MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Kamis, 18 Oktober 2018 12:52
Temuan Tim Turki soal Khashoggi
Nyawa Melayang Tujuh Menit Kemudian
Jamal Khashoggi saat masuk ke konsulat Arab Saudi.

PROKAL.CO, ANKARA – Kabar tidak sedap menyambut kedatangan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Turki kemarin (17/10). Media dalam dan luar Turki memberitakan bahwa Jamal Khashoggi tewas. Dia menjadi korban pembunuhan sadis di Konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu. Tepatnya, tujuh menit setelah dia masuk gedung perwakilan diplomatik yang terletak di Istanbul tersebut.

”Konsul diminta meninggalkan ruangan. Tidak ada interogasi. Mereka sengaja datang untuk membunuhnya,” ujar seorang pejabat Turki yang mengaku telah mendengar rekaman audio dugaan pembunuhan Khashoggi kepada Middle East Eye. Awalnya, tersiar kabar bahwa Saudi mengakui kematian jurnalis kritis itu sebagai kelalaian. Sebab, dia melawan saat diinterogasi. Kemarin teori tersebut terpatahkan.

Bersamaan dengan itu, The Wall Street Journal juga menurunkan berita tentang hasil investigasi tim gabungan Turki dan Saudi soal kematian Khashoggi. Harian berbahasa Inggris tersebut melaporkan bahwa tunangan Hatice Cengiz itu langsung diserang begitu masuk gedung konsulat. Dia diseret ke ruang kerja Konsul Saudi di Turki, Mohammad Al Otaibi (pengganti Musa’d bin Abdulmuhsin Al Ganawi).

”Beberapa saksi mata mendengar jeritan dari ruangan itu,’’ kata pejabat yang merahasiakan identitasnya tersebut. Konon, saat itu, Otaibi masih berada di dalam ruangannya. Namun, beberapa media Turki melaporkan bahwa saat pembunuhan terjadi, Otaibi sudah meninggalkan ruangan.  Menurut The Wall Street Journal, harian pro-pemerintah Turki Daily Sabah sebenarnya punya tiga menit rekaman kejadian tersebut. Sayangnya, media itu masih merahasiakannya.

Di dalam ruang kerja Otaibi, tim eksekutor Saudi melumpuhkan Khashoggi dengan suntikan. Pria 59 tahun itu pun tak sadarkan diri. Para eksekutor yang berjumlah 15 orang, sebagaimana dilaporkan Turki, lantas membaringkan Khashoggi di atas meja. Kabarnya, tubuh kolumnis Washington Post tersebut lantas dimutilasi. Saat itu, Khashoggi sebenarnya masih bernyawa.

New York Times melaporkan bahwa Salah Muhammad Al Tubaigy-lah yang bertindak sebagai mutilator. Pria yang berprofesi kepala bagian bukti forensik pada Departemen Keamanan Publik Saudi itu memutilasi Khashoggi dengan gergaji tulang. Sebagai anggota Saudi Association for Forensic Pathology, memutilasi tubuh manusia adalah pekerjaan gampang bagi Tubaigy. ’’Saya melakukannya sambil mendengarkan musik. Kalian seharusnya melakukan hal yang sama,’’ ujar Tubaigy sebagaimana terdengar dalam rekaman audio yang diperoleh intelijen Turki.

Khashoggi tiba di gedung konsulat bersama Cengiz. Pada pukul 13.14 waktu setempat, dia masuk ke gedung sendirian. Jika benar dia dihabisi tujuh menit kemudian, Khashoggi tewas pada pukul 13.21 waktu setempat. Sayangnya, aktivitas keji itu tidak terekam kamera pengawas di gedung konsulat. Atau, terekam tapi sudah dilenyapkan.

Tubaigy merupakan satu di antara 15 orang Saudi yang datang ke Turki pada hari kematian Khashoggi. Mereka datang dengan pesawat sewaan. Tubaigy sudah 20 tahun bekerja di Kementerian Dalam Negeri Saudi. Dia dikenal sebagai ahli forensik. Dua pria lainnya adalah petinggi militer. Tepatnya, pada unit Pasukan Militer dan Pasukan Angkatan Udara Saudi.

Satu orang lainnya dikenal sebagai sekretaris pertama Kedutaan Besar Saudi di London, Inggris. Bersama Tubaigy, tiga pria itu menjadi orang kepercayaan Putra Mahkota Muhammad bin Salman alias MBS sejak lama. Konon, sebelas terduga pelaku yang lain adalah personel pasukan elite Saudi.

Sedianya, tim investigasi Turki bakal melanjutkan penyelidikan di kediaman Otaibi pada Selasa (16/10). Itu disebabkan rumah konsul Saudi tersebut juga menjadi tempat persinggahan mobil diplomatik yang diduga mengusung jenazah Khashoggi. Namun, tim investigasi Saudi berhalangan. Maka, penyelidikan diundur.

Kemarin Otaibi dan keluarganya meninggalkan Turki. Mereka pulang ke Saudi. Riyadh disebut-sebut bakal mencopot Otaibi dari jabatannya. Setelah itu, dia akan menjalani penyelidikan terkait kasus Khashoggi.

Sementara itu, Pompeo bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Menlu Mevlut Cavusoglu di Turki kemarin. Pompeo menegaskan bahwa Raja Salman menampik keterlibatan kerajaan dalam kasus tersebut.

Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa tuduhan yang diarahkan ke Saudi terlalu terburu-buru. Padahal, belum tentu mereka yang bersalah. Dia membandingkan kasus itu dengan tudingan pelecehan yang diarahkan kepada Hakim Agung Brett Kavanaugh. (sha/c6/hep)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 11:50
Demokrat Antusias Sambut Pilpres

Ini Dia Sosok Penantang Serius Donald Trump

WASHINGTON – Politisi Partai Demokrat tidak sabar menantikan pemilihan presiden…

Selasa, 15 Januari 2019 09:39

Begini Jadinya Jika Transgender Thailand Ikut Wajib Militer

Wajib militer merupakan mimpi buruk bagi transgender Thailand. Sebab di negeri tersebut…

Kamis, 10 Januari 2019 10:33

Tiongkok Izinkan Pulang Etnis Kazakh Xinjiang

BEIJING – Selain kaum Uighur, Tiongkok kabarnya memaksa etnis Kazakh…

Selasa, 08 Januari 2019 09:07

Tolak Dideportasi, Membarikade Diri

BANGKOK – Rahaf Mohammed Al Qunun bisa bernapas lega. Untuk…

Selasa, 08 Januari 2019 09:06

Sultan Nazrin Paling Berpotensi Jadi Yang Dipertuan Agong Baru

KUALA LUMPUR – Kerajaan Malaysia tidak boleh lama-lama membiarkan singgasana…

Minggu, 06 Januari 2019 10:02
Jepang Menuju Akhir Heisei, Era Generasi ”Hilang”

Hadirkan Perdamaian, Wariskan Kultur Patriarkal

Kaisar Akihito genap 30 tahun memimpin Kekaisaran Jepang besok (7/1).…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:26

Saudi Adili Pembunuh Khashoggi, Sembunyikan Identitas dari Media

RIYADH – Pemerintah Arab Saudi menggelar hearing perdana kasus pembunuhan…

Selasa, 01 Januari 2019 10:34

Pesimisme Selimuti Brexiteer

LONDON – Kondisi politik di kawasan Britania Raya, membuat para…

Selasa, 01 Januari 2019 10:32

Ekonomi Tumbuh sejak 2009

PEMIMPIN negara satu ini luar biasa. Di mata pendukungnya, Sheikh…

Selasa, 01 Januari 2019 09:53

Hasina Menangi Pemilu Terburuk

DHAKA – Syekh Hasina Wazed mencetak rekor baru. Perempuan 71…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*