,…

Sabtu, 20 April 2019 12:54

Kans Kukuhkan Dominasi Inggris

LONDON - Sejak musim 1983-1984, inilah kali pertama bagi Inggris…

Sabtu, 20 April 2019 11:56

Empat Pemain Ikut Seleksi Timnas U-18

Borneo FC masih membuktikan sebagai tim pencetak bibit muda terbaik…

Sabtu, 20 April 2019 11:55

Makin Percaya Diri

  Kedatangan pelatih anyar Borneo FC Mario Gomez diyakini memberi…

Jumat, 19 April 2019 11:38

Kutukan Drake, Ajax Bukan Korban Ketiga

SETELAH Tottenham Hotspur dipastikan berhadapan melawan Ajax Amsterdam di semifinal,…

Jumat, 19 April 2019 11:33

Van Dijk Cari Cara Melimitasi Messi

ROBERT Lewandowski sudah dibuat tak berkutik. Sekali salah satu pencetak…

Jumat, 19 April 2019 11:31
3 NANTES VS PSG 2

KEMBALI KE LEVEL MEDIOKER

NANTES - Untung saja selisih poin antara PSG dan Lille…

Jumat, 19 April 2019 11:27

Usai Tak Bisa Dilawan, Ngos-Ngosan saat Balik ke Gawang

UNTUK urusan reflek dan visi permainan di bawah mistar, Gianluigi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*