MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:08
Deja vu Griezmann
Antoine Griezmann. (goal.com)

PROKAL.CO, Kapan terakhir Antoine Griezmann mencetak brace bagi Prancis ? Jawabnya dua tahun lalu. Siapa lawannya ? Jerman. Bagaimana proses golnya ? Satu penalti dan satu open play. Seperti deja vu dua tahun silam maka Griezmann kembali menjadi momok buat Die Mannschaft kemarin (17/10).

Sebelum dua gol pemain Atletico Madrid itu kemarin pada dua tahun lalu di semifinal Euro 2016, Griezmann pun melakukan hal serupa. Mengalahkan juara dunia empat kali dan memborong dua gol.  Saat itu, Griezmann mencetak gol lewat penalti pada menit 45+2 dan 72. Maka kemarin gol Griezmann lahir di menit 62 dan eksekusi penalti 80.

Seperti ditulis Sport 360 kemarin Griezmann mengatakan kalau Jerman bermain lebih baik dari Prancis di babak pertama. Namun berkat perenungan di ruang ganti Stade de France pada babak pertama, Prancis membalik situasi di 45 menit kedua.

 “Semua yang ada dalam tim ini bertanya kepada dirinya masing-masing saat turun minum. Sudah pantaskah tim ini tampil juara dunia ? Kami menjadi juara berkat kerja keras dari tiap personel tim ini,” ucap Griezmann kepada UEFA.

Pemain 27 tahun tersebut menambahkan selain kontemplasi oleh para pemain saat turun minum pergeseran taktik pun ikut membawa kesuksesan bagi Prancis. Kini dalam 15 laga terakhir Prancis, mereka tak terkalahkan.

Entraineur Prancis Didier Deschamps kepada Canal Plus mengatakan timnya memberikan reaksi yang pas setelah bermain dalam tekanan Jerman di babak pertama.

 “Saya memodifikasi taktik setelah kami bermain dalam 25-30 menit pertandingan. Serangan tim akan lebih berimbang dengan saya memberikan kebebasan kepada para penyerang, yakni Kylian (Mbappe) dan Antoine (Griezmann)  untuk mengeksploitasi sisi sayap,” tutur Deschamps.

Pria yang menjadi kapten Prancis saat juara Piala Dunia 1998 tersebut berucap instruksi kepada timnya di babak kedua adalah meninggikan tempo dan memperbanyak intensitas tembakan ke gawang Jerman. (dra)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 12:30

Karolina Pliskova Bentrok dengan Serena

MELBOURNE - Upaya Serena Williams meraih trofi grand slam ke-24…

Selasa, 22 Januari 2019 07:04

Ball Susul LeBron dan Rondo

LOS ANGELES - Jelang laga menjamu Golden State Warriors pagi…

Senin, 21 Januari 2019 12:03

Zalnando Hijrah ke Persib

Persib Bandung terus melengkapi skuatnya. Setelah meresmikan Esteban Viscarra, tim…

Senin, 21 Januari 2019 07:14

GOODBYE EDY!

BADUNG — Gelombang desakan mundur terhadap Edy Rahmayadi dari kursi…

Senin, 21 Januari 2019 07:09

Jokdri Solusi PSSI?

MENANGGAPI penunjukan Jokdri sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua umum PSSI,…

Senin, 21 Januari 2019 07:07

Awal yang Indah untuk Minions

KUALA LUMPUR – Minions are back! Ya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin…

Senin, 21 Januari 2019 07:04

Waktunya yang Muda Bicara

MELBOURNE – Daniil Medvedev percaya diri akan mengamankan tiket perempat…

Minggu, 20 Januari 2019 10:57

SIASAT TERBATAS

LONDON–Situasi sulit mendera Tottenham Hotspur. Kehilangan beberapa pemain pilar untuk…

Minggu, 20 Januari 2019 10:56

Potensi Dua Gelar

KUALA LUMPUR–Delapan turnamen, tujuh semifinal, dan satu perempat final. Itulah…

Minggu, 20 Januari 2019 10:55

Mudah Lupakan Pipita

MILAN–Serie A giornata ke-20 pekan ini bakal emosional bagi striker…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*